Petaka 40 Hari Masa Nifas

Petaka 40 Hari Masa Nifas
Kekacauan pesta


__ADS_3

Aku terkejut saat tanganku tiba-tiba ditarik mas Biru, membawaku keluar dari acara pesta ulang tahun meninggalkan semua orang yang masih mencerna apa yang baru saja terjadi. Hal itu menyulut emosi Indri karena dia telah di permalukan di hari spesialnya, melangkah maju mengikuti kami dari belakang. 


Aku terkejut kepalaku tiba-tiba di pukul dengan sangat keras, merasakan sakit teramat dalam hingga membuatku kehilangan kesadaran. 


Biru segera menggendong Luna setelah berhasil menyambut tubuh terkulai lemah tak sadarkan diri, dia sangat marah pada Indri yang sudah berani melukai calon istrinya. "Kamu beruntung karena di lahirkan menjadi seorang wanita, aku akan menuntutmu nanti." Geramnya menahan amarah. 


Biru bergegas keluar dari tempat itu menuju ke parkiran mobil, memasukkan tubuh Luna ke dalam mobil dengan sangat lembut. 


"Sudah cukup semua penderitaan yang kamu terima, aku akan selalu menjadi perisaimu." Biru membelai lembut pucuk kepala Luna dan segera membawanya ke rumah sakit terdekat, takut ada masalah besar mengenai kesehatan. 


Ayah Bintang yang melihat segalanya hanya tersenyum tipis, dia tahu wanita seperti apa yang di pilihkan langsung oleh istrinya. Berjalan mendekati sang istri dan membawanya pergi dari acara yang sudah sangat kacau, namun dia menghentikan langkahnya dan berbalik beberapa detik menatap Indri dan Mehta yang masih shock dengan apa yang baru saja terjadi. 

__ADS_1


"Maaf, sudah membuat pestanya berantakan, sekaligus aku mengucapkan terima kasih karena kalian sudah memperlihatkan watak asli kalian. Beruntung putraku tak terikat pada keluarga ini, aku sangat-sangat bersyukur." 


Jlebb


Perkataan ayah Bintang begitu menusuk di hati Mehta dan juga Indri, tanpa sengaja mereka memperlihatkan kulitnya pada semua orang. Bukan hanya di permalukan, melainkan tidak adanya rasa hormat lagi setelah semua yang di lakukan oleh Indri. 


"Ma, gimana ini? Semuanya kacau." Rengek Indri, sementara Mehta menatap tajam menyimpan dendam pada keluarga itu. 


"Lupakan pria itu, Mama janji akan mencarikan pria yang lebih baik darinya." 


"Heh, setelah kamu memperlihatkan kebodohanmu sendiri dengan memukul rivalmu itu. Sekarang semuanya kacau dan berantakan, rencanaku gagal." Ucap Mehta yang membubarkan semua orang. 

__ADS_1


Kini dua orang yang masih ada di ruangan itu hanya bisa menyesal, rencana mereka untuk merebut kekayaan dari keluarga ayah Bintang tak berjalan mulus. 


****


"Ayah, kenapa sih!" ujar bunda Kejora menghempaskan tangan suaminya. 


Ayah Bintang sungguh tidak tahan dan muak dengan sikap sang istri, menatapnya tajam. "Apa mata Bunda buta? Tidak bisa melihat yang tulus dan yang modus?"


"Jadi maksid Ayah, Bunda salah menilai wanita calon istri Biru, begitu?" 


"Ya. Selama ini Ayah diam bukan berarti tak melakukan apa-apa." Ayah Bintang memaksa istrinya masuk ke dalam mobil dan memperlihatkan berkas mengenai Mehta dan Indri, seta beberapa bukti kalau mereka bukan sebaik yang di pikirkan. "Bunda lihat sendiri, mereka itu penipu dan sudah banyak keluarga kaya yang mereka tipu untuk hasrat terpenuhi." 

__ADS_1


"Apa?" sontak kedua mata bunda Kejora terbelalak, tak percaya dengan apa yang dia lihat. 


"Apa? Bunda masih ingin menjodohkan Biru dan Indri? Harusnya Bunda sadar, status tak selamanya menjadi patokan tapi hati yang tulus. Coba buka Hati Bunda untuk Luna, apa Ayah menikahi Bunda karena status dan pendidikan? Maaf, tapi Ayah memang mencintai Bunda. Karena cinta itulah membuat Ayah kehilangan Iren dan sangat merasa bersalah pada Desi, istri pertamaku."


__ADS_2