Pesona Sang Primadona

Pesona Sang Primadona
PSP 67: Honeymoon Part 1


__ADS_3

“C.14” Dona membaca sebuah nomor yang tertempel tepat di depan pintu kamar yang akan mereka gunakan.


Setelah tiba di penginapan yang diantar oleh Deni, kali ini Aditya dan Dona diantarkan oleh seorang bell boy yang membantu mereka untuk membawa koper dan juga membukakan kamar mereka.


“Terima kasih banyak.” Ujar Aditya kepada seorang pria yang tingginya beberapa senti di bawah Aditya itu.


“Terima kasih kembali Tuan. Hope you enjoy. Call our staf if you have a problem” Ujarnya kemudian tersenyum ramah ke arah Aditya.


Aditya membalasnya dengan anggukan singkat kemudian membuka pintu kamar dan segera masuk ke dalamnya.


“Waaah, luas sekali” Ujar Dona yang sedang terpesona dengan keadaan kamar mereka.


Ruangannya berukuran sekitar 7 x 5 meter. Terdapat sebuah ranjang besar dengan 4 bantal dibalut dengan sprei berwarna putih dan juga selimut dengan warna senada. Di kedua sisi sampingnya terdapat meja kecil dan juga lampu meja dengan motif etnik yang terlihat sangat menarik.


Di ruangan itu juga terdapat sofa berwarna putih tepat di depan LCD berukuran lumayan besar. Aditya berjalan menuju kamar mandi yang juga sangat luas, disana terdapat bath tub yang berukuran lumayan besar.


“Ah aku lelah.” Aditya mengayunkan langkahnya menuju ke ranjang dan menjatuhkan tubuh ke atasnya.


Aditya melirik kearah Doba yang masih berdiri didepan pintu. Dia terlihat agak kaku dan benar-benar gugup.


'Ada apa dengannya?'


“Kenapa?” Tanya Aditya kemudian bangkit dari posisinya sembari membuka 2 kancing kemejanya.


Tiba-tiba Dona menjadi salah tingkah ketika menyadari tangan kanan Aditya yang sedang bergerak untuk membuka kancing kemejanya.


“Anuu.... Aku hanya bingung apa yang harus aku lakukan sekarang.” Jawab Dona dengan suara pelan.


Sesekali Dona menghentakkan tumitnya dan menyentuh ujung rambutnya.


'Aduuh, kau terlihat sangat menggemaskan sayang.'


“Mandilah.” Ujar Aditya kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke arah Dona, membuatnya jadi salah tingkah karena Aditya mengulurkan tangan kanannya untuk membelai rambut panjangnya.


“Ah? A-aa.... Aapa...?” Balasnya dengan suara yang terbata-bata.


'Haha, istriku ini benar-benar polos.'


“Hei, kau ini kenapa? Aku hanya menyuruhmu mandi, setelah itu kita turun untuk makan siang. Apa kau tidak lapar?” Ujar Aditya dengan nada suara seperti biasa, yang membuat Dona menghembuskan nafas lega.


Terlihat sekali kalau Dona memang sedang gugup.


“Ehm. Ya, kita em… makan siang. Ya benar, hanya makan siang.” Dona mengernyitkan dahinya dan memainkan tali dari tas selempang yang dipakainya.


Aditya tersenyum singkat, kemudian kembali duduk di pinggir ranjang saat Dona mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


************


Jam 14.30, keduanya baru saja selesai makan siang. Karena kelelahan, Dona memilih untuk tidur, begitu juga dengan Aditya. Hingga keduanya tertidur dengan pulas dan terbangun sore hari dan bersiap untuk makan malam.

__ADS_1


Selesai makan malam keduanya kembali ke dalam kamar. Malam ini keduanya akan tidur dengan nyenyak, karena sejak beberapa hari terakhir disibukkan dengan belajar untuk ujian akhir.


Setelah kembali kedalam kamar, Dona segera merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Masih dengan pakaian rapi yang ia kenakan untuk makan malam, Dona melihat Aditya membuka kopernya untuk mengambil baju tidur dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


'Bagus, jika dia mengganti baju didalam kamar mandi maka aku bisa dnegan leluasa berganti baju disini.'


Setelah berganti pakaian, keduanya naik ke atas ranjang. Kali ini kami berdua duduk sejajar dan menyandarkan punggung mereka ke kepala ranjang.


“Semingguan ini semuanya sangat melelahkan.” Gumam Dona sembari memukul-mukul bahunya sendiri yang terasa pegal.


“Seluruh otot ku terasa kaku sekarang.” Balas Aditya kemudian memundurkan dudukannya hingga menjadi posisi berbaring.


Dona masih duduk tegak sembari memeluk bantal dan menahan dagunya disana.


“Apa besok kita akan ke pantai?” Tanya Dona dengan semangat kemudian melirik Aditya yang ternyata sudah memejamkan mata.


'Aish, kenapa cepat sekali sudah tertidur.'


“Em, pantai disini pasti sangat indah. Kita juga akan menikmati sunset besok.” Gumam Aditya dengan mata terpejam, dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya kemudian terlelap.


Keduanya memang sangat tergila-gila dengan pantai. Dona sudah sangat tidak sabar menunggu pagi datang.


'Baiklah aku rasa hari ini sudah sangat melelahkan dan harus segera tidur sekarang juga.'


Dona merebahkan tubuhnya dan menarik selimut hingga ke dadanya. Sesaat Dona melirik Aditya yang sepertinya sudah terlelap.


'Aih, wajahnya imut sekali jika sedang tertidur seperti itu.'


Dona memejamkan matanya yang sudah terasa sangat perih karena menahan kantuk. Tapi baru saja ia menutup mata, tiba-tiba ia merasakan tangan besar Aditya melingkar di pinggangnya. Dona tersenyum sesaat kemudian mengelus punggung tangan Aditya yang tepat berada di perutnya.


**************


Hari ini jadwal Aditya dan Dona adalah pergi tour keliling di salah satu kota yang ada di pulau B dan sunset dinner cruise.


Setelah siap mereka berdua turun dari kamar menuju lobby. Di depan hotel ternyata sudah menunggu seorang tour guide yang akan membimbing mereka untuk mengeksplorasi keindahan salah satu pulau yang sangat menarik.


Tour dimulai pukul 08.30 menuju ke sebuah pedesaan, menyaksikan pementasan tari tradisional, setelah itu menuju kerajinan Batik, emas dan perak. Dona dan Aditya memperhatikan setiap hal yang disampaikan oleh seorang Tour Guide wanita yang sangat fasih menjelaskan setiap hal yang sangat menarik.


Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan menuju sebuah pura, pura yg terkenal dengan mata air suci untuk pembersihan diri. Selesai berkeliling pura, mereka langsung menaiki pegunungan yang sangat terkenal dengan udara sejuk dan pemandangan gunung dan danau yg sangat indah.


Udaranya memang benar-benar sejuk, walaupun panas matahari terik tapi tetap dingin.


Setelah berjalan-jalan selama beberapa saat kali ini waktunya mereka menikmati makan siang. Walaupun mereka berdua agak sedikit tidak menyukai makanannya, tapi semua rasa itu memang unik di lidah mereka. Dona bahkan hanya menghabiskan setengah dari makanan yang disajikan.


"Lebih enak makan mie buatan kamu." Kata Dona pada Aditya.


Aditya hanya terkekeh.


Selesai makan siang, mereka kembali berkeliling untuk untuk melihat-lihat berbagai macam kerajinan khas daerah B. Setelah puas menikmatinya, mereka berdua diantar menuju pelabuhan, siap mengarungi selat B dengan kapal pesiar dengan suasana senja yg romantis, sambil menikmati dinner di atas kapal pesiar.

__ADS_1


"Benar-benar hari yang sangat menyenangkan. Sangat-sangat menyenangkan karena aku ditemani oleh mu istriku tercinta." Ucap Aditya pada Dona.


Setelah selesai makan malam, akhirnya mereka berdua kembali ke hotel.


"Ah hari yang cukup melelahkan tetapi sangat berkesan. Sungguh suatu wisata yang sangat memuaskan." Ucap Dona.


Keduanya kini sudah berada di dalam kamar. Setelah seharian mengeksplorasi daerah B, dan berakhir dengan makan malam romantis di atas kapal pesiar dengan pemandangan sunset yang luar biasa indah.


Dona keluar dari kamar mandi setelah berganti baju. Kali ini ia mengenakan baju tidur yang diberikan oleh Ayu. Dress tidur berwarna putih tanpa lengan dengan 3 kancing di atasnya. Dona melihat Aditya yang sedang sibuk dengan ponsel di tangannya, dia duduk di atas ranjang dan meluruskan kakinya, seluruh perhatiannya tertuju pada layar ponsel, sampai dia tidak sadar kalau Dona sudah duduk di sampingnya.


“Kau sedang apa?” Tanya Dona kemudian memajukan kepalanya untuk melihat layar ponselnya.


“Menghubungi Rendi, untuk menanyakan keadaan cafe hari ini” Ujar Aditya tanpa mengalihkan perhatiannya sedikitpun pada Dona.


'Aish, menyebalkan. Ini malam kedua kami honeymoon, dan dia masih sibuk dengan pekerjaannya.'


Dona yang tidak tahu harus berbuat apa akhirnya mengambil ponselnya yang terletak begitu saja diatas meja. Mengirim pesan pada Ayu untuk menanyakan bagaimana kabarnya. Sudah 1 minggu ini Dona tidak bertemu dengannya. Mereka berdua hanya mengirim pesan atau sekedar bertelepon ria karena dia sendiri sedang sibuk mengurus Baby Kenzo.


[Apa yang kau lakukan hari ini?]


Dona menggenggam ponsel berlogo buah itu di tangannya, tak sabar menunggu balasan dari Ayu. Beberapa saat kemudian ponsel di tangannya bergetar.


[Hari ini pergi piknik bareng Kenzo dan Papa nya. Aku bosan di rumah, jadi pergi untuk refreshing.]


'Syukurlah, aku rasa mereka benar-benar sudah baikan sekarang. Baguslah.'


“Kau sedang apa?" Kali ini Aditya yang penasaran akhirnya mendekatkan wajahnya untuk melihat layar ponsel Dona.


Tapi Dona segera menutup layar ponselnya dengan telapak tangannya agar Aditya tidak bisa melihatnya. Dona melirik ke meja kecil di sampingnya dan ternyata Aditya sudah meletakan ponsel berwarna hitam miliknya itu disana.


“Ini, sudah malam. Letakkan ponselmu." Aditya mencoba meraih ponsel yang masih dalam genggaman Dona, tapi Dona menghindarinya.


“Apaan sih, aku lagi chatting bareng Ayu.” Jawab Dona dengan tidak peduli.


“Istriku sayang, sudah pukul 9 malam berarti Ayu harusnya istirahat. Kasihan dia seharian mengurus anaknya.” Aditya mengelus rambut Dona dengan lembut.


'Mencoba merayu rupanya, huh?'


“Aku tahu. Tapi aku bosan karena kau sendiri juga sibuk dengan ponselmu. Kau bahkan tidak memperhatikanku sama sekali." Dona menggembungkan pipinya dengan kesal kemudian menarik sudut bibirnya mencibir Aditya.


“Maafkan aku sayang. Aku hanya menanyakan kabar cafe pada Rendi. Bagaimanapun juga aku tidak boleh melepaskan tanggung jawab begitu saja.” Aditya meraih tangan kanan Dona yang masih menggenggam ponsel.


“Hem, terserah kau.” Ujar Dona masih dengan nada tidak peduli.


Dona sama sekali tidak menatap wajah Aditya yang kini sangat dekat dengan wajahnya.


“Ayolah, jangan seperti ini. Kita kan sedang honeymoon. Jadi kumohon kurangi kebiasaan mengomel mu itu, sayang." Aditya merapikan rambut Dona yang sedikit berantakan, kemudian mengusap punggungnya dengan lembut.


Dona tidak dapat membalas perkataannya karena tiba-tiba Aditya menarik ponsel dalam genggaman Dona kemudian menaruhnya diatas meja kecil di samping tepat tidur mereka. Aditya menunjukan cengiran lebar setelah itu dia menatap tajam ke arah Dona, membuat Dona menjadi salah tingkah ketika melihat tatapan matanya yang terasa aneh.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2