Puisi

Puisi
EPS 51


__ADS_3

POV AUTHOR.


1minggu kemudian.


Dirumah Seokjin, Jam 12:00 siang.


"Sayang nanti malam temani aku pergi ya!!" Ajak Seokjin sesaat menghampiri istrinya yang sedang sibuk membuatkan cemilan kesukaanya didapur.


Y/n menoleh kearah suaminya yang kini sudah duduk dikursi meja makan .


"Eoh, Kau sudah bangun?? Memangnya kau mau pergi kemana??" Tanya Y/n sembari sibuk menyajikan cemilan buatannya kedalam toples kaca yang berada tepat dihadapan Seokjin.


"Hemm aku terbangun karena mencium aroma pasakanmu. Iya jadi 3hari yang lalu Jungkook menelfonku, dan memberitahukan bahwa Jimin ingin aku datang keacara pestanya malam ini." Jelas Seokjin sembari mulai menyantap cemilan yang sudah istrinya berikan padanya.


Y/n lalu duduk dihadapanya, dengan kedua tangan yang menyedekap diatas meja.


"Jimin??" Tanya Y/n.


"Eoh, kau pasti belum pernah bertemu dengannya. Dia juga sahabat dekatku saat dibangku SMA, dia sama seperti Jungkook. Dia adik kelasku."


Y/n hanya mengangguk mengerti.


Seokjin pun kembali melanjutkan perkataannya dengan makanan yang sudah penuh didalam mulutnya.


"Eo, Zjadi-- Zjim. Zjimin ingin--."



"Ya!! habiskan dulu makanan dalam mulutmu!! Baru kau lanjutkan perkataanmu. Haiss kau ini kenapa seperti anak kecil." Tegur Y/n yang terkesan seperti seorang ibu yang sedang mengomeli anaknya.


Seokjin pun menganggukan kepalanya dan dengan cepat langsung mengunyah habis makanan dalam mulutnya.


Setelah ia selesai menelan habis makanannya. Ia pun langsung melanjutkan perkataannya yang sempat terhenti tadi.


"Eoh, maaf sayang. Jadi, Jimin meminta kita untuk hadir keacara pestanya. Jujur saja aku merasa tidak enak jika tidak datang nanti malam. Karena saat itu dia juga mengadakan pesta untuk merayakan kepergiannya ke Indonesia, dan waktu itu aku tidak sempat datang kepestanya. Jadi aku harap kita bisa menghadiri pestanya. Kau maukan menemaniku?? Eoh, dan dia juga mengundangmu." Jelas Seokjin sambil melemparkan tatapan manisnya.


Y/n mengerenyitkan keningnya.


"Eoh, kenapa dia juga mengundangku??" Tanya Y/n kebingungan.


"Tentu saja. Kau kan istriku. Dia juga ingin bertemu denganmu secara langsung." Jawab Seokjin.


"Benarkah?? Apa saat diacara pernikahan kita dia juga hadir??" Tanya Y/n kembali.


"Eoh, dia hadir tapi hanya sebentar. Karena saat itu dia juga harus pergi ke Jepang, karena harus segera mengurus berkas-berkas kepindahannya ke Indonesia untuk melatih tari disana."


"Tapi kenapa aku tak melihatnya??"


Soekjin membuang nafas singkat, dan menatap intens istrinya itu. Ia lalu mulai menjawab kembali setiap pertanyaan yang istrinya lontarkan padanya.


"Saat itu kau sedang sibuk mengganti pakaian pengantinmu. Dan dia benar-benar tidak bisa menunggu lebih lama lagi, jadi dia terpaksa tidak bisa menemuimu. Jadi apa tuan putri sekarang sudah mengerti hemm??" Jelas Seokjin sambil mengusap ujung rambut istrinya itu.


"Eoh, begitu. Ternyata dia orang yang sangat hebat juga ya. Di usianya yang masih muda seperti itu dia sudah sukses melatih tari diberbagai negara. Aku jadi tidak sabar ingin bertemu denganya. Dia pasti orang yang sangat keren." Ujar Y/n antusias.


Tanpa ia sadari ucapannya itu malah membuat pria dihadapannya itu cemberut sebal kepadannya.


Y/n sempat tertegun dengan ekpresi suaminya itu.


"Wae?? Kau kenapa Seokjin??" Tanya Y/n kebingungan.


"Haiss, bisa-bisanya kau memuji pria lain dihadapan suamimu eoh?? Aku jadi menyesal ingin mengajakmu kepestanya Jimin nanti malam." Ungkap Seokjin sambil terus memakan cemilannya dengan wajah yang masih kesal.


"Eoh, kenapa begitu?? Apa sekarang kau sedang cemburu, hemm?? Karena aku menyebutnya keren." Tanya Y/n menatap malas suaminya itu.


"Tentu saja, apakah nanti setelah dipestanya kau akan mengabaikanku eoh?? Dan lebih menghabiskan waktumu bersama Jimin??" Tanya Seokjin yang semakin menunjukan rasa cemburunya itu.


Y/n hanya terkekeh gemas dengan tingkah suaminya itu.


"Ya!! Kim Seokjin. Kenapa kau sangat pencemburuan, hemm?? Aku hanya menyebutnya keren, tapi itu bukan berarti aku akan mengabaikanmu. Haiss, kau itu. Kau bukan hanya cemburu pada Enwoo keponakanmu sendiri. Tapi sekarang kau juga cemburu pada sahabatmu sendiri. Seokjin-Seokjin." Ujar Y/n sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Y/n lalu menarik singkat nafasnya.

__ADS_1


"Ya sudah aku mau mandi dulu. Dan cepatlah habiskan makananmu!! Dan segeralah mandi. Lihatlah rambutmu sekarang!! Sudah seperti sarang burung. Apa saat kau bangun tidur tadi, kau tak bercermin terlebih dahulu?? Dan langsung datang kedapur, eoh??" Sambung Y/n langsung beranjak dari duduknya.


Dengan cepat Seokjin langsung menarik tangan gadisnya itu. Hingga Y/n pun kembali menoleh kearahnya.


"Maaf tadi aku terlalu cemburu padamu!! Tapi kau maukan nanti malam pergi bersamaku??" Tanya Seokjin dengan tatapan penuh harap.


Y/n lalu tersenyum hangat sambil membereskan rambut Seokjin yang berantakan itu dengan jemari-jemari lentiknya.


"Baiklah, aku akan menemanimu nanti malam. Cepatlah habiskan dulu makananmu!! Dan cepatlah mandi." Ucap Y/n sembari memerintahkan suaminya itu.


Seokjin lalu mengangguk semangat, dan melepaskan tangan istrinya itu. Ia pun kembali menyantap cemilan yang berada dipangkuannya sedari tadi.


Hemmm, bukankah Seokjin seperti anak kecil yang sedang ingin mendapatkan perhatian dari ibunya??


Dia terkadang bisa bertingkah layaknya anak kecil, tapi juga bisa berubah seketika menjadi pria yang sangat dewasa. Sungguh kepribadian yang sangat unik.


Y/n pun saat itu juga meninggalkan Seokjin sendiri, dan bergegas pergi untuk membersihkan dirinya.


...


Di tempat yang berbeda.


Dirumah keluarga Min, yaitu tempat orang tua Y/n berada.


"Ibu, aku mau bertemu dengan Eonnie!!" Rengek gadis kecil itu pada ibunya.


"Na-eun. Sudah jangan menangis terus!! Nanti juga kalau kakakmu sudah ada waktu dia akan datang kemari, hemm." Bujuk Ibunya pada anak bungsunya.


"Tapi aku ingin sekarang!! Ayo kita pergi kerumah Eonnie bu!!." Ajak gadis kecil itu yang semakin merajuk.


Ibunya hanya bisa membuang nafas lelah, karena tidak bisa berbuat apa-apa.


Tak lama kemudian, Yoongi pun datang dan langsung mengehempaskan tubuhnya kesofa ruang tamu.


"Yoongi kenapa kau sudah pulang jam segini?? Bukankah kau masih harus bekerja??" Tanya Ibunya sembari duduk disamping Yoongi.


Na-eun pun berhenti dari tangisannya, dan memilih duduk dipangkuan ibunya sembari sesegukan.


"Aku sengaja pulang, karena menantu Ibu." Jawab malas pria berwajah dingin itu.


"Eoh, maksudmu Seokjin??" Tanya Ibunya.


"Hemm, 2hari lagi dia akan mengangkatku sebagai manager diperusahaannya. Padahal dari dulu aku sudah menolaknya." Keluh Yoongi yang memang terlihat tidak bersemangat.


Ibunya lalu memasang wajah senang, sembari mengusap bahu putra pertamanya itu.


"Benarkah?? Bukankah itu kabar yang bagus?? Kau tak perlu lagi menjadi seorang ofis boy sekarang. Omo-omo, menantuku benar-benar bijaksana sekali. Tidak salah Y/n mendapatkan suami sebaik Seokjin." Ungkap Ibunya mengucap kagum.


Yoongi lalu menatap malas ibunya itu.


"Bagus apanya?? Ibu tau sendiri aku hanya lulusan SMP, mana mungkin aku harus menjadi Manager disebuah perusahaan besar. Otakku tidak akan bisa mengendalikanya." Keluh Yoongi kembali.


"Sudah jangan diambil pusing!! Ibu yakin Seokjin melakukan semua ini, karena dia sudah benar-benar mempertimbangkannya. Ibu juga yakin kau pasti bisa menanganinya. Berhentilah berkecil hati!! Sudah saatnya kau memperbaiki masa depanmu. Apa kau lupa?? Masa remajamu habis karena harus membiayayai keluargamu, itu pun dengan penghasilan yang tak seberapa. Kau juga harus segera memikirkan kapan kau akan menikah. Kau juga harus bahagia Yoongi." Tutur Ibunya.


"Wae, menikah??" Ucap Yoongi tersontak dengan kedua mata yang membulat sempurna.


"Eoh tentu. Apa ibu salah bicara?? Kurasa ibu tidak salah. Ibu mengatakan hal yang benar. Ingatlah usiamu sekarang sudah 26tahun. Apa kau mau hidup seperti ini terus eoh?? Kau juga harus memikirkan kapan kau menikah?? Adikmu saja diusianya yang baru 22tahun sudah menikah." Sindir Ibunya.


"Haisss, Y/n menikah juga bukan karena keinginannya. Dia hanya terpaksa melakukannya."


"Ya, Dan itu gara-gara kau Yoongi." Pekik wanita parubaya itu yang berhasil membuat Yoongi bungkam tak bisa berkata apa-apa lagi.


Tiba-tiba pandangan Yoongi tertuju pada adik bungsunya itu.


"Wae?? Ada apa dengan adik kecilku Eoh?? Ibu Na-eun kenapa?? Kenapa dia seperti terlihat habis menangis??" Tanya Yoongi sambil mengusap kening gadis kecil itu.


"Eoh, seperti biasa dia sedang merindukan kakak perempuannya." Jawab ibunya.


Yoongi lalu membuang nafas berat, dengan kedua tanganya yang memijat keningnya itu.


"Dia pasti sangat merindukan Y/n. Terlebih Y/n sudah 2bulan ini tidak berkunjung kemari. Tapi Seokjin  selalu mengatakan Y/n baik-baik saja, saat aku menanyakan kabarnya ditempat kerja." Ungkap Yoongi.

__ADS_1


"Ya sudah, biarkan saja. Mungkin Y/n sedang menikmati masa-masa pernikahannya. Dia sekarang sudah mempunyai keluarganya sendiri, dan ibu bisa memakluminya." Jelas Ibunya.


"Ibu benar." Jawab Yoongi sembari tersenyum simpul.


"Eumm, oyah Yoongi. Nanti setelah kau menjadi Manager, apa kau masih bekerja bersama Seokjin?? Maksud ibu kalian masih bekerja ditempat yang sama??" Tanya Ibunya kembali.


"Eoh, tidak. Seokjin bilang aku akan dialihkan kepurasahaannya yang dulu pernah ia pegang. Karena memang di perusahaan itu sedang membutuhkan Manager yang baru." Jelas Yoongi.


Ibunya mengaguk mengerti.


Tak lama setelah mereka berhenti mengobrol tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumah mereka.


Tokk,,tokk,, tok,,


Semua manik menoleh kearah pintu tersebut.


"Siapa yang bertamu siang-siang begini??" Tanya Yoongi.


"Entahlah, biar ibu buka pintunya."


"Tidak, biar aku saja. Ibu duduklah disini!!" Pinta Yoongi yang langsung pergi membukakan pintu tersebut.


Tak lama kemudian Yoongi pun membukakan pintu rumahnya. Dan seketika matanya berubah membulat, setelah melihat seseorang berdiri  dihadapannya.


"Hyung, apa kabar??" Sapa orang itu tersenyum hangat kepada Yoongi yang masih diam mematung.


"Taehyung." Ucap Yoongi tampa sadar.


Taehyung hanya tersenyum bingung, setelah melihat ekpresi Yoongi saat melihatnya.


...


Malam pun sudah tiba, Seokjin dan Y/n sudah bersiap-siap dikamarnya untuk pergi keacara pesta Jimin.


Seokjin saat itu sedang memakai jas hitam, dengan posisinya yang duduk ditepi kasur. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada Y/n yang sedang duduk dimeja rias.


Seokjin lalu menghampirinya, dan seketika wajahnya berubah kaget, saat melihat wajah istrinya.


"Ya!! Kenapa kau harus berdandan berlebihan seperti ini??" Tegur Seokjin sambil menopangkan salah satu tangannya dimeja rias, dengan sorot mata tajam pada istrinya itu.


Y/n lalu balik menatap tajam suaminya itu, yang berada tepat disampingnya.


"Wae?? Maksudmu apa, kau bilang aku berdandan berlebihan?? Aku hanya memakai bedak dan lipstik merah ini saja. Apanya yang berlebihan?? Apa kau mau aku pergi kepesta tampa memakai apapun, eoh?? Agar aku terlihat seperti orang sakit." Cetus Y/n yang tiba-tiba kesal.


"Tidak, bukan itu maksudku. Tapi kenapa kau harus memakai lipstik merah itu?? Biasanya juga kau selalu memakai lipstik merah muda." Gerutu Seokjin sambil mengambil lipstik merah terang itu dari tangan istrinya.


Y/n lalu mengekerutkan keningnya, menatap kesal kembali suaminya itu.


"Lalu apa salahnya jika aku memakai lipstik merah itu??" Tanya Y/n kebingungan.


"Ya, ya, ya. Apa kau sengaja ingin menggoda pria lain disana, hemm?? Apa kau tidak tau?? Saat kau memakai lipstik merah ini, kau itu- kau itu terlihat seksi dan menggoda." Ucap Seokjin sedikit merendahkan suara diakhir kalimatnya.


Y/n seketika tertegun dengan perkataan suaminya itu, dan langsung membalikan wajahnya menatap kearah cermin yang berada dihadapannya.


Dengan cepat ia langsung menghapus lipstik berwarna merah itu dibibir indahnya. Dan segera menggantinya dengan lipstik yang biasa ia kenakan, ya itu merah muda.


Setelah selesai mengoleskan lipstik itu, Y/n kembali menoleh kearah Suaminya.


"Sudah, aku sudah menggantinya. Kau puas hemm??" Cetus Y/n yang masih terlihat kesal pada suaminya itu.


Seokjin lalu tersenyum puas, dan langsung memegang kedua pipi gadis dihadapannya itu.


"Jangan marah sayang!! Aku hanya tidak ingin pria lain menikmati wajah indahmu. Kau harus tau, kau itu milikku. Dan aku tidak mau membaginya dengan pria lain. Jadi aku mohon jangan cemberut seperti ini terus!!" Bujuk Seokjin yang langsung mengkecup kening istrinya itu.


Y/n lalu membuang nafas berat.


"Baiklah, Tuan Seokjin. Aku mengerti!! Jadi apa bisa kita pergi sekarang??" Tanya Y/n bangkit dari duduknya.


"Eoh, tentu. Sebaiknya kita pergi sekarang, karena teman-temanku sudah menunggu disana." Jawab Seokjin yang langsung mengandeng tangan istrinya itu.


Y/n pun hanya mengganggukan kepalanya, dan ikut pergi berjalan keluar bersama Seokjin.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2