Puisi

Puisi
BAB 4 #EPS 41 PINDAH


__ADS_3

POV AUTHOR.


Pukul 12:00 siang di rumah Seokjin.


"Seokjin pelan-pelan saja, hampir masuk sedikit lagi, ayo terus dorong!!" Ucap Y/n kelelahan.


"Sayang aku sudah lelah, aku sudah kehabisan tenaga, kita lanjutkan nanti saja!!" Jawab Seokjin tersengal-sengal.


"Tidak ini sudah tanggung, cepatlah keluarkan semua tenagamu!! Sebentar lagi selesai." Ujar Y/n.


"Aku sudah berusaha sayang, tapi tetap saja tidak mau masuk!! Aku sudah lelah mendorongnya."


"Sokjin, tinggal satu dorongan lagi!!"


"Tidak mau!! Sayang kenapa kau tidak sabaran?? Aku juga butuh tenaga." Jawab Seokjin kembali


"Ya, Cepatlah!! Hanya satu lemari ini saja, Semuanya akan beres." Bujuk Y/n sembari terus mendorong lemari itu.


"Baiklah, tapi selesai ini aku mau dibuatkan makan olehmu!!" Jawab Seokjin sedikit merajuk.


Y/n tersenyum lebar pada Seokjin.


"Baiklah, aku akan membuatkanmu makanan nanti."


Mereka pun kembali mendorong lemari itu yang tersangkut diambang pintu kamar Seokjin.


Sebelumnya:


Flass back ON:


pukul 10:00 pagi.


Trininggg,,, triningggg,,, trininggg...


Ponsel Seokjin berdering, Seokjin dan Y/n yang masih tertidur saat itu, langsung terbangun mendengar suara ponsel tersebut.


Mereka berdua beranjak dari tidurnya. Seokjin langsung mengangkat telfon itu, sedangkan Y/n masih mengucek-ngucek matanya.


"Ya hallo Enwoo, ada apa kau menelfonku??" Tanya Seokjin.


"Hallo Hyung, aku hanya ingin memberitahumu saja, jika hari ini aku akan pindah kerumahmu." Jawab Enwoo.


Seketika mata dan mulut Seokjin terbuka lebar.


"Wae?? Kenapa kau mendadak ingin pindah kerumahku??"


"Ya, apa kau lupa, istrimu harus aku jaga!! Mana mungkin kau selama 24jam terus bersamanya, kau juga harus bekerja. Lagi pula Hyungkan mempunyai 1kamar yang kosong, kau bisa memberikannya padaku!! Itu juga hanya sementara sampai kasus ini selesai." Jelas Enwoo.


"Baiklah, kau akan pindah kesini kapan??" Tanya Seokjin.


"2jam lagi aku akan sampai."


"Wae?? Aiss kau ini memang, ya sudahlah!! Aku tunggu." Jawab Seokjin langsung mematikan telfonya.


"Ada apa??" Tanya Y/n.


Seokjin mengusap lembut pipi istrinya itu.


"Mungkin tuhan ingin kita semakin dekat." Ucapnya tersenyum lebar.


Y/n memiringkan kepalannya.

__ADS_1


"Wae??"


"Enwoo bilang dia akan tinggal dirumahku, selama kasus penculikanmu itu selesai, dan kau tau disini hanya ada 2kamar, jadi mau tak mau kau harus sekamar bersamaku, karena kamarmu nanti akan diisi oleh Enwoo." Jelas Seokjin.


"Baiklah aku tidak keberatan, lagi pula jika pun ada kamar yang lainnya, kita tetap harus sekamar." Jawab Y/n.


"Wae??"


"Kau ini, jika Enwoo tau kita tidak sekamar, yang ada dia akan curiga dengan kita." Jelas Y/n.


Seokjin seketika terdiam dengan bola mata yang berputar.


"Ya kau benar juga sayang, hehe." Ucapnya.


"Sayang??" Tanya Y/n tertegun.


"Iya sayang, memangnya salah aku memanggilmu dengan sebutan itu, kau kan istriku." Jelas Seokjin terkekeh.


"Hemm,, terserah kau saja. Jika boleh tau Enwoo kapan sampai kemari??"


"Pukul 12 siang dia akan sampai disini."


"Kalau begitu kita hanya punya waktu 2jam saja, bagaimana kalau sekarang saja memindah-mindahkan barangku!!" Ujar Y/n.


Seokjin menarik nafas singkat dan tersenyum lebar.


"Ayo!!" Saut Seokjin bersiap-siap.


"Tapi lemari yang ada dikamarku bolehkan aku bawa kesini!!" Bujuk Y/n tersennyum manis kearah Seokjin.


"Wae?? dikamarku sudah ada lemari, lagi pula lemari itu sangat besar bagaimana kita memindahkannya??" Tanya Seokjin.


"Ais,, lihatlah lemari bajumu Seokjin!! Sudah tidak muat untuk menampung baju-bajuku, dan jangan bertanya bagaimana cara memindahkan lemari dikamarku!! Bagini-begini juga aku pernah menjadi kuli panggul barang di pasar saat aku SMA." Jelas Y/n sedikit menyombongkan dirinya.


"Benarkah, kau sekuat itu?? Aigoo, aku memang tidak salah memilihmu sebagai istriku, kau bukan hanya cantik, pintar memasak, perhatian, tapi kau juga wanita yang tangguh, dan satu lagi kau tak pernah memanfaatkan kekayaanku, kau wanita yang sederhana." Puji Seokjin dengan rasa kagum.


"Ya hentikan!! Kau terlalu memujiku berlebihan, aku tak seperti yang kau fikirkan." Ucap Y/n.


"Wae?? Apa ada hal yang kau tutupi dariku??" Tanya Seokjin penasaran.


Seketika Y/n tertegun dengan pertanyaan suaminya itu.


"Ti--tidak, maksudku kita masih perlu waktu untuk saling mengenal satu sama lainnya." Jelas Y/n sedikit menyangkal.


Seokjin tersenyum simpul sambil memegang kedua bahu Y/n.


"Y/n, asal kau tau!! Tak perlu waktu lama untuk mengenal dirimu, karena aku yakin kau itu gadis yang baik, aku juga meralat semua ucapanku dulu, saat aku bilang kakek sangat keterlaluan menjodohkanku denganmu, tapi kini aku sangat berterimakasih padanya, aku sangat beruntung mengenalmu!! Dan kau harus tau!! Rasa cintaku padamu itu semakin hari kian bertambah, rasanya aku sudah tergila-gila padamu." Tutur Seokjin dengan tulus.


"Seokjin perkataanmu itu membuatku semakin yakin, kau memang pria yang tepat untukku, sebaiknya aku harus secepat mungkin mengakhiri hubunganku dengan Taehyung." Gumamnya dalam hati.


Setelah sempat terdiam bebedapa detik, Y/n balik tersenyum kearah Seokjin.


"Aku juga akan terus berusaha untuk lebih mencintaimu Seokjin." Sambungnya berkata pada Seokjin.


Mereka berdua hanya saling bertatap muka dan tiba-tiba.


Trining,,,,, trininggg,, triningg,,


Ponsel Y/n berdering dan memecahkan suasana.


Dengan cepat Y/n langsung melihat kelayar ponselnya.

__ADS_1


"Hoseok, ada apa dia menelponku??" Ucapnya dalam hati.


"Siapa sayang?? Apa itu dari ibu atau ayah??" Tanya Seokjin memiringkan kepalanya.


Seketika Y/n terkejut melihat kearah Seokjin.


"Ah bukan, ini telfon dari temanku. Sebentar aku angkat telfonnya dulu." Ujar Y/n yang langsung beranjak pergi dari kasurnya.


Seokjin hanya mengangguk dan ikut beranjak dari kasurnya, untuk lebih dulu mengambil barang-barang Y/n dikamarnya.


...


Beberapa menit kemudian.


"Ya, jaga dirimu baik-baik!!" Ucap Hoseok mematikan telfon.


Setelah selesai berbicara dengan Hoseok di telfon, Y/n langsung pergi untuk menyusul Seokjin saat itu juga.


...


Sesampai dikamarnya.


"Hey, kenapa kau melakukannya sendirian??" Tanya Y/n.


"Ah tidak papa, kau sudah selesai??" Tanya balik Seokjin.


Y/n hanya menganggukan kepalanya, dan langsung ikut membereskan barang-barangnya bersama suaminya itu.


...


Flass back off.


.


.


.


.


.


.


.


Saat itu Y/n sudah berada didapur bersama Seokjin, ia terlihat sedang mengoseng makanan di wajan, sedangkan Seokjin hanya duduk manis di meja makan sambil tersenyum memadangi istrinya yang sedang memasak untuknya.



"Sayang, bagaimana kalau kita cari pembantu!! Agar kau tidak perlu mengurus pekerjaan rumah." Ujar Seokjin sambil menyantap makanan yang sudah Y/n sajikan untuknya.


Y/n duduk dihadapanya sembari tersenyum.


"Tidak aku tidak butuh pembatu, aku menikmati peranku sebagai seorang istri, asal kau tau saja, impian terbesarku dari dulu adalah menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik." Ucapnya, lalu terdiam sejenak.


"Lalu kau sendiri kenapa tidak menyewa pembantu?? Kau tinggal sendiri dirumah sebesar ini, apa kau tak kerepotan??" Sambungnya bertanya pada Seokjin.


"Emm, Aku tipe orang yang sulit mempercai orang asing, maka dari itu aku lebih suka mengerjakan pekerjaan rumahku sendiri." Jelas Seokjin tersenyum simpul.


Y/n hanya mengganggukan kepalanya, dan mulai menyantap makanannya.

__ADS_1


Tingtong,,,, tingtong...


Bel pintunya pun berbunyi.


__ADS_2