Pesona Sang Primadona

Pesona Sang Primadona
PSP 64: Menikah


__ADS_3

Kabar pernikahan Dona dan Aditya mulai menyeruak. Gilang sendiri tak dapat berbuat apa-apa untuk saat ini. Tapi, dalam hatinya ia masih tak rela untuk melepaskan Dona dan suatu hari nanti ia akan membalaskan dendamnya pada Aditya yang telah merebut Dona dari dirinya.


Persiapan demi persiapan pernikahan mulai di persiapkan oleh Dona dan Aditya. Kedua belah pihak keluarga sangat antusias. Terutama Bu Nir yang nampak sangat tidak sabar mempunyai menantu seperti Aditya.


Semua orang begitu antusias termasuk juga Raka yang memang sudah menantikan hari dimana sahabat baiknya menikahi wanita yang sangat dicintainya. Bahkan Ayu juga tak kalah hebohnya karena sejak awal, ia memang lebih menyukai jika Dona bersama Aditya dibandingkan dengan Gilang.


Hari ini Dona dan Aditya melakukan pesta bujang mereka sebelum hari pernikahan tiba. Berbeda dengan pasangan lain yang memilih acara terpisah, keduanya memilih untuk mengadakan pesta mengakhiri ajang mereka bersama. Para sahabat mereka mulai berdatangan di acara yang dilakukan di cafe milik Aditya yang disulap dengan dekorasi sedemikian rupa.


Dona dan Aditya mengangkat tema hitam putih. Dimana para wanita mengenakan pakaian serba putih, sementara pria mengenakan warna hitam. Keduanya tampil begitu serasi dalam balutan pakaian yang mereka kenakan.


Saat acara tengah berlangsung, secara tiba-tiba Billy datang menghampiri Dona dan Aditya yang tengah menjadi bulan-bulanan para sahabat mereka dengan mendandani mereka seaneh mungkin.


Billy berdiri tepat dihadapan keduanya dengan perasaan bersalah.


"Mau ngapain lo kesini?" Ucap Raka yang geram melihat kedatangan Billy. "Kenapa gak hibur sahabat lo sana yang pastinya lagi galau karena ditinggal nikah."


'Wih, ternyata Raka bisa ngomong pedas juga.' gumam Dona dalam hati.


"Sudahlah Ka. Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu." Ucap Dona.


Semua orang terdiam dan hanya fokus menatap ke arah Billy.


"Aku minta maaf. Semua yang aku lakukan sangat salah. Dan aku tahu sepertinya kesalahanku sulit untuk dimaafkan."


"Udah tau sulit kenapa masih nekat datang minta maaf." Cibir Aditya.


Dona langsung menepuk punggung tangan Aditya dan melotot kearahnya. Aditya hanya bisa menahan tawa melihat tingkah Dona. Sementara Ayu hanya bisa memalingkan wajah melihat sang suami yang terlihat tertunduk malu.


"Aku benar-benar menyesal. Tolong maafkan aku." Billy mengatupkan kedua tangannya ke hadapan Dona dan Aditya.


Aditya tak merespon apapun. Rasa kesal didalam hatinya menolak untuk bisa memaafkan perbuatan yang dilakukan Billy. Sementara Dona masih terus memandangi Billy.


"Bill. Aku mau tanya sesuatu." Ucap Dona.


"Apa itu?" Balas Billy.


"Apakah kau melakukan hal yang sama pada Ayu?"


Billy menggeleng.


"Lalu kenapa kau bisa menyarankan dia untuk melakukan itu padaku? Apa aku pernah melakukan kesalahan padamu yang akhirnya membuatmu dendam padaku?"


"Tidak. Tidak seperti itu." Balas Billy.


"Lalu apa?" Dona merasa air matanya hendak keluar, suaranya mulai bergetar. Aditya lantas mengelus punggung calon isterinya itu.


"Aku hanya spontan mengatakan semuanya pada Gilang karena aku kasihan padanya. Dia terlihat begitu frustrasi karena takut kehilangan kamu."


"Terus kamu tidak kasihan pada Dona?" Kali ini Ayu yang berbicara dengan nada emosi.


"Demi Tuhan, aku tidak pernah memikirkan bagaimana kedepannya. Karena aku berpikir bahwa Dona memang masih mencintai Gilang dan..... Dan...."

__ADS_1


"Dasar gila." Celetuk Raka.


Suasana seketika hening saat Billy berdiri dengan lututnya.


"Aku minta maaf. Semuanya salahku, aku menyesal. Aku...."


Ayu langsung memeluk sang suami. Ia belum pernah melihat sosok Billy yang ia gengsian bisa sampai berlutut untuk meminta maaf. Dona yang tak enak hati lantas meminta Billy untuk berdiri.


"Untuk apa kau berlutut padaku demi minta maaf. Bangunlah, kau lebih baik meminta maaf pada Tuhan atas semua kesalahan yang telah kau lakukan. Aku hanya ingin kau berubah. Jadilah orang yang lebih baik."


Mereka semua lalu memaafkan Billy yang memang sudah terlihat sangat menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan.


Hari demi hari pun berlalu, hingga.....


Hari pernikahan Dona dan Aditya tiba. Akhirnya setelah berbagai masalah yang mereka hadapi, keduanya pun dapat bersatu dalam ikatan pernikahan. Senyuman bahagia menghiasi seluruh wajah keluarga yang hadir dalam acara pernikahan keduanya.


Dekorasi yang dipenuhi bunga berwarna putih dan menghiasi acara resepsi pernikahan Dona dan Aditya. Setelah sebelumnya, keduanya telah melaksanakan akad nikah di ruangan terbuka.


Keduanya benar-benar tampak bahagia, senyuman selalu terukir dari bibir keduanya.


Banyak dari teman-teman mereka semasa SMA dan teman kuliah datang menghadiri pesta resepsi mereka. Pernikahan keduanya benar-benar menjadi berita heboh di kampus.


Kejadian lucu terjadi saat rombongan teman-teman satu angkatan SMA mereka datang. Beberapa orang teman pria mereka dengan membawa sebuah hadiah yang terlihat secara terang-terangan, dan hadiah tersebut berupa sekotak tissue magic. Dahi Dona mengernyit melihat pemandangan itu. Sementara semua teman Dona yang hadir terbahak.


Punya pesta pernikahan yang didatangi sanak saudara dan teman-teman memang menyenangkan. Tetapi kalau pestanya berlangsung nyaris seharian tentu melelahkan. Bisa terbayang bagaimana lelahnya dan ingin rasanya segera melompat ke tempat tidur serta menanggalkan sepatu serta gaun.


Dan demikianlah Dona dan Aditya merasa kelelahan dan tak sabar ingin segera merasakan empuk dan nyamannya bantal di hotel. Keduanya telah memesan kamar suite untuk malam pertama yang istimewa mereka.


Dona dan Aditya sama-sama terlihat canggung. Keduanya seperti dua insan yang baru saja bertemu.


"Mmmm a-aku mau ganti pakaian dulu." ucap Aditya gugup.


"O-oke, aku mau buka kado-kado ini aja." balas Dona tak kalah gugup.


Aditya kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Sementara Dona, ia mulai membuka berbagai kado yang diberikan para tamu undangan yang memang sudah disortir sesuai permintaan para sahabat yang ingin kado yang mereka berikan untuk dibuka malam ini juga.


Dona penasaran akan kado yang diberikan Ayu. Ia sangat bersemangat membuka kado berwarna pink itu. Seketika Dona membelalakkan matanya saat mengetahui apa isinya.


"Eeeww.... Ayuuu .." teriak Dona.


Ternyata Ayu memberi Dona kado berupa lingerie berwarna merah. Baju dalam tersebut sangat tipis jika dipakai akan memperlihatkan seluruh lekuk tubuh, membuat Dona menjadi geli sendiri.


Aditya yang kaget, langsung keluar tanpa mengenakan pakaian. Ia hanya mengenakan celana bokser pendek berwarna hitam sambil memegang piyamanya.


"Ada apa sayang?" tanyanya khawatir.


"Aaaa.... Adiiit...." teriak Dona lagi seraya menutup mata dengan kedua tangannya.


"Kenapa?" tanya Aditya.


"Ituuu.... Kamu gak pakai baju." ucap Dona.

__ADS_1


Aditya lalu baru menyadari bahwa ia belum berpakaian lengkap. Awalnya ia ingin kembali ke kamar mandi, namun melihat reaksi lucu yang ditunjukkan Dona, ia berniat menjahili Dona.


"Uuuhh sayang, kenapa harus tutup mata? Kita kan sudah halal." ucap Aditya menggoda seraya duduk di dekat Dona.


"Ta-tapi...."


"Kenapa tapi-tapi, aku kan sudah menjadi suamimu." goda Aditya lagi seraya menyandarkan kepalanya di pundak Dona.


Dona langsung berdiri, dan membiarkan Aditya jatuh ke tempat tidur.


"Cepat sana kenakan pakaianmu." Titah Dona berdiri membelakangi Aditya.


Aditya berdiri lalu memeluk Dona dari belakang. Dona merasakan dadanya semakin berdebar.


"Lepasin aku Dit." ucap Dona.


Aditya tak menggubris ucapan Dona. Ia malah semakin mengeratkan pelukannya, lalu mencium tengkuk Dona. Dona menggeliat karena geli.


Aditya kembali menciumi tengkuk Dona lalu melanjutkan ke lehernya. Kemudian ia membisikkan sebuah kalimat di telinga Dona.


"Kau milikku malam ini."


Darah Dona terasa berdesir, ia merasakan tubuhnya panas dingin.


Aditya perlahan menarik tangan Dona menuju tempat peraduan mereka. Keduanya duduk di pinggir tempat tidur. Dona memandang ke arah lain, ia tak berani melihat ke arah Aditya. Tingkah Dona semakin membuat Aditya gemas.


Aditya kemudian dengan perlahan membuka sanggul di kepala Dona. Melepaskan sebuah mahkota yang menghiasi kepalanya. Rambut Dona seketika terurai menutupi punggungnya. Dengan perlahan Aditya membuka resleting gaun yang dikenakan Dona, membuat punggung putih Dona terlihat jelas. Aditya kemudian menciumi punggung itu lembut.


Aditya memperlakukan Dona dengan sangat lembut dan terlihat berhati-hati. Dipegangnya dagu Dona lalu memutar kepala Dona agar dapat dipandanginya dengan leluasa.


"Aku mencintaimu Sabrina Dona Amelia, izinkan aku memilikimu seutuhnya malam ini." ucap Aditya.


Dona yang malu-malu mendengar ucapan Aditya memilih berdiri.


"Aku mau mandi dulu." Ucap Dona.


"Jangan lama-lama." Balas Aditya.


Dona ingin membuat suaminya terkesan di malam pertama, alhasil Dona memilih untuk mandi terlebih dahulu dan berendam di dalam bath tub dengan air yang sudah dicampur wewangian.


Membayangkan bagaimana kejadian romantis yang akan mereka lewati sudah membuat Dona tersipu. Apalagi bisa dibilang barusan Aditya sudah melakukan pemanasan. Dan hanya sekitar 15 menit lamanya Dona mandi, ia pun berharap Aditya akan menyambutnya dengan kecupan mesra seperti yang dilakukannya tadi.


Tak disangka, Dona malah mendapatinya sudah tidur lelap dengan suara dengkuran hebat dan posisi yang rasanya super nyaman.


"Malah tidur...." Dona menghela nafas seraya tersenyum.


Ia tak tega membangunkan Aditya, akhirnya ia menghabiskan malam pertama dengan menonton TV.


"Masih ada hari esok." Ucapnya lagi.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2