Puisi

Puisi
EPS 47 KECEWA


__ADS_3

POV AUTHOR.


Keesokan harinya. Y/n dan Seokjin sudah terbangun dari tidur mereka, dan terlihat sudah bersiap-siap untuk segera pulang.


Mereka juga sudah siap mengepak barang-barang mereka kembali kedalam koper mereka.


Awalnya mereka ingin berlibur lebih lama lagi disini. Tapi semalam Seokjin mendapatkan telfon dari Enwoo untuk memintannya segera pulang, karena ada hal penting yang ingin disampaikan Enwoo secara langsung padanya. Dan akhirnya Seokjin pun terpaksa menyetujuinya untuk segera pulang.


Ia terlihat sudah mengenakan kemeja panjang berwarna abu. Dan membuatnya semakin terlihat tampan dan elegan. Tapi itu sudah menjadi ciri khasnya sehari-hari, karena penampilannya memang seperti itu.


Ia lalu menghampiri Y/n yang sudah selesai mengepak barang, lalu mengkecup hangat kening istrinya.


"Sudah selesai?? Kalau begitu kita pergi sekarang saja??" Ajak Seokjin sembari mengelus kepala Y/n.


"Eoh, ayo!! Aku juga ingin segera pulang, aku sudah sangat penasaran dengan apa yang ingin Enwoo bicarakan." Jawab Y/n tersenyum.


"Emmm baiklah, aku juga sama penasarannya. Semoga ini kabar yang baik untuk kita."Tutur Seokjin yang langsung mengambil kopernya dan mengandeng istrinya keluar kamar.


mereka lalu pergi untuk menuju mobil mereka yang terparkir cukup jauh di area hotel tempat mereka menginap.


...


.


.


.


.


.


.


.


Setelah berjalan cukup jauh, karena posisi kamar mereka yang berada di lantai 10 paling atas. Akhirnya mereka sudah sampai di parkiran, tiba-tiba Seokjin terhenti dari langkahnya. Ia seperti mencari sesuatu.


"Kau kenapa Seokjin?? Kenapa berhenti??" Tanya Y/n menatap bingung.


Seokjin terus mencari-cari benda disetiap saku celananya dengan wajah sedikit panik.


"Haisss, sepertinya kunci mobilku tertinggal didalam. Kenapa aku bisa seceroboh ini." Ujar Seokjin membuang nafas kesal.


"Eoh, kalau begitu kau ambillah dulu!! Aku akan menunggumu disini." Suruh Y/n dengan santai.


"Tidak, jika aku kembali kesana akan sedikit lama. Lalu kau bagaimana?? Aku tidak bisa meninggalkanmu, aku takut sesuatu terjadi lagi padamu." Tegas Seokjin penuh hawatir.


Y/n lalu terkekeh.


"Kau tak perlu berlebihan seperti itu! Lihatlah didepan kita ada penjaga keamanan. Jika ada seseroang yang ingin mencelakaiku aku tinggal minta tolong padanya. Jadi pergilah aku akan menunggumu disini." Bujuk Y/n sembari menunjuk kearah penjaga tersebut.


Seokjin lalu melihat kearah penjaga keamanan itu, dan kembali melihat kearah Y/n dengan wajah masih ragu.


"Kau benar akan baik-baik sajakan??" Tanya Seokjin masih dengan kehawatiran.


Y/n hanya menggangguk mantap dan meyakinkan suaminya itu yang sudah kepalang protektif padannya.


Dengan berat hati akhirnya Seokjin menyetujui permintaan istrinya itu. Ia membuang nafas berat sembari mengusap pipi Y/n dengan lembut.

__ADS_1


"Baiklah, tapi kumohon tetaplah disini dan jangan kemana-mana. Aku akan segera kembali." Pinta Seokjin lalu berlari kedalam hotel kembali


"Ne." Jawab Y/n.


Setelah Seokjin sudah pergi, ia lalu duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari parkiran untuk menunggu Seokjin kembali. Dan baru saja ia duduk tiba-tiba.


"Y/n-si."


Panggil seseorang dari arah belakangnya. Dan sontak panggilan itu membuat gadis itu terkejut karena baginya suara itu tidak asing.


Dengan cepat Y/n langsung membalikan badannya, dan benar saja ia lebih terkejut dari sebelumnya saat melihat sosok pria yang berada tepat dibelakangnya.


"Hoseok-ah." Sebutnya dengan mata yang membulat sempurna.


Hoseok lalu memeluk sahabatnya itu dengan gembira. Tak lupa Y/n juga membalas pelukan sahabatnya itu. Tak bisa dipungkiri sepasang sahabat itu sangat saling merindukan saat ini.


Tak lama kemudian mereka duduk bersama dikursi tempat sebelumnya Y/n duduk.


"Kenapa kau ada disini??" Tanya Y/n.


"Yang harusnya bertanya seperti itu aku Y/n. Jelas aku ada disini karena sebuah pekerjaan. Lalu kau sendiri kenapa ada disini??" Tanya Balik Hoseok.


Seketika wajah Y/n berubah murung. Jujur saja ia merasa bingung harus menjawab apa.


Sempat terdiam sesaat. Ia lalu menatap kembali sahabatnya itu dengan tatapan sendu.


"Hoseok-ah." Panggilnya dengan nada gemetar.


"Hemm,, kau kenapa?? Wae?? Matamu berkaca-kaca. Apa kau sakit??" Tanya Hoseok sedikit panik.


Y/n hanya menjawab dengan sebuah gelengan, ia terus mencoba menahan agar air matanya tidak jatuh.


"Aku tau saat ini kau sedang tidak baik-baik saja. Dan kau juga menghilang selama dua bulan kau kemana Y/n? Ah maaf aku malah menanyakannya diwaktu yang tidak tepat." Ujar Hoseok menatap hawatir sahabatnya itu.


Y/n lalu melihat kembali kearah sahabatnya itu.


"Hoseok, jika aku menceritakan semuanya padamu, apa kau akan membenciku?? Jujur saja sejak terakhir kau menelfonku aku ingin sekali menceritakannya padamu. Tapi rasa takutku selalu menghalangiku untuk menceritakan semuanya padamu." Ucap Y/n yang saat itu berhasil membuat Hoseok kebingungan.


"Wae?? Ceritakan saja padaku!! Sebisa mungkin aku akan mencoba mengerti keadaanmu. Aku sahabatmu, kita sudah berteman cukup lamakan?? Jadi apa salahnya jika kau ceritakan semuanya padaku!!" Pinta Hoseok sembari memegang tangan Y/n.


Y/n lalu membuang nafas berat, mencoba mengumpulkan semua keberaniannya untuk sekedar mengucapkan kata.


"Aku sudah menikah."


Kata yang dikeluarkan gadis itu sontak berhasil membuat sahabatnya itu tersontak kaget bukan main, namun dengan cepat Hoseok langsung bersikap normal kembali agar Y/n mau menceritakannya lebih jelas lagi.


"Kenapa?? Kenapa kau bisa menikah Y/n?? Dan kenapa pernikahanmu begitu mengejutkan?? Aku masih belum percaya. Apa ini hanya sebuah lelucon??" Tanya Hoseok masih tak percaya.


"Tidak Hoseok!! Semua ini benar, aku sudah menikah." Tegas Y/n.


"Wae??"


"Semua terjadi begitu saja Hoseok, Aku juga tidak menyangka semua ini akan terjadi padaku." Rilih


Y/n yang mulai terisak dalam tangisannya.


Hoseok pun merasakan sesak pada nafasnya seakan ia masih tak percaya dengan apa yang sudah sahabatnya katakan padanya. Hoseok yang tak tega melihat sahabatnya itu menangis akhirnya ia mencoba menenangkan sahabatnya itu dengan mengusap punggungnya.


"Sudah jangan menangis!! Sekarang apa kau bisa jelaskan semuanya padaku!! Jujur aku masih belum percaya dengan kenyataan ini." Bujuk Hoseok.

__ADS_1


Y/n lalu mengusap air matanya dan mulai menceritakan semuanya pada Hoseok.Tak ada yang ia tutup-tutupi, dari awal permasalahannya hingga berujung sampai akhirnya Y/n mencintai sosok pria yang kini sudah menjadi suaminya.


Setelah Y/n selesai menceritakan semuanya.


Hoseok lalu mengusap wajahnya dengan kasar, ia benar-benar tak percaya dengan apa yang sudah terjadi pada sahabatnya itu.


"Y/n kenapa kau bisa bertingkah sebodoh itu?? Apa kau tak memikirkan perasaan Taehyung hemm?? Dia benar-benar tersiksa olehmu. Dan lebih parahnya lagi, keluargamu juga menutupi kebenaran sebesar ini. Aissss, Taehyung pasti akan merasa sangat terhianati dengan semua ini. Aghhhhrrr ini benar-benar menyakitkan untuknya." Gerutu Hoseok penuh kekecewaan dan rasa hawatir pada sahabatnya itu.


"Maafkan aku Hoseok, maafkan aku. Hiks,, hiks. Aku mohon jangan salahkan keluargaku!! Mereka tidak tau apa-apa. Akulah yang meminta mereka untuk menutupi semuanya." Rintih Y/n dengan tangisan yang semakin pecah.


"Tapi apa yang kau buat Y/n. Kenapa kau tak memberitahu Taehyung sejak awal!! Jika saja kau menceritakan semua padanya, dan lebih terbuka lagi pada kami. Mungkin pernikahanmu itu tidak akan pernah terjadi. Dan tentunya hati Taehyung tidak akan terluka, tidak!! Bukan terluka lagi, dia akan sangat hancur jika mengetahuinya." Ujar Hoseok penuh penekanan.


"Aku tau Hoseok. Taehyung pasti akan terluka olehku. Justru itu alasan kenapa aku tidak berani untuk mengatakannya. Aku tidak sanggup untuk melihatnya terluka olehku."


"Tapi nyatanya apa?? Kau malah membuatnya semakin tersiksa Y/n. Sedangkan kau seenaknya berbahagia di atas penderitaannya hemm?? Dan lebih parahnya lagi kau lebih memilih pria itu yang jelas-jelas baru kau kenal. Dan kau melupakan Taehyung yang sudah jelas-jelas menemanimu dari dulu. Dimana hatimu Y/n?? Kau seakan lupa dengan perjuangan Taehyung." Tekan Hoseok kembali dan membuat tangisan gadis itu semakin pecah.


"Lalu aku harus bagaimana?? Aku juga tidak ingin semuanya terjadi padaku!! Apa kau fikir aku bahagia dengan keputusanku?? Apa kau fikir aku tidak tersiksa dengan semua ini?? Aku juga mencintai Taehyung, bohong jika aku dengan mudahnya melupakannya setelah apa yang sudah kita lewati bersama selama ini. Aku akui hatiku memang sudah terbagi, aku terjebak dengan perasaanku sendiri." Rintih Y/n terus menangis tersedu-sedu.


"Jika benar kau masih mencintai Taehyung, lalu kenapa kau tak meninggalkan pernikahanmu yang baru seumur jagung itu??" Tanya Hoseok penuh penekanan.


"Karena Taehyung juga berselingkuh dariku. Dan disaat aku memberi kesempatan untuknya, aku malah diculik. Dan aku berusaha menelfonnya berulang-ulang kali, Tapi dia sama sekali tidak mengangkat telfonku dariku. Apa kau tau?? Saat itu aku sangat ketakutan." Jelas Y/n gemetar dengan nada sedikit tinggi.


"Eoh itu juga salahku, maafkan aku karena mungkin kesalah pahamanmu itu berawal dari ucapanku?? Dan kenapa kau bisa di culik?? Dan siapa orang yang sudah menolongmu??" Tanya Hoseok terkejut.


"Hemm,, Dia adalah orang yang kini menjadi suamiku. Dia lah orang yang sudah menolongku. Dia juga terluka demi menyelamatkanku, dia menangis saat melihatku terluka. Dan apa aku harus tega meninggalkannya disaat ia sudah berkorban untukku?? Katakan Hoseok aku harus bagaimana hahhhh?? agar semuanya kembali seperti dulu."


"Tapi Y/n saat itu Taehyung tidak berselingkuh darimu, dia hanya dijebak. Dan asal kau tau saat itu dia tidak membawa ponselnya karena tertinggal di apartemennya, dan dia juga mencarimu dilestoran tempat kalian akan bertemu. Dia juga sangat frustasi saat melihat panggilan tak terjawab darimu, dia sangat tersiksa." Jelas Hoseok.


"Benarkah?? Ahh,, sudahlah mungkin disini memang aku yang pantas disalahkan. Aku benar-benar sudah menghianati dua pria sekaligus. Bukankah aku adalah wanita yang jahat hemm?? Aku benar-benar wanita bodoh." Pekik Y/n yang terus menangis tak henti-hentinya.


Hoseok merasa terperangkap dalam sebuah pilihan. Saat itu Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia bingung harus berpihak pada siapa karena Y/n dan Taehyung adalah sahabat dekatnya. Rahangnya seketika mengeras menahan kekecewaan sekaligus prihatin dengan sahabat wanitanya itu.


"Semua keputusan ada pada dirimu Y/n. Aku hanya berharap kau tidak akan melukai kedua pria itu. Segeralah kau selesaikan masalahmu bersama Taehyung, temui dia dan beri tahukan semuanya padanya. Memang ini akan sangat menyakitkan untuknya. Tapi aku juga sudah tidak sanggup lagi jika harus melihatnya menderita terus menerus seperti ini, dia juga berhak bahagia. Mungkin kenyataan ini akan membuatnya hancur berkeping-keping tapi setidaknya dia tidak akan lagi berharap padamu. Dan masalah suamimu aku harap dia bisa menjagamu dengan baik. Aku pergi dulu, jaga dirimu Y/n." Ucap Hoseok berjalan pergi sambil menepuk bahu sahabatnya itu yang masih menangis duduk dikursi.


Terlihat wajah Hoseok penuh dengan keamarahan tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berharap agar kedua sahabatnya itu bahagia tampa menyakiti satu sama lainnya.


Saat Hoseok sudah tidak terlihat.


Y/n terus menagis sejadi-jadinya. Nafasnya begitu sesak perasaan sakit dan sesal yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. Ia terus menyalahkan dirinya sendiri, kenapa ia harus bersikap bodoh seperti ini.


Tak lama kemudian tiba-tiba sosok pria berlari panik menghampirinya dan langsung memeluk erat tubuhnya.


"Y/n kenapa kau ada disini?? Aku mencarimu di area parkiran, kau tau aku sangat mencemaskanmu." Ujar Seokjin penuh kehawatiran.


Y/n hanya terus menangis, ia tak menghiraukan pertanyaan suaminya yang jelas-jelas sangat menghawatirkannya.


Seokjin lalu melepaskan pelukannya dan menekuk kedua pipi gadisnya itu yang sudah dibanjiri air mata. Seokjin lalu menatap cemas.


"Sayang kenapa kau menangis hemm?? Kau kenapa?? Apa ada seseorang yang ingin mencelakaimu?? Haisss sudah kubilang---"


"Aku tidak papa." Potong Y/n mencoba tersenyum pada suaminya itu.


Seokjin lalu memegang kedua bahu wanitanya itu dengan tatapan penuh tanya.


"Lalu kau kenapa hemm??"


"Aku menangis bahagia Seokjin. kau tau?? Aku barusan bertemu dengan sahabatku dulu yang pernah kuceritakan padamu. Aku sangat bahagia bisa bertemu dengannya disini." Jawab Y/n terpaksa berbohong.


"Lalu kenapa kau menangis seperti ini?? Kau seperti menangis karena sedih Y/n. Apa kau sedang berbohong padaku??

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2