
POV AUTHOR.
"Y/n. Kalian sebenarnya kenapa, cepatlah selesaikan masalah kalian. Kasian Taehyung sudah menunggumu sedari tadi." Membujuk.
Saat Itu Y/n hanya diam dikamarnya karena takmau menemui Taehyung yang saat ini sedang duduk diruang tamu. Akhirnya Ibunya masuk kedalam kamarnya untuk mencoba membujuknya.
"Cepatlah, Jangan membuatnya sedih." Bujuk ibunya duduk disamping Y/n yang sedang berbaring dikasurnya.
Y/n masih dengan pendiriannya, ia tetap kekeh tak mau menemui Taehyung.
"Ibu, aku mohon jangan memaksaku terus!! Aku belum siap untuk bertemu denganya. Setiap kali aku menatap wajahnya, yang ada hanya rasa bersalah yang selalu aku rasakan. Aku mohon Bu!! Buatlah dia pulang. Aku mohon" Ujarnya memohon pada Ibunya.
Ibunya pun mengerti dengan maksud anaknya itu. Ia menatap sendu kearahnya.
"Baiklah Y/n, Ibu akan mencoba bicara pada Taehyung." Mengusap ujung kepala Y/n, lalu beranjak dari duduknya. Pergi menemui Taehyung.
Y/n hanya terdiam dengan mata yang berkaca-kaca.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Saat Ibu Y/n datang menghampiri Taehyung. Taehyung langsung beranjak dari duduknya menatap penuh harap. Berharap Y/n mau bertemu dengan dirinya.
"Ibu, Apa Y/n mau---"
"Dia masih belum bisa menemuimu Taehyung." Ucap Ibunya memotong perkataan Taehyung.
Seketika Mata Taehyung berubah sendu, menurunkan wajahnya. Dan membuang nafas singkat.
"Baiklah, Jika Y/n masih belum bisa bertemu denganku, Aku akan berusaha untuk mengerti. Tolong katakan padanya Bu. Jika dia sudah memaafkanku, tolong hubungi aku. Jujur aku datang kemari karena bersungguh-sungguh ingin meminta maaf padanya. Kalau begitu aku pamit untuk pulang, jaga diri Ibu baik-baik." Ujar Taehyung tersenyum sayu pada Ibu Y/n.
Ibu Y/n hanya bisa terdiam saat melihat Taehyung pergi dengan wajah kecewa bercampur sedih.
Setelah punggung Taehyung sudah tak terlihat lagi, Ibunya memutuskan untuk duduk di kursi depan rumah, beberapa menit ia hanya terdiam tampa kata. Tiba-tiba Y/n pun keluar dari dalam rumah.
Ibunya menoleh kearahnya.
"Y/n kau mau pergi kemana??"
"Aku harus mengurus surat resignku Bu. Setelah menikah nanti, Aku tidak mungkin terus bekerja disana. Taehyung dan Seokjin pasti akan bertemu, aku tak mau itu terjadi." Jelas Y/n sembari sibuk menalikan tali sepatunya.
"Lalu setelah kau keluar kerja, kau akan diam saja??" Tanya Ibunya bangkit dari duduknya.
Y/n tertegun, menoleh kearah Ibunya.
"Aku akan mencari pekerjaan baru, agar Taehyung tak curiga denganku. Jadi Ibu jangan terlalu menghawatirkanku. Aku pergi dulu ya." Mencium tangan Ibunya lalu pergi.
Ibunya hanya menghelas nafas berat. menatap sendu kearah Y/n yang berjalan pergi.
"Y/n, Ibu hanya bisa mendoakanmu agar kau selalu bahagia." Gumam Ibunya.
__ADS_1
...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
POV Y/N.
Saat itu aku pergi ketempat kerjaku untuk memberikan surat pengunduran diri. Aku berjalan membukakan pintu, lalu saat aku masuk aku sudah di sungguhkan dengan pemandangan yang tak menyenangkan.
Aku melihat Taehyung duduk berdua bersama seorang wanita di dalam lestoran tempatku bekerja.
Mata dan mulutku seketika terbuka lebar saat melihatnya. Dengan perasaan geram aku pun langsung berjalan kearahnya, dengan amarah yang sudah menggebu-gebu dalam diriku.
Plakkkkkkkkkk.
Taehyung dan juga wanita disampingnya terbelakak kaget melihat kedatanganku yang tiba-tiba.
Mereka berdua bangkit dari duduknya, menatap panik kearahku.
Taehyung yang memegang bekas tamparanku di pipinya, ia langsung memegang tanganku.
Tapi niatnya itu tak berhasil, karena dengan sigap aku langsung menghempaskan pegangannya.
"Y/n, Kenapa kau menamparku??" Menatap bingung kearahku.
Dengan nafas yang masih tersengal-sengal. Aku mulai mengeluarkan semua isi hatiku pada Taehyung.
"Aku kira kau benar-benar ingin meminta maaf padaku Taehyung. Tapi apa buktinya?? Setelah pulang dari rumahku, kau langsung bertemu dengan wanita itu (Menunjuk kearah gadis itu) Aku salah menilaimu." Sambungku.
Taehyung mencoba mendekatiku lebih dekat, namun aku langsung melangkah mundur menghindarinya. Taehyung terhenti dari langkahnya.
"Y/n-ah. Kau salah paham." Jelasnya sendu.
"Kau bilang aku salah paham. Bukan hanya sekali kau bertemu dengan wanita itu. Hoseok pernah memberi tahuku bahwa kau sering bersama wanita itu. Dan lebih parahnya lagi, aku seperti dicampakan olehmu Taehyung. Kau tak pernah memberiku kabar, ataupun sekedar menanyai kabarku. Kau berubah Taehyung!! Tapi sekarang aku lega, karena aku sudah tau alasanmu." Ujarku panjang lebar, sampai-sampai Taehyung tak kuberi kesempatan untuk menjelaskannya.
"Y/n, Aku mohon berikan aku kesempatan untuk menjelaskannya padamu. Wanita itu bukan siapa-siapaku. Dia hanya-."
"Aku calon pacarnya." Ucap wanita itu memotong perkataan Taehyung.
Seketika Mataku dan Taehyung terbuka lebar menatap kearahnya.
"Ya!! Kenapa kau mengarang cerita??" Tegur Taehyung pada wanita itu.
"Kenapa?? Kenapa kau tak mau mengakuinya?? Akui saja, jika kita ada hubungan spesial." Jelasnya dengan santai.
Taehyung membuang nafas kasar, sembari meremas-remas kasar rambutnya.
__ADS_1
Tangannya seperti ingin melakukan sesuatu pada wanita itu, tapi ia tidak bisa melakukannya.
Aku yang hanya memperhatikan mereka lalu tersenyum smirk.
"Sudah, Aku muak melihat semua ini. Taehyung, kita akhiri saja hubungan kita sampai disini, dan jangan mencoba untuk mencariku lagi." Ucapku pergi meninggalkan mereka berdua.
Taehyung mencoba menahanku agar tidak pergi dari tempat itu. Namun aku terus menghepas tangannya.
Aku pun keluar dari lestoran itu, dan tak sengaja berpapasan dengan Hoseok yang baru datang saat itu.
Aku tak menghiraukan Hoseok dan melanjutkan langkah kakiku dengan kesal.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
POV AUTHOR.
Saat Y/n sudah pergi dari lestoran itu, Hoseok pun melihat Taehyung yang sedang duduk sembari mengusap kasar wajahnya.
Hoseok menghampiri mereka.
"Ya, Ada apa ini??" Melirik ke arah Taehyung dan Wanita itu.
Taehyung membuang nafas kasar.
"Y/n salah paham denganku. Dia menyangka jika aku dan Nayeon ada hubungan spesial." Jelasnya.
Ya, ternyata wanita yang selalu bersama Taehyung bernama Nayeon, dia adalah rekan bisnis Taehyung. Entah kenapa Nayeon bisa mengatakan bahwa dirinya dan Taehyung mempunyai hubungan spesial, padahal mereka hanyalah rekan kerja biasa.
"Pantas saja, Y/n pergi dengan raut wajah begitu marah." Jawab Hoseok lalu melihat sebuah amplop di atas meja di samping Taehyung.
"Amplop apa ini??" Tanya Hoseok yang langsung mengambilnya
ia membolak-balikan amplop itu dan melihat sebuah tulisan, bertuliskan nama Y/n.
"Y/n. Kenapa dia membawa amplop lamaran seperti ini?? Sebaiknya aku buka saja!!" Sambungnya dan langsung membukanya.
Taehyung melirik kearah Amplop yang sedang Hoseok pegang.
"Wae?? Y/n Mengundurkan diri." Teriak Hoseok terbelakak.
Taehyung pun bangkit kembali dari duduknya dan langsung mengambil kertas itu dari tangan Hoseok. Ia mulai membaca surat pengunduran diri itu dengan raut wajah tak percaya.
Setelah membaca surat pengunduran diri itu, ia pun kembali mengusap rambut depannya kebekalang dengan kasar. Ia menatap tajam kearah Nayeon.
"Urusan kita belum selesai, kau harus bertanggung jawab dengan ulahmu tadi." Ancam Taehyung.
Nayeon hanya terdiam tampa kata, sedagkan Hoseok hanya menatap bingung, karena belum mengetahui kejadian sebenarnya.
...
__ADS_1