
Raka memasang telinga ingin mendengarkan rahasia yang akan dikatakan oleh istrinya.
"Dia tidak pernah mencintai ku. Dia menikahi aku hanya ingin balas dendam dengan tuan mu." Ririn mulai terisak.
"Tapi aku sangat mencintainya." hiks hiks hiks. "Aku cemburu melihatnya dengan wanita lain." hiks hiks hiks. "Aku mohon kau jangan membunuhnya setelah kau mengetahui hal ini." Hiks hiks hiks.
Raka membawa Ririn ke dalam pelukannya. Hatinya terenyuh mendengar pengakuan istrinya. Raka mengusap lembut kepala Ririn. Dalam hatinya bertekad akan memperbaiki semuanya. Ia akan mengakui cintanya kepada Ririn. Apakah selama ini Ririn tidak menyadari perlakuan manisnya dan perhatian yang ia berikan. Ah, perempuan selalu ingin butuh pengakuan.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Raka, Ririn sudah tertidur pulas. Raka membawa istrinya masuk ke dalam kamar dan membaringkan di tempat tidur. Ada sebuah perasaan yang tak dapat di gambarkan olehnya. Melihat istrinya kembali berbaring di kasurnya setelah selama satu tahun tempat itu kosong.
Setelah Raka selesai berganti pakaian, ia kemudian mengganti kan pakaian Ririn, mengelap tubuh istrinya yang masih berbau alkohol. Ririn tiba-tiba membuka mata dan tersenyum ke arahnya. Tangannya membelai wajah tampan yang selalu di rindunya.
"Mengapa setiap malam aku memimpikan mu ?"
Kau menganggap ini sebagai mimpi. Apa setiap hari kau memimpikan aku ?
__ADS_1
"Kau yang lebih dulu menggodaku Ana. Jadi jangan salah kan aku." Raka sungguh tak kuasa untuk menahan dirinya.
Raka Akhirnya menyambar bibir manis milik istrinya. Sudah terlalu lama ia tidak merasakan ini. Ke-cupan itu kemudian berubah menjadi lu-matan yang semakin dalam. Apa lagi saat Ririn juga membalasnya membuat mereka saling bertukar saliva. Suara de-capan khas ciuman mampu membakar gairah mereka berdua yang sama-sama saling menginginkan lebih.
Ririn mengeluarkan suara lenguhan yang menggoda ketika Raka mulai menurunkan ciumannya di tubuhnya yang sudah polos entah sejak kapan. Perasaan baru saja Raka memakaikan pakaian ke tubuh istrinya kemudian ia juga yang melepaskannya.
Setelah puas bibir dan tangan Raka menjamah seluruh tubuh wanitanya, saatnya ia melakukan penyatuan. Seperti kembali ke rumah yang sudah lama di tinggalkan. Seperti beban yang selama ini begitu berat sudah terangkat. Pikiran dan otak yang berserabut kini terasa lapang ketika Raka berhasil me-ma-suki istrinya.
__ADS_1
Raka mulai bergerak untuk mencari ke puasannya akan rasa dahaga yang selama ini tertahan. Ia benar-benar menjadi sangat buas, memakan habis tubuh yang ada di bawah kukungannya saat ini. Begitu pula Ririn yang sedang berada di bawah pengaruh alkohol. Tubuhnya sangat jujur bereaksi untuk mengimbangi permainan Raka.
Saat ini waktu bahkan sudah melewati tengah malam. Suara erangan dan le-nguhan yang saling beradu masih terdengar menggema di dalam kamar yang telah lama sunyi. Bagai kan pasangan pengantin baru yang sedang mereguk manisnya masa-masa bulan madu, tidak pernah lelah melakukannya lagi dan lagi.