Pesona Sang Primadona

Pesona Sang Primadona
PSP 27: Akhir Camping


__ADS_3

Kegiatan hari ini, benar-benar menguras tenaga para siswa yang mengikuti acara camping. Terutama bagi Gilang yang memang menggendong Dona.


"Aaahh kamu berat juga." Gilang duduk selonjoran saat sudah tiba kembali di kemah.


"Salah siapa coba? Aku gak minta ya buat digendong." Balas Dona manyun.


"Kalau tahu dia ngeluh, lebih baik aku yang gendong kamu Don." Ucap Aditya.


"Diem lo." Sahut Gilang.


Dari kejauhan tampak Raka, Billy dan Ayu berjalan bersama mendekat ke arah tenda Dona.


"Kamu kenapa lagi sih Don?" Tanya Ayu yang melihat Gilang yang kini sudah memegang kaki Dona.


"Biasa, Dona kebiasaannya kan meluk dan nyiumin tanah." Gilang menjawab pertanyaan Ayu.


"Apaan sih." Dona menepuk tangan Gilang. "Aaauuuww...." Teriak Dona saat Gilang mulai memijit pergelangan kaki Dona perlahan.


Dengan sigap Aditya memegang tangan Dona dan Raka langsung berjongkok ikut memegang kaki Dona.


"Lo yang bener dong Lang. Jangan sampai Dona malah makin kesakitan." Suara Aditya terdengar begitu khawatir.


"Lo beneran tahu cara mijit kan?" Tanya Raka.


"Udah, tenang aja. Gue gak mungkin malah nyelakain cewek yang gue sayang." Jawab Gilang.


Ucapan Gilang membuat semua orang terdiam, termasuk Dona dengan pipinya yang tampak merona. Entah sejak kapan dimulai, Dona sendiri tak mengetahuinya. Setiap kata-kata yang selama ini selalu terdengar gombal jika diucapkan Gilang, malah menjadi terdengar begitu manis ditelinga Dona.


'Aku pasti sudah gila.' pikir Dona.


***************


Malam pun datang dan semakin menjanjikan karena terlihat bintang di atas tenda Dona yang bertaburan tak terhitung jumlahnya. Untungnya tidak ada awan yang menghalangi seperti kemarin malam, jadi bisa terlihat jelas betapa kecilnya Dona, Ayu, dan keempat cowok itu dibandingkan dengan tatanan angkasa yang tak terbatas.


Mereka mulai menyalakan api unggun yang tidak terlalu besar agar dapat menyala sampai dini hari. Dona dan yang lainnya mempersiapkan bahan-bahan untuk makan malam. Ayu dan yang lainnya mulai memasak daging dan sosis tetapi Dona malah tertidur karena kelelahan. Jam 10 malam Dona dibangunkan untuk makan malam karena dagingnya sudah dingin jadi Dona malas untuk memakannya akhirnya Dona memutuskan untuk memasak mie rebus ditambah sosis dan cabai potong.


'Entah kenapa rasanya menjadi lebih enak makan mie rebus disini.' ucap Dona dalam hati.

__ADS_1


"Ayolah, masa kamu gak akan makan daging yang udah kita bakar." Protes Raka.


"Males ah, udah dingin." Balas Dona.


Dona melirik ke arah Ayu yang tengah duduk berdua dengan Billy.


"Sepertinya mereka udah jadian. Kamu gak mau gitu jadian sama...."


"Nih, dagingnya udah aku angetin buat kamu." Ucap Aditya memotong ucapan Raka.


Dona tersenyum dan mengambil daging yang tampak lezat itu. Aditya menata daging di atas piring dengan begitu telaten, lengkap dengan saus dan juga sosis bakar.


Raka berdecak kesal karena merasa diganggu oleh Aditya. Sementara dari arah tenda lainnya, Ratu dan gengnya tak henti-hentinya mengumpat melihat Dona yang tak ada habisnya diperhatikan oleh para pria populer.


Gilang tiba-tiba duduk tepat dihadapan Dona yang duduk diapit oleh Raka dan Aditya.


"Suapi aku!" Titah Gilang pada Dona.


Kedua cowok yang duduk disamping Dona mengernyitkan dahi mereka.


"Ayo cepat suapi aku." Ulang Gilang.


"Aku maunya mie rebus buatan kamu. Kelihatan enak banget."


"Cih, modus." Cibir Aditya.


Tak mau berurusan lebih panjang, Dona dengan cepat menyuapi Gilang mie rebus buatannya yang masih panas itu.


"Uh ah panaass...."


"Rasain..." Ucap Raka dan Aditya kompak mengejek Gilang.


Malam semakin larut, karena merupakan malam terakhir di acara camping, kebanyakan siswa belum tidur dan memilih bergadang. Sambil menikmati waktu kita quality time dengan bermain game bersama, mendengarkan lagu dan sharing time. Cerita demi cerita, tegukan demi tegukan, mereka lakukan bersama. Momen-momen seperti itulah yang tidak ingin mereka lewati.. Berlanjut sampai subuh, barulah mereka memutuskan untuk tidur.


********


Pagi itu Dona bangun tidur dan saat membuka tenda disambut pemandangan cahaya matahari yang begitu terang menyinari celah-celah pohon cemara yang menjulang tinggi dengan indahnya. Dona dan yang lainnya pun berfoto untuk mengabadikan momen tersebut. Setelah puas berfoto sekitar jam 10 karena matahari sudah mulai panas mereka mulai berkemas untuk melipat tenda dan semua perlengkapan lain dan bersiap untuk pulang. Tidak lupa membawa sampah yang sudah mereka kumpulkan untuk ikut dibawa pulang agar tidak meninggalkan sampah di tempat camping.

__ADS_1


Karena hari ini adalah hari terakhir mereka camping artinya camping akan segera berakhir dalam beberapa menit. Dona sudah berada dalam barisan cewek untuk mendengarkan ucapan penutupan dari pembina. Dona mengalihkan pandangannya, hingga matanya menemukan Gilang yang kini sedang tersenyum kepadanya sambil mengerlingkan matanya.


Malu, Dona segera memalingkan wajahnya, kemudian pura-pura menunduk agar dia tak melihat bibir Dona yang masih senyum-senyum tak jelas.


“Dona, ini dari Gilang buat kamu.” Kata seorang cowok sembari menyerahkan bentuk hati dari sebilah bambu kepada Dona.


“Buat aku?" Tanya Dona bingung.


“Iya ini buat kamu.” Jawab cowok itu.


Dona tak segera menerima. Namun, cowok itu memaksa menarik tangan Dona dan meletakkan bentuk hati dari sebilah bambu tadi. Dona melihat ke arah si pemberi, tersenyum memandang ke arahnya.


Acara camping pun usai, dengan di tutup dengan doa dan penuh rasa syukur. Rasa senang, sedih dan juga lelah bercampur jadi satu. Camping telah berakhir, kini bus akan membawa Dona kembali ke ke rumah. Membawa serta kenangan-kenangan dan juga rasa yang baru saja ada di hati. Membawa pulang cerita cinta yang baru saja tercipta.


Di atas bis, Dona dan duduk bersama Ayu mulai mengobrol.


"Aku lihat kamu sama Billy semakin dekat." Ucap Dona.


"Hehehe, iya. Ini semua juga berkat kamu." Balas Ayu.


"Udah ditembak?" Tanya Dona lagi, dan dibalas gelengan kepala Ayu.


"Kamu sendiri gimana?" Ayu balik bertanya.


"Gimana apanya? Ya gak ada apa-apa. Aku seneng aja bisa camping." Jawab Dona asal.


Di kehidupan yang sebelumnya, Dona memang tak pernah mengikuti acara camping atau semacamnya saat masih bersekolah. Jadi camping kali ini, merupakan yang pertama kali dalam hidup Dona dan begitu berkesan.


"Maksud aku, gimana antara kamu sama Aditya, Raka dan Billy?"


"Aku udah bilang, ya gak ada apa-apa."


"Serius? Gak ada perkembangan gitu?"


"Gak ada." Jawab Dona kesal.


Namun, dalam renungan Dona, terbayang dengan jelas sosok Gilang. Bukan Raka maupun Aditya, yang ada hanya Gilang. Cowok tampan, kaya, namun badboy dan memiliki sifat nyeleneh itu.

__ADS_1


'Apa ini yang dinamakan cinta? Kenapa aku malah jadi aneh begini jika mikirin dia?'


Bersambung.....


__ADS_2