Puisi

Puisi
EPS 49 TERPAKSA


__ADS_3

POV AUTHOR.


"Taehyung, mulai sekarang aku mohon lupakan perasaamu itu!!"


Pinta Hoseok setibaknya diruangan Taehyung dengan tiba-tiba.


Taehyung menatap bingung sahabatnya itu. Ia lalu memiringkan kepalanya sambil mengkerutkan keningnya. Seakan tak mengerti dengan ucapan sahabatnya itu.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Di waktu yang sama di rumah Seokjin berada.


Saat itu pasangan pasutri itu sudah sampai dirumahnya beberapa jam yang lalu. Dan sudah terlihat duduk di sebuah ruang tamu bersama Enwoo. Tapi suasana terlihat sedikit berbeda, karena saat itu terdapat beberapa polisi yang juga ikut serta bersama mereka.


Tak butuh waktu lama, Enwoo pun segera mengeluarkan berbagai berkas-berkas hasil penyelidikannya selama beberapa bulan yang lalu. Ia pun meletakan berkas-berkas tersebut disebuah meja yang berada dihadapan semua orang.


Semua manik tertuju pada berkas tersebut. Enwoo yang saat itu sudah menyadarinya. Ia pun langsung saja mulai menjelaskannya pada pasangan suami istri itu yang sedari tadi sudah penuh dengan tanda tanya.


"Hyung, aku rasa kasus ini akan segera selesai jika aku menunjukan sebuah foto ini pada Y/n Nuna." Ucap Enwoo yang terlihat langsung berubah serius dalam pembicaraannya.


Seokjin dan Y/n pun sedikit kebingungan dengan perkataan Enwoo barusan. Jujur saja mereka memang belum mengerti dengan apa yang Enwoo maksud.


"Maksudmu foto itu?? Dan apa hubungannya dengan Y/n??" Tanya Seokjin sambil menatap penasaran pada saudaranya itu.


Tampa basa-basi Enwoo langsung memberikan selembar foto itu ketangan Y/n. Dan dengan cepat Y/n pun langsung mengambil selembar foto itu untuk ia lihat.


Y/n hanya terdiam saat melihat seseorang dalam foto itu. Ekpresi wajahnya pun seketika berubah datar.


Tampa perlu menunggu jawaban Y/n, Enwoo pun mulai angkat bicara kembali.


"Itu adalah foto orang dibalik penculikan istrimu Hyung. Dialah orang yang memerintahkan kedua pria itu untuk menculik Y/n Nuna." Jelas Enwoo menatap kearah Seokjin.


Seketika manik Seokjin dan Y/n pun menatap terkejut ke arah Enwoo.


"Benarkah??" Tanya Seokjin memastikan dengan mata yang masih membulat.


Enwoo menganggukan kepalanya pada Seokjin.


Y/n masih terdiam tampa kata.


"Siapa pria tua ini?? Kenapa aku tak mengenalnya?? Apa ini hanya sebuah permainan?? Tapi Aku kira yang menculikku saat itu adalah Solbin. Tapi kenapa malah pria tua ini yang menculikku?? Dan jika benar pria tua ini yang menculikku. Ada masalah apa dia denganku??" Gumam dalam hati Y/n yang terus penuh dengan tanda tanya.


Seketika lamunan Y/n pun buyar, saat ia mendengar seseorang sedang memanggil-manggil namanya.


"Y/n kenapa kau malah diam hemm?? Enwoo sedari tadi bertanya padamu. Kau kenapa sayang??" Tanya Seokjin sambil memegang salah satu bahu gadis disampingnya.


Y/n sempat tertegun kaku dengan pertanyaan suaminya itu. Dengan cepat ia pun langsung menoleh kearah Enwoo yang sedang menatapnya bingung.

__ADS_1


"Eoh maaf Enwoo-na, aku sedikit tidak fokus. Maaf barusan kau mau membicarakan apa??" Tanya Y/n dengan wajah sedikit gugup.


Enwoo lalu tersenyum sekilas, dan mulai kembali bicara.


"Ah, tidak masalah Nuna. Aku bisa memakluminya. Jadi begini. Setelah sekian lama kami mencoba terus mengintrogasi kedua pria itu. Akhirnya mereka bersedia untuk memberi tahu kami tentang siapa yang telah memerintahkan mereka. Dan mereka pun memberikan sebuah foto itu kepada kami, dan mereka hanya bilang orang didalam foto itu adalah orang yang sudah memerintahkan mereka, dan--."


"Kenapa mereka hanya memberikan foto itu?? Dan kenapa mereka tidak menjelaskannya secara langsung??" Tanya Seokjin yang tiba-tiba memotong perkataan Enwoo.


Y/n lalu sedikit menepuk bahu suaminya itu.


"Seokjin biarkan Enwoo menyelesaikan penjelasannya!! Sudah simpan dulu pertanyaanmu itu, lebih baik kita dengarkan dulu penjelasan Enwoo sampai selesai." Tegur Y/n sedikit menekan.


Seokjin sedikit memalingkan wajahnya dari istrinya dan kembali menatap tajam sodaranya itu.


Y/n saat itu tak menghiraukan suaminya yang sedang terlihat kesal. Ia pun menoleh kembali kearah Enwoo.


"Enwoo-na silahkan lanjutkan perkataanmu!!" Sambung Y/n.


"Terimakasih Nuna." Jawab Enwoo tersenyum sekilas.


"Dan setelah kami mencari dan mendatangi kekediaman orang dalam foto itu, kami di buat terkejut. karena saat kami sampai dirumahnya, kami di suguhkan dengan pemandangan pria tersebut sudah tergelangtung di sebuah tali yang mengikat lehernya. Dan dipastikan pria itu mati bunuh diri." Jelas Enwoo.


"APA BUNUH DIRI??" Jawab kedua pasutri itu terkejut bukan main.


Enwoo sedikit tersontak dengan pertanyaan kedua orang dihadapannya itu.


Y/n sempat berdecak kesal. Sedangkan Seokjin langsung mengusap wajahnya dengan kasar.


"Kenapa dia bisa bunuh diri?? Dan kenapa masalah ini malah terasa semakin rumit??" Tanya Seokjin kembali dengan ekpresi yang masih sama kesalnya.


"Eoh, aku belum selesai menjelaskannya Hyung, jadi aku mohon dengarkan penjelesanku kembali." Pinta Enwoo sedikit menekan.


"Jadi setelah kami selesai menyelidiki tempat TKP, kami pun mendapatkan sebuah surat yang tak jauh dari posisi korban. Dan maaf kami sudah membacanya terlebih dahulu. Dan isi surat itu sepertinya untuk Y/n Nuna. Sebaiknya Nuna segera membaca surat ini!! Agar kami dapat segera menyimpulkan kasus ini." Pinta Enwoo sembari memberikan surat berwarna putih itu kepada Y/n.


Y/n pun langsung mengambil surat itu, dan tampa berlama-lama ia pun langsung membaca isi surat tersebut.


Isi surat:


Salam maaf dariku


Park Jinyoung.


...


"Park Jinyoung??" Gumam gadis itu setelah selesai membaca isi surat tersebut.


Seketika ia pun terdiam kembali, mencoba mencerna setiap kata dalam surat tersebut. Jujur saja ia saat itu sungguh tidak mengerti dengan semuanya. Karena sudah jelas-jelas Y/n memang tidak mengenal pria tua itu.


Tampa gadis itu sadari, surat itu sudah diambil alih oleh Seokjin saat dirinya sedang terdiam bingung.


Seokjin pun langsung membaca surat tersebut dengan teliti. Dan saat ia sudah selesai membaca surat itu, Seokjin lalu membuang nafas kasar sambil meremas rambutnya frustasi.


"Apa ini bisa dibilang bukti?? Bisa saja seseorang telah membunuh pria tua ini, dan membuat karangan cerita dengan surat ini agar kita semua terkecoh dan percaya begitu saja." Gerutu Seokjin pada Enwoo.


Enwoo saat itu tak menghiraukan perkataan Seokjin terlebih dahulu. Ia malah lebih fokus kearah Y/n yang sedari tadi terus mematung tampa kata.


"Kita akan segera mendapatkan jawabannya Hyung. Jadi aku mohon bersabarlah dulu!! Biarkan Nuna menjelaskannya pada kami siapa pria itu!!" Pinta Enwoo.


"Jadi bagaimana?? Apa Nuna mengenal pria itu?? Dan apakah Nuna pernah terlibat masalah??" Sambungnya lanjut bertanya pada Y/n, dan terkesan sedikit mengintrogasi.


Y/n menoleh pelan kearah Enwoo sembari menarik nafasnya panjang-panjang.


"Aku mengenalnya." Jawab Y/n.


Dan tentunya sontak membuat semua manik disana melihat kearahnya dengan tatapan terkejut, termasuk Seokjin.


"Bisa Nuna jelaskan??" Pinta Enwoo antusias.


Y/n lalu mengangguk pelan.

__ADS_1


"A--aku pernah terlilit hutang cukup besar padanya. Dan saat itu. A--aku tidak bisa membayarnya karena bunganya terlalu besar. Mungkin itulah alasan mengapa dia ingin menculikku." Jelas Y/n sedikit gugup.


Seokjin lalu membuang nafas lelah, dan langsung memegang salah satu tangan Y/n dengan lembut.


"Benarkah?? Kenapa kau tak mengatakannya sejak awal padaku sayang?? Mungkin, jika kau mengatakannya padaku, semua ini tidak akan terjadi padamu." Tanya Seokjin.


"A-aku rasa itu tidak penting, karena itu adalah hutangku Seokjin. Dan aku tidak mau merepotkanmu." Jawab gadis itu tampa mau melihat wajah suaminya itu.


Disisi lain Enwoo mulai bicara kembali.


"Baiklah jadi sudah bisa disimpukan pria itu memang ada masalah dengan Y/n Nuna. Jadi bagaimana Pak polisi apa kasus ini bisa dibilang selesai??" Tanya Enwoo pada salah satu polisi disana.


"Baiklah tuan Enwoo. Jadi setelah kami mendapatkan keterangan dari Nyonya Y/n, kami dapat memastikan bahwa kasus ini sudah selesai. Dan masalah tersangka yang meninggal itu, kami juga sudah bisa memastikan bahwa beliau mati murni karena bunuh diri. Karena kami tidak menemukan bukti-bukti yang menunjukan tersangka mati karena pembunuhan berencana saat di TKP. Dan untuk kedua pria yang sudah kami tahan, kami akan melakukan tindakan hukum lebih lanjut." Jelas ketua polisi saat itu.


Enwoo lalu mengangguk mengerti, dan pandangannya langsung tertuju pada pasangan pasutri dihadapannya.


"Jadi bagaimana Hyung?? Nuna?? Kasus ini sudah dinyatakan selesai. Jadi mulai sekarang kalian tidak perlu lagi hawatir. Dan masalah hutang Nuna pada pria itu, nanti Nuna bisa membicarakannya pada keluarga tersangka." Ujar Enwoo sambil membereskan berkas-berkasnya kedalam koper hitam berbentuk kotak.


Seokjin pun langsung tersenyum senang, dengan cepat ia langsung menoleh kearah polisi disampingnya.


"Terimakasih banyak pak polisi karena sudah berusaha membantu kasus ini dengan baik. Aku sangat senang karena sekarang kasus ini bisa terselesaikan dengan lancar." Ujar Seokjin.


"Sama-sama. Baiklah Tuan Seokjin, dan juga Nyonya Y/n kami mohon pamit dulu, karena kami masih harus menyelesaikan tugas kami. Tuan Enwoo sampai jumpa dikantor polisi nanti. Kami permisi." Ucap petugas kepolisian itu yang langsung pergi bersama gerombolannya.


Seokjin, Enwoo dan juga Y/n saat itu langsung berdiri dan membukukkan badannya sebagai tanda hormat mereka.


Dan setelah punggung polisi itu sudah tidak terlihat Enwoo lalu kembali bicara pada Seokjin.


"Hyung, mulai sekarang biarkan istrimu untuk bebas keluar kembali!! Karena kasus ini sudah dinyatakan selesai. Kau tak perlu hawatir lagi tentang keselamatan Nuna." Pinta Enwoo sembari memasukan kedua tangannya kedalam saku celana.


"Eoh, tentu saja. Aku juga sangat berterimakasih padamu Enwoo-na. Terimakasih untuk semuanya." Balas Seokjin sambil menepuk bahu sodaranya itu.


Enwoo membalas dengan sebuah senyuman lebar dibibirnya.


"Sama-sama. Kalau begitu aku masuk dulu kekamarku. Beristirahatlah sekarang!! Aku rasa Nuna sedang kelelahan. Lihatlah!! Wajahnya terlihat sangat pucat sekarang." Ujar Enwoo yang langsung berlalu pergi kekamarnya.


Seketika Seokjin langsung menatap wajah istrinya itu, dan benar saja wajah Y/n memang terlihat pucat saat itu. Dengan cepat Seokjin langsung memegang kedua bahu istrinya dan membawanya duduk kembali disofa.


"Kau kenapa?? Apa kau sakit??" Tanya Seokjin khawatir.


Y/n hanya menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku tidak sakit. Aku hanya lelah, aku ingin istirahat Seokjin." Jawab gadis itu mencoba tersenyum.


"Eoh maafkan aku sayang. Aku sampai lupa kitakan baru saja pulang dari liburan. Kenapa aku sampai lupa dengan keadaanmu." Ujar Seokjin yang langsung memeluk tubuh istrinya itu.


Y/n hanya terdiam dan menenggelamkan wajahanya kedalam pelukan suaminya itu.


...


POV Y/n


Maafkan aku Seokjin, lagi-lagi aku sudah membohongimu. Aku tau yang menculikku itu bukan pria tua itu, dan aku sungguh sangat yakin jika Solbin ada dibalik semua ini. Tapi aku belum ada bukti yang kuat untuk memastikannya. Aku takut dugaanku salah saat ini. Tapi aku juga yakin saat aku disekap di gubuk itu. Aku seperti mendengar suara Solbin. Ya walaupun aku baru bertemu dengannya tapi aku bisa mengenali suaranya.


Maafkan aku terpaksa berbohong padamu. Karena jika aku mengatakan bahwa aku tak mengenal pria tua itu. Kau pasti tidak akan mengijinkanku untuk keluar kembali. Sedangkan saat ini aku harus segera menyelesaikan masalahku bersama Taehyung.


Aku berjanji pada diriku sendiri. Aku akan segera mungkin untuk menyelesaikan masalahku bersama Taehyung. Dan akan hidup tentram bersamamu Seokjin. Aku harap keputusanku ini adalah jalan yang terbaik untuk semuanya. Dan aku juga berjanji akan mencari tahu sendiri masalah penculikanku ini.


Solbin kau pikir aku adalah orang yang bodoh?? Kau mau bermain-main denganku?? Akan kupastikan kau lah yang akan mendekam dipenjara.


...


POV AUTHOR.


Setelah cukup lama berpelukan akhirnya Seokjin melepaskan pelukannya itu dan kembali menatap istrinya.


"Kau tau, aku sempat berpikir bahwa yang menculikmu itu adalah Solbin. Ternyata aku sudah berprasangka buruk padanya." Ujar Seokjin tersenyum senang.


Y/n lalu membalas senyuman Seokjin.

__ADS_1


"Eoh, benarkah? Kenapa kau bisa berpikir bahwa Solbin yang sudah menculikku??" Tanya Y/n penasaran.


Bersambung...


__ADS_2