Puisi

Puisi
Eps 33 Air hujan


__ADS_3

Keesokan harinya.


"Pah Aku berangkat kuliah dulu ya." Ucap Nayrin bersiap-siap pergi, dan hanya meminum segelas susu di meja makan.


"Kenapa harus terburu-buru Nay, Udah sini sarapan dulu bareng Papah, Mamah, dan Juga kola. "Ajak Ayahnya yang sedang sarapan saat itu.


"Gak deh Pah, Nayrin mau pergi ke Rumah temen dulu, ada tugas yang mesti Nayrin beresin sekarang, kalau gitu Nayrin pergi dulu ya, dah Papah." Jelasnya sembari pergi meninggalkan tempat itu tampa melirik ke arah 2 wanita di dekatnya.


"Nayrin, Kamu tidak menyapa Ibumu dan Kakakmu, Anak itu selalu saja begitu." Teriak Tuan Namjoon.


"Ah, udah Sayang-sayang. Gak papa ko, kita berdua udah terbiasa ko, iya kan Kola??" Ujar Nyonya Kola mencoba mencari simpati suaminya itu.


"Hemmm,,, (tersenyum paksa.) Iya ko Pah, gak papa." Sambung Kola.


Tuan Namjoon pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu melanjutkan sarapannya kembali.


.


.


.


.


.


.


Skip.


"Ko mendung ya, kayanya bakalan ujan deh. Gak bawa payung lagi." Ujar Nayrin yang saat itu sedang berjalan di samping jalan yang lumayan sepi. ( Tiba-tiba Hujan pun turun lumayan lebat.) " Aisss,, Hujan." Sambungnya yang langsung berlari ke sebuah sebuah pohon besar di samping jalan untuk berteduh.


"Mana sepi, gak ada Taxi lewat, hujan. Parah banget nasib Gw." Gumamnya sembari memeluk tasnya.


Dari kejauhan terlihat Sebuah mobil mewah pun berhenti di bahu jalan. Kaca mobil itu pun terbuka, terlihat sosok laki-laki yang ternyata adalah Seokjin.

__ADS_1


"Itukan Nayrin, sedang apa dia sendirian di jalan sepi seperti ini. sebaiknya Aku hampiri Dia saja." Ujarnya.


Seokjin pun turun dari mobil sembari membawa payung, dan berlari menghampiri Nayrin.


"Nayrin, sedang apa Kamu di sini??" Tanya Seokjin sesampainya disana sembari memayungi Nayrin.


Nayrin pun di buat terbelakak dengan kedatangan Seokjin secara tiba-tiba.


"Ngapain Kak Seokjin nyamperin Aku kemari." Cetusnya, yang langsung pergi meninggal Seokjin, tampa menghiraukan tubuhnya yang akan basah dengan hujan. Seketika Juga Seokjin pun langsung berlari dan menarik tangan Nayrin cukup kencang, sampai-sampai tubuh Nayrin pun terpental di pelukan Seokjin saat itu, dan tentunya Seokjin langsung memeluk erat tubuh Nayrin, payung yang ia pegang pun terlepas. Dan tubuh mereka pun seketika basah oleh hujan.


"Kak Seokjin ini apa-apaan sih, lepasin pelukan Kakak sekarang juga!!" Teriaknya Nayrin, seraya terus mencoba melepaskan pelukan Seokjin. Semakin Nayrin ingin berusaha melepaskan pelukan Seokjin, semakin kencang pula pelukan Seokjin pada Nayrin.


"Enggak Nay, Aku gak akan lepasin pelukan Aku, sebelum Kamu mau dengerin penjelasan Aku dulu."


"Enggak, Aku gak mau denger penjelasan apapun dari Kakak." Tegasnya Nayrin.


"Nay, Aku mohon!!" Rajuknya Seokjin yang terus memeluk tubuh Nayrin dan sesekali menciumi ujung kepala Nayrin.


Seketika Nayrin pun di buat luluh dengan Rengekan Seokjin saat itu, dan memilih diam saat itu di pelukan Seokjin.


Nayrin pun tak sanggup lagi membendung air matanya, ia pun akhirnya menangis di pelukan Seokjin saat itu juga, dengan di iringi hujan yang terus membasahi tubuh mereka berdua.


Seokjin pun akhirnya melepaskan pelukannya itu, dan memegang kedua pundak Nayrin, dengan tangannya. Ia pun melihat ke arah wajah gadis di hadapannya yang hanya menundukan kepalanya.


"Nay, Aku sama sekali gak bermaksud buat hianatin Kamu, semua ini terjadi begitu saja, perusahaan Kakekku bangkrut, dan Ayahmu memberikan bantuan pada Kakekku dengan syarat Aku harus bertunangan dengan Kakakmu. Jelas Aku berusaha untuk menolaknya, tapi di sisi lain Aku gak tega melihat Kakekku, akhirnya Aku menyetujui perjodohan itu." Jelasnya Jin panjang lebar.


Nayrin pun melihat ke arah Seokjin sembari tersenyum kesal.


"Lalu apa Kak Seokjin gak pernah mikirin perasaan Aku seperti apa,hah?? Apa Kak Seokjin gak tau gimana rasanya jadi Aku?? Hancur Kak, ketika Aku harus menyaksikan orang yang Aku cintai jadi milik orang lain. Kakak gak akan pernah tau." Tanya Nayrin, sembari terus meneteskan Air matanya.


"Nay, disini Aku cuman korban, Aku juga hancur, Aku tersiksa. Setiap malam yang ada pikirkanku itu cuman Kamu Nay, Aku selalu mencari cara agar pertunangan ini bisa gagal, Aku gak bermaksud buat nyembunyiin semua ini darimu, Aku hanya ingin menjaga perasaanmu saja, itu saja." Jelas Seokjin kembali.


"Tapi nyatanya apa?? Aku malah sakit hati dan kecewa." Ujar Nayrin dengan nada sedikit tinggi.


"Aku juga gak tau Nay, kalau pertungan ini malah di percepat tampa persetujuan dariku. Dan yang membuat Aku semakin hancur, ternyata Kamu adalah anak dari Tuan Namjoon. Plisss Nay, Kamu ngertiin posisi Aku. Aku janji bakalan selesaiin semua ini dan kita bisa sama-sama lagi." Bujuknya Sembari memegang kedua tangan Nayrin.

__ADS_1


"Ok, Aku bisa terima semua alasan Kakak sekarang. Dan Aku juga ngertiin posisi Kak Seokjin. Tapi semuanya udah terlambat Kak, Kola sekarang lebih berhak milikin Kak Seokjin ketimbang Aku. Dan Aku mohon Kak Seokjin jangan pernah berpikir buat tinggalin Kola demi Aku. Karna sama saja Aku ini seperti pelakor, lebih baik mulai sekarang kita berusaha buat hapus perasaan kita masing-masing. Aku yakin ko, seberjalannya waktu kita pasti bisa lupain semunya." Jawab Nayrin, yang langsung membalikan badan nya meninggalkan Seokjin.



"Nay, apa hanya sampai disini perasaanmu padaku?? Apa hanya Aku saja yang sangat mencintaimu?? segampang ini kah Kamu melupakan rasa cinta kita??" Teriak Seokjin


Nayrin pun seketika terhenti dari langkah kakinya, saat mendengar teriakan Seokjin, ia pun tak sanggup untuk menoleh ke arah Seokjin.


"Semua yang kamu katakan itu salah Kak, Aku sangat mencintaimu, Aku gak akan pernah sanggup buat lupain semua kenangan kita berdua. Tapi apa boleh buat takdir tak mengijinkan kita untuk bersama." Rintih dalam hati Nayrin, ia pun hanya bisa meneteskan Air matanya sembari melanjutkan langkah kakinya dan tak menghiraukan Seokjin di belakangnya.


***


Skip.


Di rumah Nayrin berada.


Seokjin pun sudah sampai di rumah itu untuk menemui Kola, ia pun sudah nampak mengganti pakaiannya yang basah,


Ting,,, Tong...


Bel rumah pun berbunyi.


"Nah, pasti itu Seokjin." Ujar Kola yang langsung berlari ke arah pintu depan.


Pintu rumah pun terbuka.


"Hay, Sayang udah sampai ya, buruan masuk di luar ujannya lebat banget!!" Ajaknya yang langsung menarik tangan Seokjin masuk ke dalam.


Sesampainya di dalam.


"Sayang Kamu duduk disini ya, biar Aku panggilin Bibi buat bikinin Kamu teh angat." Dan ketika Kola akan pergi tiba-tiba.


"Kola." Panggil Seokjin.


"Hemm,, Ya ada apa??" membalikan badannya.

__ADS_1


"Gimana kalau pertungan ini, kita akhiri sampai disini saja.??" Jelasnya dengan wajah datar.


__ADS_2