Pertemuan Kembali

Pertemuan Kembali
Istri yang Cerewet


__ADS_3

Malam harinya Ririn kembali ke rumah sakit sambil membawakan makan malam untuk Raka. Ririn masuk di sambut dengan senyum manis dari laki-laki yang sedang terbaring sakit. Arya keluar setelah membukakan pintu untuknya istri tuannya.


"Bawa apa ?" tanya Raka melirik kantong yang di bawa oleh istrinya.


"Makan malam untuk mu. Mau makan sekarang ?" Raka mengangguk, tak sabar untuk makan makanan yang di bawa oleh Ririn.


"Kau memasaknya sendiri ?" tanya Raka sembari mengunyah makanannya.


"Hem. Apa tidak enak ?" Ririn menghentikan tangannya untuk menyuapi Raka.


"Enak." jawab Raka sambil mengangguk.


"Kalau gitu ayo habiskan makanannya."


"Sudah, sayang." Raka menahan tangan Ririn yang ingin menyuapinya.


"Katanya enak. Kenapa makannya hanya sedikit. Ayo makan lagi. Biar cepat sembuh." pujuk Ririn membuat Raka tertawa.


"Aku bukan anak kecil lagi, sayang." Raka terkekeh membuat Ririn memanyunkan bibirnya. "Sayang, jangan marah. Aku kan lagi sakit. Jadi tidak enak makan." pujuk Raka.

__ADS_1


Ririn meletakkan bekas makanan ke meja di sebelahnya. Benar kata Raka, saat sedang sakit memang tidak berselera makan.


Raka mengambil tangan Ririn dan menggenggamnya. "Kau tadi menemui dokter ? kenapa ?" Arya tadi melaporkan kepada Raka jika sebelum pulang tadi sore Ririn bertemu dengan dokter Gavin.


"Aku menanyakan tentang sakit mu." jawab Ririn.


"Kan sudah aku katakan, hanya sakit biasa. Aku masih bisa membuatmu tidak bisa turun dari ranjang." Ririn mencebik mendengar perkataan Raka. Sedang sakit masih saja sempat berpikiran mesum.


"Mengapa kau mengabaikan kesehatan mu sendiri ?" dokter Gavin telah menjelaskan semuanya kepada Ririn tentang kondisi kesehatan Raka selama lima tahun terakhir.


"Tidak ada yang lebih penting selain dari kebahagiaan mu." Ririn menjadi kelu mendengar perkataan Raka. Apa kah sebesar itu Raka mencintainya selama ini.


"Kau akan pulang ?" tanya Raka


"Iya. Kasihan Arkan di tinggal." jawab Ririn yang memang tidak pernah tidur jauh dari putranya selama dua tahun ini.


"Apa kau tidak kasihan kepada ku ?" ucap Raka dengan nada memelas.


"Kalau begitu cepatlah sembuh jadi bisa cepat pulang ke rumah." balas Ririn dengan jutek.

__ADS_1


"Bagaimana jika aku tidak sembuh ? apa ..."


"Jangan berlebihan. Kau itu hanya sakit tipes. Beberapa hari lagi juga sudah sembuh." Ririn memotong perkataan Raka.


"Kenapa istriku ini jadi cerewet sekali." Raka merasa gemas melihat Ririn.


"Karena aku mengkhawatirkan mu." jawab Ririn sambil mengemas tempat makanan yang di bawanya.


Raka semakin bersemangat untuk segera sembuh mendengar jika wanita yang dia cintai juga mengkhawatirkan dirinya. Di tambah pula ia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan putranya yang begitu menggemaskan.


Setelah memberikan kecupan di kening suaminya yang sudah terlelap Ririn keluar dari ruang rawat itu dengan perlahan.


"Astaga ! Kau mengejutkan ku." Ririn memegang dadanya karena terkejut melihat Arya sudah berada di depannya.


"Maafkan saya nona. Saya akan mengantarkan anda pulang." beri tahu Arya kepada istri tuannya.


"Tidak perlu. Saya bawa mobil sendiri." jawab Ririn.


"Tapi ini sudah malam. Keselamatan anda lebih penting." Arya mempersilakan Ririn untuk berjalan terlebih dahulu. Itu tandanya tidak ada penolakan. Arya tidak ingin kejadian lima tahun yang lalu terulang kembali.

__ADS_1


Mau tidak mau Ririn mengikuti asisten suaminya itu. Sepanjang perjalanan pulang Ririn terus bertanya kepada Arya tentang Raka sejak ia di culik oleh ayah kandungnya sendiri yaitu Tuan Bagaskara. Arya dengan jujur menjawab semua pertanyaan itu tanpa ada yang kurang satu pun.


__ADS_2