
Di sinilah aku berada, jauh dari lingkungan biasa aku tinggal, kemana mas Biru membawaku aku akan selalu di sisinya. Perencanaan pindah ke Paris tanpa ku sangka-sangka, honeymoon kali ini sekaligus mencari tempat tinggal yang akan kami tempati nanti.
Benar kata orang-orang, jika kita mendapatkan pria yang mencintai kita dengan tulus maka kita akan di perlakukan bak seperti ratu di singgasana. Andai saja waktu mempertemukan kami dahulu mungkin aku tidak akan merasakan sakit terlebih dahulu, tapi ini sudah menjadi suratan dan jalan takdir dari sang maha kuasa. Aku merasa sangat bersyukur, mempunyai suami seperti Mas biru yang mengerti dan juga memahamiku.
Sekarang aku berada di hotel berbintang yang pelayanannya cukup bagus, aku menyingkap gorden dan melihat pemandangan dari atas sini. Banyak bangunan yang menjulang tinggi membuatku begitu terpukau untuk beberapa saat, aku terkejut tiba-tiba sepasang tangan melingkar di pinggangku. Aku tersipu malu dan sudah tahu jika itu ulah dari suamiku yang jahil, dia selalu saja membuatku terkejut dan merasa spesial secara bersamaan.
"Bagaimana Sayang, apa kamu menyukai Paris?"
Aku tahu ke mana tujuan arah pembicaraan dari mas Biru. "Aku menyukai Paris, tetapi negaraku lebih indah."
"Maafkan aku karena urusan pekerjaan membuat kita harus tinggal di Paris untuk beberapa tahun ke depan."
__ADS_1
"Kenapa mas mengatakan ini sangat mendadak, apa tidak mempercayaiku?" aku berbalik badan dan melingkarkan tanganku di pundaknya, menatap matanya dalam juga sesekali menggodanya.
"Terlalu banyak kenangan yang ada di Indonesia, tapi aku ingin membuat kenangan bersamamu di Paris."
"Ya sudah Mas … aku tidak masalah kok, kemanapun kamu pergi aku akan tetap berada di sisimu."
Cup
"Apa kamu siap?"
"Aku sangat sangat siap." Mana mungkin aku menolak keinginan dari suamiku yang menginginkan seorang anak.
__ADS_1
Ciuman bibir yang semakin turun hujan setiap inci tubuhku membuat aku mulai terangsang, tak lupa tangan mas Biru merayap menambah suasana semakin panas. Kami menikmati suasana romantis tanpa melewatkan setiap waktunya, berharap cinta kami akan semakin berkembang seiring waktu.
****
Keputusan kami yang pernah tinggal di Paris membuat Putih sangat sedih, namun di saat kami memintanya untuk tinggal bersama kami dia malah menolaknya, karena sudah terbiasa hidup mandiri. adik iparku itu memilih untuk tinggal sendiri di Indonesia untuk menjaga kenangan dari kedua orang tuanya.
Sesekali aku udah mas Biru, juga Kanaya pergi mengunjungi Putih untuk melihat kondisinya secara langsung, kami sering melakukan video call tetapi itu rasanya belum cukup.
Waktu berjalan dengan sendirinya tanpa kami sadari, aku yang sudah hamil besar tak sabar untuk menunggu kelahiran sang buah hati tercinta. Mengenai mantan ibu mertua dan juga mantan suamiku, menganggap aku tidak bisa melahirkan seorang anak laki-laki, tapi Tuhan telah menitipkan janin laki-laki di dalam rahimku sekarang.
Aku sangat bersyukur karena bisa memberikan anak untuk mas Biru, dia tidak memilih jenis kelamin yang membuatku semakin mencintainya menerima anaknya dengan sepenuh hati. Tuhan memang adil membuktikan jika aku tidak hanya melahirkan anak perempuan, tetapi juga bisa melahirkan anak laki-laki karena kromosom dari pihak suaminya yang menjadi penentu.
__ADS_1
...Tamat...