Puisi

Puisi
EPS 64


__ADS_3

AUTHOR POV.


1minggu kemudian.


"Hemm, apa kau akan langsung pergi keacara pertunangan itu??" Tanya Y/n sembari memakaikan dasi kerja pada Seokjin diruang tengah.


"Heemm, Y/n apa kau benar-benar tidak bisa menemaniku, eoh??" Rajuk Seokjin sembari beraigyoo.


"Tidak bisa sayang!! Na-eun akan kecewa jika aku tidak menemaninya. Mianhe Seokjin-ahh!!"


"Hemm, baiklah. Lagi pula aku tidak akan berlama-lama disana."


"Memangnya kenapa??"


"Jadwalku sangat padat hari ini, sayang."


Y/n hanya mengangguk mengerti.


Tiba-tiba, sorot mata Seokjin melihat kearah Enwoo yang sedang menuruni anak tangga, dan seketika itu juga, mereka pun saling melempar tatapan dingin.


"Pagi Nuna!!" Sapa Enwoo setibanya dihadapan mereka.


"Eoh, Enwoo kau sudah bangun??" Balas Y/n menoleh kearahnya.


"Hemm, Oyah Nuna sepertinya aku harus segera pergi sekarang kekantor, karena ada sedikit masalah disana."


"Oya?? Sarapanlah terlebih dahulu Enwoo-na!! Aku sudah menyiapkannya didapur."


"Eoh, nanti saja diluar Nuna."


"Jangan membiarkan perutmu itu kosong, cepat---."


"Y/n kau tak perlu memaksanya!! Dia sudah bisa mengurus dirinya sendiri." Ketus Seokjin yang tiba-tiba menyeka perkataan istrinya.


"Seokjin kenapa kau bicara seperti itu??" Tanya Y/n kebingungan.


Seokjin hanya terdiam, dan tak menjawab pertanyaannya.


"Ya sudah, Nuna aku pamit pergi dulu!! Sampai jumpa nanti." Ucap Enwoo, sembari melirik singkat kearah Seokjin ,lalu pergi saat itu juga.


"Enwoo, tapi---."


"Dia itu bukan siapa-siapamu Y/n!! Jadi berhentilah bersikap perhatian padanya!!" Tegas Seokjin yang lagi-lagi membuat Y/n tertegun kebingungan.


"Kau itu bicara apa?? Dia itu sepupumu!! Sudah pasti aku harus memperhatikanya. Dia sendirian disini, karena kedua orang tuanya tinggal di Jerman. Dia juga butuh perhatian lebih. " Jelas Y/n sedikit kesal dengan sikap suaminya itu.


"Sebelum dia mengenalmu, dia sudah hidup sendirian. Lalu apa yang musti dihawatirkan??"


"Apa kau berniat mengusirnya Seokjin??" Tekan Y/n menatap lekat kearah Seokjin.


"Entahlah!! Mungkin nanti??" Jawab Seokjin sembari membuang pandangannya kesembarang arah.


"Sebenarnya kalian itu kenapa, eoh?? Kenapa semenjak kalian pulang dari toko buku waktu itu, sikap kalian benar-benar berubah??"  Tanya Y/n yang mulai kesal.


Menyadari istrinya yang mulai kesal, Seokjin lantas segera mengakhiri pembicaraan mereka.


"Sudahlah!! Lupakan semua ucapanku tadi. Aku hanya bercanda dengan ucapanku. Kalau begitu aku akan berangkat kekantor sekarang!!"


"Seokjin kau belum menjawab pertanyaanku!!" Tekan Y/n kembali.


"Tidak ada yang perlu dijawab sayang!! Aku dan Enwoo baik-baik saja. Aku pergi dulu ya!!" Ucap Seokjin sembari mengkecup singkat bibir istrinya itu, lalu pergi begitu saja.


Sedangkan Y/n, ia hanya berdecak kesal, karena tak mendapat jawaban apapun dari rasa penasarannya itu.


Ya, semenjak kejadian pertengkaran Seokjin dan Enwoo di mobil malam itu. Kedua pria itu kini menjadi acuh. Entahlah?? Mereka seperti masih canggung untuk saling bertegur sapa seperti biasanya.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Waktu terus berputar, dan  jarum jam pun sudah menunjukan pukul 17:00.  Di ruang kerja Seokjin.


"Seokjin!!, Eoh, maksudku pak Seokjin!! Sepertinya ada sedikit kendala." Lapor Sohye menghampiri atasannya itu.


"Wae?? Kendala apa maksudnya??" Tanya Seokjin bangkit dari duduknya.


"Ini, claint kita yang dari Jerman akan datang satu jam lagi, sedangkan pak Seokjin akan pergi keacara pertunangan anaknya tuan Hang. Jadi bagaimana??"


Seokjin lalu sempat terdiam beberapa saat. Sampai saatnya ia pun mulai angkat bicara kembali.


"Ya sudah!! Kita akan tetap pergi keacara pertunangan itu. Kita masih punya waktu satu jam lagi bukan?? Setidaknya kita masih bisa hadir keacara itu, walau hanya sebentar."


"Tunggu dulu!! Apa aku tidak salah dengar?? Kita berdua??" Tanya Sohye kebingungan.


"Hemm, kita berdua. Jangan salah paham dulu!! Aku pergi bersamamu juga itu atas ijin dari istriku. Y/n tidak bisa ikut, jadi dia menyuruhku untuk pergi bersamamu. Yasudah!!Aku tunggu kau dimobil!! Bersiap-siaplah!!" Ucap Seokjin yang langsung pergi begitu saja meninggalkan tempat.


Sohye hanya terdiam tanpa kata ditempat itu.


"Sebenarnya apa yang Y/n mau?? Apa dia sedang bermain-main denganku?? Min Y/n, wanita itu?? Dia benar-benar membuatku merinding." Gumam dalam hati Sohye saat itu.


Tanpa berlama-lama, Sohye pun segera pergi menyusul Seokjin keluar saat itu juga.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Ditempat yang berbeda, 2jam yang lalu. Taehyung dan Sana sudah selesai melakukan acara pertunanganya mereka. Kini mereka hanya sedang menyambut para tamu undangan yang berdatangan saja.


Namun seketika ponsel Taehyung bergetar dan ada satu pesan masuk. Tanpa basa-basi Taehyung langsung membuka pesan tersebut. Dan seketika itu juga wajahnya berubah pucat.


"Taehyung, kau kenapa??" Tanya Sana hawatir.


"Sana, bagaimana ini??" Ucap Taehyung mulai panik.


"Wae?? Ada apa Taehyung-ahhhh??"


"Tadi aku mendapat kabar, bahwa jantung ibuku kambuh lagi. Aku harus bagaimana?? Aku tidak mungkin meninggalkanmu sendirian disini." Lirih Taehyung yang benar-benar panik.


"Tidak Taehyung!! Kau pergilah kesana!! Biar disini aku dan ayah saja yang tangani."


"Kau serius?? Aku benar-benar tidak enak padamu dan juga ayahmu."


"Sudah, tidak papa. Pergilah!! Nanti jika ayah menanyakanmu, aku akan memberitahunya. Sekarang ibumu lebih penting."


"Baiklah, aku akan mengabarimu setelah aku sampai disana. Aku pergi dulu!!" Jawab Taehyung yang langsung pergi begitu saja meninggalkan tempat tersebut.


Namun setelah kepergian Taehyung beberapa menit yang lalu. Tiba-tiba ayah Sana datang menghampirinya bersama beberapa tamu bersamanya.


"Sana dimana Taehyung??" Tanya Ayahnya setibanya dihadapannya.


"Eoh, ayah?? Taehyung barusan mendapat kabar kalau penyakit jantung ibunya kambuh lagi. Tapi dia sudah meminta ijin untuk pergi, dan aku mengijinkannya karena ibunya pasti sangat membutuhkannya." Jawab Sana saat itu juga.


"Eoh, baiklah." Lalu seketika tuan Hang menoleh kearah tamu yang sedari tadi bersamanya. "Maaf tuan Seokjin!! Sepertinya calon menantu saya ada sedikit masalah, jadi dia tidak bisa bertemu dengan anda."


"Eoh, tidak papa tuan Hang!! Lagi pula saya tidak akan berlama-lama disini. Saya harus kembali, karena sebentar lagi client saya yang dari Jerman akan segera sampai. Tanpa mengurangi rasa hormat, saya terpaksa harus pamit pergi. Emm, dan tolong titipkan salam saya untuk calon menantumu itu tuan Hang!!" Ucap Seokjin membukukan punggungnya, dan disusul oleh tuan Hang dan juga Sana yang ikut membungkuk.


"Selamat atas pertunanganmu Sana!!" Sambung Seokjin memberikan selamat pada Sana.


"Gomawo, tuan!!" Balas Sana tersenyum simpul.


"Saya sangat berterimakasih karena tuan Seokjin sudah menyempatkan waktu untuk hadir keacara pertunangan anak saya ini." Tutur tuan Hang sembari berjabat tangan bersama Seokjin dan juga Sohye yang sedari tadi setia bersamanya.


"Hemm, tidak papa. Kalau begitu sampai jumpa  nanti!! Saya mohon undur diri." Ucap Seokjin yang langsung pergi bersama Sohye dari tempat itu.


Sana pun tersenyum kearah mereka berdua. Dan setelah mereka sudah tak terlihat lagi. Sana lantas langsung berbisik pada sang ayah.


"Ayah, apa wanita itu istrinya??"


"Ayah rasa iya, karena mereka terlihat sangat akrab."


Sana lalu hanya mengangguk mengerti.


"Baiklah, kalau begitu ayah akan kembali pada teman-teman ayah yang sudah menunggu ayah disana." Ucap tuan Hang sembari mengusap kepala sang anak, lalu pergi.


"Baiklah ayah!!" Ucap Sana tersenyum.


"Sana-ya!!"


Tiba-tiba seseorang memanggil namanya.


"Eoh, Hoseok-ah!!" Saut Sana setelah melihat sosok yang memanggilnya.


"Eoh, dimana Taehyung??" Tanya Hoseok sesaat tak melihat keberadaan sahabatnya itu.


"Ibunya sakit Hoseok. Jadi aku menyuruhnya pergi." Jawab Sana santai.


"Benarkah??"


Sana lalu menganggukan kepalanya.


"Haiss, ibu Taehyung memang mempunyai riwayat penyakit jantung, dan itu sudah sangat parah. Wajar saja Taehyung akan sangat hawatir." Jelas Hoseok saat itu.


"Ne, aku sudah tau. Makanya aku mengijikannya untuk pergi."


Hoseok lalu menatap wanita dihadapanya itu.


"Ne, aku baik-baik saja Hoseok-ah." Ucap Sana tersenyum manis.


Hoseok pun menghelas nafas lega ketika melihat wanita itu kini tersenyum.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kini waktu sudah menunjukan pukul 20:00malam.


Kini Y/n memutuskan untuk pulang, setelah mendapat kabar bahwa Seokjin tidak bisa menjemputnya pulang.


"Y/n sebaiknya oppa akan mengantarkanmu pulang!!"


"Tidak usah oppa!! Aku bisa pulang sendiri." Tolak Y/n.


"Tidak ada penolakan!! Oppa akan tetap mengantarmu pulang. Seokjin juga tidak bisa menjemputmu. Jadi biarkan oppa saja yang mengantarmu, mengerti!!" Tegas Yoongi tak mau tau.


Y/n hanya bisa pasrah dengan ajakan kakaknya itu. Karena memang sedari tadi Yoongi terus memaksa Y/n untuk pulang bersamanya.


"Baiklah, aku akan pulang bersama oppa. karena percuma jika aku menolak, oppa akan terus memaksanya."


"Bagus!! Kenapa tidak sedari tadi saja kau menyetujuinya. Haisss, kau hanya membuang-buang waktuku saja." Celetuk Yoongi.


"Haisss, oppa ini. Kalau oppa tidak iklas, yasudah jangan memaksaku." Ketus Y/n sembari mendelikan matanya.


"Sudah cepat, berpamitan dulu pada ibu dan ayah!! Eoh, dan satu lagi. Berpamitan juga pada adik bungsumu itu!! Dia akan merengek lagi jika kau pergi tanpa sepengetahuannya."


"Iya-iya!! Oppa kenapa kau sangat cerewet sekali sih??" Ketus Y/n yang langsung pergi kedalam rumahnya untuk berpamitan.


Sedangkan disisi lain, Yoongi hanya tersenyum jahil, dan beberapa saat kemudian, Y/n sudah keluar kembali bersama orang tuanya, dan juga Na-eun.


"Hati-hati dijalannya Y/n!!" Ucap ibunya lemah lembut.


"Iya bu, kalau begitu aku dan oppa Yoongi pergi dulu!! Dan kau Na-eun belajarlah yang rajin!! Jangan mengecewakan eonnie mu ini!! Mengerti!!" Ucap Y/n semangat.


"Ne, Eonnie!! Aku akan menjadi anak paling pintar disekolahanku nanti." Jawab Na-eun tersenyum lebar.


Y/n lalu ikut tersenyum senang, sembari mengelus kepala sang adik.


"Sudah!! Kapan berangkatnya?? Kalau kau terus berbicara." Celetuk Yoongi yang seketika membuat semua manik menoleh kearahnya.

__ADS_1


"Haisss, kau ini tidak sabaran sekali." Tegur Y/n sembari memukul lengan kakaknya itu.


"Ya, sudah aku pergi dulu ya!! Sampai jumpa nanti!! Dahhhh." Sambung Y/n sembari berjalan pergi, dan disusul Yoongi yang juga ikut berjalan dibelakangnya.


"Yoongi, hati-hati bawa mobilnya!! Kau masih belum lancar membawanya!!" Teriak ayahnya cemas sesaat kedua anaknya pergi memasuki mobil baru Yoongi.


Ya, mobil itu, baru saja Yoongi beli 2bulan yang lalu dari hasil kerjanya menjadi direktur utama di perusahaan KSJ.


"Hemm, tenanglah ayah!! Aku sudah jago membawanya. Sudah kalian masuklah kedalam!!" Sahut Yoongi sembari melajukan mobilnya pergi.


"Hais anak itu." Gumam ayahnya, yang langsung merangkul istri dan anaknya masuk kembali kedalam rumah.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


15menit kemudian, di tempat yang berbeda.


"Y/n kita isi bengsin dulu ya!!" Ajak Yoongi saat diperjalanan.


Y/n hanya berdeham sambil sibuk memainkan ponselnya.


Sesaat mereka sedang mengantri untuk mengisi bengsin, tiba-tiba ada sebuah mobil lainnya berhenti tepat disamping mobil mereka.


Dan tak sengaja, Yoongi pun menoleh kearah mobil tersebut. Dan seketika itu juga Yoongi langsung menyipitkan matanya, ketika melihat mobil tersebut yang tak asing baginya.


"Bukankah itu mobil suamimu Y/n??" Ucap Yoongi yang berhasil membuat Y/n terhenti dari ponselnya. Dan seketika itu juga Y/n langsung menoleh kearah mobil yang ditunjuk Yoongi.


"Eoh, benar!! Itu memang mobilnya Seokjin." Jawab Y/n yang saat itu langsung menurunkan kaca mobilnya, dan segera memanggil-manggil nama suaminya.


"Seokjin!! Seokjin!! Seokjin!!" Panggilnya berkali-kali.


Dan seketika kaca mobil itu pun terbuka, dan benar saja didalamnya terdapat Seokjin yang menoleh kearahnya dan juga Yoongi.


"Ya Y/n-na!! Kau ada disini??" Saut Seokjin terkejut.


Namun tak ada balasan dari Y/n maupun dari Yoongi, ketika mereka melihat ada sosok wanita disamping Seokjin saat itu.


...


Skip isi bengsin.


Kini mereka sudah berdiri diluar mobil masing-masing, dekat pengisian bengsin tadi. Dan terlihat mereka sudah berbicara cukup lama disana. Sampai saatnya.


"Kau bodoh Y/n?? Bisa-bisanya kau mengijinkan suami mu sendiri pergi dengan wanita lain. Dimana pikiranmu, eoh??" Tegur Yoongi tak percaya.


"Sudahlah oppa!! Jangan diperbesar!! Aku juga terpaksa melakukannya. Karena Na-eun juga membutuhkanku." Jelas Y/n sembari memegang tangan kakaknya itu yang sudah kepalang kecewa.


Namun tak ada respon dari Yoongi, ia malah langsung menatap tajam kearah Seokjin.


"Dan kau Seokjin!! Bisa-bisanya kau menyetujui keinginan Y/n. Apa kau tak peka dengan maksud istrimu ini  eoh?? Dia hanya menggeretakmu saja!! Dia tidak benar-benar memintamu untuk pergi bersamanya." Pekik Yoongi sembari menoleh kearah Sohye yang hanya terdiam sedari tadi.


"Maafkan aku Yoongi, aku benar-benar tidak peka dengan maksud Y/n. Tapi aku juga sudah berkali-kali mengajak Y/n untuk ikut bersamaku." Ujar Seokjin penuh penyesalan.


"Tidak Seokjin!! Kau tidak salah!! Ini memang murni salahku. Kau tak perlu meminta maaf seperti ini!!" Bela Y/n sembari memegang bahu suaminya.


"Sudahlah!! Sebaiknya kau Y/n pulang saja dengan suamimu!! Biar Sohye aku saja yang akan mengantarnya pulang. Cepat masuk kemobil kalian!! Dan kau Sohye masuklah kedalam mobilku!!" Pinta Yoongi saat itu juga.


"Ne, Yoongi-si." Jawab Sohye yang langsung masuk kedalam mobil Yoongi.


Dan begitu pun Seokjin dan Y/n yang juga masuk kedalam mobil mereka. saat itu juga.


Dan beberapa saat kemudian, mereka pun melajukan mobil mereka masing-masing.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Disisi lain, selama perjalanan.


Yoongi hanya pokus menyetir, sedangkan Sohye ia hanya terdiam canggung karena sedari tadi tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut mereka masing-masing.


Sampai saatnya.


"Yoongi-si!!" Panggil Sohye memecah keheningan.


"Jika tidak penting, jangan bicara padaku!!" Cetus Yoongi yang berhasil membuat nyali  wanita itu menciut kembali.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2