Puisi

Puisi
Eps 5 Surat perjanjian


__ADS_3

Puisi Sedih – Rintihan Penantian


puisi sedih


Oleh Umi Kalsum


Disini ada rindu yang mengancam


Membuat riuh tak berdaya


Menahan sebak didada


Semakin hari, semakin menggelora


##


Rindu ini tak bertuan


Bahkan rapuh dimakan kepedihan


Jika asa semakin larut


Aku semakin takut


##


Menjadi debu yang bertaburan


Tak berguna dan menyakitkan


Beginikah rasa yang begitu pelik


Mencinta seseorang namun tak berbalas


##


Beginikah rasa rindu yang mengancam dibalik tepi kepedihan


Kapan rasa manis itu menyambut


Tuhan, aku mulai letih mendamaikan hatiku yang selalu mencoba untuk tenang


***


Puisi Sedih – Awan Hitam


puisi sedih


Oleh Bayu


Malam ini kusendiri, bepikir untuk pergi


Pergi dari kesepian ini,


##


Lebih sepi dari apapun


Bagai terbelenggu awan hitam


Yang menutupi mataku


Untuk melihat cahaya


##


Cahaya yang amat terang telah hilang


Tertutupi awan hitam


Ku tak mampu berbuat apa-apa


##


Saat kau pilih dia yang tak punya apa-apa


Dan kau pilih meninggalkanku yang punya segalanya


Yang punya tawa, kebahagiaan, dan masadepan


***


Demikianlah kumpulan puisi sedih yang bisa menjadi bacaan menarik kali ini. Jangan lupa datang kembali untuk melihat puisi lainnya yang akan dibagikan pada waktu mendatang.


Sebuah Pesan


Oleh: Rifaldi


Anakku,


Tumbuh besarlah


Seiring bertumbuhnya


Pengalaman dan perasaanmu


Maaf,


Terkadang, saya sibuk siapkan bekal


Hingga saya lupa


Berbagi kisah kasih denganmu


Pilihlah jalanmu


Tugasku memberi tahu


Jalan terbaik untuk dituju


Dan aku, sudah lakukan itu


Berdiri tegaklah


Dengan kakimu


Berjalanlah dengan semangat


Sesuai tujuanmu


Tugasku telah usia


Terima kasih buah hati


Telah mengizinkanku menikmati


Perjalanan penuh arti


Ketahuilah,


Setiap detik bersamamu


Adalah waktu terbaik


Dalam hidup ini



Puisi untuk Anak Gadisku



Oleh: Ika Kartika


Kau cintaku dalam segala


Kau mentariku dalam gulita


Hadirmu adalah cahaya keluarga


Kau satu-satunya


Perempuan penerusku


Hanya doa untukmu


Di setiap napas cintaku


Kupanjatkan kepada Allah Azza wa jalla


Tuk hadirkan pasangan hidupmu


Yang terbaik untukmu selamanya


Bukan cinta semasa semesta


Bukan juga cinta fatamorgana


Tuk hidup selamanya


Menuju surga Allah Azza wa jalla


Aamiin



Jelajahi Duniamu



Anakku,


Jelajahilah duniamu


Jadilah anak pemberani


Seperti elang yang terbang


Jauh di angkasa sana


Bukan di jelai-jelai yang kotor


Surga elang ada di langit luas


Maka jadilah tinggi


Seperti elang di angkasa


Gapailah cita-citamu


Jangan pernah menyerah


Rangkullah mimpi-mimpi indahmu


Hingga kau hidup dalam kebahagiaan


Hidup ini sangat berharga


Untuk sekadar kau keluhkan


...


...


Senjata resmi melawan begal!


...


...


Veneer ini 300 kali lebih baik dari gigi palsu! Dan harganya sangat murah!


...


...


Beli sebelum dilarang! Senjata legal yang kuat


...


...


Tidak punya gigi - pakai veneer yang nyaman! Bisa dipasang


...


...


Bahan dapur pengobatan mata cepat tanpa laser dan obat tetes! 2 langkah membuat mata ...


...


...


2.5 jam **** dengan istri jika Anda mencoba pil ini!


Dunia ini begitu indah


Untuk sekadar kau takutkan


Gapailah duniamu


Genggamlah sepenuh jiwa


Dan jika kau mendapatnya


Persembahkan ia untuk negeri abadi



Kamu Akan Menemui



Putirku,


Ketika kamu dilahirkan ke dunia


Ibu tahu bahwa kebahagiaan kan


Menyelimuti hidupmu


Karena,


Saat kau terlahir


Hati Ibu penuh dengan rasa bahagia


Maka begitulah kelak


Kamu akan menemui kehidupanmu


Yang dipenuhi dengan bunga-bunga


Warna yang semarak penuh cinta


Nikmatilah kehidupan ini


Dari udaranya yang bersih


Langitnya yang cerah, ataupun


Sungai-sungainya yang mengalirkan keindahan


Kamu akan menemui


Betapa kehidupan ini


Merupakan gambaran tentang;


Keagungan-Nya,


Kasih sayang-Nya,


Kemurahan-Nya


Bersyukurlah,


Untuk setiap keadaan


Berjanjilah untuk menapaki


Jalan yang diridhai


Karena setiap kali


Syukurmu datang kepada-Nya


Maka Dia kan menurunkan nikmat-Nya


Berlipat-lipat lagi banyaknya



Puisi untuk Anakku Tercinta



Oleh: Tanti


Anakku,


Kau adalah permata terindah dalam hidupku


Tiada yang lebih membuatku bahagia selain hadirmu


Karena kau adalah berkat Tuhan dalam hidupku


Anakku,


Senyumanmu, tawamu, candamu bergitu menghiburku


Hilang semua penat ketika kau hadir


Semangatku bekerja menjadi lebih berkobar


Anakku,


Kuberukan nama indah untukmu


Itu adalah doa, harapan, dan citaku untkumu


Ku ingn kau seperti itu saat dewasa nanti


Anakku,


Aku tak berharap kau membalas semua yang telah kulakukan untukmu


Aku hanya inign kau mencintaiku seperti aku sangat mencintaimu


Anakku,


Jika dewasa nanti, jadilah orang yang berguna dan mandiri


Aku tak ingin hidupmu menyusahkan siapapn


Karena itu semua yang kau butuhkan telah aku persiapkan


Anakku,


Apapun yang terjadi di hidup ini, teruslah melangkah


Jangan berhenti karena halangan


Sebab, kau pasti bisa melalui itu semua


Dengan teguh pada iman dan percaya pada kelebihanmu


Anakku,


Aku tak akan pernah melupakanmu atau meninggalkanmu


Karena kaulah nafasku, hidupku, dan pelitaku


Dan aku rela berkorban utnuk kebahagiaanmu


Karena aku sangat mencintaimu


Puisi Sedih untuk Ibu


Peran seorang ibu dalam kehidupan kita, sangatlah besar. Maka, apapun yang kita lakukan, belum tentu bisa membayar jasa seorang ibu dalam membesarkan dan mendidik kita. Berikut ini Seruni akan membagikan beberapa contoh pusisi untuk ibu, sebagai ucapan terima kasih.



Ibu Malaikatku



Oleh: Mosdalifah


Ibu,


di sini kutulis cerita tentangmu


Nafas yang tak pernah terjerat dusta


Tekad yang tak koyak oleh masa


Seberapapun sakitnya kau tetap penuh cinta


Ibu,


Tanpa lelah kau layani kami


Dengan segenap rasa bangga di hati


Tak terbesit sejenak pikiran lelahmu


Kau terus berjalan di antara duri-duri


Ibu,


Tak pernah ku harap kau cepat tua dan renta


Tak pernah ku inign kau lelah dalam usia


Selalu ku harapkan kau terus bersamaku


Dengan cinta berikan petuahmu


Ibu,


Kaulah malaikatku


Penyembuh luka dalam kepedihan


Penghapus dahaga akan kasih sayang


Sampai kapanpun itu


Aku akan tetap mencintaimu



Ibu adalah Cinta



Oleh: Yani Utarin


Ketika cinta dipertanyakan


Ketika cinta dicari

__ADS_1


Mengapakah mata hatiku buta


Mengapa sulit terlihat


Sedang cinta di depan mata


Selalu mengiringiku, menemaniku, menggenggamku, memelukku


Cinta itu ada pada air susu yang kuhisap kala ku sebagai makhluk bayi


Cinta itu ada pada gendongan tangan kuat ketika ku menangis dan tertidur pun tertawa


Cinta itu ada pada gandengan tangan dan peluknya


Cinta itu ada pada seral yang hangat setiap pagi


Dalam kegagalanku


Ada senyuman dan aliran kata sejuk


Dalam gembiraku


Ada tawa dan tangan mengecak rambuku


Dalam keputusan salahku


Ada pembelaku


Yang setelahnya beribu nasihat mengalir deras


Semua itu ada padamu, Ibu


Engkau adalah cinta utuh dalam diriku


Saat aku mengecewakanku


Tak pernah kau pergi dariku


Engaku membawaku di hati dan pikiranmu


Kemanapun kau berada


Hingga kau berada dalam kekekalan kau tetap menaruhku di hatimu


Dan berdoa untukku


Hingga aku merasa tak sendiri


Sekalipun kau dalam keabadian


Dan aku di dunia fana


Hingga kita bersama lagi selamanya


Aku rindu padamu, Ibu


Nantikan aku sampai saatnya tiba


Ibu,


Engkaulah cinta itu



Jiwa Terindah



Oleh: Dudy


Terlihat senyum tulusmu


Terasa doamu yang tak pernah henti


Tercipta kasih sayang tulusmu


Tak akan tergantikan


Wahai kau wanita terhebat


Kaulah segalanya untukku


Di saat ku bahagia


Air mata kebahagiaan terpancar bersinar


Di saat ku sedih


Air mata doamu tiada pernah berhenti


Tiada pernah mengeluh


Tiada pernah kecewa


Tiada pernah lelah


Jiwamu sungguh indah


Akan selalu ku ingat


Cerita ini akan selalu ku kenang


Engkau selalu ku doakan sepanjang hidupku


wahai kau wanita terhebat, IBU



Kemuliaan Seorang Ibu



Terdiam sejenak dalam renungan


Kala bayang wajahmu datang menyapa


Waktupun berputar kebelakang


membuka memori kenangan kecilku


Tetesan keringat dan air mata


berjuang melawan maut


Demi kehadiran sang buah hati


Mendengar tangisan pertamaku


jadi kebahagian tak ternilai bagimu


Saat ku mulai belajar berjalan


kau dengan setia menjaga ku


Ku mulai belajar bicara


engkau dengan sabar mengenalkan ku pada kata-kata


Hingga ku dewasa kasih sayang itu tetap sama


Tak pernah pudar dan terkikis oleh waktu


Bekerja tanpa mengenal kata lelah


Tidur tanpa mengenal kata lelap


Terjaga dalam gelapnya langit subuh


Demi mencari sesuap nasi untuk ku


Tapi, balasan apa yang ku beri


Hanya goresan luka dan air mata


Meskipun begitu kasih sayang itu tak berkurang sedikitpun


Slalu kau sebut namaku dalam setiap doamu


Air mata ini jatuh berlinang dengan derasnya


Mengingat betapa mulianya engkau wahai ibu


Pepatah berkata


“surga dibawah telapak kaki ibu”


Izinkanlah daku mencium surga itu


ibu



Keikhlasanmu Begitu Tulus



Tak pernah ada kata letih


Walau panas menerpa


Perih mendera


kau selalu tabah


Saat mendung dukacita


Ku tau rasamu..tapi bisa apakah aku?


Saat hujan air mata


Tanganku masih terlalu kecil untuk menyekanya


Sekarang ku mengerti


Jalanmu dulu kini kulalui


Perihmu dulu kini kurasai


Kisahmu dulu kini kujalani


Ibu,


Kadang aku tak percaya


Tapi ini nyata


Yaahh, ini nyata


Kini kujalani..


Ibu,


Kerelaanmu begitu mulia


Keikhlasanmu begitu tulus


Keanggunanmu begitu nyata


Kelembutanmu begitu sempurna


Puisi Sedih Tentang Ayah


Bukan hanya ibu, sosok seorang ayah pun tak pernah luput dari perjalanan hidup yang saat ini sedang kita jalani. Sebab, dari beliaulah kita banyak belajar. Mungkin jika harus mengucapkan terima kasih secara langsung kamu merasa malu, kamu bisa memberikannya sebuah puisi, seperti contoh yang akan Seruni berikan berikut ini.



Ayah Segalanya untukku



Ayah,


Beribu cinta tlah kau berikan


Beribu kasih tlah kau berikan


Hanya untuk anakmu


Ayah,


Kau ajarkanku tentang kebaikan


Kau tunjukanku tentang arti cinta


Kau jelaskanku tentang makna kehidupan


Dan kau mendidikku dengan sungguh kasih sayang


Ayah,


Betapa mulianya hatimu


Kau korbankan segalanya demi anakmu


Kau banting tulang hanya untuk anakmu


Kini ku berjanji tuk semua kerja keras hanya untukmu


Ku berjanji tuk semua kasih sayangmu


Dan ku berjanji untuk ketulusan hatimu


Bahwa aku akan selalu menjagamu


Aku akan selalu menyayangimu hingga akhir hidupku


Terimakasih ayah untuk semua kasih sayangmu



Rindu di Antara Hujan



Tetes demi tetes air langit membasuh wajahku


Membasahi tanah yang telah kering


Bulir itu terpecah saat membentur bumi


Setiap tetesnya mengandung rindu yang terpendam


Tak dapat ku cegah segala rasa rindu yang kian mendesak


Ingin segera kucurahkan atau sekedar ku ucap


Mataku menerawang pada masa laluku


Di mana aku dengan tanpa segan melompat pada punggung tegapmu


Di mana aku dengan lantang meminta mainan


Atau sekadar merengek minta dibelikan permen lolipop


Aku tersenyum dalam lamunku,


Masih ku ingat jelas garis tegas rahangmu menjadikan engkau semakin tampan


Masih pula ku rekam suara tegasmu namun penuh kasih


Atau tentang kekarnya tanganmu yang dengan mudah mengendongku


Atau sekedar menaikkan ku pada kursi yang tinggi.


Aku mengingat kembali kecup bibirmu di pipiku


Terasa hangat hingga hatiku bergetar


Aku selalu tertawa kala kumis tipis yang terhias diantara hidung


dan mulutmu menyentuh pipiku


Membuat aku geli hingga tertawa


Aku kembali teringat belai tanganmu di antara helaian rambutku


Mengantarkan aku pada alam mimpi


Akupun teringat kembali pelukkan hangatmu yang mendekap segala kesedihanku


Saat aku terjatuh ku lihat pancaran kekhawatiran di matamu.


Dengan lembut kau ucapkan kalimat yang membuatku kuat.


Engkau memberi pesan lewat semua kata-katamu


Katamu aku tak boleh menjadi anak yang cengeng


Katamu aku harus menjadi anak yang kuat


Meski engkau terkesan galak namun semua itu menjadikanku kuat


Ayah,


Aku menitipkan rindu ku ini pada ribuan tetes hujan


Tak usah kau khawatir, aku di sini baik-baik saja


Tak perlu kau cemas aku di sini selalu tersenyum


Untukmu ayah aku menitipkan rindu pada hujan yang menyejukkan ini


Akan segera kutelpon engkau ayah untuk sekedar berbagi cerita dan kabar


Meski kini kita jauh, setidaknya aku masih dapat memdengar suaramu


Merekam tawamu


Aku tau saat kita berbicara lewat telepon


Matamu berbinar cerah dan senyummu selalu terlembang.


Karena aku pun demikian


Ayah,


Rindu ini di antara derasnya hujan


Semoga tetesnya menyampaikan padamu


Ayah,


Sayangku sebanyak tetes hujan ini.


Tak terhitung.


Ayah,


Aku sayang ayah



Saat Ayah Tidur



Saat ayah tidur


Kutemukan seberkah kedamaian di sana


Tepatnya di wajahmu yang senja itu


Kulihat di sana begitu banyak sajak balada


Saat ayah tidur,


Kutemukan wajah kebebasan


Laksana rindu terbebas dari kesepian menghujam


Di sanalah kutemukan ia


Saat ayah tidur,


Saat itulah kau menjadi asli tanpa topeng tanpa drama


Kau menjadi dirimu yang rapuh dan sakit


Kau menjadi manusia wajar bukan robot


Saat ayah tidur,


Ingin rasanya kumenangis


Mengingat sebait takdir kita yang sekarat


Mati tidak mau menyerah tidak bisa


Saat ayah tidur,


Ayah kudongakkan wajahku ke atas biru


Kumohon pada-Nya dengan khidmat


Semoga aku selalu bersamamu


Melihat tidurmu, ayah



Dari Hati untuk Pahlawan Hidupku



Meski suaramu


Tak semerdu nyanyian lembut seorang ibu


Kau membingkaiku dengan nada nada ketulusan


Yang mengantarkan hatiku


Menuju lembah tinggi


Bernama kedamaian


Meski sentuhanmu tak selembut belaian suci seorang ibu


Namun dengan dekapanmu


Ku terhangatkan dengan kasihmu


Ku terlenakan


Dengan cintamu


Tangisku berderai


Kala ku ingat ucapan indahmu menimangku


Kala ku sentuh tubuh letihmu menjagaku


Seperti karang menjaga debu pasir

__ADS_1


Kau jaga aku


Kau lindungiku


Dari kotoran raga dan jiwa yang kan basahiku


Kau rela di terpa deburan buih


Yang berlalu


Demi aku


Demi anakmu


Seakan tak pernah lelah


Kau hapuskan tetes air mataku


Seakan tak pernah bosan


Kau redamkan aku dari tangisan


Ku urai hati ini


Untukmu,


Untuk segalanya yang tlah kau labuhkan pada dermaga hidupku


Hanya sebentuk puisi


Dari ketulusan hati


Untukmu bapakku,


Terima kasih



Ayah



Di setiap tetes keringatmu


Di derai lelah napasmu


Si penuhi kasih sayang yang luar biasa


Demi aku kau rela disengat matahari


Hujan pun tak dapat membatasimu


untuk aku anakmu


Di setiap doamu kau haturkan segenap harapan


Ayah,


kan ku jaga setiap nasehatmu


Di setiapnafasku


Di relung hati akan ku hangatkan namamu


Akan ku kobarkan semua impianmu


Hanya untuk menikmati senyumu


Di ufuk senjamu, ayah


Puisi Sedih Tentang Indonesia


Demi menunjukkan rasa nasionalisme dan kecintaan kita terhadap Tanah Air, tak selalu harus melelui cara yang terkesan berlebihan. Sebab, yang dibutuhkan hanyalah ketulusan dan aksi, bukan sekadar omong kosong belaka. Salah satu caranya adalah melalui rangkaian puisi.



Keadamaian Abadi



Bukan kemewahan yang diperebutkan


Bukan ketenaran yang jadi dambaan


Tapi kedamaian yang tercapaikan


Kenyamanan penuh dalam kehidupan


Itulah, Indonesiaku


Negeri yang kaya oleh perilaku


Mewah karena rusuh berlalu


Dari pagi hingga malam menjamu


Rakyatnya sopan dalam bertutur


Tertanam Budi yang amat luhur


Tiap bertatap selalu bertegur


Di mana kedamaian kian subur


Semoga kedamaian jadi abadi


Di tanah bumi ibu pertiwi


Di dalam hati yang telah terpatri


Rasa cinta yang tak henti



Paru-paru Kami



Negeriku Indonesia raya


Pemilik jutaan hektar rimba


Menjadi paru-paru semesta


Pelangsung hidup setiap nyawa


Kita terhutang kepada alam


Dari terang hingga kelam


Jangan sampai is mengecam


Hingga marah dan beri ancam


Semoga keadaanmu selalu terjaga


Jauh dari setalah manusia


Sampai masanya tak ternoda


Tetap tumbuh sepanjang masa


Selalulah jadi paru-paru dunia


Tetaplah jadi pelindung semesta


Kami lindungi dengan sepenuh jiwa


Dibarengi rasa bersuka cita



Asa Para Pendahulu



Indonesia,


Seuntai negeri para sultan


Sekeping tanah para raja


Sepercik air para pelayar


Kita,


Adalah para generasi


Para penerus bangsa sejati


Kitalah yang kan memahami


Apa itu arti perbedaan ini


Jangan kau pecah, jangan kau belah


Pada Tuhan kita berserah


Bukan membabi buta dalam serakah


Hingga sampai menumpahkan darah


Jagalah asa para pengabdi


Wujudkan, jangan kau ingkari


Untuk menciptakan toleransi


Atas apa yang telah diberi


Menjemput kebahagiaan sejati



Di Atas Tanah Sejarah



Inilah tanah para raja-raja


Para sultan gagah bijaksana


Puluhan kerajaan nan istimewa


Hadirkan ribuan suku dan budaya


Diatas bumi penuh sejarah


Kupijak tanah yang pernah dijajah


Bermandikan peluh dan darah


Namun tiada kata menyerah


Inilah negeriku, terpampang putih dan merah


Perjuangan mereka belumlah sudah


Sebagai generasi singsingkan kerah


Terbitkan senyum ‘mereka’ yang sempat punah


Terima kasih pencipta sejarah


Pengorbanan kalian tiada terkalah


Pusaramu penuh bunga merekah


Temani kisahmu yang amat indah



Merdeka atau Mati



Genangan darah telah tertumpah di atas tanah tak bertuan


Beratus-ratus, beribu-beribu


Bahkan jutaan nyawa manusia telah melayang


Bergelimpangan di atas tanah tak bertuan


Sebuah tanah lapang yang dahulu


Menjadi medan pertempuran


Seorang pejuang berteriak dengan lantang


Mengangkat sedemikian tinggi panji kemenangan


Gagah berani memegang senjata


Melawan para penjajah yang nista


Dua kata menjadi opsi


Merdeka atau mati


Tak ada yang lain selain itu


Kecuali, merdeka atau mati


Hujan peluru memberondong tubuh kekar mereka


Tetap tegak meskipun tubuh berlubang


Tertembak anak peluru tajam


Darah senantiasa bercucuran membasahi medan perang


Meski namamu tak kami kenal


Meski jasadmu tertimbun bersama gundukan tanah


Ataukah ragamu yang berserakan hancur lebur


Terkena ledakan senjata penghancur


Tetapi kaulah pahlawan sejati kami


Yang telah mengorbankan jiwa dan ragamu


Demi meraih cita-cita kemerdekaan


Sekali lagi,


Mari kita lantangkan dua pilihan


Merdeka atau mati!


Puisi Sedih Islami


Selain puisi untuk orangtua dan Indonesia, Seruni juga akan memberikan beberapa contoh puisi Islami. Puisi berikut ini mengisahkan tentang kehidupan maupun untuk pengingat diri



Islam Palestina



Oleh: Pauz


Nasibmu malang


Malammu tak tenang


Nyawamu terancam melayang


Telan pahit kehidupan


Lelah akan momok tembakan


Seakan kebal dengan tuntutan pengorbanan


Aku bangsamu


Beda nasib, beda tempat


Bersama kekurangan yang menghambat


Nyaliku ingin pula menahan ledakanmu


Nyawaku tak sabar mati sahit bersamamu


Namun sa’at ini hanya do’a yang temani jihatmu


Palestina, Islam terancam


Indonesia, Islam berang


Yahudi harus di musnahkan



Syair Kehidupan



Senja telah tiba


Hari telah berganti


Malam kini menyapa


Wajah pun berseri-seri


Mengetahui dia akan kembali


Tapi itu semua belum pasti


Hanya berharap agar berlabuh dalam janji suci


Dalam doaku tersimpan namamu sebagai pesan


Sebuah pesan yang ku titipkan bagi sang Pencipta alam


Luruskan niat kuatkan hati


Hal yang belum pasti bisa menjadi pasti


Asal Tuhan sudah menghendaki



Cinta Dunia



Terus melangkah mencari kesenangan sesaat


Lupa untuk mencari kebenaran


Lupa untuk memperbanyak keyakinan


Hingga maut datang didepan mata


Kita sendiri di dalam kandungan


Kita sendiri mengarungi bahtera kehidupan


Kita juga sendiri dalam kematian


Hanya amal soleh yang selalu setia menemani


Apalah artinya dunia jika tidak berujurng pada ketaqwaan


Apa artinya ilmu yang luas jika tidak berujung pada amal soleh


Semua itu laksana petir dan guntur yang tidak membawa hujan



Renungan Hidup



Senang dan sedih saling bergantian


Baik dan buruk adalah sebuah pilihan


Pikiran dan lisan juga harus sejalan


Tobat dan perbaikan harus segera dilakukan


Sebelum bencana jiwa merenggut kebahagiaan


Semua berjalan sesuai dengan lintasaanya


Diatas ketetapan sang Maha Pencipta


Iri dan dengki hanya mengotori hati


Meracuni jiwa membuat nalar menjadi dangkal


Renungan merupakan lentera jiwa


Menghadirkan pintu-pintu kesadaran akan perbaikan


Tidak bisa dipungkiri cinta dunia lalaikan hati


Lupa bahwa ajal sudah kian dekat menanti



Sujud



Oleh: Mawar Damayanti


Sujud pada-MU


Di penghujung waktu yang kian menghimpit


Segala resah luruh bersama


Dalam munajat panjang


Rabbi,


Akankah hatiku kuat


Saat langkah kian letih


Dan garis waktu semakin dekat menghampiri


Wahai dzat yang Terkasih,


Tak ada yang mampu kulakukan


Saat jasad kian rapuh

__ADS_1


Dan waktu pun terhenti


__ADS_2