Puisi

Puisi
EPS 13 BERUBAH


__ADS_3

POV Y/N.


Keesokan harinya, Jam 08:00 pagi.


"Baiklah, Terimakasih Hoseok." Ucapku mematikan telfon.


Sebelumnya Aku sudah menelfon Hoseok untuk mengambil cuti hari ini, karena nanti siang aku harus pergi menemui keluarga Seokjin lagi.


"Y/n-ah. Ada paket untukmu!!" Teriak Ibuku di luar.


Sekatika Aku tertegun.


"Paket?? Perasaanku, Aku tidak memesan apapun minggu ini." Gumamku, lalu beranjak dari kasurku pergi dari dalam kamarku.


Setelah Aku keluar dari kamarku. Aku langsung menghampiri Ibuku yang sedang sibuk membolak-balikan paket kotak berukuran sedang itu.


"Paket dari siapa Bu?? Mungkin mereka salah mengantarkan paket itu, karena aku tidak memesan paket apapun." Ucapku duduk di samping Ibuku.


"Kim Seokjin." Ucap Ibuku.


Seketika Mataku terbuka lebar saat mendengar nama itu. Aku langsung menegakan tubuku, dan mengambil paket itu dari tangan Ibuku.


"Apa, Kim Seokjin. Kenapa dia mengirimiku paket??" Tanyaku kebingungan sambil membaca nama pengirim yang tertera di paket itu.


"Sudah sebaiknya kau buka saja paketnya!!" Suruh Ibuku.


Aku pun tak mau pikir panjang, dan langsung saja membuka paket itu, di dalamnya terdapat 1 buah gaun berwana putih selutut, dengan sepatu yang senada. Dan juga ada 1 paket cosmetik kumplit dengan alatnya.


"Eoh, kenapa dia memberiku barang-barang seperti ini??" Gumamku sembari melirik-lirik benda yang sedang aku pegang itu.


Tiba-tiba satu pesan pun masuk ke hp**ku. Aku langsung saja mengambilnya dan membukanya.


Kim Seokjin:


Apa kau sudah menerima paketnya?? Pakailah saat pertemuan nanti!!.


Ternyata itu pesan dari Seokjin.


"Aneh." Gumamku dengan wajah datar.


"Y/n, apa yang aneh??" Tanya Ibuku yang ternyata mendegar ucapanku.


Aku tertegun kearah ibuku.


"Eoh, barusan Seokjin memberiku pesan, katanya gaun ini harus aku pakai ke acara pertemuannya nanti." Jelasku sedikit kikuk.


"Lalu kenapa wajahmu datar seperti itu??"


Aku menarik nafas panjang lalu mengambil alat kecantikkan itu, dan memperlihatkannya pada Ibuku.


"Lalu??" Tanya Ibuku kembali yang masih tak mengerti dengan maksudku.


"Aisss, Ibu taukan, Aku paling tidak bisa merias wajahku sendiri??" Jawabku memasang wajah cemberut.


"Oh, masalah itu. Serahkan saja semuannya pada Ibumu." Ujar Ibuku terkekeh.

__ADS_1


Aku hanya memiringkan kepalaku, dan mempercayakan semuanya pada Ibuku. Karena Dulu Ibu pernah bekerja di sebuah salon kecantikan saat pergi jauh meninggalkanku waktu usiaku masih kecil.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Waktu sudah menunjukan jam 12:00 siang. Itu saatnya Aku dan keluargaku harus pergi ke tempat Seokjin.


Saat semuanya sibuk merapikan pakaian mereka masing-masing. Tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah kami.


Seseorang pun keluar dari dalam mobil itu, dan ternyata dia adalah Seokjin.



"Kau sudah siap??" Tanyanya setelah sampai di hadapanku.


Aku hanya mengangguk kepadanya. sembari berkata.


"Ibu, Ayah kalian sudah siapkan??" Tanyaku tampa melihat ke arah mereka. Aku pun merasa ada yang aneh, karena mereka tak menjawab sedikit pun pertanyaanku. Aku pun menoleh kearah kedua orangtuaku, dan sungguh terkejutnya aku ketika melihat ekpresi mereka saat melihat Seokjin.


Mata dan mulut Orangtuaku tak hentinya terbuka lebar, mereka seakan terkesima dengan penampilan Seokjin saat itu. Akupun mencoba menyadarkan mereka dengan sedikit menepuk-nepuk pundak mereka.


"Ayah, Ibu. Kalian kenapa??" Tanyaku.


Seketika pun mereka tersadar.


"Ah,, Y/n-ah. Calon suamimu benar-benar tampan sekali." Ucap Ayahku terus memandangi wajah tampan Seokjin.


"Benar Y/n. Kau sangat beruntung mendapatkannya." Sambung Ibuku.


Aku hanya memandang Aneh keaarah orangtauaku. Seokjin pun tersenyum manis kearah kedua orangtuaku, dan tak kusangka.


"Ah, Apa kalian orangtua Y/n?? Senang sekali bisa bertemu dengan kalian. Ayah, Ibu." Sapa Seokjin membungkukan badannya kepada orangtuaku. Sedangkan Aku. Aku hanya tertegun dengan mata yang masih terbuka lebar, seperti tak percaya dengan prilaku Seokjin yang sangat manis kepada kedua orangtuaku.


"Kau bukan hanya anak yang tampan, tapi kau juga anak yang sopan." Puji Ibuku Kembali.


Saat itu Ibu dan Ayahku sedang sibuk-sibuknya memuji Seokjin. Sedangkan Aku hanya terdiam menyaksikan dari arah belakang Seokjin, melihat menantu dan mertua sedang saling puji. Tak lama kemudian, Kakakku Yoongi keluar dari dalam rumah bersama adikku.

__ADS_1


Aku, Seokjin dan juga orangtuaku. Menoleh ke arah mereka dengan bersamaan.


"Oppa kau sudah selesai??" Tanyaku menghampiri adikku yang di tuntun Yoongi kakakku.


Adikku menatap Seokjin yang sedang bersalaman dengan Kakakku. lalu berbisik ke telingaku.


Aku pun sedikit menurunkan badanku agar adikku bisa sampai ketelingaku.


"Eonnie,, Oppa itu sangat tampan. HiHi." Bisik adikku.


Seketika mataku membulat.


Lagi-lagi Aku di buat teretegun kembali.


"Aisss,, Kau ini masih kecil memangnya kau tau pria tampan itu seperti apa??" Bisikku kembali.


Tiba-tiba saja Seokjin menurunkan badannya ke arah adikku, dan tentu saja itu membuatku kaget, karena posisiku dengan Seokjin saat itu cukup dekat. Aku pun mencoba memalingkan wajahku darinya dan kembali berdiri untuk menghidarinya.


"Kau manis sekali. Siapa namamu??" Tanyanya pada adikku.


"Ha Na-eun." Jawab adikku tersenyum lebar.


"Nama yang cantik. Sama cantiknya dengan Kakakmu." Ujarnya terkekeh melihat ke arahku.


Aku hanya mengkerutkan keningku, menatap aneh ke arahnya lagi. Beberapa detik pun ia kembali berdiri dan langsung berkata kembali.


" Baiklah, bagaimana jika kita pergi sekarang juga??" Ajaknya.


Semua pun langsung mengangguk dan pergi berjalan menuju mobilnya.


Aku berjalan mengikuti mereka di barisan paling belakang, dan kami pun masuk kedalam mobil itu. Aku duduk paling depan bersama Seokjin sedangkan Keluargaku naik mobil khusus yang sudah Seokjin siapkan sebelumnya. Kami pun pergi saat itu juga.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


POV AUTHOR.

__ADS_1


Sedangkan di rumah Seokjin. Keluarganya terlihat sudah siap menanti kedatangan keluarga Y/n. Ya bukankah Y/n sangatlah beruntung mendapatkan keluarga orang kaya, baik hati. Dan mau menerima kastanya dengan cuma-cuma. Andai saja hati Seokjin dan Y/n bisa saling mencintai, mungkin Y/n adalah wanita paling bahagia di dunia saat itu. Hanya saja takdir berkata lain.


__ADS_2