Puisi

Puisi
EPS 55


__ADS_3

POV AUTHOR.


"Mari kita berpisah!!"


3 kalimat yang baru saja Y/n Ucapkan.


Kalimat itu tentu berhasil membuat


Taehyung tercengang. Sorot matanya pun berhasil menatap tajam wanita dihadapannya.


Ia seperti dihantam ribuan bom, yang membuat jantungnya bergetar hebat.


Pria itu terus terdiam tanpa kata, seakan percaya tak percaya dengan perkataan wanita dihadapannya itu.


Bibirnya bergetar. Tangannya pun berkali-kali meremas jaket tebalnya.


"Maksudmu apa Y/n??" Tanya Taehyung penuh penekanan.


Wanita itu lalu mengehelas nafas jengah, kembali menatap pria disampingnya.


"Aku ingin kita putus!!" Tegas Y/n dengan bola mata yang sudah berkaca-kaca.


Taehyung hanya tersenyum paksa. Beberapa kali ia mengusap rambutnya dengan kasar. Dengan garis rahang yang sudah mengeras menahan amarah pada hatinya, pria itu kembali menatap tajam wanitanya itu.


"Apa kau bercanda, eoh?? Apa kau sedang membalaskan dendammu karena aku sering menyakiti perasaahmu Y/n-si??" Tekan Taehyung sembari memegang kedua bahu wanita itu.


Y/n menggelengkan kepalanya dengan cepat. Tak berani menatap Taehyung yang sudah terlihat marah padanya.


"Lalu apa?? Apa alasanmu ingin berpisah dariku Y/n?? Jelaskan padaku!!" Tanya Taehyung dengan sorot matanya yang semakin memerah.


Y/n terus menarik nafasnya dalam-dalam. Hatinya terasa sesak saat itu. Tapi ia berusaha kuat, dan kembali melihat kearah Taehyung.


"Aku sudah menikah." Jawabnya dengan datar.


Seketika itu juga, Taehyung langsung tercengang hebat. Tangannya pun seketika terlepas dibahu Y/n. Mata yang sudah membulat sempurna. Ia benar-benar syok dengan pernyataan Y/n.


Tak lama kemudian, Taehyung kembali menatap tajam Y/n saat itu.


"Kau sedang berbohong padakukan?? Katakan bahwa ini bohong Y/n-ah!! Katakan ini bohong!!" Teriak pria itu frustasi.


Wanita itu pun seketika langsung meneteskan air mata, dengan kedua tangan menutupi wajahnya. Ia menangis dihadapan pria tersebut.


"Maafkan aku Taehyung!! Maafkan aku karena tidak memberitahukanmu dari awal. Aku terpaksa melakukannya, tolong jangan membenciku!! Hiks,, hikss." Lirih wanita itu dengan tangisan yang semakin kencang.


Taehyung lalu menggeram kesal. Walau nafasnya yang mulai terasa sesak. Ia mencoba kuat dan bertanya kembali pada Y/n yang kini hanya terus menangis menundukan kepalanya.


"Jelaskan padaku, kenapa kau bisa menikah!!" Tekan Taehyung.


Y/n seketika melihat kearah Taehyung. Tangisannya pun sedikit terhenti, karena pertanyaan Taehyung.


"Aku akan menceritakannya padamu." Jawab Y/n.


Saat itu pun Y/n mulai menceritakannya pada Taehyung. Tak ada sedikit pun yang ia tutup-tutupi. Ia menceritakan semua alasannya, kenapa ia harus membohongi Taehyung. Hingga akhirnya Saat itu Y/n benar-benar menyesali perbuatannya, ia menangis kembali diakhir kalimatnya.


Tapi penyesalan wanita itu, rasanya sudah tak begurna lagi untuk Taehyung.


Pria itu terlihat benar-benar marah setelah apa yang sudah Y/n ceritakan. Ia pun bangkit dari duduknya. Dengan sorot matanya yang benar-benar penuh dengan kekecewaan, ia berniat untuk meninggalkan Y/n.

__ADS_1


Dengan cepat Y/n pun langsung menarik tangan Taehyung agar jangan pergi meninggalkannya.


Tapi dengan cepat pria itu langsung menepis tangan wanita itu.


"Jangan sentuh aku!!" Tekan Taehyung dengan dingin.


"Taehyung, aku mohon jangan membenciku!! Aku minta maaf, aku minta maaf Taehyung!!" Rajuk wanita itu dengan tangisan yang semakin pecah.


Taehyung lalu kembali menatap tajam wanita disampingnya itu.


"Apa kau fikir, setelah apa yang kau lakukan padaku, aku akan dengan mudahnya memaafkanmu Y/n?? Apa salahku padamu, eoh?? Kurang apa perjuanganku selama ini untukmu?? Kau benar-benar sudah menghancurkan hatiku berkeping-keping. Hatiku sangat sakit, ketika kau lebih memilihnya ketimbang aku yang lebih dulu bersamamu." Ungkap pria itu dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Maafkan aku Taehyung!! Aku memang jahat. Aku tidak pantas untukmu, tapi aku mohon jangan membenciku!! Aku tidak mau kau membenciku." Ungkap wanita itu terus memohon pada pria dihadapanya itu.


Taehyung lalu tersenyum smirk.


"Maaf, aku hanya manusia biasa Y/n. Aku juga bisa kecewa dan marah. Aku bukan malaikat yang bisa memaafkanmu begitu saja. Hatiku sekarang sudah benar-benar hancur olehmu. Aku salah menilaimu. Aku kira kau benar-benar tulus mencintaiku selama ini, tapi kenyaataannya?? Hanya aku sendiri yang berjuang mempertahankan cinta ini. Aku benar-benar seperti orang bodoh dimatamu Y/n. Kau sangat jahat Y/n." Ujar Taehyung dengan bibir yang bergemetar menahan emosi.


"Tidak, Taehyung!! Kau tidak bodoh. Caci saja aku Taehyung!! Aku pantas mendapatkannya." Lirih wanita itu kembali.


Taehyung lalu mendengus geram. Jantungnya seperti ditusuk ribuan panah. Tapi ia berusaha tegar, karena dia menyadari posisinya sebagai pria.


"Hahh,, Kenapa aku bodoh sekali?? Jelas-jelas kau memilihnya karena dia kaya bukan?? Sedangkan aku?? Aku hanya pria miskin, yang hanya bekerja serabutan demi mencari sesuap nasi. Bagaimana aku akan membiayayaimu saat kita menikah nanti." Celoteh pria itu dengan air matanya yang mulai berjatuhan dipipinya.


"Taehyung, Kenapa kau berpikiran seperti itu."


"Kau Y/n-si. Kau tak jauh berbeda dengan wanita murahan diluaran sana. Kau sama saja hanya memandang pria dari segi materi. Kau--."


Plakkkkk...


Taehyung pun tertegun diam. Sedangkan Y/n, ia tercengang dengan perbuatannya sendiri. Tanganya pun bergemetar hebat. Dengan cepat ia mencoba mendekat kearah Taehyung.


"Taehyung, aku minta maaf. Aku tak sengaja melakukannya. Aku--."


"Sudah, tidak ada gunanya lagi aku disini. Semuanya sudah jelas bukan??. Terimakasih sudah membuatku hancur Y/n. Aku berdoa agar kau bahagia bersama pria pilihanmu itu. walau saat ini hidupku rasanya sudah tak berguna lagi. Dan aku mohon jangan pernah temui aku lagi." Tegas Taehyung yang saat itu pergi meninggalkan Y/n sendirian.


Pria itu pergi dengan sorot matanya yang penuh kekecewaan. Air matanya pun terus mengalir diwajah pria tampan tersebut. Rahangnya terus mengeras, nafasnya terasa sesak, tubuhnya yang bergemetar hebat menahan sejuta luka dihatinya.


Kecewa, Sedih, marah. Semuanya bercampur menjadi satu dalam benak Taehyung saat itu. Pria itu benar-benar hancur oleh wanita yang paling ia cintai.


Disisi lain, Y/n terus menangis sejadi-jadinya. Tak peduli dengan orang-orang disekitarnya yang sedang  memandanginya. Ia terus menangis sendirian terduduk dikursi taman.


Hanya kata maaf yang terus wanita itu ucapkan. Nafasnya terasa sangat sesak, menyesali semua perbuatannya yang sudah menyakiti pria sebaik Taehyung.


Siang itu, mentari yang sedikit terhalang oleh awan-awan hitam, hembusan angin, dan dengan dedaunan yang berjatuhan. Sudah menjadikan saksi bisu kedua pasangan yang kini sudah mengakhiri hubungannya.


...


Waktu pun sudah berganti.


Beberapa hari kemudian, setelah kejadian yang cukup menyayat-nyayat hati itu.


Akhirnya Y/n bangkit dari keterpurukannya.


Sebelumnya, setelah kejadian itu Y/n lebih sering mengurung dirinya dikamar. Seokjin pun sering hawatir dengan kondisi istrinya itu. Walau bagaimana pun Seokjin tidak mengetahui apa yang telah terjadi sebenarnya.


Karena kesibukannya bekerja, Seokjin jadi tidak terlalu mengetahui apa yang terjadi pada Y/n. Walau pun Seokjin selalu menanyakan keaadan istrinya. Tapi Y/n selalu memberi alasan bahwa dirinya hanya sedang tidak enak badan.

__ADS_1


Seokjin pun percaya begitu saja, karena memang kenyataannya Y/n seperti orang yang sedang sakit. Tapi bukan sakit fisik, melainkan hatinya lah yang sedang sakit.


Karena tidak mau terus terpuruk dalam kesedihannya. Wanita itu pun akhirnya mencoba bangkit kembali, agar suasana kembali normal. Ia juga berfikir, jika ia terus seperti itu, Seokjin lama-lama pasti akan curiga.


...


Jam 15:00. Saat itu Y/n pun sedang berada didalam dapur.  Seperti biasa ia mulai membuatkan cemilan untuk suaminya.


"Hey, Nuna. Kau sudah baikan??" Tanya Enwoo yang tiba-tiba datang kedapur untuk mengambil air minum dalam kulkas.


Y/n pun menoleh kearah Enwoo.


"Eoh, Enwoo-na. Aku sudah lebih baik. Kau sudah pulang??" Tanya balik Y/n.


Enwoo lalu berdeham sebagai jawaban, lalu ia pun duduk dikursi meja makan sembari meneguk air minumnya.


"Syukurlah, Jika Nuna sudah sembuh. Setidaknya Seokjin Hyung tidak akan hawatir lagi." Ujar Enwoo.


Y/n lalu berjalan menghampiri Enwoo. Ia duduk disebrang Enwoo sambil sibuk memarin-marinkan cemilan itu ketoples kaca dihadapannya.


"Eoh, Seokjin memang gampang cemasan orangnya." Tutur Y/n.


"Nuna benar, dia memang seperti itu jika sudah mencintai seorang wanita." Tutur Enwoo tanpa sadar.


Manik wanita itu pun seketika menatap datar kearah Enwoo. Dan terhenti dari aktifitasnya.


"Mencintai wanita?? Maksudmu Seokjin pernah mencintai wanita lain, selain aku??" Tanya Y/n tiba-tiba.


Enwoo pun tercengang dengan pertanyaan Y/n saat itu. Ia berkali-kali menelan ludahnya dalam-dalam, menyadari kesalahannya yang tidak ia sengaja.


"Ah, tidak. Aku mungkin salah bicara. Maksudku Seokjin begitu cemas melihat orang tercintanya sakit. Eoh, maksudku itu Nuna." Jelas Enwoo sedikit menunjukan rasa gugup pada wajahnya.


Y/n hanya mengangguk pelan, sambil kembali pada aktifitasnya.


"Apa ada hubungannya, dengan wanita bernama Sohye itu??" Gumam dalam hati wanita itu.


Flass back On.


Saat ditempat pesta Jimin.


Saat itu Y/n ijin untuk pergi ketoilet.


Ia saat itu sudah berada ditoilet sendirian cukup lama. Wanita itu terus memandangi cermin dihadapannya, dengan tatapan penuh tanya.


"Siapa Sohye?? Dan apa hubungannya Sohye dengan mereka?? Kenapa wajah Seokjin seperti panik, saat Jimin menyebut namanya?? Apa Seokjin menyembunyikan sesuatu dariku??" Gumam wanita itu terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Ah, sudahlah. Mungkin orang bernama Sohye itu hanya sebatas teman saja. Kenapa aku terus berpikir yang bukan-bukan, lebih baik aku kembali kesana. Seokjin pasti akan hawatir."


Y/n pun, saat itu langsung memutuskan untuk kembali ketempat suaminya.


Flass back OF


Bersambung...


Maaf ya beberapa hari ini telat Up, soalnya aku lagi kurang enak badan.🙏🙏


Jangan lupa kasih votenya ya Readers setelah baca!! Gomawo☺️

__ADS_1


__ADS_2