Pesona Sang Primadona

Pesona Sang Primadona
PSP 74: Akhir Kisah


__ADS_3

Menjadi seorang ibu adalah peran seumur hidup yang merupakan pilihan Dona selain peran-peran lainnya. Menurut Dona, menjadi seorang ibu adalah peran yang membutuhkan kesiapan mental dan fisik yang prima karena dirinya adalah rumah pertama bagi anaknya di mana harus memiliki fondasi yang cukup kuat untuk dapat menjadi sarana bagi tumbuh kembangnya.


Dilan merupakan nama yang Aditya dan Dona pilih untuk anak laki-laki pertama mereka. Selain menjadi anak pertama, Dilan juga adalah cucu pertama di keluarga besar Aditya dan keluarga besar Dona, betapa ia menjadi kesayangan seluruh keluarga orang tuanya.


Dilan adalah penerus keluarga yang pastinya akan mereka persiapkan bagaimana nanti ia menjadi bagian dari keluarga kecil dari saya kedua orangtuanya, menjadi bagian dari keluarga besar dan nantinya juga menjadi bagian dari masyarakat.


Sebelum menjadi seorang ibu, Dona adalah pribadi yang cukup individualis dan ketika memutuskan menikah dengan Aditya, Dona telah memiliki rencana-rencana hanya untuk dirinya dan Aditya. Namun ketika memiliki Dilan pelan-pelan nilai-nilai yang telah Dona pegang dan pertahankan selama ini berubah. Dona menjadi lebih terbuka dengan ruang-ruang kompromi, toleransi, tegas, terbuka dan rendah hati. Hal-hal tersebut tentunya tak gampang dan sulit sekali untuk dikelola ditambah dengan keputusan yang Dona ambil untuk berhenti bekerja dan menjalani peran sebagai full time Mom.


Selalu berada di rumah, mengurus anak, suami dan tetap menjalin tali kekeluargaan dengan keluarga besarnya dan keluarga besar Aditya sebenarnya sama halnya dengan menjalani pekerjaan. Masalah-masalah yang muncul terkadang terlihat sepele namun Dona belajar untuk menerima bahwa masalah tersebut harus diungkapkan dan harus diselesaikan, karena Dona percaya dengan prinsip demikian dapat membantu mengantisipasi masalah-masalah yang lebih besar dan hal ini yang akan dipelajari anaknya nanti dalam menghadapi masalah dalam hidupnya.


"Aku masih belum percaya bahwa kita sudah menjadi orang tua." Ucap Dona saat bersandar di dada bidang Aditya pada malam hari setelah Dilan sudah berusia satu bulan lebih.


"Aku bahkan sampai sekarang masih tidak menyangka bahwa aku sudah menikahi kamu." Balas Aditya yang membuat Dona tersenyum. "Kau tahu, sejak awal bertemu denganmu, aku sudah bertekad untuk menikahi mu."


"Ah, yang benar saja. Saat itu kita masih kelas 2 SMA. Bagaimana mungkin kau bisa berpikiran seperti itu." Ucap Dona dengan tangan yang melingkar di pinggang Aditya.


"Aku serius. Entah sihir apa yang sudah kau berikan padaku. Hingga sejak saat itu, aku tidak ingin jauh darimu. Aku bahkan rela melakukan apapun, demi bisa berada di dekat kamu."


"Apa memang secinta itu?" Ledek Dona.


Aditya lalu memegang dagu Dona dan mengangkatnya agar keduanya bisa bertatapan.


"Jangan pernah tanyakan bagaimana cintaku padamu sayang, karena tidak akan ada yang bisa mengukurnya." Ucap Aditya dengan sorot mata penuh cinta. "Aku sangaaaat mencintaimu sayang."


Belum sempat Dona membalas ucapan suaminya itu, Aditya sudah lebih dulu menarik Dona lebih dekat dan menciumnya.


"Mari, jalani hidup lebih bahagia lagi untuk keluarga kecil kita." Ucap Aditya.


Dona mengangguk lalu membalas ciuman Aditya.


Keluarga merupakan tempat pertama dari kehidupan seorang anak, Dona dan Aditya percaya dengan belajar mengatur sebuah keluarga, dapat menjadi landasan untuk dapat mengatur lainnya. Dona sendiri belajar untuk menerima semua ketidaksempurnaan dan ternyata pilihan saat ini untuk mengurus penuh anaknya dan keluarga sebenarnya merupakan kesempatan Dona untuk berkembang dan dapat menjadi panutan bagi anaknya, Dilan.


Dona berharap, Dilan akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang kuat karena memliki fondasi keluarga yang kuat yang dimulai dari peran kedua orangtuanya.


****************


Dua tahun berlalu sejak peristiwa yang menimpa Dona yang dilakukan oleh Gilang. Keputusan sidang saat itu menjatuhkan hukuman kurungan selama 1 tahun 6 bulan kepada Gilang atas tindakan yang ia lakukan kepada Dona.


Kini, setelah terbebas dari penjara, Gilang mulai berdamai dengan dirinya. Mencoba membuka lembaran baru dengan melupakan apa yang pernah ia lewati di masa lalu, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

__ADS_1


Sejak Gilang berada dalam sel tahanan, perusahaan miliknya mengalami kerugian karena ditinggal sang pemilik. Beruntung Papa Gilang berhasil mengatasi semuanya hingga perusahaan itupun bisa diselamatkan meski sudah hampir bangkrut.


"Mau kemana Lang?" Tanya Mama Gilang.


"Mau ke acara nikahan teman." Jawab Gilang singkat seraya berjalan keluar dari rumah.


Hari ini adalah hari pernikahan Raka dengan seorang gadis yang ia kenal saat berkuliah di luar negeri, namanya Alice. Seorang gadis blasteran yang memiliki paras yang cantik.


Semua sahabat kerabat Raka menghadiri pesta pernikahan yang di gelar di sebuah resort tepi pantai dengan mengusung tema garden party.


Aditya dan Dona tampil kompak dengan mengenakan pakaian couple dengan warna putih bersama dengan Dilan yang baru berusia satu tahun lebih. Begitu juga dengan Billy dan Ayu yang ikut hadir bersama putera semata wayang mereka Kenzo yang sudah mulai lancar berbicara.


Pesta pernikahan Raka dan Alice benar-benar hanya mengundang orang tersekat saja. Jadi suasananya lebih seperti mengadakan perjamuan keluarga dan kerabat. Hal yang menyita perhatian para tamu undangan terutama mempelai pengantin adalah, ketika sosok Gilang menghadiri pesta tersebut.


Dona membeku, dengan tangan yang memegang erat tangan sang suami. Sementara Aditya tampak tenang dan santai.


Gilang mendekati mereka semua yang kebetulan duduk melingkar di satu meja.


"Selamat." Ucap Gilang seraya menyodorkan sebuah kado kepada isteri Raka.


"Terima kasih." Balas Alice tersenyum manis.


Alice lantas menatap sang suami, seolah bertanya siapa orang yang ada dihadapannya ini.


"Gilang." Ucap Gilang seraya mengulurkan tangannya pada Alice. "Aku salah satu geng mereka." Lanjutnya dengan menunjuk Billy dan Aditya.


Suasana canggung mulai terasa saat Gilang tanpa permisi memilih duduk bersama mereka. Sontak saja Dona merasa aneh dengan situasi yang terjadi. Saat Raka dan Alice pamit menuju lantai dansa, Gilang mengambil kesempatan untuk berbicara pada Dona dan Aditya dengan disaksikan oleh Billy dan Ayu.


"Sebelumnya aku minta maaf karena sudah lancang menemui kalian disini." Ucap Gilang. "Aku tahu, mungkin kesalahan yang pernah aku perbuat sangat sulit untuk kalian maafkan. Tapi, aku datang kemari benar-benar karena niat tulus untuk meminta maaf sama kalian, terutama Dona. Tolong maafkan aku." Lanjut Gilang dengan pandangan menunduk.


Bagi sebagian orang, memaafkan kesalahan seseorang bisa cukup mudah. Namun, bagi sebagian orang yang lain, memaafkan seseorang butuh perjuangan yang luar biasa. Begitu juga bagi Dona. Agar bisa memaafkan Gilang, Dona perlu menghapus perasaan benci dan menghalau rasa ingin balas dendam. Walaupun sudah jelas Gilang yang berbuat salah, tetapi memaafkannya begitu saja bisa butuh waktu yang cukup lama.


"Kadang hal tersulit dalam memaafkan adalah berdamai dengan perasaan terluka yang kita miliki." Ucap Dona tiba-tiba.


Aditya paham betul bagaimana perasaan Dona. Tapi, bagi Aditya menyimpan dendam dalam waktu yang lama juga tidak baik.


"Saat seseorang melakukan kesalahan terhadap kita dan dia meminta maaf, maka sudah hal yang bijak bagi kita untuk memaafkannya." Ujar Aditya.


"Perkara mungkin selesai dalam urusan memaafkan. Hanya saja setelah itu aku sendiri kadang masih harus berjuang untuk mengobati lukaku. Setiap kali teringat kesalahan yang telah ia lakukan padaku, perasaan sedih kadang masih kerap muncul." Balas Dona.

__ADS_1


Aditya merangkul pundak sang isteri lalu memegang kedua tangannya erat. Sementara Dilan, dibiarkan tertidur lelap dalam stroller yang ada disamping Aditya.


"Sangat wajar bila kamu mungkin akan sulit untuk bisa benar-benar ikhlas memaafkan kesalahan Gilang. Terlebih karena hati dan perasaanmu sedang terluka. Maka, membangun keikhlasan yang benar-benar tulus butuh upaya yang keras. Namun, saat orang yang sudah berbuat salah terhadap kita benar-benar menunjukkan kesungguhannya dalam meminta maaf dan memperbaiki sikapnya, maka kita sudah sepatutnya untuk memaafkannya." Aditya mengusap kepala Dona dengan lembut. "Kita memang terluka. Kita menjadi orang yang sangat dirugikan karena kesalahan Gilang. Gilang telah membuat kita kecewa. Ada perasaan gelisah, marah, kesal, dan campur aduk lainnya. Sampai pada satu titik saat kita mencoba untuk memaafkan, maka hati kita akan perlahan-lahan tenang sayang."


Dona mengangguk lalu memandang Gilang yang masih menunduk.


"Aku memaafkan mu." Ucap Dona.


Gilang tak dapat menahan harunya, matanya berkaca-kaca. Ingin sekali menjabat tangan Dona, tapi ia sadar semua itu tak patut untuk dilakukan. Billy langsung merangkul Gilang dan menepuk pundaknya.


"Welcome to the group Men. Lo harus secepatnya menikah. Mau jadi bujang lapuk lo?" Ledek Billy.


"Bulan depan aku undang kalian semua ke nikahan aku." Ucap Gilang yang sontak membuat semua orang terkejut.


"Seriusan?" Tanya Ayu yang sedang menyuapi buah pada Kenzo. "Sama siapa?"


"Orang tua aku yang jodohin. Aku ikut aja, siapa tahu bisa jadi yang terbaik." Balas Gilang.


"Selamat-selamat." Ucap Raka yang tiba-tiba sudah ada dibelakang Gilang bersama Alice.


Mereka semua lalu duduk melingkar dengan wajah yang tersenyum bahagia.


'Semoga hatiku yang masih keras saat ini bisa melunak dan mulai memaafkan Gilang yang telah bersalah dan melukai perasaanku. Semoga dengan memaafkan, hidupku bisa jauh lebih baik dan tenang.'


TAMAT.....


NB: Hai semuanya......


Terima kasih banyak buat kalian semua yang tetap setia buat baca kisah ini sampai akhirnya bisa tamat. Awalnya aku mau berhenti ditengah jalan sama kisah ini mengingat dari semua novel yang aku buat, kisah inilah yang paaaaling sepi peminat. Mungkin karena cerita anak muda kali ya.... 😂😂😂


Biasa kan kebanyakan reader sukanya yang CEO sama yang ++ 🤭🤭


Tapi karena ada segelintir pembaca yang terus setia nunggu kisah ini up, jadi aku semangat terus hingga akhirnya selesai di bab 74. Makasih ya buat kalian yang stay terus.... 😘😘


Oh ya, aku juga udah publish 1 novel baru lagi, judulnya MENJADI WANITA PENGGODA. Wiiihh gimana tuh, dari judul aja udah menggoda banget kan buat dibaca. Udah deh, gak usah pusing lagi buat cari bacaan baru, cusss aja langsung baca karya baru dari La-Rayya, dijamin deh kalian suka.... 😊😊


Udah ya, segitu aja dulu dari Pesona Sang Primadona.


Semoga kalian gak bosan terus-terus baca karya aku ya. Sekali lagi terima kasih untuk semua dukungan kalian.... 😍😍

__ADS_1


Salam sayang,


La-Rayya ❤️


__ADS_2