Pertemuan Kembali

Pertemuan Kembali
Baru Mengetahui


__ADS_3

Tiga tahun kemudian.


"Mbak, saya titip Arkan sebentar ya." Ririn menyerahkan balita laki-laki yang bernama Arkan kepada pengasuhnya.


"Baik, nona."


Setelah itu ia kembali ke kamarnya, bersiap untuk pergi.


Ririn melajukan mobil menuju ke sebuah rumah sakit. Di jalan ia sempat berhenti untuk membeli buah -buahan dan seikat bunga.


Sesampainya di rumah sakit, Ririn langsung menuju ke sebuah ruang rawat inap. Ia tersenyum melihat Deny yang ada dalam kamar tersebut.


"Selamat ya, Deny." Ririn menyerahkan barang bawaannya kepada Deny. Kemudian ia memeluk seorang wanita yang sedang duduk bersandar di brangkar.


"Selamat ya, Asih. Sekarang sudah menjadi ibu." ucap nya kepada wanita yang bernama Asih.


"Terima kasih, nona." balas Asih yang baru saja melahirkan anak pertamanya. Asih adalah istri Deny. Mereka menikah setahun yang lalu.

__ADS_1


Ada rasa iri dalam hati Ririn melihat Asih yang di temani oleh suaminya di saat ia melahirkan dan selama di rawat di rumah sakit. Ririn menghela napasnya, mencoba menghilangkan perasaan yang begitu menyesakkan dada. Ia kembali menyusuri koridor rumah sakit untuk pulang.


Ririn menangkap sosok yang tidak asing di matanya. Meskipun sudah hampir tiga tahun tidak pernah bertemu, ia yakin itu adalah Arya, asisten suaminya. Perasaan Ririn menjadi tidak enak saat melihat Arya berada di rumah sakit. Apa mungkin ada kaitannya dengan Raka. Karena penasaran, Ririn mengikuti Arya sehingga laki-laki itu masuk ke sebuah ruang rawat VVIP.


Siapa yang sakit ? jangan-jangan ....


Ririn mengintip melalui celah pintu kamar yang sedikit terbuka. Ia langsung menutup mulut ketika melihat sosok yang sedang terbaring lemah di dalam kamar itu.


Raka ! ada apa dengan mu ?


Sungguh sangat terasa pilu dalam hatinya melihat laki-laki yang dulu sangat gagah dan berstamina kuat kini terbaring tidak berdaya.


"Kamu !"


"Mengapa hanya mengintip dari luar. Ayo, masuk." ajak David sambil tersenyum melihat Ririn. Sedangkan wanita itu wajahnya sudah merah padam karena ketahuan mengintip.


"Tidak. Aku harus pergi." tolak Ririn sambil berjalan tergesa-gesa ingin segera pergi dari sana. Ia takut Arya melihatnya dan mengadukan kepada Raka.

__ADS_1


"Tunggu !" David sempat mencekal tangan Ririn, sebelum wanita itu pergi.


Sekarang Ririn tidak bisa lari karena David memaksa wanita itu agar mengikutinya. Dan disini lah mereka sekarang. Di kantin rumah sakit. Mereka tidak hanya berdua. Tapi bertiga bersama dengan Deny, karena Ririn tadi sempat menelpon Deny dan meminta bantuan untuk menjaganya takut jika David akan menculiknya.


Ririn membiarkan air matanya mengalir di pipi. Melihat barang-barang di dalam sebuah box yang di berikan oleh David. Yaitu foto-foto tentang dirinya di waktu dan tempat yang berbeda-beda. Mulai dari fotonya yang sedang memeriksa kandungan di rumah sakit, beberapa foto hasil USG . Ada juga foto saat Ririn sedang berbelanja pakaian dan perlengkapan bayi hingga fotonya di saat sedang melahirkan dan juga saat ulang tahun Arkan yang pertama.


Ririn terenyuh ketika melihat fotonya saat melahirkan. Dalam foto itu terlihat ia sedang memegang tangan seseorang. Ririn tidak dapat lagi menahan tangisnya saat melihat tangan yang ia pegang itu mengenakan sebuah cincin. Tentu saja ia sangat mengenal siapa pemilik tangan itu.


Raka !!


Di dalam box itu juga terdapat beberapa kertas struk pembelian makanan. Meskipun tulisannya sudah hampir pudar, tapi ia masih bisa membacanya. Kemudian Ririn menatap penuh tanya ke arah Deny.


"Kau tau ini semua ?" tanya Ririn dalam isak tangisnya. Perlahan Deny mengangguk membenarkan apa yang sedang di pikiran oleh wanita itu.


"Mengapa kau tidak pernah mengatakannya pada ku ?" Hiks hiks hiks.


Raka sudah berbicara kepada Deny pada hari di mana dokter memberitahukan Ririn hamil. Raka meminta agar Deny tidak memberitahukan kepada Ririn tentang keberadaannya. Ia akan selalu mengawasi istrinya dari jauh dan Raka berjanji tidak akan pernah muncul di hadapan Ririn lagi karena takut Ririn akan nekat seperti waktu itu.

__ADS_1


Ririn semakin tersayat mendengar pengakuan Deny. Sekarang Ririn baru tahu jika selama ini Raka tidak pernah meninggalkannya dan semua makanan yang ia ingin Raka belikan di saat hamil ternyata memang benar Raka yang membelinya.


__ADS_2