Puisi

Puisi
EPS 46 JANJI


__ADS_3

POV AUTHOR.


Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, akhirnya pasangan pasutri itu sudah tiba di sebuah pantai Haeundae_gu Busan.


Lalu mereka memesan penginapan disebuah hotel yang tak jauh dari pantai. Saat itu Seokjin menggandeng tangan istrinya dengan salah satu tangan lainnya menarik koper besar. Bukankah dia adalah pria idaman?? Wajah yang sangat tampan, anak pengusaha terkaya. Siapapun wanita yang melihatnya pasti akan langsung jatuh cinta padanya. Apalagi pria bermarga Kim itu sosok suami yang perhatian dan juga penyanyang, sungguh benar-benar pria idaman. Tubuh yang kekar, bidang dada yang lebar, pasti sangatlah nyaman saat berada dipelukannya. Y/n, gadis itu sangat beruntung mendapatkan suami seperti Seokjin.


...


Sesampainya dikamar hotel.


Seokjin langsung menghempaskan tubuhnya kekasur dengan posisi terlentang.


"Aigoo, perjalanan tadi benar-benar melelahkan." Keluh Seokjin membuang nafas lelah.


Y/n hanya berdiri di samping kasur sembari memandang sebal pada suaminya dengan bibir yang menekuk.


Seokjin yang menyadari ekpresi istrinya langsung terbangun kembali dari rebahannya.


"Kau kenapa sayang?? Kenapa bibirmu terlihat seperti bibir tikus??" Goda Seokjin terkekeh.


Y/n lalu semakin menatap kesal dengan ejekan suaminya itu, lalu ia mengambil salah satu bantal dan melemparkannya kearah Seokjin.


Seokjin pun sedikit terkejut karena lemparan bantal itu. Ia terkejut bukan karena tingkah istrinya, melainkan bantal yang dilempar Y/n tak sengaja mengenai juniornya yang sedang tertidur.


"Ya!! Sayang, bagaimana jika adikku bangun?? Apa kau mau bertanggung jawab jika dia terbangun, hemm??" Goda Seokjin kembali. Dan tentunya berhasil membuat gadis tercintanya itu tersenyum kembali.


"Omo, Omo. Mianne, Aku tidak bermaksud membangunkanya Seokjin." Jelas Y/n sembari menghampiri Seokjin yang sudah duduk ditepi kasur.


Dengan cepat Seokjin langsung menarik pinggang gadisnya itu, dan langsung memeluknya dengan posisi Y/n yang masih berdiri.


Seokjin mencium sekilas perut istrinya yang berada tepat diwajahnya.


"Lalu kau kenapa hemm??" Tanya Seokjin dengan lembut.


"Kau itu tidak peka sekali. Aku ingin keluar sekarang!! Istirahatnya nanti saja setelah kita jalan-jalan dipantai. Aku sudah tidak sabar Seokjin!!" Bujuk gadis itu dengan nada manja.


Entah kapan Y/n berubah menjadi sosok wanita yang manja. Apa semenjak Seokjin yang selalu memperlakukannya istimewa?? Hingga Y/n mulai terbiasa dan selalu ingin dimanja oleh suaminya itu. Tapi itu tidak masalah karena Y/n hanya ingin dimanja oleh suaminya, begitu pun dengan Seokjin. Ia juga selalu ingin dimanja oleh istrinya. Jadi impas ya buat mereka berdua.


Seokjin lalu tersenyum gemas, sembari berdiri dan mengkecup kening Y/n sekilas.


"Baiklah, Ayo!! Tapi aku meralat ucapanmu yang tadi kau bilang kita beristirahatnya setelah jalan-jalan dipantai." Tekan Seokjin.


Y/n sedikit tertegun dengan satu alis terangkat.


"Wae??"


Seokjin lalu tersenyum jahil sembari menurunkan badannya dan mulai berbisik ketelinga istrinya.


"Nanti malam kau harus bekerja padaku!! Itu hukumanmu karena sudah membangunkan Juniorku."


Seketika Y/n tersontak dan langsung mendorong bidang dada Seokjin. Wajahnya seketika berubah memerah karena malu. Padahal mereka sudah sering melakukannya, tapi entah kenapa Y/n selalu merasa malu setiap Seokjin memintannya.


"Yaaaa,, Itu--itukan aku tidak sengaja!! Kenapa aku harus bertanggung jawab??" Jawab Y/n sedikit gugup.

__ADS_1


"Ya sudah, jika tidak mau. Aku juga tidak akan mengijinkanmu keluar." Ancam Seokjin yang tak mau kalah.


Y/n lalu memutarkan bola matanya sambil berdecak sebal. Jujur saja ia tidak bisa menolak permintaan suaminya itu dan terpaksa menyetujuinya. Bukan karena dia tidak mau melayani suaminya!! Tapi dia hanya tak habis pikir, kenapa suaminya sangat bersemangat dalam masalah permainan ranjang?? Padahal sebelum keberangkatan mereka kemari, mereka sudah melakukannya semalaman.


"Baiklah Tuan Kim Seokjin aku akan melaksanakan hukumanku. Jadi?? Apa kita bisa pergi sekarang??" Ucap Y/n dengan nada sedikit menekan.


Seokjin lalu tersenyum puas.


"Baiklah, ayo sayangku!!" Ajak Seokjin yang langsung menarik tangan gadis itu keluar kamar.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Y/n dan Seokjin sudah berada dibibir pantai.


Mereka berjalan santai dengan tangan yang saling berpautan.


Seokjin yang terlihat mengenakan kaos oblong berwana putih dengan celana kargo hitam, dan kaca mata hitam yang menghiasi wajah indahnya. Membuat ia sangat terlihat begitu keren dan tentunya tampan.


Y/n juga tidak kalah cantiknya. Ia terlihat begitu cantik dan anggun saat memakai dress pendek sepaha yang bercorakan bunga merah, dan sedikit memperlihatkan punggung indahnya dengan ikatan tali sebagai penghias bajunya.


Saat itu angin menghebus cukup kencang, sehingga membuat rambut panjang gadis itu tersapu angin dan menutupi sebagian wajahnya. Y/n yang merasa terganggu dengan rambutnya, ia pun terhenti sejenak dari langkahnya sekedar untuk membenarkan rambutnya.


Seokjin yang menyadari pautan tangannya terlepas dengan cepat langsung memutarkan badannya kearah istrinya. Ia lalu terkekeh sembari mengelengkan kepalanya, lalu berjalan menghampiri istrinya.


"Kau kenapa?? Ahhh,, apa rambutmu menggangumu?? Sini biar aku bantu mengikatnya!!" Ucap Seokjin yang langsung menggelung asal rambut istrinya itu.


Bukankah itu sangat romantis?? Suasana pantai yang sejuk di sore hari. Menyaksikan dua ingsan yang sedang dimabuk cinta.


"Gomawo Seokjin." Ucap Y/n tersenyum manis pada suaminya.


"Sama-sama. Eoh, bagaimana kalau kita duduk dikursi sana!! Ada sesuatu yang ingin ku berikan padamu??" Ajak Seokjin sembari menunjuk salah satu kursi di samping pantai.


"Benarkah?? Memangnya apa yang ingin kau berikan padaku??" Tanya Y/n penasaran.

__ADS_1


"Nanti juga kau akan tau, ayo!!"


Seokjin langsung merangkul pinggang gadisnya itu, lalu pergi menuju kursi tersebut.


Sesampainya disana, Y/n begitu terkejut dan juga takjub saat melihat sebuah meja makan yang dihiasi banyak lilin dan taburan bunga mawar yang membentuk sebuah hati. Dan juga berbagai makanan yang sudah tersaji disana.


"Ayo sayang kita duduk!!" Ajak Seokjin membawa gadisnya itu duduk saling berhadapan.


Saat Y/n duduk ia masih tak percaya dengan apa yang sedang ada dihadapannya.


"Seokjin apa ini semua kau yang mempersiapkannya??" Tanya Y/n dengan mata berbinar.


Seokjin membalas dengan sebuah anggukan, dan tak lupa senyumannya yang begitu hangat.


"Tapi, kenapa kau melakukan semua ini??" Tanya Y/n masih dengan penasaran.


Seokjin lalu mengeluarkan sebuah kotak merah berukuran kecil. Lalu ia membukanya dihadapan istrinya. Terlihat sebuah kalung emas putih dengan berlian yang begitu berkilau. Dengan tampa permisi ia langsung memakaikannya keleher gadis dihadapannya.


"Yaaaa,,(nada manja) Seokjin kalung ini untukku?? Aku masih belum mengerti kenapa kau melakukan semua ini??" Ujar gadis itu memasang wajah kebingungan.


Seokjin lalu memegang lembut kedua tangan Y/n dengan tatapan hangat terpancar dari bola matanya.


"Kau pasti kebingungan dengan caraku ini. Jujur saja aku tidak tau caranya untuk bersikap romantis. Tapi semua ini aku lakukan karena ingin membuatmu percaya jika aku benar-benar mencintaimu Y/n. Aku juga tidak tau apa yang sudah kulakukan sekarang ini bisa disebut romantis atau tidak. Tapi aku benar-benar sudah tidak tau caranya untuk mengungkapkan isi hatiku." Tutur Seokjin sedikit malu.


Y/n lalu terkekeh sambil salah satu tangannya mengusap lembut pipi suaminya itu dengan ibu jarinya.


"Kau tau?? Ini bahkan melebihi kata romantis. Rasanya jantungku ingin meledak saking senangnya. Seokjin-si. Aku menghargai semua usahamu ini. Tapi kau tak perlu melakukan semua ini!! Tampa kau melakukan ini pun aku sudah percaya kau benar-benar mencintaiku. Dan aku pun sama akan selalu mencintaimu." Balas Y/n tak kalah lembutnya dan sukses membuat jantung pria itu berdebar-debar.


"Benarkah?? Aku sangat senang mendengarnya. Berjanjilah padaku Y/n!! Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku!! Apapun masalahnya, dan sebesar apapun godaannya. Aku mohon jangan tinggalkan aku." Pinta Seokjin penuh penekanan.


"Aku berjanji Seokjin. Aku tidak akan meninggalkanmu sampai maut yang memisahkan kita. Bahkan aku berharap pada tuhan, jika diberi pilihan antara aku dan kau yang harus mati duluan. Aku akan memilih diriku terlebih dahulu yang mati, kenapa?? Karena aku ingin saat aku menutup mataku untuk terakhir kalinya, yang teringat saat itu hanyalah dirimu yang aku cinta." Tutur gadis itu terdengar begitu tulus.


"Hemm kau tak perlu melakukan semua itu!! Karena aku juga akan melakukan hal yang sama. Aku mencintaimu Y/n." Balas pria itu sembari mencium punggung tangan gadisnya.


"Aku juga mencintaimu, dan kalung ini akan selalu kujaga untukmu." Ucap gadis itu.


"Ahh,, tidak perlu Y/n itu hanya kalung biasa. Nanti kau bisa membelinya yang lebih bagus dan juga lebih mahal."


Y/n langsung menggelangkan kepalanya dengan cepat.


"Tidak, aku tidak mau membeli kalung yang lain!! Karena kalung ini adalah bukti dimana kau benar-benar mengungkapkan semua isi hatimu padaku. Dengan melihat kalung ini aku akan selalu teringat dengan janji yang sudah kita ucapkan hari ini." Jelas Y/n.


"Ah, kau benar!! Jadi simpanlah kalung itu untukku!!" Balas Seokjin sambil mengusap pucuk kepala istrinya.


"Baiklah, akan kujaga untukmu. Emmm, aku sudah lapar!! Bagaimana kalau kita makan sekarang!! Apa kau kau mau aku suapi??" Tawar Y/n sembari mengambil salah satu makanan menggunakan sendok.


"Tentu, tolong suapi aku sayang." Jawab Seokjin bersemangat.


Y/n tersenyum bahagia, dengan cepat ia langsung memberikan satu suapan cake kemulut suaminya itu.


Mereka lalu tersenyum satu sama lainnya, terpancar sebuah cinta yang tulus dibola mata mereka yang berbinar-binar. Suasana sejuk dengan saksi bisu sang fajar yang akan segera berpamitan untuk pulang di sela-sela awan yang menutupinya. Menjadikan moment suasana semakin terasa romantis dengan alunan-alunan musik yang indah.


Mereka hanyut dalam kebagiaan yang tak bisa diukur oleh apapun. Hingga waktu itu mereka menghabiskan waktu bersama semalaman, dan tentunya dengan hukuman Seokjin untuk istrinya. Mereka benar-benar melakukannya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2