Puisi

Puisi
EPS 56


__ADS_3

POV AUTHOR.


Sudah 1 bulan berlalu. Rumah tangga Seokjin dan y/n berjalan dengan baik seperti biasanya.


...


Saat itu, jam 15:00 sore. Tepatnya di Gedung KSJ. Tempat dimana salah satu perusahaan milik Seokjin, yang kini sudah di pegang oleh Ayah tirinya.


Saat itu Seokjin terlihat sudah bersama Yoongi diruang kerja Manager.


Ya, Yoongi sudah hampir 1bulan menjabat sebagai manager diperusahaan tersebut.


Dan sungguh tak bisa dipungkiri. Yoongi benar-benar berbakat dalam bidang perkantoran. Siapa sangka Yoongi, si pria yang hanya lulus dibangku SMP itu, kini bisa dengan lihainya mengurus pekerjaan serumit itu.


Seokjin pun saat itu sangat tak menyangka dengan kerja keras Yoongi. Dia benar-benar takjub dengan kakak iparnya itu.


Mereka terlihat duduk berhadapan, dengan meja kerja sebagai penyekah.


"Jadi bagaimana?? Apa ayah tiriku berbuat macam-macam padamu?? Dan apa ayahku terlihat mencurigakan??" Tanya Seokjin memulai pembicaraan.


"Eoh, ayahmu sangat baik padaku. Bahkan aku tidak percaya bahwa dia orang yang licik, seperti apa yang telah kau katakan waktu itu padaku." Jawab Yoongi.


Seokjin pun sedikit tertegun, dengan satu alisnya yang terangkat.


"Maksudmu??" Tanya Seokjin.


Yoongi menarik nafas singkat, dan menatap intens kearah Seokjin.


"Aku rasa kau telah salah menilai ayahmu. Bagiku dia orang yang baik Seokjin. Bahkan dia benar-benar bekerja dengan amat baik. Eoh, atau kau coba saja untuk mencari taunya sendiri!! Jika kau ragu dengan pernyataanku ini!!" Jelasnya.


"Wae?? Kenapa aku yang harus mencari taunya sendiri?? Bukankah dari awal aku sudah memintamu untuk menyelidiki ayahku??" Tanya Seokjin kembali.


"Aku sudah bilang. Aku pikir kau sudah salah menilai tentang ayahmu. Dan kau sepertinya juga ragu dengan penjelasanku. Jadi sebaiknya kau cari tau sendiri!! Dan pertimbangkan kembali niatmu itu untuk menyingkirkan ayahmu!! Mungkin setelah kau mencari taunya sendiri, kau akan berubah pikiran Seokjin."


Seketika susasana pun dibuat hening, karena mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing. Hingga saatnya, Yoongi pun bangkit dari duduknya.


"Ya sudah Aku ijin pergi dulu!! Sebentar lagi rapat akan dimulai. Dan aku yakin kau bukan tipe orang yang egois." Tekan Yoongi diakhir kalimatnya. Ia lalu berjalan pergi sambil menepuk bahu Seokjin.


Seokjin pun saat itu hanya terdiam memataung. Ia seperti sedang berusaha mencerna setiap kata yang Yoongi ucapkan.


...


Flass back On


1bulan yang lalu, disebuah lestoran yang tak jauh dari perusahaan KSJ.


"Apa!! kenapa aku harus memata-matai ayahmu??" Teriak Yoongi bangkit dari duduknya.


"Yoongi-si. Aku mohon!! Aku benar-benar butuh bantuanmu." Bujuk Seokjin, yang juga ikut bangkit dari duduknya.


"Tapi kenapa aku harus memata-matai Ayahmu?? Apa ayahmu seorang kriminal, eoh??" Tanya Yoongi menatap tajam kearah pria dihadapannya itu.


Seokjin lalu membuang nafas jengah, lalu kembali duduk dikursinya.


"Bukan!! Ayahku bukan penjahat. Dan dia juga bukan ayah kandungku. Dia hanyalah ayah tiriku." Jelas Seokjin.


Yoongi tertegun. Seketika ia pun langsung kembali duduk, menatap adik iparnya itu.


"Wae?? Maaf aku tidak mengetahuinya. Lalu apa rencanamu?? Bisa kau ceritakan terlebih dahulu padaku, awal permasalahanmu!! Ya setidaknya aku butuh penjelesan yang jelas. Karena bagiku rencana ini cukup serius." Pinta Yoongi saat itu.


Seokjin menarik singkat nafasnya.


"Ayah kandungku meninggal saat usiaku baru 12tahun. Saat itu pun, aku hanya tinggal bersama Ibu dan Kakekku. Dan di saat usiaku sudah menginjak 15tahun, ibuku waktu itu memutuskan untuk pergi ke Jepang. Karena ia harus menjalankan bisnisnya disana. Lalu aku pun hanya tinggal berdua bersama kakekku saja. Ya, Kakekku?? Dialah orang yang sudah membesarkanku selama ini."

__ADS_1


Seketika Seokjin terhenti dari perkataannya. Ia seperti ragu untuk meneruskan perkataannya.


"Wae?? Kenapa berhenti?? Sudah Lanjutkan saja!! Aku akan mendengarkannya. Tenang saja, aku tidak akan membocorkannya pada siapapun." Ucap Yoongi, sembari menepuk bahu pria dihadapannya itu.


Seokjin pun lalu tersenyum sekilas, dan kembali melanjutkan ceritanya.


"Setelah aku lulus SMA, aku memutuskan untuk melanjutkan studiku ke Jerman. 2tahun penuh, aku menempuh pelajaran disana. Lalu kakekku menyuruhku kembali ke Korea, dan memintaku untuk menjalankan perusahaan yang ia berikan padaku saat itu. Dan perusahaan inilah yang pertama kali aku rintis."


"Waw, diusiamu yang semuda itu kau sudah menjalakan perusahaan sebesar ini. Benar-benar luar biasa." Ungkap Yoongi sambil menatap kagum kearah Seokjin.


"Hemm, Aku bekerja dengan sungguh-sungguh saat itu. Dan semuanya berjalan dengan baik. Dan saat usiaku sudah menginjak ke 25tahun, saat itu aku mendapat telfon dari ibuku. Dia bilang, dia akan kembali ke Korea. Mendengar hal itu, tentunya membutku sangat senang sekali. Karena pada akhirnya, aku akan bertemu degan ibuku yang sudah lama tidak kunjung pulang. Tapi kurasa itu hanya perasaanku saja, karena saat ibuku kembali. Seketika semuanya berubah."


"Berubah??" Tanya Yoongi penasaran.


"Semuanya berubah, ketika aku menyambut ibuku dibandara. Saat itu ia tidak datang sendirian. Melainkan ia datang bersama seorang pria seumurannya, dan juga seorang pria berusia lebih muda dariku."


"Siapa mereka??"


Seokjin lalu tersenyum paksa.


"Mereka adalah ayah, dan adik tiriku. Kau bisa bayangkan betapa hancurnya aku saat itu bukan?? Ketika aku harus menerima kenyataan, bahwa ibu yang selama ini aku tunggu-tunggu. Ternyata sudah menikah lagi diluaran sana dengan seorang pria beranak 1. Dan itu pun tanpa sepengetahuanku dan juga kakekku. Sedangkan aku?? Aku harus hidup bersama kakekku disini, tanpa mendapatkan kasih sayang dari orang tuaku." Tekan Seokjin, dengan sorot mata yang mulai memerah.


Dengan cepat Yoongi langsung mengusap punggung Seokjin dengan lembut. Mencoba menenangkan pria tampan itu yang kini mulai berkaca-kaca.


"Aku bisa merasakan rasa sakitmu itu, kau pasti sangat terluka karena dicampakan oleh ibumu sendiri." Ujar Yoongi.


Seokjin pun menurunkan wajahnya, dengan kedua tangan mengepal keras menahan sakit pada hatinya.


"Terimakasih karena sudah mengertikanku." Ucap Seokjin.


"Hemmm,, Tapi Jika boleh tau apa yang membuatmu mencurigai mereka?? Apa mereka berbuat jahat padamu??" Tanya Yoongi sedikit ragu.


"Awalnya mereka bersikap baik padaku. Dan aku pun meresponnya dengan baik juga. Namun seketika semuanya berubah ketika ayah dan adik tiriku mengenal Tuan Jung."


"Wae?? Siapa Tuan Jung itu?? Apa dia sudah mencuci otak ayah tirimu?? Dan kenapa Namjoon juga berubah padamu??"


"Lalu apa adik tirimu sampai sekarang masih bersikap sinis padamu??"


"Kurasa masih. Tapi semenjak kepulangan studinya di amerika 6bulan yang lalu, aku sudah jarang bertemu dengannya." Jelas Seokjin.


"Ayahmu?? Apa ayahmu masih bersikap aneh padamu??" Tanya Yoongi kembali. Ia benar-benar sudah seperti seorang reporter. Banyak sekali pertanyaan dalam benaknya saat itu.


"Kurasa dia sudah sedikit berubah. Dia juga jarang bertemu dengan Tuan Jung. Maka dari itu aku butuh bantuanmu. Bantu aku untuk mengawasinya!!" Pinta Seokjin, kembali menatap harap pada Yoongi.


Yoongi lalu menarik nafas singkat.


"Baiklah, kurasa sudah cukup kau menjelaskan masalahmu. Dan aku pun sudah tau alasanmu memintaku melakukannya. Jadi apa yang harus aku lakukan??"


Seokjin lalu tersenyum miring.


"Selidiki tentang ayah tiriku!! Apa dia berbuat curang selama bekerja disini!! Dan pastikan jika dia berbuat curang, kau langsung beri tahu aku!! Karena saat itu juga, aku akan langsung memecatnya disini." Tekan Seokjin.


Yoongi lalu mengangguk mengerti.


"Baiklah, aku akan mencobanya. Emm,, tapi apa Y/n tau tentang masalalu keluargamu??" Tanya Yoongi.


Dengan cepat Seokjin pun langsung menggelengkan kepalanya.


"Ani!! Dia tidak tau. Aku juga tidak berniat untuk menceritakannya padanya. Aku hanya tidak ingin membuatnya merasa terbebani dengan masalahku." Jelas Seokjin sembari tersenyum simpul.


"Hemm, Baiklah. Kurasa itu benar!! Adikku tidak perlu mengetahuinya." Sambung Yoongi.


Flass back Of

__ADS_1


...


.


.


.


.


Di tempat yang berbeda, Di lestoran Sansay. Yaitu tempat dimana Taehyung bekerja.


"Hoseok, kenapa Taehyung tidak kunjung masuk juga?? Ini sudah hampir 1bulan penuh dia mengambil cuti. Apa dia pikir lestoran ini milik neneknya??" Gerutu gadis bernama Sana itu.


"Aku juga tidak tau, tapi terakhir aku menelfonya. Dia bilang dia sedang pulang kerumah orang tuanya di Gosan." Jawab Hoseok sambil sibuk memberes-bereskan setumpukan piring.


"Wae?? Lalu kapan ia akan pulang?? Kau tau sendiri, lestoran kita mulai kewalahan karena Taehyung tidak ada. Cobalah kau telfon dia. Dan katakan untuk cepat kembali bekerja!!" Pinta Sana saat itu.


Hoseok pun terhenti dari pekerjaannya, dan menoleh kearah gadis disampingnya itu.


"Ne, kau benar!!"


Pria itu pun langsung merogoh saku celananya, untuk mengambil ponselnya. Lalu dengan cepat ia pun langsung menelfon sahabatnya itu.


Sepermenit Taehyung akhirnya mengangkat telfon darinya.


"Ya!! Taehyung-ah. Apa kau sudah pulang dari Gosan?? Kapan kau akan kembali bekerja??" Tanya Hoseok.


"Ne, aku baik-baik saja haha. Ja-jagan hawatir. Bukankah kau suka Y/n." Jawab Taehyung dengan nada parau.


Hoseok pun sedikit tertegun dengan jawaban Taehyung yang melantur itu.


"Wae?? Apa yang kau bilang, eoh?? Kau baik-baik sajakan??" Tanya Hoseok yang kini berubah hawatir, setelah mendengar perkataan sahabatnya itu.


"Taehyung-ah!! Ya!! Taehyung. Apa kau baik-baik saja, eoh?? Cepat jawab telfonku!! Taehyung!!" Teriak Hoseok yang semakin hawatir saat itu.


Sana yang melihat ekpresi Hoseok saat itu. Dengan cepat menatap penuh tanya, dan mendekat kearahnya.


"Wae?? Ada apa??" Tanya gadis itu.


Hoseok tak menghiraukan pertanyaan gadis tersebut. Pikirannya saat itu hanya langsung tertuju pada saat Taehyung menyebutkan nama Y/n.


"Apa Taehyung berbohong padaku?? Apa sebenarnya dia tidak pergi ke Gosan?? Aku yakin, pasti ini ada kaitannya dengan pertemuannya dengan Y/n saat itu. Kenapa aku bisa sebodoh itu." Gumam dalam hati Hoseok saat itu.


"Hoseok-ah!! Kau kenapa??" Tanya Sana kembali.


Pria itu masih tak merespon pertayaan gadis disampingnya itu. Ia malah langsung dengan cepat mengambil jaket, dan kunci motornya .


"Maaf sana, aku ijin pergi dulu sekarang. Akan kujelaskan nanti. Sekarang aku benar-benar harus pergi." Ujar Hoseok yang langsung pergi tergesa-gesa saat itu meninggalkan sana.


"Ya!! Jung Hoseok." Teriak Sana dengan raut wajah kebingungan.


...


30 menit kemudian, Hoseok sudah sampai di depan apartemen Taehyung, dengan nafas yang tersengal-sengal karena berlari dengan tergesa-gesa dari area parkiran tadi.


Saat itu juga, ia tanpa ragu langsung memencet kode pintu Taehyung dengan raut wajah yang benar-benar panik.


Keringat basah memenuhi wajahnya saat itu, menunggu pintu itu terbuka.


Seperdetik pintu itu pun akhirnya berhasil terbuka. Dan seketika itu juga, mata dan mulut Hoseok terbuka lebar-lebar. Ia tersontak hebat, ketika melihat sosok Taehyung saat itu.


"Taehyung-ah." Teriak Hoseok yang langsung berlari kearah Taehyung.

__ADS_1


...


Bersambung...


__ADS_2