Pertemuan Kembali

Pertemuan Kembali
Memiliki Rencana


__ADS_3

Matahari mulai meninggi ketika Ririn baru terbangun dari tidurnya yang kedua kalinya. Ririn melihat Raka sudah berpakaian rapi dengan pakaian santai.


"Kau tidak pergi bekerja hari ini ?" tanya Ririn merasa heran karena Raka tidak biasa libur di hari kerja seperti ini. Di hari libur saja Raka bahkan akan pergi bekerja.


"Aku sudah terlambat untuk datang ke kantor. Bos ku akan marah jika ada yang telat datang ke kantor. Apalagi jika bos ku tahu jika aku terlambat karena aku melayani istri ku yang sangat agresif ini."


Wajah Ririn merona karena malu mendengar perkataan Raka. Sejak mendengar pengakuan Ririn tanpa sadar tadi malam Raka merasa sangat bahagia. Ternyata istrinya itu memiliki perasaan yang sama seperti yang dia rasakan. Raka jadi lebih senang menggoda Ririn.


"Cukup ! Jangan bicarakan itu lagi. Aku malu." Ucap Ririn sambil menutup muka dengan kedua tangannya.


"Untuk apa malu, aku sudah melihat semuanya." Raka menarik tangan Ririn agar Ririn membuka wajahnya.


"Jangan bertingkah lagi. Aku jadi tidak tahan melihat mu menggemaskan begini." lanjut Raka lagi.


"Apa ?" Ririn tak mengerti maksud perkataan Raka.


"Ini makanan untuk mu. Habiskan ! Jangan lupa minum obatnya." Perintahnya. Raka mengambil napan di meja samping tempat tidur dan meletakkan di pangkuan Ririn.


"Jika kau membutuhkan ku, aku ada di ruang kerja di bawah." Lalu Raka beranjak meninggalkan Ririn.


Sebenarnya Raka masih ingin bersama Ririn. Karena berada di dekatnya Raka bisa melupakan sejenak permasalahannya. Tapi Raka harus keluar sekarang karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukannya. Selain itu Raka juga harus menahan diri agar tidak terjadi sesi ketiga percintaan mereka hari ini, mengingat Ririn masih harus banyak beristirahat.

__ADS_1


Melihat pintu kamar yang sudah tertutup, Ririn baru teringat jika dia ingin membicarakan masalah Tuan Bagaskara. Sejak tadi pagi Raka terus menggodanya sehingga Ririn menjadi lupa untuk mengatakan hal itu.


Ririn kembali menatap makanan di pangkuannya.


"Ini sarapan apa makan siang. Banyak banget." Perutnya sudah berdemo untuk di isi makanan.


***


Raka membaca dan mempelajari laporan tentang tentang Tuan Bagaskara dan perusahaan-perusahaan milikinya yang sudah dikirimkan oleh orang kepercayaannya. Untuk menjatuhkan musuh setidaknya kita harus mengetahui kelebihan dan kekurangannya agar kita bisa menyusun rencana dan strategi yang tepat.


Menjelan sore Arya datang dengan membawa setumpuk kertas yang harus di tandatangani oleh Raka. Tak lama kemudian David juga tiba di sana.


Setelah Raka menceritakan semua yang terjadi, kini mereka bertiga sedang membahas langkah-langkah untuk melawan Tuan Bagaskara.


Cukup lama mereka berdiskusi sehingga tidak menyadari jika hari sudah mulai gelap dan sudah waktunya untuk makan malam.


"Mengapa bos mu kejam sekali, huh ?" tanya David kepada Arya. David mulai mengambil makanannya. Arya hanya melihat kearah David tapi tidak berniat menjawab pertanyaan temannya itu.


"Hish, sekretaris dan bos sama saja menyebalkan." gerutu David.


David begitu senang ketika Raka mengajak mereka untuk makan malam dirumahnya. Tapi tidak begini juga si. Karena mereka berdua harus makan di taman belakang sedangkan Raka makan di ruang makan utama.

__ADS_1


Arya tahu mengapa Raka tidak mengajak mereka makan malam bersama karena Raka merasa cemburu jika Ririn bertemu dengan David.


Setelah selesai makan malam, Raka, David dan Arya kembali meneruskan pekerjaan mereka.


"Aku tidak menyangka jika kau sudah merencanakan ini. Awalnya aku takut jika mereka hanya ingin menjebak mu. Tapi ternyata kau lah yang menjebak mereka. Keputusan untuk menikahinya adalah bagian dari rencana mu. Aku bahkan tidak terpikirkan sampai ke sana."


Bough


"Ah, maaf "


.


.


.


.


.


Bersambung. . .

__ADS_1


__ADS_2