Puisi

Puisi
Eps 6 Hampir


__ADS_3

POV AUTHOR.


Beberapa hari kemudian, Y/n Saat itu sedang sibuk-sibuknya bekerja, Ia nampak sangat kelelehan setelah melayani para tamu yang berdatangan cukup ramai ketempat ia bekerja, Ia segera duduk dikursi tempat ia sering beristirahat.


Selang beberapa menit Hoseok datang menghampirinya.


"Y/n kau pasti sangat lelah hari ini." Sapanya sambil duduk di samping Y/n, membawa 2botol minuman penyegar ditangannya, dan memberikan salah satu minuman itu pada Y/n.


"Kelihatannya tadi pagi Aku tak melihatmu membawa motor, Apa Taehyung nanti akan menjemputmu??" Sambungnya kembali bertanya pada Y/n.


Y/n menggelengkan kepalanya.


"Tidak, Aku sengaja tidak membawa motorku karena setelah pulang kerja Aku harus pergi ke tempat So--." Ucap Y/n terhenti, saat ia menyadari dirinya hampir keceplosan pada sahabatnya itu.


Wajahnya pun seketika berubah panik dan hanya menggerakan bola matanya ke kanan dan ke kiri karena merasa panik.


"So apa Y/n??" Menatap penasaran pada Y/n.


Y/n hanya mengusap-ngusap pundaknya, sambil terus memikirkan jawaban untuk Heosok.


"Eoh, Maksudku So--Sophing, ya!! Shoping Aku sudah lama tidak belanja kebutuhanku He." Jawabnya megelak, Ia lalu membuang nafas lega.


Heosok pun percaya begitu saja pada ucapan Y/n dan hanya menganggukan kepalanya. Seketika suasana pun langsung hening, karena mereka sibuk dengan minuman mereka masing-masing.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Waktu pun sudah menunjukan pukul 16.00 Sore, itu saatnya Y/n pulang dari pekerjaannya.


Ia terlihat sudah keluar dari dalam lestoran dan langsung memesan Taxi. Tak lama kemudian Taxi yang ia pesan sudah datang, dan tampa basa-basi Y/n langsung masuk kedalamnya.


...


.


.


.


.


.


.


.


POV Y/N.


1jam kemudian.


Saat itu Aku sudah bersama Seokjin, didalam kantor pribadinya. Aku duduk berhadapan dengannya, dengan sebuah meja yang berada dihadapan kami sebagai penyekah.


Saat itu aku sudah menandatangani surat perjanjian yang waktu itu Seokjin buat, karena saat itu aku tidak dapat menemuinya, dan baru sempat menemuinya hari ini.


Aku berjabatan tangan dengannya, sekedar memberi selamat pada diri sendiri.



"Lalu rencana mu apa sekarang??" Tanyaku melirik kearahnya.


Seokjin menyandarkan tubuhnya keKursi kerjanya.


"Rencanaku sekarang kita pergi menemui Ayah dan Ibuku untuk meminta restu pada mereka, dan tentunya Kau akan bertemu juga dengan Kakekku." Jawabnya sambil menyedekapkan kedua tangan di dada, dan kaki yang menupang ke salah satu kakinya yang lain, lalu melihat ke arahku.


Aku hanya mengangguk dan berdeham saja saat itu,


"Tapi tunggu dulu!!" Ujarnya.


Matanya pun seketika menyapu semua penampilanku dari atas sampai bawah, dengan Jari tangan yang menempel di bawah telinga kirinya.



Seketika Aku menatap aneh padanya, dan langsung menutupi dadaku dengan kedua tanganku karena merasa ada yang aneh.

__ADS_1


"Ya, kenapa kau memandangku seperti itu??" Tegurku.


Seokjin tertegun dan menaikan kedua halisnya, Membuang nafas singkat lalu menyeringai. ia lalu menegakkan kembali duduknya.


"Ya!! Jangan berpikiran aneh dulu!! Aku melihatmu bukan karena Aku tertarik denganmu, tapi rasanya Aku perlu membawamu ke sebuah tempat." Jelasnya.


Aku hanya tertegun dengan bola mata yang melihat keatas.


"Kemana??" Tanyaku penasaran.


"Sudahlah, jangan banyak bertanya kau ikut Aku saja!!" Bangkit dari duduknya dan pergi mendahuluiku.


Aku pun hanya mengkerutkan keningku karena merasa bingung dengan ajakan Seokjin. Ku pikir Aku tak mau membuang banyak waktu dan akhirnya pergi menyusul Seokjin yang sedari tadi sudah pergi keluar terlebih dahulu.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


1menit kemudian Aku dan Seokjin sudah berada dalam mobil mewah miliknya.



Aku duduk dibagian belakang kursi mobil dengan santainya.


Dari arah depan Seokjin membalikan badannya ke arahku dengan tatapan tajam.


"Y/n-ah." Panggilnya kearahku.


"Apa??"


Seokjin memalingkan wajahnya singkat, lalu melihatku kembali.


"Kenapa kau malah duduk disana??" Tanyanya.


Aku hanya menatap bingung kearahnya, karena tidak mengerti dengan pertanyaannya itu.


"Memangnya kenapa?? Aku sudah duduk dengan benar, dan juga sudah memakai sabuk pengaman, Lalu apa yang salah??" Jawabku dengan santai.


Seokjin mengusap wajahnya berulang-ulang dan membuang nafas panjang, kembali menatap ke arahku.


"Kau pikir Aku supir Taxi Apa?? Cepat duduk didepan bersamaku!!" Membalikan badannya kembali melihat kedepan.


Aku hanya memutarkan bola mataku dan menatap kesal kearahnya, Pikirku saat itu, Aku malas untuk keluar masuk mobil dan langsung menerobos saja ke kursi depan dengan santainya.


Setelah Aku duduk dan memakai sabuk pengaman, Aku menyandarkan tubuhku ke kursi mobil, Dan.


"Ya!!" Teriak Seokjin.


Seketika membuatku terkejut dengan teriakannya.


"Kenapa kau ini bodoh sekali?? Kenapa kau langsung menerobos ke sini?? Seharus nya kau bisa masuk dari arah luar." Gerutunya.


Aku pun menyadari kesalahanku, Aku tersenyum lebar kearahnya sembari menggaruk-garuk kepalaku.


"Hehe, Aku minta maaf." Ucapku.


Seokjin membuang pandangannya kembali kedepan, dan hanya menghelas nafas kesal sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Dan tampa basa-basi langsung melajukan mobilnya saat itu, kami pun pergi.


...


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.



30menit kemudian Aku di bawanya kesebuah tempat, dimana di dalamnya terdapat banyak pakaian dan aksesoris untuk pria maupun wanita, Mataku menyapu semua benda yang ada dihadapanku.


"Seokjin, kenapa kita kesini??" Tanyaku kebingungan.


"Hemm,, Kau ikut saja. Dan turuti saja perintahku." Jawabnya tampa melihat kearahku.


Aku hanya mendelikan mataku dengan wajah cemberut.


Hampir satu menit kami tak saling bicara dan malah sibuk dengan ponsel kami masing-masing.


Tak lama terlihat seorang Pria datang menghampiri kami dengan senyuman di bibirnya.



"Seokjin Hyung, Ah Aku tak menyangka Kau akan datang ke Salon butikku." Sapa pria itu merangkul Seokjin dengan akrab.


"Ya, Jungkook. Aku datang kemari karena butuh bantuanmu." Jawab Seokjin terkekeh.


"Oyah, bantuan apa??" Tanyanya kembali.


Seokjin Menoleh ke arahku.


"Ah kenalkan dia Y/n, Tolong dandani dia sebaik mungkin!!" Jelas Seokjin.


Pria bernama Jungkook itupun menoleh ke arahku sambil tersenyum.


"Eoo, Hay Y/n, Aku Jungkook. Senang bisa berkenalan denganmu." Sapa pria bernama Jungkook itu padaku, aku hanya tersenyum simpul padanya.


Seketika Jungkook terdiam dan melirik singkat ke arah Seokjin. Dan melihat kearahku lagi.


"Kau siapanya Seokjin??"


Seketika aku tertetegun dengan pertanyaannya, pikiranku buyar harus menjawab apa padanya.


"A-aku--"


"Dia calon istriku." Kata Seokjin memotong perkataanku,


Sektika Aku dan Jungkook terbelakak kaget bersamaan.


"Aigoo, benarkah itu Hyung?? Apa Aku tidak salah dengar, barusan Kau bilang Y/n calon istrimu?? . Aku masih belum percaya, Ini sangat mendadak, Sebelumnya Aku belum pernah melihat atau mendegarmu berkencan dengan seorang Wanita manapun, dan sekarang kau datang kemari, lalu memberi kabar kalau kau akan menikah!!" Tuturnya sembari menggelengkan kepalanya.


Seokjin memutarkan bola matanya.


"Ya, Sudahi ocehanmu itu dan cepatlah kerjakan tugasmu sekarang!!" Cetusnya menghentikan pembicaraan, wajahnya seketika berubah memerah dan aku melihatnya dengan jelas.


Wajah Jungkook pun berubah cemberut, ia lalu menarik tanganku untuk ikut bersamanya.


"Y/n, Kau Gadis pertama yang berhasil memenangkan hati Seokjin Hyung." Berbisik ketelingaku. Mataku terbuka lebar saat mendengar perkataannya.


"Benarkah??" Tanyaku penasaran.


Jungkook lalu menganggukan kepalanya mencoba meyakinkanku, dan Aku hanya tersenyum padanya, Kami pun masuk ke dalam ruangan khusus dengan di temani beberapa pegawai yang sudah membawa beberapa alat make up dan juga pakaian.


...


...


...


...


...


...


...


...


...


...


...


...


...


next.


gak bosen-bosennya buat kalian yang udah sudi baca ceritaku. jangan lupa vote dan komennya ya. karena satu like dari kalian bisa buat aku makin semangat buat terus lanjutin ceritnya.

__ADS_1


__ADS_2