
POV AUTHOR.
"Lalu kenapa kau menangis seperti ini?? Kau seperti menangis karena sedih Y/n. Apa kau sedang berbohong padaku??" Tanya Seokjin penuh kecurigaan.
Gadis itu pun seketika melirikkan bola matanya kekanan dan kekiri seakan sedang mencari sebuah jawaban yang tepat agar suaminya itu tidak curiga padanya.
Seokjin mengangkat kedua alisnya seakan meminta jawaban pada istrinya yang sempat terdiam dengan pertanyaannya.
Y/n menatap kembali suaminya dengan rasa gugup yang berusaha ia tutupi. Ia lalu menelan ludahnya dalam-dalam dan mulai berkata kembali.
"A-aku serius Seokjin. Aku benar-benar senang sekaligus sedih. Aku sedih karena baru saja bertemu dengannya, tapi sekarang dia harus kembali lagi keluar negeri. Padahal aku masih sangat merindukannya. Kau taukan Taeyeon?? Dia. Dia sahabat yang pernah ku ceritakan padamu!! Apa kau lupa??" Jelas Y/n yang tarpaksa kembali lagi mengarang cerita.
Wajah Seokjin yang saat itu menatap datar istrinya seketika berubah menjadi senyuman hangat. Ia langsung menarik kepala Y/n dalam dekapannya.
"Aku percaya padamu sayang. Maafkan aku sudah berfikir yang macam-macam padamu tadi, dan juga sempat mencurigaimu." Ungkap Seokjin sambil mengkecup pucuk kepala istrinya.
Y/n hanya membalas dengan anggukan sembari menenggelamkan wajahnya pada bidang dada suaminya itu. Dengan sedikit tetesan air mata yang masih tersisa di pelipis matanya ia menahan luka dan juga sesal pada hatinya.
"Maafkan aku, maafkan aku telah berbohong padamu Seokjin. Aku terpaksa melakukannya. Maafkan aku." Rintih dalam hati gadis itu penuh bersalah. Tangannya pun tak terasa meremas baju Seokjin dengan kencang karena menahan sesak pada dirinya.
Seokjin pun saat itu merasakan remasan tangan Y/n pada punggungya. Ia lalu melepaskan pelukannya, dengan kedua ibu jarinya yang mengusap air mata yang menetes dipipi istrinya itu dengan lembut.
"Sudah jangan menangis lagi!! Nanti jika kau ingin bertemu dengannya lagi, kita bisa pergi menemuinya. Untuk apa aku mempunyai jet pribadi jika kita tidak bisa mengunakannya??" Ucap Seokjin dengan santai.
Tapi berbeda dengan gadis dihadapannya. Ia seakan terlihat kaget dengan mata dan mulut yang terbuka lebar, saat mendengar suaminya itu yang mengatakan mempuyai jet pribadi.
"Sayang kenapa denganmu?? Kenapa ekpresimu seperti orang kaget hemm??" Tanya Seokjin sedikit menahan tawanya, karena jujur saja ekpresi Y/n saat ini sangat lucu baginya.
Y/n yang sempat tertegun akhirnya tersadar dan langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Ah tidak!! Aku hanya kaget saja dengan ucapanmu barusan. Apa kau serius?? Sejak kapan kau mempunyai jet pribadi?? Kenapa aku tidak mengetahuinya??" Tanya Y/n dengan wajah polosnya.
Seokjin lalu terkekeh gemas dengan pertanyaan yang dilontarkan istrinya itu. Dengan cepat Seokjin langsung menyedekapkan kedua tangan didadanya, dengan dagu yang sedikit ia tegakkan.
"Apa kau tidak tahu?? Kau itu sangat beruntung menikahiku sayang. Aku bukan hanya seorang pria yang sangat tampan diseluruh dunia ini. Tapi aku juga adalah seorang pria terkaya di korea selatan. Apapun bisa aku miliki, karena uangku tidak akan pernah habis. Dan apa kau tidak tahu?? Diluaran sana ribuan wanita, bahkan miliyaran wanita sudah mengantri ingin menjadi istriku." Jelas Seokjin sedikit menyombongkan dirinya.
Tidak bisa dipungkiri Seokjin memang adalah salah satu pengusaha muda yang kini telah berhasil menduduki perusahaan terbesar dikorea selatan saat ini. Bahkan ia sudah membuat cabang perusahaannya di jerman, ada kemungkinan nanti ia akan tinggal dijerman untuk mengelola perusahaan barunya itu. Maka tidaklah aneh bagi seorang Kim Seokjin jika dia bisa memiliki jet pribadi.
Tapi berbeda dengan gadis yang kini sudah menjadi istrinya itu. Ia terlihat kaget dan sedikit tak percaya diri saat mengetahui suaminya itu benar-benar seseorang yang sangat kaya raya. Bagaimana pun Y/n hanyalah seorang gadis biasa, dia lahir dari keluarga kurang mampu. Ini seperti mimpi baginya. Bisa mendapatkan seorang suami yang tampan dan juga kaya raya. Tapi bukan semua itu yang membuat gadis itu sedikit takjub dengan sosok Seokjin. Melainkan ia takjub dengan kebaikan dan kasih sayang Seokjin yang tulus padanya. Ya walau pun awal pertemuan mereka sedikit tidak baik.
Setelah Y/n mendengarkan ucapan suaminya yang sedang menyombongkan dirinya. Y/n lalu menatap malas suaminya itu dengan menarik salah satu ujung bibirnya.
"Ya!! Kalau begitu kenapa kau harus menikah denganku jika kenyataannya banyak wanita cantik yang sudah menunggumu diluaran sana?? Apa kau mau istrimu ini dibenci oleh mereka??" Cetus Y/n.
Seokjin langsung mengelengkan kepalanya.
"Tidak. Karena aku sudah memiliki satu wanita pujaan hatiku, dan itu kau Y/n. Aku tidak peduli dengan wanita-wanita diluaran sana. Walaupun mereka kaya, berpendidikan tinggi, dan tentunya lebih cantik darimu. Aku akan tetap memilihmu." Ungkap Seokjin sambil memegang kedua pipi istrinya itu.
__ADS_1
"Wae?? Aku hanya wanita biasa. Aku juga tidak pandai berdandan. Bahkan aku hanya seorang pelayan lestoran sebelum menikah denganmu." Tanya Y/n gugup, dengan wajahnya yang sudah memerah karena malu. jujur saja ia tak menyangka suaminya akan mengatakan hal itu, karena dalam pikirannya saat itu, Ia sangat takut jika Seokjin akan memberikan jawaban yang membuatnya sakit saat itu.
"Berhentilah merendahkan dirimu sendiri!! Mau kau itu orang miskin, Dan hanya seorang pelayan lestoran. Dan aku juga tau kau memang tidak pandai berdandan, tapi bagiku kau adalah wanita tercantik walaupun kau hanya mengoleskan lipstik merah muda dibibirmu saja, Aku akan tetap mencintaimu. Karena bagiku kau itu istimewa. Kau yang sudah membuatku lupa tentang---."
Tiba-tiba saja Seokjin menghentikan ucapannya, dengan wajah yang berubah panik.
Y/n yang menyadari tingkah aneh suaminya itu lalu menatap heran kearahnya.
"Tentang apa Seokjin??" Tanyanya penasaran.
Seokjin lalu tersadar dari kediamannya, dengan cepat ia langsung bersikap normal kembali agar Y/n tak curiga padanya.
"Ah, tidak. Itu tidak penting sayang. Kalau begitu kita pulang saja sekarang ayo!! Aku sangat lelah, kita bicarakan dirumah saja bagaimana??" Ajak Seokjin mencoba memalingkan pembicaraan.
Y/n saat itu juga tidak terlalu mempedulikannya, karena pikirannya sedang hancur akibat pertemuannya dengan Hoseok barusan.
Ia pun lebih memilih menyetujui ajakan Seokjin untuk pulang, ketimbang harus terus menanyakan tentang ucapan Seokjin barusan.
Tapi bisa dipastikan pria tampan itu memang sedang menyembunyikan sesuatu dari istrinya itu, tapi entah apa yang ia sembunyikan. Mungkinkah masalalunya?? Entahlah tidak ada yang tau.
Seokjin dan Y/n pun lalu pergi saat itu juga menuju mobil mereka, dengan tangan Seokjin yang merangkul bahu istrinya sepanjang jalan.
Di tempat yang berbeda.
"Ada hal penting yang ingin kubicarakan nanti!!" Ucap Hoseok mengakhiri telfonya saat itu.
Setelah selesai menelfon Hoseok langsung menaiki motornya untuk kembali ketempat kerjanya dengan wajah penuh kehawatiran.
Diruang kerja Taehyung.
"Baiklah" Ucap Taehyung mematikan telfonya.
"Siapa yang menelfonmu??"
"Hoseok. Dia bilang ingin bicara hal penting padaku, mungkin masalah pekerjaan." Jelas Taehyung.
"Eoh, pekerjaan. Memangnya kenapa?? Apa lestoran kita mendapatakan masalah??" Tanya gadis itu yang sedang duduk diruang kerja Taehyung. Siapa lagi dia kalau bukan Sana. Gadis yang kini sudah bekerja menggantikan posisi Y/n sebagai pelayan lestoran.
"Ah bukan!! Lestoran kita tidak mendapatkan masalah apapun malah lebih baik dari sebelummya, semuanya aman terkendali. Mungkin Hoseok hanya ingin mengeluh karena aku sering memerintahkannya dengan alasan-alasanku yang tak jelas." Jawab Taehyung dengan senyuman singkat diakhir katanya.
Sana lalu mengangguk mengerti. Ia lalu melihat kembali kearah Taehyung.
"Apa kau sedang putus cinta?? Eoh maaf, bukan maksudku ingin ikut campur pada urusan pribadimu. Hanya saja aku tak sengaja sering melihatmu melamun dengan tatapan kosong. Dan aku juga pernah melihatmu menitihkan air mata saat kau sendirian. Sebenarnya kau kenapa?? Apa kau ada masalah??" Tanya Sana sedikit gugup. Jujur saja ia sering melihat atasannya berprilaku seperti itu, dan membuatnya penasaran dan ingin menayainya.
Taehyung lalu tercengang dengan pertanyaan gadis dihadapanya itu. Ia sedikit menaikan salah satu alisnya menatap datar gadis dihadapannya itu. Tapi tatapan itu bukan tatapan sebuah kemarahan, melainkan ia sedang menetralisir ucapan gadis itu yang memang benar kenyataannya. Dengan cepat Taehyung langsung mengubah tatapan datarnya menjadi sebuah senyuman simpul. Lalu tangannya segera menyedekap diatas meja kerjanya.
Ia sedikit menurunkan wajahnya.
__ADS_1
"Ah, kau benar. Saat ini aku memang sedang kehilangan gadis yang sangat aku cintai. Dia sudah menghilang selama dua bulan, aku sangat merindukannya saat ini. Aku juga sangat hawatir jika dia sedang tidak baik-baik saja saat ini. Aku takut dia sakit, atau pun dalam kesulitan disana. Aku memang sering melamun dan menitihkan air mata, kau benar Sana!! Tapi itu semua terjadi begitu saja. Disaat aku sangat benar-benar merindukannya dan mengingat semua kenangan bersamanya, tampa aku sadari air mataku jatuh dengan sendirinya. Ah, aku memang lemah jika menyangkut tentangnya." Jelasnya dengan sendu.
Saat Taehyung menyadari kembali keberadaan Sana dihadapannya, dengan cepat ia merubah kembali ekpresinya untuk tegar kembali dihadapan Sana yang saat ini sedang menatapnya prihatin.
"Ah maaf aku malah bercerita padamu!! Seharusnya aku tidak melakukannya." Sambung Taehyung tersenyum paksa.
"Eoh tidak. Kau tenang saja, aku tidak keberatan jika kau mau menceritakannya padaku. Anggap saja aku temanmu, aku akan sangat senang jika kau mau berbagi denganku." Balas Sana dengan nada lembut.
"Benarkah?? Kalau begitu terimakasih karena sudah mau mendengarkan ceritaku." Jawab Taehyung kembali menundukan wajahnya sekilas.
Sana membalas dengan sebuah senyuman.
"Tapi jika boleh bertanya kembali, apa kau sudah menanyakan kabar pacarmu pada orang tuanya??" Tanya Sana kembali.
"Tentu, aku sudah bertanya berkali-kali pada keluarganya. Dan mereka selalu menjawab bahwa dia baik-baik saja. Tapi entah kenapa perasaanku selalu hawatir. Aku juga tidak tau, mungkin karena saat terakhir bertemu dengannya saat itu hubungan kami kurang baik. Jadi aku selalu berpikiran yang tidak-tidak. Aku juga tidak mengerti dengan perasaanku sendiri." Jelas Taehyung yang mulai berkaca-kaca, namun ia tetap bisa menahan air matanya itu agar tidak jatuh dengan sedikit menonggakan wajahnya keatas.
"Kau benar!! Bisa saja karena hubunganmu kurang baik saat itu, jadi kau selalu berpikiran yang tidak-tidak. Berpikir positif saja, mungkin dia butuh waktu untuk menyendiri. Sudahlah aku yakin pacarmu akan baik-baik saja disana. dan berhentilah menyiksa dirimu sendiri!! Lihatlah badanmu semakin kurus saja saat ini!! Saat aku pertama melihatmu kau tak sekurus ini." Ujar Sana memberi semangat Atasannya itu. Ya walaupun lestoran itu sebenarnya milik Ayahnya, tapi ia berusaha bersikap perfosianal saat bekerja. Dan berusaha menghargai Taehyung sebagai atasannya.
"Benarkah!! Aku tak menyadari tubuhku menjadi sangat kurus. Gomawo Sana sudah mengingatkanku." Jawab Taehyung dengan senyuman.
Sana hanya mengangguk dan tersenyum manis.
Sempat terdiam beberapa saat, Taehyung baru menyadari dengan maksud Sana yang datang keruangannya.
"Kalau begitu, ada apa yang membuatmu datang keruanganku?? Maaf tadi pembicaraan kita sempat terpotong karena Hoseok menelfonku." Tanya Taehyung kembali menegakan tubuhnya.
"Eoh ini, aku hanya ingin menyampaikan laporan bahan-bahan didapur sudah mulai habis, sebaiknya kau segera membeli setok bahan-bahan yang sudah ku tulis dibuku itu!!" Jelas Sana sambil menyodorkan sebuah buku tipis di atas meja itu.
Taehyung lalu mengambil buku itu, dan langsung mendata laporan-laporan bahan dibuku itu. Sampai saatnya ia kembali melihat kearah sana yang sudah berdiri dihadapannya.
"Baiklah, aku akan segera mengurusnya. Kau bisa kembali ketempat kerjamu sekarang!!" Pintanya.
"Ne." Jawab Sana yang langsung membungkukan badannya dan berjalan pergi keluar dari ruangan Taehyung.
Beberapa jam kemudian, Taehyung masih berada didalam ruangannya dengan berbagai berkas-berkas yang sedang ia urusi.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kerjanya.
Tokk,,,, Tokk,, Tok.
"Masuklah." Jawabnya tampa melihat kearah pintu tersebut.
Pintu itu pun terbuka setelah mendapatkan ijin dari Taehyung.
"Taehyung, mulai sekarang aku mohon lupakan perasaamu itu!!"
Bersambung....
__ADS_1