
POV Y/N.
Setelah pertengkaranku dengan Taehyung tadi. Aku pun memutuskan untuk pulang kerumahku.
Aku membuka pintu rumahku dengan lesu. lalu melihat kakakku Yoongi sedang asik bermain game di ruang tamu. Ia menoleh kearahku dan akupun menyadarinya, Tapi aku tak menghiraukannya dan langsung masuk kedalam kamarku saja.
Setelah aku masuk kekamar, aku langsung membantingkan tubuhku kekasur, menatap langit-langit rumahku dengan mata yang berkaca-kaca.
Menaruh satu lengan di keningku. Tak terasa air matakupun jatuh mengalir dingin dipelipis telingaku.
Wajah Taehyung dan wanita itu terus terngiang-ngiang di pikiranku, sehingga rasa sakit dihatiku semakin terasa.
"Y/n. Boleh aku masuk??" Teriak kakakku dari luar.
Aku menoleh kearah pintu kamarku, dan melihat Yoongi membukakan pintu.
"Ne. Masuk saja!!" Jawabku sendu.
Yoongi masuk kedalam kamarku, lalu duduk di sampingku.
"Kau kenapa??" Tanyanya menatap penuh tanya kearahku.
Aku beranjak dari tidurku, dan duduk menghadap kearahnya.
"Kau menangis?? Kenapa?? Ada apa denganmu??" Tanyanya kembali dengan wajah hawatir.
Aku menarik nafas panjang dan mulai berkata.
"Kim Taehyung." Sebutku dengan airmata yang mulai bercucuran di pipiku.
"Wae?? (membulatkan mata) Kim Taehyung kenapa?? Apa dia mati. Atau bunuh diri karena kau takmau menemuinya." Cerocos Yoongi asal menebak.
"Ya!! Bukan." Ucapku menggeleng-gelengkan kepalaku.
"Lalu apa??"
"Taehyung--." Seketika aku terdiam.
Aku sempat berfikir, jika aku menceritakan semuanya pada kakakku. aku takut kakakku akan menghajar Taehyung, dan hubunganku bersamanya akan benar-benar berakhir.
"Taehyung kenapa??" Tanya Yoongi kembali, dan membuat fikiranku buyar seketika.
__ADS_1
Aku menoleh kearah Kakakku dengan bola mata yang berputar.
Kakakku mengangkatkan kedua alisnya sperti memberi kode menagih jawaban dariku.
"Tidak papa. Taehyung baik-baik saja. Aku menagis bukan karenanya." (Mengelak)
"Lalu??" Yoongi terus mengintogasiku.
"Sudahlah aku sedang tidak mau membahasnya. Oppa. 2hari lagi Aku akan melakasanakan pernikahan dengan Seokjin, Tapi rasanya aku sangat gugup, padahal pernikahan ini hanyalah perjanjian." Ucapku memalingkan pembicaraan.
"Ya, Tentu saja kau akan merasakan gugup. Walau ini hanya pernikahan kontrak, tetap saja kalian akan mengucap janji suci didepan penghulu nanti. Dan kalian akan menjadi pasangan suami istri yang sah."Jelas Kakakku dengan santai.
Aku hanya terdiam. Saat mendengar ucapan Kakakku.
"Kenapa diam??" Tanyanya kembali.
Aku menoleh kearahnya. Dan kakakku kembali bicara dengan menyedekapkan kedua tangan didadanya.
"Aku fikir Seokjin sebenarnya anak yang baik, dia dewasa dan penyayang." Tuturnya.
"Wae?? Kau tau darimana??" Menyipitkan mata kearahnya.
"Aku hanya menebak, he." Ujarnya terkekeh.
"Ya!! Aku kira kau tau semuanya." Ucapku kesal mendelikan mata padanya.
"Tapi aku berharap setelah kalian menikah nanti. Kalian akan memberiku seorang keponakan." Godanya.
Aku terbelakak bukan main saat mendengar perkataannya barusan. mataku seketika membulat sempurna.
"Wae!! (Teriakku) Itu tidak akan pernah terjadi, Aku dan Seokjin sudah membuat perjanjian, bahwa setelah menikah nanti kita tidak akan bersentuhan fisik." Jelasku dengan jelas.
"Kau percaya begitu saja?? Y/n-ah. kau tidak tau hasrat seorang Pria itu seperti apa?? Mereka akan liar disaat berdekatan dengan seorang wanita." Ucapnya menakutiku.
"Ya!! Jangan menakut-nakutiku. Aku percaya Seokjin tidak seperti itu." Tegasku.
Kakakku hanya mengangkat kedua bahunya.
"Aku tidak tau. Lihat saja nanti." Ucap kakakku pergi meninggalkanku di kamar.
Sedangkan aku hanya menatap sinis kearahnya.
__ADS_1
"Kakak yang menyebalkan." Gumamku.
POV AUTHOR.
Dirumah Tuan He-Cheul berada.
"Seokjin apa pernikahanmu sudah betul-betul siap??" Tanyanya menatap kearah cucunya yang sedang duduk berdampingan dengannya.
"Sudah kek, semuanya sudah hampir selesai 95%. Tinggal menunggu moments resepsinya saja." Jelas Seokjin.
Kakeknya membuang nafas lega, lalu tersenyum.
"Terimakasih Seokjin. Kakek sangat bahagia akhirnya kau dan Y/n akan benar-benar menikah." Tuturnya menepuk-nepuk pundak cucunya.
"Iya sama-sama kek. Aku akan merasa bahagia bila melihat kakek juga bahagia." Jawab Seokjin tersenyum merekah kearah kakeknya.
"Oyah, Seokjin. Apa kau sudah tau Kim Namjoon akan pulang esok hari." Ujar Kakeknya.
Mendengar nama itu, wajah Seokjin seketika berubah melas.
"Oh, dia sudah selesai sekolah di Amerika??" Ucap Seokjin datar.
"Iya, dia baru menyelesaikan studinya disana. Oyah, bukankah dia seangkatan dengan Solbin?? Pantas saja kepulangan mereka sama." Tuturnya kembali.
"Dua bocah menyebalkan itu sudah kembali." Gumam Seokjin menatap Kosong.
"Apa?? Barusan kau bilang apa Seokjin??" Tanya kakeknya yang tak mengerti.
Seokjin sedikit tertegun menoleh kearah kakeknya
"Ah tidak. Aku hanya melantur." (Mengelak).
Kakeknya hanya menganggukan kepalanya. Dan suasanapun di buat hening karena mereka sibuk dengan fikiran mereka masing-masing.
Seokjin hanya terdiam dengan satu tangan menahan dagunya, ia seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Kim Namjoon, kau sudah pulang rupanya." Gumamnya.
Next eps selanjutny๐
Gimana nih, kalian suka gak sama ceritanya?? Kalau suka pencet tombol likenya ya gaes, atau kasih komentar buat cerita ini. Kalian udah siapkan buat eps selanjutnya?? Yaudah terus ikutin cerita-cerita selanjutnya ya Gaes.๐๐๐
__ADS_1