Pesona Sang Primadona

Pesona Sang Primadona
PSP 17: Apa Itu Cinta?


__ADS_3

Setiap harinya Dona mulai dijemput dan diantar oleh orang yang berbeda. Hal itu membuat geng Beauty semakin marah dan membuat rumor bahwa Dona wanita murahan yang sudah digauli keempat pria populer itu. Namun, Dona seolah tak mau ambil pusing karena apapun yang digosipkan tentang dirinya selalu disangkal oleh keempat pria yang mengejarnya.


Setelah beberapa hari di antar jemput oleh keempat pria itu, Dona dan juga Ayu semakin akrab dengan mereka. Bahkan hari ini, Dona dengan sengaja mengumpulkan mereka berempat di kantin untuk makan siang bareng, sekalian Dona ingin menjelaskan sesuatu.


"Pesan aja sepuasnya, entar kalian bayar sendiri." Celetuk Dona yang membuat Ayu dan keempat pria terbahak.


"Tenang aja, aku yang bayarin." Balas Gilang membuat yang lainnya bersorak.


Keempat pria populer di sekolah itu, memang saat ini hubungan mereka sudah semakin dekat dan bahkan sudah mulai berteman.


"Aku mau ngomong sesuatu."


Dona yang duduk berdampingan dengan Ayu menjadi fokus perhatian keempat pria itu. Mereka berpikir bahwa Dona akan mengumumkan satu nama yang akan dipilihnya.


"Aku cuma mau tanya, apa kalian beneran suka sama aku?" Tanya Dona.


"Tentu saja." Balas keempatnya dengan kompak.


"Kenapa?"


"Kamu cantik." Jawab Billy.


"Kamu manis." Jawab Aditya.


"Kamu menarik." Jawab Raka.


"Kamu sempurna." Jawab Gilang.


"Kalau gitu, aku mau tanya sekali lagi. Apa kalian tahu bedanya suka dan cinta? Tanya Dona lagi.


Mereka terdiam, sementara Ayu tak terlalu menggubris dengan apa yang mereka bahas. Ayu memilih fokus menyeruput kuah bakso yang ada dihadapannya.


"Perlu kalian tahu. Perasaan itu sangatlah rumit, terkadang kita sendiri mungkin bingung dan tidak mengerti apa yang kita rasakan. Bahkan saking rumitnya bisa membuat kita salah mengartikan perasaan saat jatuh cinta. Rasa suka, cinta dan sayang itu berbeda. Oleh sebab itu kita perlu benar-benar mengetahui dan memahami perbedaan dari ketiga rasa itu. Rasa cinta dan sayang lebih besar dibandingkan dengan rasa suka. Kita bisa dengan mudah menyukai seseorang. Misalnya jika bertemu dengan seseorang yang tampan atau cantik dan sesuai dengan tipe ideal, maka kita bisa merasakan suka. Namun itu bukan berarti kita memiliki rasa cinta dan sayang padanya.


Suka adalah hal yang menuntut dan cinta adalah saling memberi dan menerima, sedangkan sayang adalah sebuah keikhlasan. Rasa sayang biasanya dimiliki seorang ibu ke anaknya, yang tidak terbatas dan mengharapkan imbalan. Begitu pun sebaliknya. Rasa cinta dan sayang memang hampir mirip, hanya saja rasa sayang biasanya tak bersyarat dan lebih ditujukan kepada keluarga, orang tua, dan anak." Ujar Dona dengan menatap para pria yang duduk melingkar menghadapnya.


"Kenapa kamu tiba-tiba jelasin semua ini?" Tanya Raka.


"Karena aku pengen kalian itu memastikan perasaan kalian sama aku. Apa kalian itu sekedar tertarik, kagum, suka, atau sayang dan cinta." Balas Dona. "Sekarang, aku mau tanya sama kamu Yu. Menurut kamu apa soh rasa tertarik itu?"


Ayu yang tadinya memilih fokus makan, malah mematung karena ditanya Dona. Ditambah lagi pandangan keempat pria beralih melihatnya.

__ADS_1


"Tertarik ya!" Seru Ayu seraya menggaruk kepalanya. "Emmm menurut aku sih rasa tertarik itu adalah perasaan yang paling mendasar sebelum kita bisa merasa kagum sama seseorang. Kalau kita nggak tertarik sama seseorang, kita nggak mungkin mendekati atau mencari tahu hingga bisa kagum, bahkan hingga suka, sayang dan cinta sama seseorang. Dan setiap orang memiliki daya tarik yang hanya dianggap menarik oleh seseorang atau sebagian orang saja. Misalnya nih, mungkin kelebihan mu adalah orang yang straight to the point. Bagi sebagian orang mungkin hal itu bukan hal yang menarik dan menyenangkan, tapi mungkin buat seseorang atau sebagian orang, mereka melihatnya sebagai daya tarik mu." Ayu akhirnya bisa bicara panjang lebar.


"Dan contohnya Ayu yang tertarik dan kagum sama kamu Bill." Sambung Dona to the point, membuat Ayu refleks mencubit lengan Dona.


Billy menatap Ayu yang menunduk karena malu.


'Cantik sih sebenarnya.'


"Sementara untuk kagum, rasa kagum itu bisa muncul kapan saja, dimana saja, sama siapa saja dan biasanya muncul setelah rasa tertarik muncul. Rasa kagum nggak terbatas hanya sama lawan jenis, tapi juga bisa kagum sama temanmu yang sesama jenis. Rasa kagum biasanya muncul setelah tertarik sama seseorang. Kita jadi kagum karena orang itu memiliki kelebihan yang menurut kita menarik. Contohnya nih, kalian bisa saja kagum sama cowok yang cakep dan tampan atau cewek berparas cantik dan anggun.


Bedanya kagum sama rasa lainnya? Saat kalian mengagumi seseorang, kalian akan selalu memperhatikan sisi atau kulit luarnya. Kalian hanya sebatas senang dengan apa yang ia lakukan dan ketika ada sisi buruk dari dirinya yang kalian temukan, rasa kagum itu juga bisa hilang." Lanjut Dona.


Baik, Aditya, Billy, Gilang dan Raka hanya bisa terdiam dan sesekali mengangguk.


"Aku cuma mau kalian mengerti, perasaan apa yang kalian rasakan terhadap aku. Aku yakin kalian semua cuma sekedar tertarik, kagum, dan suka. Bukan cinta." Dona lalu meneguk jus jeruk yang ada dihadapannya.


"Kalau aku boleh berpendapat, aku mau bilang kalau cinta itu datangnya dari rasa yang kamu sebutkan tadi. Dimulai dari tertarik, kagum dan suka." Ujar Raka.


"Ketika kamu merasakan cinta, kamu akan memberikan 100 persen dari yang kamu miliki. Ketika kamu tahu apa yang namanya cinta, kamu tidak akan menuntut dia memberikan balasan. Mengapa? Alasannya ada dua. Pertama, karena kamu cinta pada orang itu dan cinta tidak menuntut. Kedua, karena cinta tidak menuntut, cinta hanya mengharapkan. Kamu akan menunggu, walau kadang kamu tahu penantian mu akan sia-sia. Kamu akan tetap memperhatikannya, walau kamu tahu dia memperhatikan orang lain. Kamu tetap memandangnya, walau kamu tahu di bola matanya ada sosok lain yang ia dambakan." Kali ini giliran Aditya yang berbicara.


Billy langsung meninju pundak Aditya.


Aditya hanya tersenyum lalu menatap Dona. Sementara Gilang, sejak awal pandangannya hanya berfokus pada Dona. Gilang benar-benar dibuat mabuk kepayang oleh Dona. Selama ini banyak sekali gadis yang selalu mendekatinya, namun ia tak pernah merasa begitu tertarik seperti yang ia rasakan pada Dona.


*********


Pagi hari berikutnya, giliran Gilang yang menjemput Dona untuk ke sekolah. Pak Edi yang sudah akrab dengan berbagai wajah cowok-cowok yang mengantar jemput puterinya sudah terbiasa dengan kedatangan mereka. Bahkan Pak Edi terlihat bersahabat dengan mereka.


"Pagi bro." Sapa Gilang.


"Pagi juga." Balas Pak Edi tertawa.


Setelah pamit, Gilang dan Dona pun berangkat sekolah.


"Kenapa mesti pakai mobil? Apa kamu gak punya motor?" Tanya Dona.


"Kalau mau pakai motor gampang. Tinggal beli aja. Cuma ya gak seru. Mending kita udah pacaran, ya seru. Kamu bisa meluk aku."


"Ngawur kamu."


"Lah emang bener. Kalau sekarang aku kayak yang lainnya pakai motor, aku gak akan puas lihat wajah kamu yang manis. Kalau pakai mobil gini kan aku bisa leluasa lihat kamu yang duduk disamping aku." Ucap Gilang tersenyum menampilkan giginya yang berbaris rapi.

__ADS_1


Dona hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Gilang. Memang diantara semua pria populer yang mendekatinya, Gilang lebih ceplas-ceplos dalam berbicara.


"Don, aku mau ngomong sesuatu sama kamu."


"Ngomong aja." Pandangan Dona fokus ke jalanan yang masih lengang dihadapannya.


"Aku pikir perasaan aku sama kamu memang benar cinta. Karena buat aku yang mulai mengerti cinta, berarti aku juga mengerti ketika seseorang menjadi duniaku. Seakan-akan, dia jadi gravitasi yang selalu membuatku jatuh berulang-ulang. Walau ada rasa sakit, tapi aku indahkan karena kamulah yang menjadi pusat duniaku."


Deg!


Dona langsung menoleh, memandangi wajah Gilang yang ternyata perhatiannya fokus pada jalanan karena sedang menyetir.


"Aku tahu, mungkin orang lain akan bilang ini adalah cinta monyet masa SMA. Tapi entah kenapa, sejak pertama kali lihat kamu di Mall saat itu. Bahkan aku sempat.... Khemmm cium kamu, aku merasa dunia aku seolah berputar padamu." Ujar Gilang lagi. "Aku gak minta kamu percaya, atau menerima cinta aku. Tapi biarkan aku selalu berada di dekat kamu untuk menunjukkan semuanya padamu. Kamu juga tidak perlu terbebani dengan pernyataan aku ini. Aku bisa menunggu sampai kapanpun." Lanjut Gilang.


Dona terdiam sepanjang perjalanan, hingga mereka tiba di sekolah. Ratu yang melihat Dona turun dari dalam mobil Gilang menjadi semakin sakit hati dan mulai merencanakan niat jahatnya untuk memberi pelajaran pada Dona.


"Bersiaplah. Hari ini kita akan beri pelajaran si ganjen itu." Ucap Ratu pada anggota gengnya.


**********


Jam olahraga selesai, Dona pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian. Ia pergi seorang diri karena hari ini Ayu tak datang sekolah dikarenakan sedang sakit. Dona masuk ke dalam kamar mandi dan mulai mengganti pakaiannya. Dari luar Geng Beauty masuk ke dalam kamar mandi dan mulai menutup pintu bilik ruang ganti yang dimasuki Dona dengan memasang sapu. Lalu mereka dengan tega menyiram tubuh Dona dengan air yang begitu dingin yang sebelumnya sudah mereka siapkan.


"Aaaarrggghhh...." Teriak Dona. "Wooiii.... Buka pintunya."


Ratu dan gengnya cekikikan, lalu mereka menempelkan kertas bertuliskan 'Rusak' di pintu masuk kamar mandi. Dona berteriak minta tolong karena tak dapat membuka pintu.


'Siapa yang ngerjain aku ya?'


"Buka pintunyaa....." Teriak Dona lagi.


Begitu lelah berusaha, Dona kembali berteriak meminta tolong.


"Tolooong...." Teriak Dona, namun tak ada yang mendengar.


Dona mulai menggigil, semua pakaiannya basah kuyup. Baju olahraga dan seragamnya pun semuanya basah. Dona terus berteriak, namun lagi-lagi tak ada yang mendengarnya. Hingga ia akhirnya pingsan.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan beri hadiah juga ya....


Terima kasih.... 🥰

__ADS_1


__ADS_2