Pertemuan Kembali

Pertemuan Kembali
Melanie Putri Bagas


__ADS_3

Ririn memandangi satu persatu wajah orang yang berada di ruang rawat VIP. Tak ada siapapun yang dikenalinya, sampai akhirnya matanya tertuju pada ranjang pasien.


Apa yang terjadi ? Tuan Bagaskara.


"Selamat datang, nona. Perkenalkan ini Tuan Yohan Aleksander pengacara pribadi Tuan Bagaskara."


Ucap seorang pria yang merupakan asisten Tuan Bagaskara.


Ririn hanya mengangguk menanggapinya. Menurutnya dia tidak ada keperluan apapun dengan pengacara Tuan Bagaskara. Dipikirannya saat ini, mengapa dia dibawa kesini. Ririn kembali menatap kearah Wili untuk mencari jawaban. Tapi melihat wajah datar pria itu, Ririn tau dia tidak akan mendapatkan jawaban apapun.


"Saya di sini untuk menyampaikan surat kuasa yang di buat oleh Tuan Bagaskara beberapa bulan lalu sebelum beliau jatuh sakit."


Meskipun tidak mengerti tapi Ririn tetap mendengarkan pembacaan surat tersebut oleh Tuan Yohan Aleksander hingga selesai.


Apa !!!


Ririn begitu terkejut ketika mendengar kalimat terakhir yang dibacakan oleh pengacara itu.

__ADS_1


Seluruh harta milik Tuan Bagaskara akan diserahkan kepada putri kandung keduanya yaitu Melanie Putri Bagas atau Ririn Ariana.


"Tidak mungkin, Tuan. Bagaimana bisa ?!" Tanya Ririn yang masih tidak percaya bahwa dia adalah anak kandung dari Tuan Bagaskara. Bukan anak kandung dari ayah dan ibunya.


"Disini ada bukti-bukti lengkapnya, nona. Anda bisa melihatnya sendiri." Tuan Yohan Aleksander menyerahkan sebuah amplop kepada Ririn.


Ririn mulai melihat bukti-bukti itu. Ada beberapa lembar foto bayi bersama seorang wanita, mungkin itu adalah ibu kandungnya. Kemudian dia melihat sebuah surat nikah atas nama Bagaskara dan Sintia dan dua buah akte kelahiran yang berbeda. Yaitu atas nama Ririn Ariana dengan nama kedua ayah dan ibunya dan yang satunya lagi atas nama Melanie Putri Bagas dengan nama orang tua Bagaskara dan Sintia. Terdapat juga sebuah catatan pengadilan negeri di akte kelahiran kedua yang menyatakan bahwa Melanie telah sah menjadi anak dari ayah dan ibunya. Dan yang terakhir adalah sebuah surat putusan pengadilan yang menyatakan pergantian nama dari Melanie Putri Bagas menjadi Ririn Ariana.


Ririn tidak mampu berfikir apapun saat ini. Kenyataan yang baru saja diketahuinya sangat mengejutkan. Rasanya saat ini dia ingin sekali menemui ayah dan ibunya untuk menanyakan apakah ini benar atau tidak.


Waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi, Wili dan seorang pengawal lain membawa Ririn pulang ke kediaman milik Tuan Bagaskara. Karena tubuhnya yang sangat lelah dan kejutan yang didapatkannya membuat Ririn tidak banyak bicara. Dia hanya menurut apa saja yang diarahkan oleh pengawal Tuan Bagaskara.


Rumah ini mengingatkan Ririn kepada Raka, dimana Raka membawanya untuk memperkenalkannya dengan Tuan Bagaskara yang merupakan sahabat dari ayah Raka. Orang yang dianggap Raka sebagai pengganti almarhum ayahnya. Orang yang juga membunuh ibu Raka. Dan orang itu juga adalah ayah kandungnya.


Ririn langsung merebahkan tubuhnya di kasur begitu sampai di sebuah kamar. Terlalu banyak kejutan yang dialaminya hari ini sehingga Ririn langsung tertidur pulas.


-------------------

__ADS_1


Pagi hari ini seperti biasanya, Arya memberikan laporan setelah Raka sampai di ruangan kerjanya. Setelah mendapatkan informasi yang valid dari orang kepercayaannya, Arya akan melaporkan tentang Tuan Bagaskara.


"Saat ini Tuan Bagaskara sedang berada di sebuah rumah sakit terkenal disini. Beliau tiba semalam sore dengan keadaan sakit." Terang Arya.


Sebuah seringai terbit di wajah Raka. Rasanya puas mendengar keadaan musuh yang sedang sekarat.


Setelah selesai menyampaikan laporan, Arya kembali keruangannya. Sebenarnya masih ada satu lagi laporan yang belum disampaikan Arya kepada Raka. Arya harus benar-benar mendapatkan informasi yang akurat sebelum melaporkannya. Arya membuka ponselnya untuk melihat sebuah foto yang di kirimkan oleh orang kepercayaannya. Mata tajamnya terus meneliti foto seorang wanita yang tertera di layar ponselnya.


"Siapa dia ?"


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2