
Ririn mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela. Tidurnya sangat nyenyak tadi malam, sehingga tidak menyadari jika hari sudah siang.
"Sudah bangun ?" tanya Raka yang baru saja masuk kedalam kamar.
"Hmmm." Ririn mengangguk dan meregangkan tubuhnya sembari bangun dari tidurnya.
Raka berjalan mendekat ke arah Ririn. "Bagaimana keadaan mu ?" tanya Raka yang sudah duduk di samping Ririn.
"Aku baik. Tak usah khawatir." tukas Ririn sambil tersenyum melihat Raka.
Jari tangan Raka menyelipkan helaian rambut ke belakang daun telinga Ririn. Matanya menatap wajah cantik Ririn yang baru bangun tidur meskipun tanpa polesan make up.
Lama Raka menatap Ririn. Biarpun keadaan Ririn sekarang sudah baik baik saja, tapi pikiran Raka masih bimbang tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.
Hanya tinggal selangkah lagi semuanya akan terungkap. Sebentar lagi Raka akan mengetahui siapa musuhnya yang sebenarnya.
David telah menghubungi Raka tadi pagi perihal hasil penyelidikan yang telah dilakukan oleh Evan. Biarpun penasaran, tapi, Raka menundanya sampai dia memastikan keadaan Ririn baik baik saja.
Suara dering ponsel Ririn menyadarkan Raka dari pikirannya. Ririn segera meraih ponselnya, melihat siapa yang menelepon.
"Ibu" ucap Ririn sambil melihat Raka.
*
Setelah makan siang Raka dan Ririn kembali ke kamar. Raka memberikan beberapa butir obat kepada Ririn.
"Ini, minumlah." Raka menyerahkan obat dan segelas air.
Ririn menelan obat yang telah di berikan oleh Raka meskipun dengan susah payah. Ririn tak ingin menyusahkan Raka karena dia tahu Raka sangat mengkhawatirkannya.
__ADS_1
"Terima kasih." ucap Ririn sambil menyerahkan kembali gelas yang sudah kosong kepada Raka.
"Tidurlah. Ingat pesan dokter, kau harus banyak beristirahat." Raka mengusap kepala Ririn dengan sayang.
"Aku ada di bawah jika kau membutuhkan sesuatu." lanjut Raka lagi.
Raka mencium kening Ririn lama sebelum dia beranjak dari tempat tidur menuju pintu keluar.
Hati Ririn menghangat mendapatkan perlakuan manis dari Raka. Meskipun baginya ini sangat berlebihan.
Aku sama sekali tidak merasa sakit tapi aku diperlakukan seperti seorang pasien. Mungkin beginilah kehidupan orang kaya, lelah sedikit dibilang sakit. Ketakutan dibilang sakit. Terkejut dibilang sakit. Pusing sedikit dibilang sakit. Padahal ya, dibuat tidur sebentar juga ilang capek sama pusingnya. Ga perlu tuh minum obat, apalagi sampai periksa ke dokter.
Ririn menggelengkan kepalanya sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur memikirkan perbandingan kehidupannya dengan kehidupan Raka yang sangat jauh berbeda.
***
Sementara itu di ruang kerja di lantai bawah, Raka dan Arya sedang mengerjakan pekerjaan kantor sambil membahas masalah tadi malam.
Raka melihat rekaman video melalui layar laptop. Raka terperangah melihat sosok laki-laki didalam video tersebut. Bukan Simon yang membuat dia begitu terkejut, melainkan seseorang yang sangat tidak dia duga. Seseorang yang sangat dihormatinya setelah Ayahnya.
"Tuan Bagaskara" lirih Raka mengepalkan tangannya.
Perasaan marah, terkejut dan bingung bercampur aduk dalam hati Raka. Mengapa seorang yang sangat terhormat dan penuh wibawa seperti Tuan Bagaskara melakukan hal yang kotor seperti ini.
Tak hanya Raka, David dan Arya juga sangat terkejut melihatnya. Raka tidak percaya sahabat baik ayahnya sanggup melakukan ini padanya. Padahal dialah orang yang selalu mensupport dan banyak memberikan tunjuk ajar kepada Raka dalam membangun bisnis.
*
Raka duduk bersandar di kursi kerjanya. Setelah Arya dan yang lainnya pergi, Raka masih tinggal sendiri di ruang kerjanya.
__ADS_1
Apa yang akan dilakukan olehnya setelah mengetahui kenyataan yang baru saja ia dapatkan. Jika itu orang lain, mungkin saat ini orang tersebut sudah menjadi gembel atau akan berakhir dipenjara.
Seperti yang terjadi kepada Simon. Saat ini laki-laki itu sedang dirawat intensif di sebuah rumah sakit akibat pukulan yang ia dapatkan dari Raka.
Tak hanya itu, Raka juga telah menghancurkan perusahaan Simon dalam semalam. Ya, perusahaan yang baru saja mengadakan pesta ulang tahun tadi malam kini sudah muflis.
Perusahaan yang tidak seberapa besar bila dibandingkan dengan perusahaan milik Raka. Tentunya bukanlah suatu hal sulit untuk Raka menghancurkannya hanya dalam hitungan jam.
Raka juga baru mengetahui jika perusahaan milik Simon sudah lama kritis. Hanya saja perusahaan itu tetap berdiri karena mendapatkan bantuan investasi dari Tuan Bagaskara dalam beberapa tahun terakhir.
Tuan Bagaskara juga terkenal sangat dermawan. Dengan kekayaan dan perusahaan besarnya ia banyak membantu perusahaan lain yang membutuhkan bantuan dana.
Karena itulah Raka tidak menyadari bahwa, beberapa daftar perusahaan yang bermasalah dengan Wiratama Grup yang dilaporkan oleh Arya beberapa waktu yang lalu semuanya memiliki satu kesamaan, yaitu mendapatkan investasi dari R&B Enterprise.
Ternyata kamu lebih hebat dari yang saya pikirkan. Kamu bahkan bisa membuat Raka menikahimu. Bahkan Emily yang begitu sempurna pun tidak bisa membuat Raka jatuh cinta.
Tapi, bukan itu intinya. Saya hanya ingin menawarkan sebuah kerja sama denganmu. Bagaimana ?
Tinggalkan Raka dan saya akan menjamin kehidupan dan keselamatan mu juga keluargamu. Atau kamu mau saya sendiri yang akan menghancurkan Raka dan keluarga mu dan kamu akan melihat kehancuran bahkan kematian orang-orang yang kamu cintai di depan mata mu sendiri.
Ini bukanlah sekedar sebuah ancaman dan saya sangat mampu melakukan apa yang saya katakan ini. Seperti yang telah saya lakukan kepada Rina.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung. . .