Puisi

Puisi
EPS 30 MOMENT APA INI??


__ADS_3

POV AUTHOR.


Pagi itu Y/n sudah bangun dari tidurnya, ia pergi kedapur, sekedar menyiapkan sarapan untuk Seokjin.


Ia duduk dikursi meja makan sembari mengolesi setiap helai roti ditangannya.


Beberapa menit kemudian ia sudah selesai dari pekerjaannya, dan langsung bangkit dari duduknya untuk pergi memanggil Seokjin.


"Seokjin-ah, cepatlah turun kebawah!! Kau bisa terlambat pergi kekantor." Teriak Y/n sesampainya diruang tamu.


"Ah, sebentar aku akan kesana!!" Saut Seokjin saat itu yang masih berada dikamarnya.


Y/n hanya berdeham, dan saat ia akan pergi kembali menuju dapur, maniknya pun tak sengaja melirik kearah sofa, dan terlihat sebuah jas kerja milik Seokjin menyampai diatasnya.


Matanya terangkat seketika, dan langsung berjalan pergi untuk mengambilnya.


"Aisss, Dia ceroboh sekali." Gumamnya setelah mengambil Jas itu, lalu menyampaikan dibahunya.


"Y/n, Apa kau melihat celana hitamku??" Tanya Seokjin berlari menuruni anak tangga.


Y/n membalikan badannya sambil berkata.


"Celana yang mana Seok---." Tiba-tiba ucapan Y/n terhenti, seketika mata dan mulutnya terbuka lebar, saat melihat Seokjin yang sedang berdiri dihadapannya tampa mengenakan celana.


"Kyaaaaaaa" Lanjutnya berteriak sembari menutup wajahnya mengenakan jas milik Seokjin.


Seokjin saat itu ikut tersontak dengan teriakan Y/n.


"Kenapa kau berteriak??" Tanya Seokjin kebingungan.


Y/n membuang nafas kasar, sembari terus menutupi wajahnya.


"Kim Seokjin, kenapa kau tak memakai celanamu?? Cepatlah pakai celanamu!! Aku tidak bisa melihatnya." Gerutu Y/n.


Seokjin hanya mengangkat kedua bahunya sambil melirik kearah juniornya yang tertutup selempak, seketika ia memiringkan kepalanya dan kembali melihat kearah Y/n.


"Memangnya kenapa?? Kitakan sudah menikah, kenapa kau mesti malu Melihatku seperti ini??" Jelas Seokjin dengan tangan menyedekap didada.


"Ya tetap saja, aku belum berani melihatmu seperti itu, apalagi melihat benda panjang itu, mataku bisa ternodai tau." Gerutunya kembali, dengan posisi yang masih sama.


Seokjin terkekeh dengan kedua alis terangkat.


"Yaaaa, Jangan berkata seperti itu!! Sekarang kau tak mau melihat juniorku, tapi jika kau sudah mengenalnya, kau sendiri yang akan menyukainya. Kalian hanya perlu berkenalan saja." Goda Seokjin dengan tatapan jahilnya.


Y/n tertegun, dan langsung membalikan badannya membelakangi Seokjin, Ia membuang nafas singkat, dengan jas yang masih menutupi wajahnya.


"Ya!! Berhenti menggodaku!! Cepat kembali kekamarmu dan pakai celanamu!!" Suruh Y/n saat itu.


"Haha baiklah, lalu celana hitamku dimana??" Tanya Seokjin.


"Aku tidak tahu, sudah pakailah celana yang lain!! Nanti aku akan mencarinya." Jawab Y/n.


Seokjin membuang nafas singkat.


"Hemm,, baiklah." Ujar Seokjin yang langsung berjalan santai menaiki anak tangga menuju kekamarnya kembali.

__ADS_1


Saat Seokjin sudah tidak ada dihadapannya lagi,


Y/n langsung membuka matanya kembali, dengan nafas yang sesak akibat wajahnya yang tertutupi jas.


Wajahnya terlihat berubah memerah, ia mencoba mengatur nafasnya kembali dengan satu tangan menempel didadanya.


"Tidak-tidak, barusan aku benar-benar melihatnya. Seokjin-ah kau sudah membuat mataku tidak perawan lagi." Ujar Y/n sembari menepuk-nepuk keningnya.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


30menit kemudian Seokjin sudah selesai dari sarapannya, didampingi Y/n yang duduk didepanya.


Seokjin tertegun melihat kearah Y/n yang masih syok dengan kejadian tadi, Seokjin pun terkekeh menatap gemas kearahnya.


Seketika lamunan Y/n buyar oleh suara Seokjin.


"Ah, iya. Ada apa??" Sautnya sembari memalingkan pandangannya dari Seokjin.


"Wae?? kau berbicara padaku, tapi matamu melihat kearah yang lain?? Y/n apa kau masih malu dengan kejadian tadi??" Tanya Seokjin menyedekapkan tangan dimeja, lalu memajukan wajahnya kearah


Y/n.


Sampai saatnya wajah mereka terasa sangat dekat.


Wajah Y/n seketika berubah gugup, saat manik mereka berdekatan satu sama lain. Ia menelan ludahnya singkat dengan pandangan yang membuyar.


"Tidak, aku hanya ingin melamun, menjauhlah dariku Seokjin, kau terlalu dekat denganku." Ucap Y/n sambil mendorong bahu Seokjin, menjauhkan darinya.


Seokjin menegakan kembali duduknya sembari tersenyum simpul kearah Y/n.


"Baik-baik, maafkan aku ya!! Yasudah, kalau begitu aku pergi berangkat kerja dulu." Ujar Seokjin bangkit dari duduknya, lalu berjalan memutari meja sekedar mendekati Y/n.


Y/n hanya duduk sambil melihat kearah Seokjin yang saat ini sudah ada disampingnya. Tangan Seokjin pun mengusap puncak kepalannya dengan lembut.


"Aku pergi duluya!! Jaga dirimu baik-baik." Ucap Seokjin yang langsung mengkecup kening Y/n, lalu pergi saat itu juga.


Deggg,,,

__ADS_1


Y/n hanya terdiam mematung, saat melihat Seokjin berjalan pergi keluar dari dapur, jantungnya pun berdeguk dengan kencang.


"Seokjin, lagi-lagi kau membuatku berderbar." Gumamnya sambil memegang bekas kecupan Seokjin dikeningnya.


Tiba-tiba satu pesan masuk keponselnya, membuat lamunan Y/n buyar saat itu juga.


Dan seketika manik Y/n melihat kelayar Ponselnya yang sedari tadi tergeletak diatas meja.


"Pesan baru dari siapa?? Nomer ponselnya aku tidak mengenalnya." Ujar Y/n kebingungan, saat itu juga ia langsung membuka pesannya.


Isi pesan:


088+++


Kemarin


Jam 21:00


Y/n ini aku Taehyung, aku sudah membeli ponsel yang baru demi bisa menghubungimu lagi, oyah malam ini kau sedang apa??


Jam 21:05


Y/n apa kau sudah tidur??


Jam 21:10


Y/n??


P


P


P


P


P


P


P


P


P


Jam 21:30


Baiklah, mungkin kau sudah tidur :), Selamat tidur sayang.


Hari ini


Jam 08:00


Y/n apa kau sudah bangun??

__ADS_1


...


Mata Y/n seketika terbuka lebar, setelah membaca isi pesan diponselnya, ia baru menyadari bahwa dari semalam Taehyung terus mengiriminya pesan. Ia baru teringat waktu semalam ia langsung tertidur sehabis pulang dirumah orangtuanya saat itu.


__ADS_2