Pertemuan Kembali

Pertemuan Kembali
Malam Pesta


__ADS_3

Tidak terasa dua Minggu berlalu. Hidup Ririn begitu tenang selama dua minggu ini. Raka benar-benar tidak muncul di hadapannya. Namun siapa yang tahu jauh di dalam lubuk hati wanita itu menyimpan sekelumit rindu kepada pria yang masih sah sebagai suaminya.


"Bagai mana persiapan untuk acara besok malam ?" tanya Ririn kepada Deny.


"Semuanya sudah selesai diatur dengan baik, nona."


"Kapan Alex akan sampai ?" tanyanya lagi.


"Tuan Alex akan sampai besok siang."


"Baiklah. Lanjutkan kerja mu." perintah Ririn.


Besok malam R&B Corp akan mengadakan pesta penyambutan CEO baru mereka yaitu Alexander Oligon. Seluruh staf R&B Corp di undang untuk menghadiri acara tersebut begitu juga dengan kolega-kolega bisnisnya yang bekerjasama dengan perusahaan itu.


 


Hotel mewah milik R&B Corp.


Sejak siang seluruh staf hotel sedang sibuk mempersiapkan acara yang sebentar lagi akan di mulai. Sebagai penaggangung jawab acara Ririn harus memastikan semuanya sudah di atur sesuai rencana. Ia bahkan belum meniggalkan ruangan itu sejak siang tadi.


"Nona, anda harus bersiap sekarang. Sebentar lagi acaranya akan di mulai." Deny mengingat atasannya yang masih belum bersiap dan berganti pakaian.

__ADS_1


"Ah. Iya. Terima kasih sudah mengingatkan." ucap Ririn. Ia segera meninggalkan ruangan tersebut kemudian pergi ke kamar yang sudah di sediakan oleh pihak Hotel.


Setelah selesai membersihkan diri, Ririn memakai gaun pesta yang sudah dia sediakan sejak beberapa hari yang lalu. Setelah itu ia mulai memoleskan make up di wajah cantiknya. Ririn tidak membutuhkan bantuan MUA untuk menghias dirinya. Ilmu dari belajar make up yang di dapatnya selama terisolasi di pulau waktu itu cukup mumpuni untuk di praktekkan dirinya sendiri.


"Sudah selesai."


Ririn kembali mengamati penampilan dirinya di depan cermin. Rasanya sudah cukup, penampilannya pun tidak terlalu mencolok. Senada dengan gaun dan riasan yang di kenakan nya. Kurang dari satu jam Ririn sudah kembali tiba di ruangan pesta.


Sudah ramai rupanya.


Ririn masuk dan mencari asistennya.


"Deny, apa Alex sudah datang ?" tanya Ririn.


"Baiklah. Kita bisa memulai acaranya sekarang." perintah Ririn.


Ririn berjalan menuju Alex untuk memberitahukan jika acaranya sebentar lagi akan di mulai. Ririn mengarahkan Alex untuk menuju ke tempat duduk yang sudah di sediakan. Begitu juga dengan para tamu undangan yang mulai mengambil tempat setelah pemberitahuan dari MC.


Tanpa Ririn menyadari ada sepasang mata yang terus melihat dirinya dari sejak ia memasuki ruangan. Ya, Raka juga hadir di sana sebagai salah satu tamu undangan. Ia sangat terpesona dan menatap penuh damba pada istrinya yang sudah beberapa minggu ini tidak bertemu.


Serangkaian acara masih berlangsung. Raka berusaha mencari kesempatan untuk mendekati Ririn untuk membicarakan tentang kesalahpahaman yang membuat wanita itu meminta cerai dengannya.

__ADS_1


Ririn mulai menyadari kehadiran Raka. Ia berusaha untuk menghindari agar mereka tidak bertembung. Melihat Raka yang ingin berjalan ke arahnya, Ririn segera mendekati Alex dan merangkul lengan laki-laki itu yang tengah menyapa tamu-tamunya. Alex menyadari sikap aneh saudara sepupunya itu, tapi ia tidak mempermasalahkannya. Alex mengenalkan Ririn sebagai direktur perusahaannya sekarang. Sesekali Ririn ikut menimpali pembicaraan mereka.


Beberapa saat kemudian Ririn tinggal berdua dengan Alex. Ia masih tidak melepaskan tangannya dari lengan Alex sambil memperhatikan sekitar, mencari keberadaan Raka.


"Apa kau ingin membuat suami mu cemburu ?" tanya Alex yang menebak jika Ririn sedang mencari keberadaan Raka.


"Tidak. Aku hanya ingin menyapa tamu bersama-sama." elak Ririn, menarik tangannya kasar melepaskan lengan Alex.


Alex tertawa "Tidak usah beralasan. Terlihat jelas dari mata mu. Kau mencarinya ?" tanya Alex.


Ririn menatap kesal pada Alex. Bagaimana laki-laki itu dengan mudahnya membaca hatinya.


"Dia ada di sana." tanpa menunggu jawaban dari Ririn, Alex menunjukkan Raka yang sedang berdiri di sebuah sudut.


"Sok tau." Ririn meninggalkan Alek yang sedang terkekeh melihat ekspresi wanita itu.


Wajah Ririn langsung berubah ketika matanya melihat ke arah yang di tunjuk Alex. Raka sedang berbicara dengan seorang wanita cantik dan seksi. Apa lagi saat tangan Raka dengan sengaja menyelipkan rambut wanita itu di belakang telinga. Ririn benar-benar tidak bisa menyembunyikan perasaan marah dan cemburunya. Ia langsung pergi dari sana meninggalkan ruangan acara.


Kedua sudut bibir Raka terangkat ketika ekor matanya menangkap ekspresi kesal istrinya yang berjalan sambil menghentakkan kaki.


Sudah tau masih cinta mengapa ingin berpisah. Kau jelas sedang cemburu.

__ADS_1


Wanita yang ada di depan Raka begitu bahagia ketika laki-laki itu tersenyum. Ia merasa sangat beruntung karena CEO Wiratama Grup yang terkenal dingin dan kaku berbicara dengannya malam ini.


__ADS_2