Puisi

Puisi
EPS 57


__ADS_3

POV AUTHOR.


"Taehyung-ah!!" Teriak Hoseok berlari kearah Taehyung.


"Taehyung!! Taehyung kau kenapa eoh?? Apa yang terjadi padamu?? Taehyung jawab aku!! Taehyung!!" Tanya Hoseok penuh kepanikan, setelah melihat tubuh sahabatnya itu tergeletak tak berdaya dilantai.


Seketika sorot matanya melihat kearah botol-botol minuman yang bergeletakan didekat sahabatnya itu.


Hoseok pun tertegun seketika. Sorot matanya pun melihat kembali kearah Taehyung yang kini sudah benar-benar lemah dihadapannya.


"Sejak kapan kau menyembunyikan semua penderitaanmu ini dariku Kim Taehyung??" Tekannya dengan kesal.


Taehyung tak menjawab sedikit pun pertanyaan sahabatnya itu. Kondisinya yang benar-benar sudah lemah. Membuat ia tak sanggup untuk bicara.


Perlahan matanya pun mulai terpejam, ia hanya menampakan senyuman sekilas pada Hoseok saat itu.


Dan dengan tiba-tiba, Taehyung pun memuntahkan sebuah cairan busa berwarna putih dimulutnya.  Seperdetik kemudian ia pun langsung tak sadarkan diri.


Melihat hal itu, kedua mata Hoseok pun tercengang hebat, ia benar-benar panik ketika melihat kondisi Taehyung yang tak sadarkan diri.


Dengan cepat ia langsung memangku kepala sahabatnya itu dipaha kokoh miliknya.


"Taehyung kau kenapa eoh?? Kenapa mulutmu berbusa?? Taehyung bangun!! Kau mendengarku kan?? Taehyung jangan membuatku panik!!" Teriak Hoseok, sembari menepuk-nepuk pipi Taehyung dengan kedua tangannya.


Dengan cepat ia langsung mengecek hembusan nafas pada hidung Taehyung dengan punggung tangannya.


Dan saat itu ia merasakan Taehyung masih bernafas. Dan urat nadinya masih berdenyut.


"Kau masih hidup. Bertahanlah Taehyung!! Aku akan menelfon dokter." Ucap Hoseok, yang saat itu juga langsung mengambil ponselnya.


Tak butuh waktu 1menit, telfonnya pun tersambung, dan langsung diangkat oleh pihak rumah sakit.


Hoseok dengan cepat meminta pihak rumah sakit untuk segera datang kealamat yang sudah ia berikan. Dan pihak rumah sakit pun berjanji akan datang dengan cepat.


Saat Hoseok sudah selesai menelfon pihak rumah sakit. Ia lalu menatap kembali sahabatnya itu. Ia benar-benar prihatin melihat kondisi Taehyung saat ini.


Penampilannya yang amuradul, rambut yang berantakan. Wajah yang tak terurus, hingga menampakan janggot yang tak pernah terlihat didagu pria tampan tersebut. Ia benar-benar terlihat sangat depresi.


"Sabarlah!! Dan kumohon bertahanlah Taehyung!!" Lirih Hoseok saat itu.


15menit berlalu, akhirnya beberapa petugas rumah sakit datang ke apartemen Taehyung saat itu.


Manik Hoseok pun langsung tertuju pada mereka.


"Eoh, kalian sudah datang?? Cepatlah bawa sahabatku pergi sekarang juga!!" Pintanya dengan panik saat itu.


Tanpa banyak basa-basi, petugas-petugas itu pun langsung membawa Taehyung pergi saat itu juga menuju mobil ambulance.


Hoseok pun dengan segera mengikuti mereka dari belakang.


...


.


.


.


.


.


15menit kemudian, mereka sudah sampai di rumah sakit. Taehyung pun langsung dipindahkan ke tandu roda yang sudah disiapkan oleh pihak rumah sakit saat mobil ambulance itu tiba.


Taehyung pun langsung dibawa oleh beberapa suster menuju ruang ICU, Hoseok pun dengan senantiasa mendampingi sahabatnya itu.


Namun langkahnya terhenti didepan ruang ICU, sesaat salah satu suster memintanya untuk menunggu diluar. Dan saat itu Taehyung sudah masuk keruangan ICU terlebih dahulu.


"Maaf tuan. Tuan tidak boleh masuk kedalam!! Kami akan segera menangani pasein, jadi mohon tuan tunggu diluar saja." Tegas suster tersebut.


Hoseok hanya menganggukkan kepalanya. Sementara Pintu ruangan tersebut sudah tertutup dihadapannya.


...


1jam sudah berlalu, Hoseok masih menunjukan kepanikan pada dirinya. Ia terus berjalan mondar-mandir didepan pintu ICU. Berkali-kali ia bergumam meminta pada tuhan, agar Taehyung bisa terselamatkan. Ia benar-benar hawatir dengan kondisi sahabatnya itu.


Tak lama kemudian, akhirnya dokter pun keluar dalam ruangan tersebut. Dan dengan cepat Hoseok langsung berjalan menghampiri dokter tersebut.


"Bagaimana dok?? Apa sahabat saya baik-baik saja?? Dan apa penyebab ia bisa tak sadarkan diri seperti itu??" Tanya Hoseok penuh tanda tanya.


"Setelah melalui pemeriksaan tadi, kami menemukan racun pada tubuh pasein."


"Racun??" Tanya Hoseok tersontak.


"Iya, dan racun tersebut diakibatkan karena pasein terlalu banyak mengkomsumsi minuman keras dalam dosis besar. Untung saja dia cepat dibawa kemari, kalau tidak?? Nyawanya mungkin sudah tidak bisa tertolong." Jelas dokter itu.


"Wae?? Tapi dia tidak akan kenapa-napakan dok??" Tanya Hoseok masih dengan kepanikan.


"Tidak!! Selama dia tidak akan mengkomsumsi minuman-minuman tersebut lagi. Karena jika dia melakukan hal tersebut lagi?? Sudah bisa dipastikan dia tidak akan berumur panjang. Karena sebagian organnya sudah rusak oleh minuman keras tersebut." Jelas dokter itu kembali.


"Baiklah dok, terimakasih banyak karena sudah menangani sahabat saya dengan baik." Ungkap Hoseok sembari membungkukan punggungnya.


"Sama-sama. Dan ada satu lagi!!"


Hoseok pun tertegun.


"Apa lagi dok??" Tanyanya.


"Emm,, pasein juga mengalami defresi cukup berat. Jadi saya mohon buatlah dia merasa nyaman, dan jangan terlalu menekannya!! Karena mungkin fungsi syaraf pada otaknya belum bisa berfungsi dengan baik." Jelas dokter itu kembali.

__ADS_1


"Eoh, baiklah dok, saya mengerti!!"


"Sekarang kau sudah bisa menemuinya!! Pasein sudah sadarkan diri."


Kadua mata Hoseok pun terangkat sempurna.


"Eoh, benarkah?? Baiklah dok saya akan masuk sekarang!!" Jawab Hoseok, yang saat itu juga langsung pergi kedalam ruang ICU.


...


.


.


.


.


Sesampainya didalam, Hoseok sudah melihat sahabatnya itu duduk bersandar dipunggung kasur rumah sakit, sembari melihat kearah jendela dengan tatapan matanya yang kosong.


Hoseok lalu mengehelas nafas singkat berjalan pergi menghampiri sahabatnya itu.


Sesampainya disamping Taehyung.


"Kau baik-baik saja??" Tanya Hoseok.


Taehyung hanya terdiam, tak menjawab pertanyaan sahabatnya itu.


"Taehyung. Aku minta maaf karena tidak memberitahumu waktu itu. Dan aku benar-benar menyesalinya. Tapi kau---"


"Kenapa kau berbohong padaku, eoh??" Tekan Taehyung, yang seketika memotong perkataan Hoseok. Tanpa menolehkan wajahnya.


Hoseok pun tertegun, sembari menundukan kepalanya.


"Maafkan aku Taehyung!! Saat itu aku ragu, karena aku tidak mau melihatmu hancur. Aku minta maaf." Ungkap Hoseok penuh sesal.



Air mata Taehyung pun seketika jatuh dipipinya. Ia seakan teringat kembali dengan kejadian 1bulan yang lalu, disaat dirinya hancur oleh gadis tercintanya.


"Hem,, itu alasanmu?? Tapi apa kenyataanya Hoseok-ah??" Tekan Taehyung sembari menatap tajam sahabatnya itu.


"Aku lebih hancur ketika mendengarnya langsung dari Y/n. Hoseok!! Hatiku benar-benar hancur saat itu. Apa salahku, eoh?? Hingga tuhan harus menghukumku seberat ini." Sambungnya dengan kedua tangan yang meremas selimutnya.


"Taehyung-ah!!" Panggil Hoseok dengan parau.


"Aku tidak bisa kehilangan Y/n. Aku masih sangat mencintainya. Aku harus bagaimana Hoseok??" Rintih Taehyung, dengan sorot matanya yang benar-benar mengungkapkan kepedihan pada hatinya.


Hoseok hanya menarik singkat nafasnya, lalu mencoba menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu.


"Taehyung, aku sangat mengerti dengan kondisimu saat ini. Y/n mungkin tidak ditakdirkan denganmu. Dan kau harus bisa menerimanya. Ingat hidupmu masih sangat panjang!! Jangan sia-siakan dirimu karena perasaan cintamu itu!!  Kau tau?? Kau hampir mati konyol karena cinta. Bahkan kau membohongiku!! kau bilang padaku kalau kau sedang pergi ke Gosan untuk menemui orang tuamu. Tapi nyatanya apa?? Sebulan penuh kau hanya mengurung diri di apartemenmu. Dan kau juga mengkomsumsi minuman-minuman keras yang sudah hampir meregut nyawamu sendiri." Tegur Hoseok saat itu penuh penekanan.


"Maaf karena sudah berbohong!! Aku hanya berfikir, rasanya hidupku sudah tidak berarti lagi Hoseok-ah. Kau tau sendiri penyemangat hidupku hanya Y/n. Dialah yang membuatku bangkit dari keterpurukkanku saat dibangku SMA. Tapi ternyata dia jugalah yang sudah membuatku terpuruk kembali." Keluh Taehyung, yang terus meneteskan air matanya.


"Ne, aku tau Y/n sangat berarti untukmu. Tapi mau bagaimana lagi?? Semua sudah menjadi suratan takdir. Kau juga tidak bisa mengubah takdirmu!! Dan jangan pernah bilang!! Bahwa hidupmu sudah tidak berarti lagi!! Bangkitlah Taehyung!!  Kau juga berhak bahagia. Y/n juga sudah bahagia dengan kehidupanya disana. Ini sungguh tidak adil bagimu, jika kau terus menderita seperti ini." Tegas Hoseok.


Taehyung lalu menoleh kembali kearah sahabatnya itu.


"Apa aku bisa menjalankan hidupku seperti dulu lagi, eoh??" Tanya Taehyung.


"Eoh, tentu saja!! Masih banyak orang-orang yang peduli padamu diluaran sana. Aku, Sana. Sangat peduli padamu!! Jadi berhentilah menyakiti dirimu sendiri!! Dan lupakan semua rasa sakitmu itu!!" Tutur Hoseok memberikan semangatnya untuk Taehyung.


"Hemm, gomawo sudah peduli denganku Hoseok-ah." Ungkap pria itu sembari tersenyum simpul kearah sahabatnya.


"Ne, tapi kau juga harus bisa memaafkan Y/n. Dan cobalah untuk tidak membencinya!! Aku mengerti, mungkin saat ini hatimu masih dipenuhi dengan rasa sakit, marah, benci, sedih. Tapi kau juga harus bisa membuangnya jauh-jauh!! Agar kau bisa hidup dengan tenang kembali, tanpa menyimpan dendam sedikit pun padanya." Pinta Hoseok sembari menepuk punggung Taehyung.


"Hemm,, aku akan mencobanya. Aku juga baru sadar. Bahwa cinta tak selamanya harus memiliki. Aku memang mencintai Y/n, bahkan sangat menyanginya. Tapi setelah aku fikir-fikir. Hanya dengan melihatnya hidup bahagia, itu sudah membuatku  ikut bahagia juga. Dan aku tak pernah menyesal karena pernah mencintainya. Aku akan berusaha merelakan Y/n dengan pria itu." Tutur Taehyung saat itu dengan tulus.


Mendengar perkataan sahabatnya itu, Hoseok langsung tertegun kagum.


"Kau pria yang sangat baik Taehyung. Aku sangat bangga padamu. Karena merelakan seseorang yang sangat kita cintai itu bukan perkara yang mudah. Aku selalu berdoa, agar kau selalu bahagia walau itu bukan bersama Y/n." Ujar Hoseok sembari tersenyum kagum.


Taehyung pun ikut tersenyum saat itu pada Hoseok.


Mereka berdua pun hanya saling menguatkan diri, dan Taehyung sudah terlihat agak baikan saat itu.


...


Flass back On.


1bulan yang lalu.


"Taehyung, aku mohon lupakan perasaanmu itu!!" Teriak Hoseok setibaknya diruang kerja Taehyung.


Taehyung pun hanya tertegun, melihat sahabatnya itu datang dengan tiba-tiba.


"Wae?? Kau kenapa?? Dan apa maksud ucapanmu itu??" Tanya Taehyung bangkit dari duduknya.


Hoseok pun sedikit terdiam, dengan bola matanya yang malihat kekanan dan kekiri.


"Kenapa kau malah diam?? Cepat jelaskan!!" Tekan Taehyung.


Hoseok pun tersadar. Dan langsung berjalan menghampiri Taehyung.


Setibanya ia dihadapan Taehyung.


"Ah, tidak!! Aku hanya ingin bilang, sebaiknya kau lupakan perasaan bersalahmu itu pada Y/n. Dan cobalah kau datangi rumah orang tuanya kembali. Dan tanyakan lagi keaadan Y/n sekarang!!" Jelas Hoseok dengan wajah terlihat sedikit gugup.


Taehyung pun tertegun, dengan kedua alisnya yang terangkat.

__ADS_1


"Emmm,, apa ini yang mau kau sampaikan kepadaku ditelfon tadi??" Tanya Taehyung.


"Ne, hanya itu." Jawab Hoseok sembari mengusap-ngusap tengkuk lehernya.


Taehyung pun terkekeh seketika.


"Haiss,, tanpa kau memintaku pun, aku akan pergi kesana. Lusa aku akan datang ke rumah orang tua Y/n." Jawab Taehyung lalu duduk kembali dikursinya.


Hoseok pun hanya tersenyum kikuk, dan tak bicara apa-apa lagi.


"Maaf, Taehyung kurasa ini bukan waktu yang tepat untuk aku memberi tahumu." Gumam dalam hati Hoseok saat itu.


...


.


.


.


Satu minggu kemudian, Taehyung sudah berada didepan pintu rumah orang tua Y/n saat itu. Ia lalu dengan cepat mengetuk pintu tersebut.


Tak lama kemudian, pintu itu pun terbuka, dan terlihat sosok Yoongi membukakan pintu tersebut.


"Hay, Yoongi Hyung!! Apa kabar." Sapa Taehyung sembari tersenyum.


"Taehyung!!" Ujar Yoongi yang seperti kaget dengan kedatangannya.


"Eoh, apa aku boleh masuk??" Tanya Taehyung.


"Ne, masuklah." Jawab Yoongi dengan ekpresi wajah yang masih tertegun kaget.


Taehyung pun masuk kedalam rumah tersebut, dan sudah melihat sosok ibu dan juga anak kecil yang sudah tak asing baginya.


"Ibu, Na-eun. Kalian baik-baik saja??" Sapa Taehyung lalu mengkecup punggung tangan Ibu Y/n.


"Taehyung, ternyata itu kau. Cepatlah duduk nak!!" Ujar Ibu Min selaku orang tua Y/n.


Taehyung pun menganggukan kepalanya dan langsung duduk disamping wanita tersebut, dan disusul oleh Na-eun yang tiba-tiba duduk dipangkuan Taehyung.


"Oppa, aku sangat merindukanmu." Ujar gadis kecil itu tersenyum lebar.


"Eoh, oppa juga sangat merindukan gadis kecilku ini." Balas Taehyung sambil mencubit gemas pipi gadis tersebut.


Na-eun memang sangat manja, ketika Taehyung datang kerumahnya. Walau bagaimana pun Taehyung sudah sangat sering datang kerumah mereka, dan tentunya sudah sangat akrab. 


Tapi ada hal yang aneh?? Na-eun sigadis kecil berumur 12tahun itu. Terlihat tidak pernah sedikit pun membicarakan tentang Seokjin atau pun masalah kakak perempuannya dihadapan Taehyung.


Entahlah?? Anak itu seperti sudah mengerti dengan situasi keluarganya. Ia benar-benar bisa menutup rapat-rapat mulutnya. Padahal tidak ada seorang pun yang memintanya untuk menyembunyikan hal tersebut.


Tapi tetap saja, selalu ada rasa hawatir pada Ibu, ayah dan juga kakaknya. Mereka hawatir jika sewaktu-waktu Na-eun akan keceplosan, dan memberitahukannya pada Taehyung.


Saat itu Yoongi hanya berdiri diambang pintu tanpa kata. Dan taklama kemudian, akhirnya ia pun berjalan mendekat kearah Taehyung, lalu duduk disampingnya.


"Ya Na-eun. Kau ini selalu saja menempel pada Tehyung, jika dia kemari." Ketus Yoongi sembari mengacak-ngacak poni adik bungsunya itu.


"Memangnya kenapa?? Aku menyukai Taehyung oppa dari pada Yoongi oppa." Ucap gadis itu yang seketika berhasil membuat Yoongi tertegun kaget.


Sedangkan Taehyung dan ibunya hanya tertawa gemas melihat tingkah gadis kecil tersebut.


"Sudahlah Yoongi Hyung, aku juga sangat senang jika Na-eun menyukaiku. Itu artinya dia merestui hubunganku dengan kakaknya. Bukan begitu Na-eun??" Tanya Taehyung.


"Ne oppa." Balas gadis itu sembari tersenyum lebar.


Seketika manik Yoongi dan ibunya saling bertatapan. Mereka seperti merasakan rasa bersalah pada Taehyung saat itu. Namun dengan cepat mereka merubah ekpresi wajahnya kembali.


"Eoh, Taehyung apa yang membuatmu datang kemari??" Tanya Ibunya mencoba memalingkan pembicaraan.


"Eoh, aku hanya ingin berkunjung saja. Tidak ada niat apapun." Jawab Taehyung dengan santai.


"Eoh, kalau begitu ibu buatkan dulu minum. Yoongi kau temani dulu Taehyung!! Ibu mau kedapur dulu." Pinta Ibunya, lalu pergi saat itu juga.


Yoongi lalu mengangguk mengerti.


Ia pun mencoba mengajak bicara pada Taehyung saat itu juga. Agar suasana tidak terasa canggung.


...


Flass back of.


.


.


.


.


.


1minggu sudah berlalu, tepatnya disebuah lestoran. Terlihat Y/n sedang bersama Namjoon.


Mereka duduk berdua saat itu, dengan berbagai makanan yang sudah tersaji dihadapan mereka.


"Jadi apa yang yang ingin kau katakan?? Tanya Y/n.


"Eoh, ini tentang Solbin." Jawab Namjoon.


"Solbin?? Maksudmu??"

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2