
AUTHOR POV.
Keesokan harinya, pukul 09:00 pagi.
Pria bernama Kim Seokjin itu, kini sudah terbangun dari tidurnya. Ia lalu menggeliatkan tubuhnya, seraya mengucek kedua matanya, layaknya seseorang bangun tidur pada umumnya.
"Eoh, Y/n kemana?? Apa dia sudah bangun duluan??" Gumam pria itu sesaat menyadari istrinya sudah tidak ada disampingnya.
Tanpa pikir panjang ia pun langsung beranjak dari kasurnya, dan pergi kekamar mandi sekedar mencuci wajahnya, Lalu sepermenit kemudian ia pun pergi keluar dari kamarnya.
...
"Sayang kenapa kau tak membangunkanku??" Tanya Seokjin sesaat mendapatkan istrinya yang sedang mencuci piring didapur.
"Eoh, aku pikir semalam kau pasti sangat kelelahan, dan tidurmu juga sangat nyenyak. Jadi aku tidak tega untuk membangunkanmu." Jawab Y/n tanpa menolehkan wajahnya kearah Seokjin yang kini sedang meneguk segelas air putih di meja makan.
"Ya, tapi sekarang aku jadi terlambat untuk pergi bekerja." Keluh pria itu, yang langsung memautkan bibirnya, lalu duduk dikursi meja makan.
Seketika Y/n pun memutarkan tubuhnya, dan berjalan menghampiri suaminya itu. Sorot matanya pun langsung berubah dingin menatap sosok dihadapanya.
"Memangnya kenapa?? Bukankah kau selalu bilang, bahwa kau tak masalah datang terlambat, karena kau CEO perusahaannya." Ketusnya sembari duduk dihadapan Seokjin.
"Wae?? Kau ini kenapa??" Tanya Seokjin tertegun.
"Tidak!! Aku tidak apa-apa."
"Tapi kau berubah Y/n."
Mendengar kata itu keluar dari mulut suaminya, Y/n lantas langsung tersenyum muak.
"Kau bilang aku berubah?? Apa kau yakin??" Tekan wanita ini.
"Maksudmu apa Y/n?? Haisss, sudahlah sayang!! Jangan mengajakku untuk berdebat sepagi ini!!." Tegas Seokjin dengan raut wajahnya yang mulai terlihat kesal.
"Aku tidak mengajakmu berdebat Seokjin. Aku hanya bertanya, apa yang berubah dariku!! Itu saja."
"Ya itu memang benar!! Kau memang berubah sejak kemarin." Timpal Seokjin sedikit menaikan nada suaranya.
Y/n lalu tersenyum miring.
"Yang seharusnya bertanya seperti itu aku Seokjin!! Kau yang sudah berubah!! Sekarang aku tanya, kenapa akhir-akhir ini kau lebih betah diluaran sana?? Dan perlakuanmu padaku kenapa sangat berberda Seokjin?? Jelaskan padaku!!" Tekan wanita itu dengan nada tinggi.
"Berubah apanya Y/n?? Aku tidak berubah!! Tolonglah!! Aku tau kau sedang marah padaku, karena semalam kita tidak jadi makan malam bukan?? Tapi, sudahlah sayang!! Apa itu pantas untuk diperdebatkan??" Tanya Seokjin sembari menghelas nafas kasar.
"Wae?? Apa kau pikir aku marah karena hal itu?? (Terkekeh kesal) Tentu saja bukan!!" Jawab Y/n dengan sinisnya.
"Lalu apa??"
"Jelaskan padaku!! Kenapa waktu kau pulang terlambat, di kemeja putihmu terdapat bekas lipstik merah?? Dan bukan hanya itu, aku juga mencium bau parfum wanita?? Jelaskan padaku Seokjin??" Tekan wanita itu dengan geram.
Seketika Seokjin pun tercengang dengan pertanyaan istrinya tersebut.
"Apa maksudmu Y/n?? Lipstik?? Parfum wanita?? Maksudmu apa??"
"Sudahlah!!" Ucap Y/n bangkit dari duduknya.
"A-aku minta maaf!! Dan lupakan saja semua pertanyaanku tadi!! A--aku akan pergi kerumah ibuku sekarang. Jika nanti kau mau sarapan, aku sudah menyiapkannya di lemari makan. Aku pergi dulu!!" Sambung wanita itu yang langsung pergi begitu saja, tanpa melihat kearah suaminya yang sedang terduduk kebingungan.
Setelah punggung istrinya sudah tak terlihat. Seokjin langsung membuang nafas kasar, dengan garis rahangnya yang sudah mengeras.
"Kenapa aku bisa tak menyadarinya?? Pasti sekarang Y/n merasa curiga padaku. Mulai sekarang aku harus menjaga jarakku dengan Sohye. Aku tidak mau Y/n berpikiran yang aneh-aneh padaku." Gumam pria itu sembari mengusap kasar wajahnya.
...
.
.
.
.
.
.
.
"Taehyung!!" Panggil Sana sembari menggandeng tangan kekasihnya yang kini sedang berjalan santai disebuah taman.
"Iya Sana, ada apa??"
"Semalam ayah membahas perihal tentang acara pertunangan kita."
Taehyung pun lantas terhenti dari langkahnya, dan memutarkan tubuhnya menghadap wanita disampingnya itu.
"Hemm, memangnya ayahmu bicara apa??"
"Emm, ayah katanya ingin pertunangan kita dilaksanakan 1minggu lagi."
"Wae?? Tapi bukankah pertunangan kita akan digelar 1bulan lagi??" Tanya Taehyung terkejut.
"Eoh, itu?? Ayah bilang katanya ia ingin mempercepat pertungan kita, karena itu adalah waktu yang tepat, agar kolega terpentingnya ayah juga bisa turut hadir ke acara tersebut."
"Memangnya sepenting apa kolega ayahmu itu, kalau boleh tau??"
"Setauku, koleganya adalah pemilik perusahaan HC."
"Perusahaan HC?? Aku seperti pernah mendengar nama itu??" Gumam Taehyung seperti sedang mengingat-ingat sesuatu.
"Benarkah?? Dimana??" Tanya Sana penasaran.
"Eoh, sudahlah!! Aku rasa aku sudah lupa. Emmm lalu apa tujuan kolega ayahmu itu??"
__ADS_1
"Iya, jadi lestoran ayahku akan mendapatkan bantuan dari perusahaan tersebut. Dan tentunya ayah sangat senang, karena ini adalah bisnis yang paling menguntungkan untuknya. Maka dari itu, ayah tidak ingin menyia-nyiakan kedatangan mereka. Itu juga ayah lakukan karena ayah ingin menghormati koleganya itu."
Taehyung pun mengangguk mengerti.
"Baiklah, Tapi apa kau dan ayahmu tidak keberatan?? Pasalnya keluargaku di Daegu tidak bisa hadir keacara pertunangan kita."
"Tentu saja tidak!! Aku juga mengerti Taehyung, pertunangan ini begitu cepat bagimu. Dan kau pasti belum siap untuk memberi tahukan keluargamu didesa tentang hal ini. Karena kenyataannya, keluargamu hanya tau bahwa kau masih berhubungan dengan mantan kekasihmu itu." Jawab wanita itu sedikit sendu.
"Maafkan aku Sana!! Aku berjanji akan segera memberitahukan mereka."
"Tidak papa, Taehyung!!" Timpal wanita itu mencoba tersenyum lebar.
"Bisa bertunangan denganmu saja, itu sudah membuatku merasa menjadi wanita yang paling berbahagia didunia ini." Sambungnya.
"Wae?? Kenapa bisa??" Tanya Taehyung dengan satu alisnya yang terangkat.
"Jujur sebenarnya aku sudah menyukaimu sejak awal kita bertemu. Tapi, ketika aku mengetahui kau mempunyai kekasih, saat itu aku mencoba membunuh perasaan itu Taehyung. Tapi semuanya sudah berubah sekarang, aku sangat bahagia karena kau akan menjadi milikku." Ucap wanita itu sembari memeluk tubuh kekar milik Taehyung.
" Ahh, aku benar-benar tidak tau. Dan apa kau sesebahagia itu bisa memilikkiku, hemm?" Goda Taehyung.
"Memangnya kau tak bahagia?? Dan apa hanya aku saja yang merasakannya??" Cetus Sana yang langsung melepaskan pelukannya dengan kesal.
"Tentu saja aku bahagia!! Kalau aku tak bahagia, mana mungkin sekarang aku akan bertunangan denganmu." Jelas Taehyung meyakinkan.
Seketika Sana pun tersenyum kembali.
"Eoh, kau benar juga!! Kitakan sebelumnya belum pernah meresmikan hubungan kita itu apa. Dan dengan tiba-tiba kau mengajakku ke festival malam, dan langsung memintaku untuk bertunangan denganmu. Saat itu kau benar-benar membuatku tercengang Taehyung." Ucap gadis itu terkekeh.
Taehyung hanya tersenyum simpul, sembari mengusap pucuk kepala wanitanya itu.
TAEHYUNG POV
Maafkan aku Sana!! Jujur saat ini, aku masih belum bisa merasakan kebahagiaan seperti dulu lagi. Aku juga tidak tahu, Apa yang kulakukan ini sudah benar atau salah.
Aku hanya berusaha untuk memulai kehidupanku yang baru, yaitu memilihmu sebagai pendamping hidupku.
Tapi aku juga tak mengerti, kenapa perasaanku ini masih belum bisa menerimamu.
Tapi aku berjanji padamu Sana!! Aku akan berusaha membuka kembali hatiku yang kosong ini, dan akan kuisi dengan dirimu. Walau mungkin itu akan terasa sulit, tapi aku akan berusaha. Aku mohon tunggulah!!
...
.
.
.
.
.
.
.
.
AUTHOR POV
"Baik tuan!! Mohon tunggu sebentar!!" Jawab pelayan kedai tersebut.
Pria itu lalu menganggukan kepalanya, dan seketika maniknya tak sengaja melihat sosok wanita yang sedang duduk sendirian disudut ruangan, dengan tatapan kosong kearah luar jendela.
"Eoh, bukankah itu??" Ucap pria itu sembari memiringkan kepalanya.
Tanpa pikir panjang pria itu langsung pergi menghampiri wanita tersebut.
"Y/n-si!!" Panggil pria itu sesaat sudah dihadapannya.
"Eoh, Jimin-na!! Kau disini??" Tanya wanita itu sedikit terkejut.
Pria itu lalu tersenyum sekilas.
"Kau sendirian?? Dimana Seokjin Hyung??"
"Dia tidak bersamaku." Jawab Y/n sendu.
"Eoh, apa aku boleh duduk disini??"
"Tentu, duduklah!!" Jawab Y/n sembari tersenyum.
Sesaat Jimin sudah duduk, ia seketika terheran-heran dengan sosok wanita dihadapannya itu. Bagaimana ia tidak penasaran, sedangkan Y/n hanya terdiam sendu tanpa kata. Seolah-olah tak menganggap keberadaanya.
"Y/n, kau baik-baik saja??" Tanya Jimin hawatir
"Eoh, a-aku." Seketika lamunan wanita itu buyar, ketika mendengar pertanyaan Jimin.
"Ceritakanlah padaku!! Apa kau ada masalah?? Tapi jika kau tak mau menceritakannya juga tidak masalah. Aku hanya hawatir melihat kondisimu sekarang." Ucap Jimin, yang berhasil membuat Y/n tertegun.
Wanita itu lalu menarik singkat nafasnya.
"Aku bingung dengan diriku sendiri Jimin."
"Bingung?? Bingung kenapa??" Tanya Jimin dengan kedua alisnya yang terangkat.
Y/n lalu menurunkan wajahnya sendu.
"2hari yang lalu, saat itu Seokjin pulang pukul 12malam. Dan saat itu aku merasakan ada yang berubah darinya."
"Tu-tunggu dulu!! Maksudmu Seokjin pulang larut malam, apa itu saat kau menelfonku untuk menanyakan keberadaannya??" Tanya Jimin sedikit kaget.
"Emm, kau benar!! Dan pada waktu itulah untuk pertama kalinya Seokjin membentakku." Jelas wanita itu tersenyum miris.
__ADS_1
"MEMBENTAK??" Ucap Jimin tersontak.
Y/n lantas mengangguk kecil.
"Hemm, awalnya aku sangat kaget dengan sikapnya yang mendadak berubah itu. Tapi ada hal lain yang lebih membuatku kaget lagi, Jimin."
"Apa, Y/n??"
"Aku mendapatkan noda lipstik dan bau aroma parfum wanita dibajunya." Ucap wanita dengan parau.
Seketika itu juga Jimin langsung tercengang hebat, berkali-kali ia mengusap wajahnya tak percaya.
"Maka dari itulah Jimin, aku sangat bingung dengan diriku sendiri. Aku jadi mempunyai pikiran, bahwa Seokjin mempunyai wanita lain diluaran sana." Sambung Y/n dengan sorot matanya yang mulai berkaca-kaca.
Jimin lalu terdiam sejenak, dan seperdetik kemudian ia pun memegang lembut kedua tangan Y/n yang berada diatas meja.
"Tidak, Y/n!! Seokjin Hyung tidak mungkin berselingkuh darimu!! Kau tidak boleh berpikiran buruk seperti itu padanya!!"
Namun seketika air mata Y/n mengalir tanpa permisi dipipi miliknya.
"Aku juga selalu berusaha membuang pikiran buruk itu Jimin. Tapi entah kenapa hatiku selalu merasa gelisah. Aku takut Jimin, aku takut Seokjin akan berpaling dariku." Lirih wanita itu, dengan kedua tangan yang menutupi wajahnya.
Wanita itu benar-benar terisak dihadapan Jimin.
"Y/n, jika kau takut kehilangan Seokjin Hyung, seharusnya kau tak menghindarinya seperti ini!! Harusnya kau bisa bersikap dewasa. Temuilah dia!! Dan selesaikan semuanya dengan baik-baik. Ingat!! Kalian bukan anak remaja lagi, kalian itu sudah dewasa." Tegas Jimin menatap dalam sosok dihadapannya itu.
"Lalu aku harus bagaimana Jimin??" Tanya Y/n yang kini menatap sendu temannya itu.
"Ya, seharusnya sekarang kau temui dia!! Dan kalau bisa, bawakanlah dia makan siang kekantornya!! Bukankah kau selalu membawakan bekal makan siang untuknya??"
Y/n lalu terdiam sejenak dan terhenti dari tangisannya.
"Hemm,, gomawo Jimin-na. Kau sudah mau memberiku solusi terbaik untuk masalahku." Tutur Y/n sembari membuang nafas lelah.
"Seharunya dulu aku mempunyai teman wanita. Mungkin saat ini aku tidak akan kesulitan untuk bercerita pada siapa." Sambungnya.
Jimin dengan cepat langsung menepuk bahu wanita itu.
"Tunggu apa lagi Y/n?? Cepatlah temui suamimu itu!! Satu jam lagi, sudah jam istirahatnya." Suruh Jimin saat itu.
"Eoh, iya Jimin. Kalau begitu aku ijin pergi dulu ya!! Gomawo untuk semuanya. Dahhh!!" Ucap Y/n yang pergi saat itu juga.
Jimin hanya tersenyum simpul, dan seketika wajahnya berubah datar saat Y/n sudah benar-benar tidak ada disana lagi.
"Sohye, wanita licik itu. Ternyata dia kembali untuk ini?? Aku tidak akan membiarkannya." Gumam pria itu dengan geram.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
Pukul 14:00 siang. Diperusahaan CH.
"Seokjin mau makan siang bersamaku??"
"Eoh, boleh. Lagi pula istriku sepertinya tidak akan mengatarkan bekal makan siang untukku hari ini." Jawab Seokjin yang langsung bangkit dari kursi kerjanya.
"Wae??"
"Dia sedang marah padaku, karena mendapatkan lipstik merah dibajuku. Mungkin saat di cafe waktu itu, saat aku memelukmu tak sengaja lipstikmu menempel dikemejaku."
"Benarkah?? Haiss, aku benar-benar minta maaf!! Yasudah aku akan menemui istrimu nanti agar dia tidak salah paham lagi padamu."
"Kurasa tidak perlu!! Itu hanya akan membuatnya semakin curiga padaku Sohye. Yasudah, kalau begitu kita pergi saja sekarang!!" Ajak Seokjin mencoba memalingkan pembicaraan.
"Hemm, baiklah." Sohye hanya bisa pasrah dan ikut pergi mengekori Seokjin saat itu juga.
Dan 10menit kemudian, mereka sudah sampai dikantin perusahaan.
Mereka lalu duduk berhadapan, dengan beberapa makanan yang sudah berada diatas meja yang sebelumnya sudah mereka pesan.
"Makanan dikantin ini sangat enak ya." Ucap Sohye sembari melahap makanannya.
"Hemm,, tapi aku lebih menyukai pasakan istriku." Jawab Seokjin dengan santai, dan tentunya berhasil membuat Sohye tertegun.
"Eoh, jauh berbeda denganku bukan?? Aku bahkan tidak bisa untuk memasak air. Aku sangat payah." Lirih wanita itu tiba-tiba murung.
Seketika Seokjin menatap manik wanita dihapadannya itu. Hingga beberapa saat mereka hanya saling bertatapan tanpa kata. Namun seketika.
"Seokjin!!"
Panggil seseorang menghampiri mereka, dan tentunya membuat tatapan mereka buyar seketika.
Seokjin dan Sohye pun menoleh bersamaan kearah sosok tersebut, dengan ekpresi yang berbeda.
Seokjin terkejut hebat karena mengenal sosok tersebut. Sedangkan Sohye hanya menatap datar karena tidak mengenalnya.
"Y/n??" Ucap Seokjin begitu gugup.
Y/n hanya tersenyum sekilas, namun seketika maniknya langsung tertuju pada sosok yang terlihat asing baginya.
__ADS_1
"Dia siapa??" Tanya Y/n dengan datar.
Bersambung.....