Puisi

Puisi
EPS 17 MAKIN DEKAT


__ADS_3

POV Y/N.


Saat itu aku dan Seokjin sudah selesai membeli gaun pengantin begitu pun dengan jas pengantin untuk Seokjin. Karena kami memutuskan untuk memilih satu set baju pengantin agar nantinya tidak perlu lagi mencari ketempat lain.


Kami berdua pun sudah berada didalam mobil.


Aku memakaikan sabuk pengaman ketubuhku. Sedangkan Seokjin bersiap untuk melajukan mobilnya.


Diperjalan.


"Seokjin kita akan pergi kemana lagi??" Tanyaku setelah beberapa menit sibuk memainkan Hpku.


"Memesan undangan." Jawabnya singkat.


Aku menganggukan kepalaku, lalu terdiam sembari mengigit bibir bawahku dengan mata yang melirik kekanan-kekiri, karena sedang memikirkan sesuatu.


"Kim Seokjin." Panggilku menoleh kearahnya.


Seokjin hanya berdeham karena sedang fokus menyetir.


"Aku lapar, Bagaimana kalau pesan undangannya besok saja. Aku sudah lelah, dan ingin makan sekarang." Ucapku memandang kearahnya.


"Eoh, Baiklah tapi kali ini aku yang akan menentukan tempatnya, bagaimana??"


"Emmmm- baiklah. Terserah kau saja." Jawabku tersenyum lebar.


"Kita isi bengsin dulu ya!!" Ajak Seokjin membelokan mobilnya ke Pom bengsin.


Setelah Seokjin sudah mengisi bengsinnya, Tiba-tiba Aku pun merasa ingin buang air kecil.


"Seokjin berhenti dulu!! Aku mau buang air kecil dulu." Ucapku.


Seokjin pun langsung menyisikan mobilnya kearea parkir.


"Ya sudah aku akan menunggumu disini!!" Ujar Seokjin.


Aku hanya menganggukan kepalaku, dan langsung membukakan pintu mobil dengan tergesa-gesa lalu pergi.


POV AUTHOR.


Saat itu Seokjin hanya mengetuk-ngetuk jarinya ke setir mobil, sambil menunggu Y/n kembali. Ia pun melirik ke Hp Y/n yang tertinggal di samping kursinya.


Ia tak sengaja melihat pesan baru masuk ke Hp Y/n. Orang yang mengirimi Y/n pesan itu. Y/n menamainya dengan " VšŸ’ŽšŸ‘½)"


Mata Seokjin seketika menatap fokus kearah layar Hp itu, wajahnyapun kian mendekat pada benda dihadapannya itu. Ia pun membaca pesan itu tampa menyentuhnya sedikitpun.


Terlihat dalam layar hp itu, berisikan pesan.


"Apa kita bisa bertemu??"


Stelah membaca pesan itu, Seokjin kembali menegakan badannya.


"Siapa orang itu??" Gumamnya.


Taklama kemudian Y/n pun sudah selesai dari toilet. Dan kembali masuk kedalam mobil.


"Kau sudah selesai??" Tanya Seokjin tersenyum.


Y/n hanya menganggukan kepalanya dan langsung mengambil Hpnya.


Seokjin diam-diam memperhatikan gadis disampingnya itu sembari menyetir mobilnya.

__ADS_1


Terlihat saat Y/n membuka pesan itu, Wajahnya yang sebelumnya ceria seketika berubah murung. Y/n hanya membaca pesan itu dan malah langsung mematikan Hpnya dan membuang nafas panjang menatap kearah kaca mobil.


Seokjin yang melihat prilaku Y/n tak berani untuk bertanya, karena ia tidak mengetahui pasti apa hubungan mereka berdua.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


POV Y/N.


1Jam kemduian Aku dan Seokjin sudah ada di sebuah lestoran cukup mewah.


Aku duduk berhadapan dengan Seokjin.


Aku pun melihat kearah isi daftar menu buku itu melihat-lihat cukup lama. Dan kembali menyenderkan punggungku ke kursi.


"Loh, ko malah dieum??" Tanya Seokjin kebingungan.


"Seokjin, Aku tidak mengerti tentang makanan-makanan dibuku itu." Jawabku cemberut.


Seokjin pun tertegun dan malah tertawa renyah.


Aku menatap bingung kearahnya.


"Ya!! kenapa kau malah menertawaiku??" Tegurku.


Seokjin terhenti dari tawanya, dan melihat kearahku.


"Habisnya kau lucu sekali." Ujarnya menyedekapkan tangan diatas meja.


"Apanya yang lucu?? Sudahlah kau saja yang pilih makanannya, aku sudah lapar!!" Cetusku menyodorkan buku menu itu kearaah tangan Seokjin.


"Tapi selera kita bedakan??" Tanyanya kembali.


"Aiss,, Sudahlah aku itu pemakan segala. Apapun makanannya pasti kumakan." Tegasku menyedekapkan tangan di meja.


"Oyah!! (Membulatkan matanya) Apa pelastik, rumput, sampah. Juga kau makan??" Ledeknya.


"Ya!! Kenapa kau malah meledekku." Menatap kesal dengan wajah cemberut.


"Hahha, Baiklah aku minta maaf!!" (Terkekeh) Seokjin pun langsung membuka buku menu tersebut. Dan saat ia sudah selesai menentukan pesanannya, ia langsung memanggil pelayan disana.


"Ahjussi" Panggilnya.

__ADS_1


Salah satu pelayanpun datang menghampiri meja kami.


"Iya Tuan, Mau pesan apa??"


"Ah,, Aku mau pesan spicy Beef Noodle nya 1 dan Bulbogi Bimbimbapnya 1 porsi. Lalu minumannya Daechu Teanya 2." Ucapnya.


"Tunggu!!" Teriakku.


Seokjin seketika melihat kearahku.


"Minumannya aku mau es jeruk saja." Ucapku memotong perkataan Seokjin.


Seokjin kembali bicara pada Pelayan itu.


"Baiklah minumannya dinganti saja 1 dengan es jeruk." Sambungnya.


"Baiklah, kami akan segera membuatkanya." Ucap pelayan itu pergi dengan pesananya.


Saat pelayan itu pergi, Akupun kembali terdiam menatap layar hpku.


"Y/n. Kau baik-baik saja??" Tiba-tiba Seokjin bertanya padaku, dan membuatku sedikit terkejut.


"Ah, Tidak. Aku baik-baik saja." (Menyangkal)


"Kau yakin?? Aku merasa Saat ini kau tidak sedang baik-baik saja. Tapi sudahlah Aku tak akan memaksmu untuk menceritakannya padaku. Tapi jika kau butuh teman untuk menceritakan masalahmu, aku siap membantumu." Jelasnya.


Aku tertegun dengan ucapan Seokjin, bagaimana dia bisa tahu perasaanku sekarang sedang tidak baik-baik saja. Saat itu aku hanya menganggukan kepalaku. Taklama kemudian pesanan kamipun datang.


Aku menatap kearah makanan yang sudah berada diatas meja. Mataku menyapu semua hidangan yang tak pernah kulihat sebelumnya.


Diarah lain, Seokjin sedang sibuk mengalaskan makanan itu kepiringku. Tampa sadar mataku terus mengikuti setiap gerak-geriknya.


Sampai.


"Hey, kenapa kau memandangiku seperti itu??" Tanyanya tiba-tiba, dan membuatku tersadar.


"Aku tau ketampananku ini memang sangatlah menawan disetiap mata parawanita. Dan aku bisa memakluminya jika kau terpesona akan ketampananku.


Mataku terangkat memandang aneh kearanya.


"Kepedean, Lagian siapa yang terpesona denganmu." Aku mencoba mengelak.


Seokjin tiba-tiba mendekatkan wajahnya kearahku dengan semangkok sup yang berada dikedua tangannya.


Aku sedikit memundurkan wajahku, tak berani menatap langsung wajahnya.


"Kau yakin tak terpesona dengan wajahku??" (Menggoda)


Aku menelan ludahku singkat. Menyipitkan mataku kearanya.


"Ya!! menjauhlah dariku!! Kau terlalu dekat denganku!!." Mendorong bidang dadanya.


Seokjin pun memundurkan tubuhnya sembari terkekeh melihat tingkahku.


"Wajahmu berubah merah." Ujarnya sembari memberikan semangkok sup itu kepadaku.


Aku hanya mendelikan mataku kearahnya tampa berkata apapun. Rasanya jantungku seketika berdeguk kencang saat menatap wajahnya. Aku tak bisa menyangkal, wajahnya memang begitu tampan.


"Baiklah, makan saja makananmu!!" Ucapnya dengan polos. Ia langsung saja menyantap makanannya saat itu juga.


Begitu pun denganku, yang langsung menyantapnya juga.

__ADS_1


__ADS_2