Puisi

Puisi
EPS 28 MEREKA PUNYA CERITA SENDIRI


__ADS_3

POV AUTHOR.


Sempat beberapa saat mereka hanya terdiam dengan fikiran mereka masing-masing, dan tak lama kemudian, Pintu rumahnya terbuka!!


"Y/n." Panggil kedua orangtuanya.


Manik Y/n seketika melihat kearah mereka yang baru saja datang kerumah.


Naeun yang melihat kakak kesayangannya itu, langsung terbelakak, dan berlari memeluk erat Y/n.


"Eonnie, aku merindukanmu." Ungkap Naeun yang terus memeluk erat kakaknya itu.


Y/n membalas pelukan Naeun, ia tersenyum sambil megelus punggung adiknya.


"Ne, Eonnie juga sangat merindukanmu." Jawabnya.


Naeun melepaskan pelukannya, memegang kedua tangan Y/n, dengan wajah yang berubah murung.


"Kenapa Eonnie tidak tinggal disini saja!! Dan ajak Suami Eonnie untuk tinggal disini juga, agar kita bisa berkumpul seperti dulu lagi." Pintanya saat itu.


Seketika semua orang disana tersontak dengan ucapan Naeun.


Ibu Y/n yang menyadarinya, langsung berjalan menghampiri Naeun.


"Naeun, sudah jangan banyak bertanya dulu pada kakakmu!! Ayo sebaiknya kau mandi dulu!! Badanmu pasti sangat lengket karena sudah bermain cukup lama." Ajak Ibunya mencoba memalingkan pembicaraan.


Naeun melirik kearah Ibunya.


"Wae?? Aku masih ingin bersama Eonnie Ibu." Rengeknya.


Ibunya lalu menarik lembut kedua tangannya, dan mulai membujuknya kembali.


"Iya, Ibu mengerti!! Tapi kau mandi dulu ya, setelah mandi nanti kau bisa bersama kakakmu sepuasnya." Sambungnya.


Sempat terdiam beberapa saat, akhirnya Naeun mau ikut bersama ibunya, mereka pun pergi saat itu juga.


Saat itu hanya ada Y/n, Yoongi, dan juga ayahnya, mereka sempat terdiam beberapa saat, sampai saatnya Yoongi menarik rambutnya kebelekang, Membuang nafas kasar, dan mulai mengawali pembicaraan.


"Masalah besar, Aku tidak menyangka, Naeun sudah mengerti dengan sebuah pernikahan, bahkan barusan dia bilang suamimu Y/n. Anak itu memang pemikirannya seperti orang dewasa." Gerutu Yoongi.


Y/n masih tercengang kaku, ia masih kaget dengan perkataan Adiknya barusan.


Ayahnya yang juga ada disana, mencoba menenangkan kedua anaknya.


"Sudah, kau tak perlu menganggapnya terlalu serius!! Semuanya akan baik-baik saja." Ucap ayahnya.


Seketika Y/n tersadar kembali, berkali-kali ia mengusap wajahnya.


"Ayah, aku sangat hawatir jika Naeun akan bicara seperti itu didepan Seokjin atau pun Taehyung, dia masih kecil, dia pasti akan bicara apaadanya, anak kecil itu tidak pernah berbohong." Ungkap Y/n.


"Kau tenang saja, Naeun tidak akan bicara seperti itu. Percayalah pada Ayah!!" Jelas ayahnya dengan yakin.


Suasana pun hening, y/n yang saat itu memutuskan untuk masuk kekamarnya, sedangkan Yoongi dan ayahnya hanya duduk saja diruang tamu.


...


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Ditempat berbeda, saat itu terlihat Namjoon adik tiri Seokjin sedang duduk berdua bersama Solbin di sebuah cafe.


Entah sejak kapan mereka berada disana, tapi terlihat dari cara mereka bicara, mereka sudah cukup lama berada disana.


"Apa kau bisa melakukannya untukku??" Tanya Solbin pada Namjoon.


Namjoon menatap kearah Solbin.


"Tentu saja, asal kau menepati janjimu padaku." Jawabnya tersenyum smirk.


Solbin meneguk minumannya, dan kembali melihat kearah Namjoon.


"Itu sudah pasti, jika kau bisa menjalankannya dengan baik." Jelas Solbin dengan satu alis terangkat.


"Baiklah, aku akan menyuruh anak buahku nanti." Jawab Namjoon tersenyum angkuh.


Mereka pun saat itu hanya saling melempar senyuman, tetapi dilihat dari cara senyum mereka, seperti terselip sebuah rencana yang mencurigakan.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


Malam pun telah tiba, tepat pukul 19:00.


Ia duduk sembari menglahun Naeun diruang tamu, dan didampingi Y/n yang juga duduk disampingnya.


Terlihat Seokjin sudah lumayan akrab dengan Naeun, Mereka bermain, tertawa bersama-sama malam itu, terlihat kebahagiaan diwajah mereka masing-masing, kebahagiaan yang belum pernah Seokjin rasakan sebelumnya.


"Ah, Ternyata kakakmu itu masih suka ngompol dikasur ya." Ledek Seokjin sembari tertawa renyah.


"Wae?? Kenapa kau percaya dengan ucapan Naeun?? Dia itu hanya asal bicara, kasurku basah ya karena dia sendiri yang mengompoli kasurku, bukan aku." Gerutu Y/n.


Y/n membalikan badannya, dengan tangan yang menyedekap didadanya, memasang wajah cemberut karena kesal, sedari tadi Seokjin dan Naeun hanya terus meledeknya.


Manik Seokjin dan Naeun saling berhadapan, dengan satu tangan menutup mulut mereka, menahan tawa mereka agar tidak terdengar oleh


Y/n.


Seketika Seokjin menurunkan Naeun dari lahunannya, dan manarik lembut bahu Y/n agar mau menghadap kearahnya kembali.


"Y/n-ah, kau marah padaku??" Tanya Seokjin.


Y/n hanya terdiam dan tak mau membalikan badannya.


"Seokjin, Y/n." Sapa Ibunya yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


Manik Seokjin dan Y/n melihat kearah Ibunya bersamaan.


"Ini sudah malam, bermalam saja disini!!" Sambung ibunya duduk sembari melahun Naeun.


"Ah, sepertinya kami tidak bisa sekarang bu, Seokjin besok harus bekerja kembali, nanti jika ada waktu luang, kami akan menyempatkan untuk menginap disini." Jawab Y/n.


"Betul bu, yasudah. Kalau begitu kita pulang saja sekarang, bagaimana Y/n, apa kau ingin ikut pulang atau menginap disini??" Ajak Seokjin pada Y/n.


"A-aku ikut saja pulang denganmu, (melihat kearah ibunya) Ibu kalau begitu aku dan Seokjin ijin untuk pulang." Ucap Y/n mencium tangan Ibunya.

__ADS_1


Y/n menoleh kearah adiknya, dan mengelus puncak kepala Naeun.


"Naeun kau jangan nakal disini!! Eonnie akan segera kembali, jaga ibu baik-baik disini ya!!" Sambungnya.


Naeun msnganggukan kepalanya sembari tersenyum, lalu mereka bangkit dari duduknya, dan disusul oleh ibunya yang juga ikut berdiri.


"Yasudah, hati-hatilah dijalan!! Jika sudah sampai dirumah hubungi ibu." Ujar Ibunya mengelus pipi Y/n. Lalu melihat kearah Seokjin.


"Tolong jaga Y/n disana Seokjin, dan maafkan jika Y/n membuatmu kerepotan disana." Sambungnya.


Seokjin tersenyum simpul.


"Aku pasti akan menjaganya dengan baik, ibu jangan hawatir!! Y/n tidak sama sekali merepotkanku, dia malah mengurusku dengan baik, dan aku sangat bersyukur bisa mendapatkan istri sebaik dirinya." Tutur Seokjin, yang membuat Y/n dan ibunya tersontak dengan perkataannya.


Ibunya menoleh kearah Y/n dengan tatapan penasaran.


Y/n hanya tersenyum kikuk, sembari mengusap-ngusap pundaknya.


"Ibu tanyakan saja pada Oppa Yoongi, dia akan menjawab semua pertanyaan ibu." Bisik Y/n ketelinga Ibunya.


Ibunya hanya menggukan kepalanya dan tersenyum simpul.


"Yasudah Aku pergi dulu, Ayo Seokjin." Ajak Y/n berjalan keluar rumah bersama Seokjin.


...


.


.


.


.


.


.


Sesampainya mereka didalam mobil.


Y/n hanya terdiam sembari melihat kekaca mobil, sedangkan Seokjin fokus mengemudikan mobilnya, sampai saatnya Seokjin menoleh kearah Y/n.


...


...


...


...


...


...


...


...


...


...


...


...


"***Gak habis-habisnya buat ingetin buat para pembaca setia Novel aku. Plisssss, suport terus ceritaku ini. gampang ko caranya!! cuman dengan.


❤LIKE


❤KOMEN

__ADS_1


❤KRITIK DAN SARAN.


plisss tinggalin jejak kalian dengan cara di atas. biar aku makin semangat buat lanjutin ceritanya***."


__ADS_2