
POV Y/N
"Y/n, apa kau sudah bangun??"
Pesan terakhir Taehyung pagi ini.
mataku terbelakak saat membaca semua isi pesan darinya, aku baru menyadari ia terus menghubungiku semalaman, sedangkan aku malam itu sudah tertidur pulas.
Perasaanku seketika terasa sakit kembali di saat aku mencoba untuk membalas pesannya, mataku mulai berkaca-kaca, namun aku berhasil menahanya agar tidak jatuh.
Entah kenapa pikiranku saat itu ingin sekali bertemu denganya, rasanya aku ingin sekali memberinya kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang hampir hancur ini. Walau bagaimana pun saat ini aku sangat merindukannya.
Aku mencoba menguatkan hatiku, dan berniat untuk memperbaiki hubunganku bersamanya. Mungkin saat itu aku sudah keliru, karena telah membukakan hatiku untuk Seokjin.
Sebelum semuanya terlambat aku harus segera memperbaikinya, Seokjin hanyalah orang baru dihidupku. Sedangkan Taehyung, ia sudah lebih dari 5tahun bersamaku, jauh sebelum kami memutuskan untuk berpacaran.
Isi pesan:
Y/n:
Maaf semalam aku tertidur.
Apa hari ini kau ada waktu??
Bisa kita bertemu??
Taehyung:
Tentu, ketemu dimana??
Y/n:
Di cafe biasa saja.
Taehyung:
Baiklah, aku akan segera kesana.
Y/n:
Ne.
Setelah selesai membalas pesan dari Taehyung aku langsung bergegas untuk bersiap-siap pergi saat itu juga.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
POV AUTHOR.
1jam kemudian Y/n sudah sampai disebuah cafe. Ia duduk di salah satu kursi tamu, menunggu kekasihnya itu datang.
Hampir 30menit, Taehyung masih belum menampakan dirinya. Y/n terus menunggu walau rasa bosan sudah terlihat diwajahnya, sesekali ia mengecek ponselnya sekedar memastikan apakah Taehyung mengiriminya kabar.
Saat itu Y/n hanya menghelas nafas kesal karena tidak mendapatkan kabar dari Taehyung.
Maniknya pun tak sengaja menoleh kearah samping, dan melihat 2orang pria bertubuh besar sedang duduk dimeja, terlihat mereka sedang melirik kearahnya.
__ADS_1
Dengan cepat Y/n langsung kembali menoleh kelayar ponselnya, dan seketika perasaannya mulai tidak enak, ia merasa dua orang pria itu sedang memperhatikan dirinya.
Sesekali Y/n melirik dengan sudut matanya, sekedar ingin memastikan prasangka buruknya. Dan benar saja kedua pria itu terus memperhatikan Y/n sedari tadi.
"Mereka benar-benar sedang memperhatikanku, apa yang sedang mereka incar dariku?? Tuhan aku sangat takut." Gumamnya dalam hati.
Y/n mulai merasakan panik pada dirinya, tangannya tak henti-hentinya meremas rok yang ia kenakan, keringat dingin terus bercucuran di wajahnya. Seketika ia teringat dengan Taehyung.
"Taehyung, ya aku harus menelponnya sekarang." Gumam hatinya lagi.
Ia mengambil ponselnya dan langsung menelfon Taehyung. Beberapa kali Y/n menghubunginya, namun tak ada respon sama sekali.
Y/n mengusap kasar wajahnya, dan membuang nafas kesal.
"Sebenarnya kau itu dimana Taehyung?? Kenapa kau susah sekali di hubungi." Gerutunya.
Y/n kembali melirik kearah 2pria berwajah sangar itu, Mataya tercengang kembali, saat melihat kedua wajah pria itu semakin menatap aneh kearahnya.
Y/n memalingkan wajahnya sambil menelan singkat ludahnya. Ia mulai bangkit dari duduknya, dan langsung berjalan cepat meninggalkan tempat itu. Dan benar saja, Kedua pria itu langsung ikut bangkit dari duduk mereka, dan langsung pergi mengikuti Y/n.
Sesampainya diluar Y/n terus berjalan sambil sesekali menoleh kebelakang.
"Ya!! Mereka benar-benar mengikutiku, aku harus melarikan diri." Ucapnya dengan wajah ketakutan.
Kedua pria itu terus berjalan mengikuti Y/n dari belakang, sedangkan Y/n semakin mempercepat langkahnya.
Selang beberapa menit Y/n pun mulai panik, ia langsung berlari dengan kencang, kedua pria itu pun dengan sigap langsung mengejar Y/n saat itu juga.
"Apa mau mereka?? Kenapa mereka mengejarku?? Aku sangat takut, Taehyung kau dimana??" Rintih dalam hati Y/n yang terus berlari.
Saat ia terus berlari, tiba-tiba Y/n melihat celah untuk bersembunyi, dengan cepat ia langsung bersembunyi dibalik dinding itu.
Nafasnya sudah sangat sesak, akibat terlalu lama berlari, ia melihat-lihat sekeliling untuk memastikan pria-pria itu tidak menemukannya.
Seketika ia teringat dengan Seokjin.
"Seokjin, Ya. Aku harus menelfonnya." Ujarnya sambil mengambil ponselnya.
Dengan wajah penuh kepanikan, ia langsung menelfonnya.
Tutt.... tuttt..
"Ya, hallo Y/n ada apa??" Tanya Seokjin.
Kedua mata Y/n terbuka lebar, saat mendengar suara Seokjin.
"Seokjin, Seokjin." Jawab Y/n dengan terbata-bata karena merasa sangat ketakutan dan panik, sehingga ia tidak bisa berbicara dengan lancar.
"Y/n, kau kenapa?? Bicaralah yang jelas!!"
"Seokjin, Tolong aku!! Aku---."
Ucapan Y/n pun terpotong, karena dua pria itu berhasil membungkam mulut Y/n dengan sapu tangan bius, dan seketika y/n langsung tidak sadarkan diri.
Kedua pria itu langsung membawa Y/n kedalam mobil hitam milik mereka saat itu juga.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
Di tempat lain.
"Y/n kau kenapa?? Y/n!! Y/n apa yang terjadi padamu??" Teriak Seokjin saat tak mendapatkan jawaban dari Y/n.
__ADS_1
Seokjin pun mematikan ponselnya dengan satu tangan mengusap kasar rambutnya.
Raut wajahnya pun berubah panik.
"Y/n kau sebenarnya kenapa??" Gumamnya.
Tiba-tiba satu pesan pun masuk keponselnya.
Seokjin dengan cepat langsung membacanya.
0888++
Jangan terkejut!! Mayat istrimu sudahku mandikan.
Seketika mata Seokjin terbelakak, saat ia membaca pesan dari nomer ponsel yang tidak ia kenal.
Wajahnya memucat, kedua tangan nya langsung menggebrak meja kerjanya, ia terlihat sangat murka saat itu.
"Ya!! Siapa yang berani-beraninya menyentuh istriku. Tidak akan kumaafkan." Ujarnya penuh keamarahan.
Ia langsung bangkit dari duduknya, dan langsung menelfon seseorang.
"Hallo, aku butuh bantuanmu!!"
Seokjin kembali mematikan Ponselnya, dan langsung bergegas pergi dari tempat itu.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sebelumnya Taehyung sudah sampai di cafe tempat dimana Y/n akan bertemu dengannya.
Taehyung masuk kedalam cafe itu, dan melirik-lirik kesetiap bangku meja tamu disana untuk mencari Y/n.
Namun matanya tak berhasil menemukan kekasihnnya itu.
"Y/n kau ada dimana??" Gumamnya.
Tiba-tiba seorang pelayan cafe itu datang menghampirinya.
"Maaf tuan. Tuan sedang mencari siapa?? Tanya pelayan itu.
Taehyung tertegun dengan kedatangan pelayan itu.
"Aku sedang mencari seorang wanita, usianya sekitar 20tahunan, dia bilang akan menungguku dimeja nomer 2, tapi aku tidak melihatnya dimeja itu." Jelas Taehyung.
"Ah, apa ciri-cirinya berambut panjang, dan memiliki kulit putih." Jawab pelayan itu seperti mengetahuinya.
Kedua mata Taehyung terangkat.
"Ya, benar dia orangnya. Sekarang dia ada dimana??"
"Dia sudah pergi sekitar 15menitan yang lalu, karena sebelumnya ia sudah ada 1jaman di meja itu. Mungkin ia bosan dan memilih untuk pergi." Jelas pelayan itu.
"Ah, baiklah terimakasih sudah memberi tahuku."
Pelayan itu hanya tersenyum dan pergi meninggalkan Taehyung.
__ADS_1
Taehyung membuang nafas kasar sambil mengusap kasar wajahnya.
"Aku dalam masalah besar, kenapa aku harus lupa membawa ponselku?? Sudah tidak ada harapan lagi untukku bersamanya." Gerutunya sambil beranjak pergi dari tempat itu.