
POV AUTHOR
Tingtong,, tingtong,, tingtong.
Bel pintu rumah Seokjin pun berbunyi.
"Apa itu Enwoo??" Tanya Y/n.
Seokjin seraya mengangkat kedua bahunya.
"Aku tidak tau. Sebentar aku akan melihatnya!!" Saat Seokjin akan melangkahkan kakinya tiba-tiba Y/n menarik tangannya.
"Tunggu!! Biar aku saja yang membukanya, kau lanjutkan saja makannya!!"
Y/n langsung bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Seokjin. Sedangkan Seokjin kembali duduk dikursinya untuk melanjutkan sarapannya.
...
Sudah hampir 15 menit Y/n belum juga kembali, membuat pria berwajah tampan itu merasa kebingungan.
"Wae?? kenapa dia lama sekali?? Sebaiknya aku susul saja kedepan." Gumam Seokjin beranjak dari duduknya dan pergi menyusul istrinya yang belum juga kembali.
...
Sesampainya di ruang tamu.
"Sayang kenapa kau lama sekali?? Siapa yang datang??" Tanya Seokjin yang langsung menghempaskan tubuhnya kesopa tampa melihat kearah istrinya yang sedang berdiri di ambang pintu dengan seseorang.
Seokjin menyilangkan kakinya sembari mengambil remot tv untuk menonton acara kesukaanya.
"KIM SEOKJIN!!"
Seketika Seokjin tertegun saat mendengar seseorang memanggil namanya, dan perlahan ia menoleh ragu kearah suara yang tak asing banginya.
Dan benar saja. Seokjin terbelakak kaget dengan mata dan mulut yang terbuka lebar saat melihat sosok pria tua berdiri di sampingnya dengan tangan meyedekap didadannya.
Seokjin menelan ludahnya pahit-pahit saat pria tua itu menatap tajam kearahnya.
...
.
.
.
.
.
15menit kemudian, Seokjin dan Y/n sudah duduk bersimpuh pasrah. Dan terlihat jelas mereka sudah mendapatkan banyak omelan dari pria tua itu.
Sedangkan Pria tua itu masih berdiri kesal dihadapan mereka berdua, matanya terus menatap tajam kearah Seokjin yang sedari tadi hanya menundukan kepalannya.
Suasana terasa menegangkan saat itu, sampai akhirnya Seokjin memberanikan diri untuk angkat bicara.
"Kek, aku bisa jelaskan!! aku--"
"Diam Seokjin!! Kakek belum memintamu untuk bicara." Potong pria tua itu.
Mendengar perkataan kakeknya itu, Seokjin kembali menciut dan menundukan kepalanya kembali.
__ADS_1
Y/n yang tak tega melihat suaminya yang sedari tadi mendapatkan omelan dari kakeknya, akhirnya angkat bicara. Ya walaupun saat itu ia juga merasa takut.
"Kek, aku mohon jangan memarahi Seokjin seperti itu!! Dia tidak tau apa-apa. Aku mohon jangan menyalahkannya terus!! Yang pantas disalahkan disini itu justru aku, aku penyebab kekacauan ini." Lirih Y/n dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.
Seketika kedua manik pria itu menoleh bersamaan kearah Y/n.
"Sayang kenapa kau bicara seperti itu?? Sudah jangan menyalahkan dirimu demi aku!!" Ucap Seokjin menatap sendu sambil mengusap puncak kepala istrinya.
Y/n menoleh kearah Seokjin dengan perasaan kesal bercampur sedih. Air matanya yang semula bisa ia tahan, akhirnya terjun bebas dipipi mulusnya.
"Tapi, aku tidak tega melihatmu sedari tadi dimarahi oleh kakek. Aku merasa bersalah Seokjin,, hiks." Isak Y/n.
Seokjin tersenyum simpul sembari menghampus air mata Y/n dengan ibu jarinya.
"Sudah, aku tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa, kakek memang seperti itu orangnya. Sudah jangan menangis!!" Bujuk Seokjin sambil menarik kepala Y/n kedalam dekapannya.
Melihat pemadangan itu Kakek Seokjin akhirnya terkekeh geli sambil menggelengkan kepalanya, ia lalu meletakan kedua tangan di pinggangnya dan kembali bicara.
"Sudahlah, kakek tidak tega melihat istrimu menangis seperti itu. Kali ini kakek memaafkanmu, tapi ingat!! Kakek tidak mau lagi mendengar istrimu dalam bahaya lagi Seokjin."
Seketika manik Seokjin menatap antusias kearah kakeknya.
"Aku janji kek, aku akan menjaga Y/n lebih baik lagi." Ujar Seokjin berdiri dari duduknya sambil menarik Y/n agar ikut berdiri bersamanya.
"Tapi kek, jika aku boleh tau, kakek tau dari siapa masalah ini?? Seingatku, aku belum menceritakannya pada siapapun." Sambungnya bertanya.
"Hyung maaf aku telat." Ujar Enwoo yang tiba-tiba datang membukakan pintu rumah.
Seketika Enwoo tercengang saat melihat semua orang menatap aneh kearah dirinya.
"Wae?? kalian kenapa?? Tanya Enwoo bingung.
Kakeknya terkekeh, dan kembali melihat kearah Seokjin.
Seokjin menoleh sekilas kearah kakeknya, dan kembali menatap Enwoo dengan tajam, seolah ia sudah mengerti dengan maksud kakeknya.
Kakeknya membuang nafas singkat.
"Baiklah, kakek tidak bisa berlama-lama disini. Kakek harus pergi sekarang." Lalu melihat kearah Y/n yang masih didekapan Seokjin.
"Y/n jaga dirimu baik-baik!!" Sambungnya, lalu berjalan pergi menuju Enwoo.
Pria itu terkekeh saat sudah di hadapan Enwoo yang masih mematung didekat pintu rumah.
"Enwoo siap-siap, kau akan mendapatkan omelan dari Seokjin." Bisik kakeknya tersenyum evil sembari menepuk pundak cucunya itu, lalu berlalu pergi meninggalkan mereka semua
Seketika mata enwo membulat sambil menelan pahit ludahnya. Ia menggaruk- garuk tengkuk lehernya dan tersenyum bersalah kearah Seokjin.
"Hehe, Hyung. Dimana kamarku??" Tanya Enwoo mencoba memalingkan pembicaraan.
Seokjin hanya menatap kesal kearahnya sambil menyedekapkan tangan didadanya, seperti siap menerkam keponakannya itu.
...
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
30 menit kemudian, masih diruangan yang sama. Seokjin masih belum selesai mengomeli keponakannya itu, sampai saatnya.
"Sudah Seokjin!! Kenapa kau dari tadi tidak mau diam. Sudah 30 menit kau terus mengomeli Enwoo, telingaku rasanya ingin meledak mendengarmu terus bicara. Mulutmu itu bahkan mengalahkan ibu-ibu." Cetus Y/n kesal pada suaminya yang sedari tadi duduk disampingnya.
"Ya, kenapa kau membelanya?? Gara-gara dia, aku jadi dimarahi oleh kakek, dan kau sungguh tega menyamaiku dengan ibu-ibu." Jawab Seokjin kesal sambil mengkerucutkan bibirnya, hingga terlihat gemas dimata Y/n.
Y/n mendegus geli.
"Ya, Kim Seokjin. Aku tidak membelanya, aku hanya ingin kau berhenti bicara. Dari tadi kau tidak memberinya kesempatan untuk bicara. Dan kau tidak usah cemberut seperti itu!! Karena itu memang benar, kau seperti ibu-ibu arisan." Cetus Y/n sambil menahan tawanya melihat raut wajah Seokjin.
"Eoh, Nuna benar Hyung, dari tadi kau terus mengomeliku." Saut Enwoo.
Seokjin kembali menoleh kearah Enwoo dengan kesal.
"Aku tidak bicara padamu!!" Sewot Seokjin.
Enwoo menghelas nafas berat dan kembali menundukan kepalanya. Sedangkan Y/n ia kembali bicara pada Seokjin.
"Haissss,, Tadi saja Kau tidak bisa berkutik sedikitpun saat kakek memarahimu, tapi sekarang kau mengomeli Enwoo seperti kenal pot yang sed---."
Cuppp..
Tiba-tiba Seokjin membungkam mulut Y/n dengan bibirnya. Dan membuat wanita itu tersontak seketika.
Tak lama kemudian Seokjin kembali melepaskan ciumannya itu, dan menatap dalam wanitanya.
"Apa kau bisa diam, kalau kau masih tak mau berhenti bicara aku akan menciummu kembali." Ucap Seokjin yang membuat wanitanya itu terdiam mematung.
Y/n hanya menggelengkan kepalanya, dengan wajah yang sudah memerah, dan tak berani melihat wajah suaminya itu.
Seokjin tersenyum simpul kearah Y/n sambil mengelus-elus rambutnya.
Enwoo yang melihat tingkah Hyungnya itu hanya terkekeh geli.
"Baiklah, sepertinya kehadiranku sedikit mengganggu. Apa aku boleh masuk kekamarku sekarang?? Aku ingin memberesakan barang-barangku." Ucap Enwoo yang memecah moment itu.
Seketika manik pasangan itu menoleh kearah Enwoo.
...
.
.
.
.
.
.
.
Hay readers, maaf ya selama ini mungkin cerita sama penulisan aku masih kurang bagus karena masih banyak belajar.
__ADS_1
aku butuh dukungan dari kalian, gampang ko caranya. cuman kasih like sama komen buat cerita aku, biar aku makin semangat buat ceritanya, jadi jangan pernah bosan ya!! buat terus ikutin ceritanya.