
Seminggu sudah berlalu. Kini R&B Corp sudah kembali normal. Meskipun berganti pemilik, tapi perusahaan itu masih beroperasi seperti semula. Hanya saja kini direkturnya adalah seorang wanita. Ya, akhirnya Ririn menyetujui untuk memimpin perusahaan yang karyawannya sudah ribuan orang tersebut.
Setelah hampir satu minggu Deny mengajarkan tentang perusahaan dan tugas-tugas yang harus di lakukan oleh seorang direktur, kini Ririn sudah bisa bekerja dengan seharusnya.
"Nona, ini proposal pengajuan kerja sama yang di ajukan oleh Wiratama Grup." Deny menyerahkan sebuah berkas kepada Ririn sambil mengamati ekspresi wajah wanita itu.
"Bisakah kita menolak menerima kerjasama ini ?" Ririn meletakkan berkas di atas meja tanpa membacanya terlebih dahulu.
"Jika di lihat dari proposal yang di ajukan, mereka memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan kita." jelas Deny yang selalu profesional dalam melakukan tugasnya.
Ririn menghela napasnya mendengar perkataan asistennya. Deny tahu jika Ririn merasa sangat keberatan untuk bekerja sama dengan perusahaan suaminya. Mengingat nonanya itu begitu menghindari untuk bertemu dengan suaminya itu.
__ADS_1
Deringan ponsel milik Deny memecah keheningan di ruangan itu.
"Iya, Tuan." jawab Deny.
"Nona, Tuan Alex ingin bicara dengan anda." Deny memberikan ponselnya kepada Ririn.
Dengan tanpa curiga Ririn menerima panggilan dari Alex. "Hallo, Alex. Ada apa ?"
"Alex memerintahkan untuk menerima kerja samanya." ucap Ririn lemah.
Sementara jauh di belahan bumi lain. Raka tersenyum penuh kemenangan. Sambil menyesap coffee verkeerd miliknya sebagai menu sarapan pagi bersama Alex. Ya, saat ini Raka sedang berada di Belanda untuk menemui Alex untuk mengajukan kerja sama dengan R&B Corp. Raka sudah memprediksi jika Ririn pasti akan menolak untuk bekerja sama dengan perusahaan miliknya. Jadi Raka langsung menemui Alex.
__ADS_1
"Terima kasih anda sudah mau menerima Wiratama Grup untuk bekerja sama dengan perusahaan anda." ucap Raka kepada Alex.
Alex tersenyum dan mengangguk "Aku tidak tahu apa permasalahan rumah tangga kalian. Semoga anda bersifat profesional dalam pekerjaan dan tidak mencampur adukkan dengan masalah pribadi."
Alex memang sudah mengetahui jika pria yang ada di depannya ini adalah suami kepada saudara sepupunya, Ririn. Sama seperti Raka, Alex juga selalu menyelidiki siapa saja yang akan berhubungan dengannya. Alex juga tau jika Raka lah yang telah menghancurkan perusahaan milik pamannya. Merasa tidak punya masalah dengannya dan Raka juga termasuk orang yang sangat professional, tak ada salahnya Alex menerima tawaran kerja sama dengan Raka. Lagi pula setelah Alex meneliti Wiratama Grup akan sangat menguntungkan bagi memulihkan kembali perusahaan R&B Corp.
"Hanya kesalah pahaman. Istriku itu sangat tangguh dan keras kepala. Tapi dia juga seorang pekerja keras. Aku juga harus bekerja keras untuk bisa membuatnya kembali kepada ku." terang Raka.
Raka tersenyum masam mengingat sudah beberapa kali Ririn menolak untuk bertemu dengannya. Jadi Raka memutuskan untuk melakukan kerja sama dengan R&B Corp agar ia bisa tetap bertemu dengan istrinya itu.
---------------------------------------------
__ADS_1
Sejak saat itu Raka selau datang ke perusahaan R&B Corp dengan alasan untuk membahas tentang pekerjaan. Padahal itu hanyalah modus nya saja agar ia bisa bertemu dengan Ririn.