
POV AUTHOR.
Di tempat berbeda Hoseok berada di sebuah apartemen milik Taehyung. Mereka terlihat sedang asik menyantap makanan dan beberapa minuman di atas meja.
"Taehyung." Panggil Hoseok.
Taehyung hanya berdeham sambil sibuk meneguk minumannya.
"Aku merasa akhir-akhir ini Y/n banyak terdiam, dan sering melamun saat bekerja, Kau tau sendirikan Y/n itu orangnya Aktif tak mau diam, bahkan dia itu sudah seperti preman, Tapi apakah kau tau dia kenapa??" Tanya Hoseok penasaran.
Taehyung melihat kearah Hoseok.
"Wae?? kau serius, Kenapa dia seperti itu??" Tanya Taehyung.
Hoseok hanya mengangkat kedua bahunya, sebagai jawaban ia tidak mengetahuinya.
Taehyung membuang wajahnya lalu menarik nafasnya panjang-panjang sembari mengusap wajahnya cemas.
"Justru itu, Aku tidak tau dia kenapa, Aku pikir Y/n bercerita padamu, Tadinya Aku berniat menanyakannya padamu." Ujar Taehyung.
"Aku tidak tau." Menggelengkan kepalannya.
Taehyung menghelas nafas singkat.
"Tapi Aku juga merasakan perubahan sikap
Y/n akhir-akhir ini, Ia sering bersikap manja padaku, dan terus mengucapkan kata cintanya padaku, seakan-akan ia takut kami akan berpisah." Jelasnya pada Hoseok.
"Apa kau sudah coba untuk menghubunginya??" Tanya Hoseok kembali.
"Sudah, tapi dia belum membacanya, dan sepertinya ponselnya sedang tidak aktif.(Membuang nafas kasar, dengan kedua tangan yang menarik atas rambutnya ke belakang.) Aghhhh,, Ini semakin membuatku cemas." Sambungnya.
Hoseok mencoba menenangkan sahabatnya itu dengan cara menepuk-nepuk punggung Taehyung.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kembali ke Tempat Y/n dan Seokjin yang masih berada di tempat Jungkook.
Sudah hampir 1jam Seokjin duduk di sofa sambil memainkan game di ponselnya, menunggu Y/n selesai dimake over oleh teman satu sekolahnya itu.
Ya Jungkook dulu adalah adik kelasnya Seokjin. Namun mereka saat itu berada dalam satu grup basket yang sama dan membuat mereka menjadi akrab sampai sekarang.
Walaupun Jungkook dulu suka dengan basket, ternyata ia juga mempunyai keahlian lain, yaitu merancang busana.
Setelah lulus sekolah, Jungkook berkuliah dan mengambil jurusan Tata busana, dan setelah lulus dari kuliahnya, ia langsung mencoba membuat butiknya sendiri, dan tentunya ia berhasil dan sudah sukses menjadi Desainer sekaligus pemilik salon kecantikan termewah di Korea Selatan sampai saat ini.
...
.
.
.
.
Taklama kemudian Jungkook pun keluar dari ruangan itu, dan langsung menghampiri Seokjin.
"Seokjin Hyung, Kau sangat beruntung memilih pasangan." Ucapnya tersenyum.
Seokjin mengangkat kedua halisnya, lalu bangkit dari duduknya.
"Aku tak menyangka, di balik penampilan Y/n yang sangat sederhana, terlihat aura kecantikan yang sangat alami pada dirinya saat sedang ku make over, dan saat sudah selesai ku Make over, auranya makin terpancar, seketika Aku dibuat jatuh cinta padanya Hyung." Pujinya sembari mengelengkan kepalanya dan terus tersenyum kepada Seokjin.
Seokjin menyipitkan matanya ke arah Jungkook, dengan salah satu tangan yang masuk ke dalam saku celananya.
__ADS_1
"Kau sedang bicara apa?? Aku tak mengerti??" Ucapnya Memiringkan kepalanya.
Jungkook menarik nafas lelah.
"Sudahlah, lebih baik kau lihat saja sendiri!!
Y/n, keluarlah!!." Panggilnya saat itu.
Y/n pun keluar dari ruangan itu mengahampiri Seokjin dan Jungkook.
Tak bisa di pungkiri Seokjin seketika terkesima melihat penampilan Y/n, Terlihat jelas dari tatapan matanya saat melihat Y/n.
Seokjin tak hentinya menatap Y/n saat itu, matanya menyapu setiap inci penampilan
Y/n.
"Seokjin, Aku sudah selesai. Bisakah kita pergi sekarang!!" Ucap Y/n, sesampainya dihadapan Seokjin.
Seokjin masih belum tersadar.
"Ya cantik." Gumamnya tampa sadar.
Kedua halis Y/n pun terangkat, memiringkan kepalanya menatap aneh kearah Seokjin.
"Wae?? Barusan kau bilang Aku cantik." Ucap Y/n Menunjuk dirinya sendiri.
Seokjin setika sadar dengan ucapannya, dan langsung memalingkan pandangannya dari
Y/n, Ia mengusap wajahnya karena merasa salah tingkah.
"Ah, tidak. Kau salah dengar, Sudahlah sebaiknya kita pergi sekarang juga!!" Jelasnya Mencoba melemparkan pembicaraan.
Jungkook melihat kearah Seokjin.
"Tidak Hyung, jelas-jelas tadi kau bilang Y/n cantik." Saut Jungkook, yang membuat Seokjin tertegun kembali.
Y/n pun menyedekapkan kedua tangan di dadanya, menatap puas kearah Seokjin.
"Mengakui kecantikanku saja susah sekali, kenapa tidak jujur saja, itu tidak akan membuatmu miskinkan Kim-Seokjin." Cetusnya.
"Mungkin Seokjin Hyung malu mengakuinya dihadapanku Y/n. Karena sebelumnya dia belum pernah bersama wanita saat sedang bersama teman-temannya." Sindir Jungkook terkekeh.
Wajah Seokjin pun berubah merah, ia terlihat sedikit salah tingkah.
Y/n lagi-lagi menatap jahil kearah Seokjin.
Jungkook hanya berdeham, dan tersenyum pada Y/n.
"Ya sudah, sepertinya semuanya sudah selesai. Terimakasih banyak karena sudah membantuku hari ini!! Kalau begitu aku pergi dulu sekarang. Sampai jumpa lagi." Jelas Seokjin tersenyum sambil menepuk bahu Jungkook lalu pergi.
Jungkook pun hanya memandangi temannya itu dengan mengeleng-gelengkan kepalanya, tersenyum lebar melihat tingkah Seokjin yang terlihat jelas malu-malu.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
POV Y/N.
1Jam kemudian Aku dan Seokjin sudah sampai, Aku keluar dari dalam mobil, dan saat aku melirikan mataku, seketika pandanganku terpanah saat melihat sebuah rumah sangat mewah berada di hadapanku.
Mata dan mulutku terbuka lebar.
"Rumah yang sangat besar dan indah,Seokjin kenapa kita kesini?? Tunggu apa ini rumah Orang tuamu??" Ocehku saat itu.
Seokjin hanya berdeham dan berjalan kecil menuju rumah itu, Aku pun hanya berdecak kesal karena hanya mendapat jawaban singkat darinya, lalu memilih mengikutinya dari belakang.
Sesampainya di depan pintu, Seokjin pun membukakan pintu rumahnya, dan melangkah masuk kedalamnya.
Baru beberapa langkah, Aku pun terhenti, Seokjin yang sudah lebih dulu melangkah jauh, seketika terhenti saat menyadari aku tidak ada didekatnya, Ia pun langsung membalikan badanya dan kembali menghampiriku.
__ADS_1
"Kenapa kau malah diam disini?? Ayo kita masuk kedalam!!" Ajaknya.
Aku hanya menudukan kepalaku.
"A-aku takut." Ucapku merasa gugup.
Seokjin hanya mengangkat satu alisnya.
"Takut?? Takut kenapa??" Tanyanya kebingungan.
"Aku takut, keluargamu tidak menyukaiku." Jawabku.
Seokjin menyeringai ke arahku.
"Ku kira kau tak takut apapun. (Terkekeh) Sudahlah tak perlu hawatir, keluargaku itu orang baik semua." Jelasnya dan kembali berjalan.
Aku pun memasang wajah cemberut, daj kembali melangkah mengikuti Seokjin dari belakang.
...
.
.
.
.
.
.
.
Beberapa detik kemudian Aku dan Seokjin berhenti di sebuah ruangan keluarga, yang di sana terlihat seorang Kakek tua yang duduk di kursi roda, dan sepasang suami istri yang duduk bersampingan.
Seokjin menoleh ke arahku seperti memberi kode untuk rencananya, Aku pun mengerti dengan maksudnya.
Tak kusangka saat itu ia langsung menggandeng tanganku, dan tentunya membuatku tercengang.
Aku melirik kearah tanganku yang sedang Seokjin gandeng, kami pun pergi berjalan mendekat pada keluarganya.
Sesampainya di sana, sungguh tak dapat kupercaya.
Belum juga Seokjin memperkenalkanku pada mereka, aku sudah disambut hangat oleh mereka, dan tentunya membuat rasa gugupku hilang dengan sekejap.
"Seokjin, apa ini calon istrimu??" Tanya seorang wanita seumuran ibuku, yang sedang memegang kedua bahuku dengan ekpresi yang sangat bahagia terlihat di wajahnya.
"Ya, dia sangat cantik, jauh dari dugaanku, Ayo sebaiknya ajak dia duduk terlebih dahulu." Sambung seorang pria yang kukira itu adalah ayah Seokjin.
Aku pun duduk di samping Wanita itu, dan disusul Seokjin yang juga ikut duduk disampingku saat itu juga.
Terlihat wajah Seokjin memerah kembali, ia terus mengusap pundaknya, entah apa yang sedang ia rasakan saat ini, tapi aku merasa saat ini dia sedang gugup.
Baru beberapa detik Aku duduk, Seorang Kakek tua datang menghampiriku.
Ia berdiri tepat di hadapanku, menarik lembut kedua tanganku, membuatku sedikit terkejut.
Aku lalu bangkit dari dudukku, dan berdiri bersama kakek tua itu.
"Y/n, Berjanjilah padaku!! Kau akan menerima Seokjin cucuku dengan sepenuh hati. Bahagiakan dia, Cintai dan sayangi dia. Di sisa usiaku yang tinggal menunggu waktu kematianku, Aku ingin melihat Kalian bersama." Kata Kakek itu.
Perkataan Kakeknya itu terasa sangat dalam, dan membuatku merasa bersalah karena saat ini harus berbohong padanya.
Aku menelan singkat ludahku.
"Maaf, Tu-tuan. Sebelumnya, bukan maksudku lancang, tapi kenapa Tuan ingin Aku yang menjadi istrinya Seokjin?? Maksudku, Kenapa dari sekian banyaknya wanita, Aku yang Tuan pilih, padahal di luaran sana, lebih banyak wanita yang jauh lebih baik dariku, Aku hanya orang miskin Tuan." Tuturku sedikit gugup.
Aku hanya melihat Kakeknya hanya tersenyum simpul kepadaku.
"Aku memilihkan pasangan untuk Seokjin tidak asal pilih Y/n-ah. Aku memilihmu dengan pertimbangan yang sangat matang. Mungkin kau tak menyadarinya, Saat kau sering datang ke perusahaanku untuk membawakan makan siang pada kakakmu. Aku sering memperhatinmkanmu dari kejauhan, terlihat kau sangat menyayangi Yoongi dengan tulus, bukan saat ini saja Aku memperhatikanmu, tapi di saat kau masih memakai seragam Sekolah, aku sudah tau tentang dirimu Y/n, 3Tahun lamanya Kau setia mengantarkan bekal untuk kakakmu, sampai saatnya, Aku penasaran dengan kepribadiamu lalu menanyakannya pada Yoongi. Saat itu Yoongi menceritakan semua tentang dirimu padaku, ia sangat bangga mempunyai adik sepertimu. Dan disanalah Aku makin menyukaimu, dan berniat menjodohkan mu dengan cucuku, dan sekarang keingiinanku terkabul sudah, walaupun itu juga dengan sedikit paksaan." Jelasnya panjang lebar bagiku saat itu.
Aku dan Seokjin pun saling menoleh ke arah wajah kami masing-masing secara bersamaan, mata kami pun saling beradu satu sama lain, saat mendengar penjelasan kakeknya.
...
...
...
...
...
...
...
__ADS_1
...
❤Makasih ya buat kalian yang udah mau mampir ke cerita aku..😘😘 terus lanjut baca ya.