Puisi

Puisi
EPS 15 AJARI AKU!!


__ADS_3

POV Y/N.


Saat itu Seokjin berlari menghampiriku


"Aku minta maaf." Ucap Seokjin menarik tanganku saat aku mencoba menghindarinya.


Aku membuang nafas kasar, dan membalikan wajahku kearahnya


"Apa hanya kata maaf saja yang bisa kau katakan untuk menyesali perbuatanmu itu Seokjin? Terlalu sering kau meminta maaf tapi kau juga yang mengulang kesalahanmu kembali. Kau itu egois. Kau tak pernah memikirkan perasaan orang lain." Gerutuku mencoba meluapkan semua kemarahanku padanya.


Aku menatap geram kearahnya, sedangkan ia hanya terdiam dan hanya menundukan kepalanya.


"Maka dari itu. Tolong ajari aku untuk berubah!!" Ucapnya menatap sayu kearahku


Seketika tatapan mataku yang sebelumnya geram perlahan menghilang. Aku hanya memiringkan kepalaku dengan satu halis terangkat.


"Maksudmu??" Tanyaku kebingungan.


"Ya, Ajari aku mulai dari sekarang, agar aku tidak menjadi orang yang egois lagi." Jawab Seokjin tersenyum.


Aku langsung membuang nafas panjang. Mataku melihat kekanan dan kekiri karena merasa bingung harus memberi jawaban apa padanya. Setelah beberapa detik terdiam. Aku pun kembali menatap kearahnya.


"Baiklah. Tapi dengan satu syarat!!" Tawarku.


Mata Seokjin pun seketika membulat menatapku. Lalu memiringkan kepalanya dengan tangan menyedekap di dadanya.


"Syarat. Apa syaratnya??"


"Syaratnya Aku mau makan!! Perutku sudah keroncongan sekali sedari tadi." Ucapku sedikit manja sembari mengayun-ngayunkan tangan Seokjin yang masih memegang tanganku.


Seokjin pun setika tertegun.


"Ya!! Hentikan ekpresimu itu!!" Suruhnya melepaskan tanganku dan memalingkan wajahnya dariku.


Aku melihat pipinya berubah memerah.


"Kim Seokjin, kenapa wajahmu memerah??" Tanyaku dengan polos.


"Ah, Tidak. Aku hanya tidak bisa melihatmu bertingkah seperti tadi." Jelasnya tampa melihat kearahku.


"Kenapa??" (Mengangkat kedua halisku)


"Tingkahmu itu jujur menggemaskan." Ucapnya dengan nada rendah.


Seketika akupun tertegun dengan ucapannya itu.


"Hey Seokjin-ah. Aku itu memang menggemaskan sedari dulu. Hanya saja kau baru menyadarinya." Ujarku mencoba menutupi rasa maluku.


"Ya!! Rasa percaya dirimu itu terlalu tinggi." (Menyangkal)


Aku hanya berdecak.


"Baiklah, kalau begitu cepat kita pergi!! Aku sudah lapar sekali."


"Baik-baik kita pergi sekarang. pantas saja hari ini kau seperti Banteng kerasukan." Ledek Seokjin terkekeh.


"Ya!! Sembarangan kau bicara. Lalu bedanya apa dengan sikapmu tadi?? Kau sendiri seperti Induk ayam yang baru bertelur. Galak sekali." Ledekku kembali.


"Sudahlah Y/n. Jika kita seperti ini terus. Yang ada kita malah akan bertengkar kembali seperti tadi. Sebaiknya kita pergi saja mencari makan bagaimana??" Ujarnya tersenyum.

__ADS_1


Aku pun hanya menganggukan kepalaku sembari tersenyum lebar. Aku dan Seokjin pun pergi ke dalam mobil saat itu juga.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


POV AUTHOR.


Di tempat berbeda.


Taehyung datang ke lestoran tempat


Y/n dan Hoseok bekerja. Ia datang bersama wanita yang sebelumnya pernah bersamanya waktu kemarin.


Hoseok lalu membalikan badannya kearah Taehyung, dan melihat seorang wanita di samping Taehyung.


"Eoh, Y/n tidak masuk hari ini. Lalu siapa wanita disampingmu itu??" Tanyanya menatap penasaran.


"Eoh, Kau penasaran siapa wanita cantik disampingku ini??" Canda Taehyung terkekeh.


Wanita di samping Taehyung pun hanya tersenyum pada Hoseok tampa memperkenalkan dirinya siapa.


"Apa kau berselingkuh dari Y/n??" Bisik Hoseok ketelinga Taehyung.


Kedua mata Taehyung pun berubah Membulat.


...


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


POV Y/N.


Kembali keceritaku dengan Seokjin yang sudah menemukan tempat makan yang aku cari setelah berkeliling cukup lama.


"Ya!! kenapa kau membawaku kemari??" Tanya Seokjin kebingungan.


"Memangnya kenapa?? Aku mau makan disini??" Jawabku dengan santai.


"Aku tidak mau makan disini." Tegas Seokjin berhenti dari langkahnya.


Aku memutarkan bola mataku, mendengus kesal dengan tingkah Seokjin.


"Kau bilang ingin berubah bukan?? Disini aku akan mengajarimu cara menghargai uangmu. Cepatlah ikut aku masuk kedalam!!" Paksaku menarik tangannya.


Seokjin pun tak berkata apa-apa dan hanya menuruti kemauanku.


Sesampainya didalam.


Aku duduk bersampingan dengannya dan sudah di suguhkan dengan semangkuk kuah kerang hijau.


"Y/n, Makanan ini tidak higenis. Kau akan sakit jika memakannya." Ujar Seokjin menatap aneh kearah mangkuk dihadapannya.


"Tidak, Buktinya aku masih hidup sampai saat ini. Kau mencoba membodohikukan karena kau tak mau memakan, makanan orang-orang kalangan bawah ini." Cetusku menyipitkan mataku kearahnya.


"Tidak, bukan begitu maksudku. Hanya saja aku belum pernah makan di tempat seperti ini." Jelasnya.


"Aku akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padamu setelah kau memakan kerang ini. Jadi sekarang kau cicipi satu kerang ini saja ya, Aku mohon!!" Bujukku


(Menatap manis)


Seokjin seperti tak tega jika harus menolak permintaanku dan ia pun akhirnya mau melakukannya untukku.


"Baiklah, hanya satu suapkan??" Ucapnya terpaksa.


Aku pun tersenyum lebar, dan menganggukan kepalaku. Aku mulai mengambil daging kerang itu dan menyuapkannya ke mulut Seokjin.


"Aaaaaaa- Buka mulutmu."


Seokjin seperti ragu untuk membuka mulutnya, dan lama-lama mulutnya pun mulai terbuka, dan satu suapan pun berhasil masuk kemulutnya.


Seokjin mengunyah pelan daging kerang itu, ia seperti sedang merasakan sedikit- demi sedikit rasa daging kerang itu, lalu menelannya. Seketika ia terdiam dan menoleh kearahku.


"Y/n-ah." panggilnya.


Aku pun berdeham menatap kearahnya.


Seokjin hanya memutar-mutarkan bola matanya. Dan sempat diam beberapa detik sembari mengetuk-ngetuk atas meja dengan jari-jarinya.


"Aku- Aku mau lagi!!" Ucapnya tersenyum lebar.


Mataku yang sedang menatapnya dengan fokus, seketika buyar olehnya. Aku pun tertawa gemas dengan sikapnya itu.


"Sudah kubilang, kerang ini enak dan tak akan membuatmu mati Seokjin." Terkekeh dan mencubit kedua pipi Seokjin dengan gemas.

__ADS_1


Aku dan Seokjin pun tertawa bersamaan saat itu. Aku pun langsung menyuapi Seokjin kembali saat itu, karena saat itu Seokjin belum tau cara mengupas kerang hijau itu.


__ADS_2