Pertemuan Kembali

Pertemuan Kembali
Laki-Laki Kaku


__ADS_3

Raka mengusap wajahnya, menghembuskan napas lega setelah membaca kertas di tangannya. Hasil tes identifikasi dari rumah sakit adalah negatif. Itu artinya jenazah yang di temukan di sebuah bangunan tua yang berada di pinggir kota bukanlah istrinya. Masih ada harapan baginya untuk menemukan Ririn dalam keadaan hidup. Meskipun kecil kemungkinan mengingat istrinya itu mungkin berada di tangan orang yang telah membunuh ibunya namun Raka tidak akan putus asa untuk terus mencari keberadaan wanita yang sangat dicintainya.


***


Di sebuah tempat yang sangat jauh dari ibu kota, seorang wanita sedang berjalan sendiri di bibir pantai sambil menikmati langit merah jingga saat matahari mulai terbenam.


"Hei, tunggu !" Ririn memanggil seorang laki-laki yang berjalan menjauh ketika Ririn berjalan menuju kearahnya.


"Auh !" Ririn terjatuh ketika berlari mengejar laki-laki itu. Jari kakinya berdarah karena tersandung sebuah batu karang yang ada di pantai.


Laki-laki itu berbalik ketika melihat Ririn terjatuh dan memegang kakinya yang berdarah. Tanpa mengatakan apa-apa laki-laki itu mengangkat tubuh Ririn membuat Ririn jadi terkejut.


"Hei, apa yang kau lakukan ? Turunkan aku !!" pekik Ririn sambil berontak minta di turunkan. Tapi laki-laki itu seakan tidak mendengarnya dan terus saja berjalan menuju ke resort. Tubuh tinggi tegapnya seakan tidak merasakan pukulan-pukulan tangan Ririn di dadanya.

__ADS_1


"Turunkan aku ! Hei, mau ngapain hah ?? Lepaskan !!" Ririn semakin panik karena laki-laki itu membawanya masuk ke dalam kamarnya dan meletakkannya di atas tempat. Kemudian laki-laki itu berjongkok di depan kaki Ririn dan mengambil kotak P3K yang ada di laci samping tempat tidur kemudian mulai membersihkan luka di kaki Ririn.


Ririn terdiam dengan apa yang dilakukan oleh pria di depannya ini. Dalam hatinya merasa malu sendiri karena sudah berpikiran yang tidak-tidak tentang laki-laki itu.


Aku kan takut dia ngapa-ngapain. Batin Ririn membela dirinya sendiri.


Sudah hampir satu bulan Ririn melihat laki-laki itu di sini, tepatnya laki-laki itu setiap hari terus mengawasinya. Dan setiap kali Ririn memanggilnya yang entah siapa namanya laki-laki itu selalu menghindar. Ririn memanggilnya untuk meminjam ponselnya karena Ririn ingin menghubungi ayah dan ibunya yang sekarang entah apa kabarnya. Mungkin juga saat ini orang tuanya sudah mengetahui jika dia sekarang tidak berada di rumah mewah suaminya.


Ririn melihat laki-laki itu sedang memberikan obat merah di tempat jari kakinya yang terluka tadi. Laki-laki muda dan tampan itu tapi masih lebih tampan suaminya sih, tampak telaten merawat luka kakinya.


di tempat semula.


"Bolehkah aku meminjam ponsel mu ?" tanya Ririn cepat saat melihat pria itu sudah mau beranjak keluar dari kamarnya. Tapi lagi-lagi pria itu tidak menanggapi perkataannya dan itu membuatnya agak kesal.

__ADS_1


"Kalau begitu aku ingin bicara dengan tuan mu !" ucap Ririn cepat. Sengaja Ririn mengatakan demikian agar mendapat respon dari laki-laki kaku yang seperti tiang bernyawa itu karena hampir setiap hari Ririn mengatakan ingin meminjam ponsel tapi sekalipun ia tidak pernah mendapatkan respon dari pria itu.


Ririn tersenyum ketika melihat pria itu berhenti berjalan.


*Sepertinya cara ini berhasil.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung*. . . .


__ADS_2