Puisi

Puisi
EPS 63


__ADS_3

AUTHOR POV


"Siapa dia??" Tanya Y/n menatap datar wanita dihadapannya itu.


Seketika manik Seokjin pun langsung menoleh kearah Sohye dengan wajah yang begitu gugup.


Sedangkan Y/n, ia terus meminta jawaban melalui sorot matanya.


"Di-dia--."


"Apa dia istrinya Seokjin?? Kurasa ia." Gumam dalam hati Sohye saat itu.


"Eoh, apa anda istrinya pak Seokjin?? Namaku Kang Sohye, Nyonya!! Aku sekretarisnya Pak Seokjin." Ucap Sohye yang seketika membungkuk hormat pada Y/n.


"Hemmm," Jawab Y/n dengan dingin. Dan seketika padanganya beralih kearah Seokjin yang masih terdiam kaku." Lalu Dimana Mina?? Bukankah dia Sekretarismu??"


"Eoh, Duduklah dulu sayang!! Sedari tadi kau hanya berdiri disana." Seketika pandangan Seokjin tertuju pada benda kotak yang Y/n bawa. "Apa itu bekal untukku??" Sambungnya yang langsung menarik tangan Y/n untuk duduk disampingnya.


Dengan wajah yang masih sama datarnya.


Y/n pun duduk bersama Seokjin, dengan Sohye yang berada tepat didepannya.


"Sayang apa menu makan siangku sekarang??" Tanya Seokjin mencoba memalingkan pembicaraan.


"Seperti biasanya, aku membuatkan ayam dada goreng untukmu." Jawab Y/n sembari membukakan kotak bekalnya.


"Aigoo, gomawo sayang!! Kau tau sekali makanan kesukaanku." Ujar Seokjin sembari menyantap ayam goreng tersebut dengan antusias.


Disisi lain Sohye hanya terdiam, dengan makanan yang hanya ia mainkan dengan garfunya.


"Seokjin, kau belum menjawab pertanyaanku?? Dimana Mina?? Dan kenapa dia tidak menjadi sekretarismu lagi??" Tanya Y/n yang berhasil membuat Manik Seokjin dan Sohye menatapnya kembali.


"Eoh, Mina. Dia dialihkan menjadi sekretaris kakakmu Yoongi. Dan Sohye lah yang sekarang menggantikannya." Jelas Seokjin.


"Wae?? Kenapa Mina harus dialihkan kesana?? Yoongi oppa kan bisa mencari sekretaris yang baru?? Kenapa musti Mina?? Hemm, padahal aku sangat menyukainya." Ujar Y/n yang terdengar seperti sebuah sindiran.


"Jadi dia adalah adik dari pria bernama Yoongi itu?? Pantas saja mereka mempunyai sifat yang sama dinginnya." Gumam dalam hati Sohye saat itu.


Disisi lain Seokjin mencoba menjelaskan kembali pada istrinya yang sudah kelewat penasaran itu.


"Eoh, itu karena Yoongi membutuhkan sekretaris yang lebih handal darinya. Dan Mina bisa sangat membantu untuknya. Maka dari itu, aku menunjuknya untuk menjadi sekretarisnya Yoongi."


"Eoh, begitu ya. Oyah, apa ini juga adalah salah satu aturan yang baru di perusahaanmu?? Seorang sekretaris baru yang bisa makan siang bersama  atasannya??" Celetuk Y/n yang berhasil membuat Seokjin dan Sohye tersontak kaget.


"Ma-maksudmu apa Y/n??" Tanya Seokjin gugup.


"Tidak!! Lupakan saja!!" Jawab Y/n datar.


"Eoh, maaf Nyonya!! Ini semua kesalahan saya. Seharusnya saya tidak mengajak pak Seokjin untuk makan siang bersama. Maaf karena saya sudah lancang!!" Ucap Sohye yang tiba-tiba angkat bicara.


Manik pasutri itu lantas menoleh kearah Sohye bersamaan, dan membuat keheningan untuk beberapa detik.


"Tidak papa!! Maaf aku tidak bermaksud untuk menyinggung perasaanmu Sohye!! Dan karena sekarang kau adalah sekretaris barunya suamiku, aku harap kita bisa lebih dekat lagi ya!! Sama seperti aku dekat dengan Mina." Jelas Y/n yang seketika memberikan senyuman ramah pada Sohye.


"Eoh, tentu saja Nyonya!! Aku sangat senang bisa berteman denganmu." Jawab Sohye sembari tersenyum bingung.


"Kau tidak perlu memanggilku dengan sebutan itu!! Panggil saja namaku Y/n."


"Baiklah, Y/n." Ucap Sohye mengangguk kecil.


SOHYE POV.


Wanita yang aneh. Barusan dia bersikap sangat dingin padaku, dan sekarang dia bersikap sangat ramah padaku. Wanita yang benar-benar sulit ditebak.


Tapi kalau di lihat-lihat, dia memang wanita yang cantik. Walau pun wajahnya tidak memakai apapun, dia benar-benar terlihat cantik natural. Bahkan dia juga sangat jago memasak dan pintar mengurus penampilanya. Haiss dia memang wanita yang sempurna. Pantas saja Seokjin bisa jatuh cinta padanya.


...


Y/N POV


Sohye?? Nama itu?? Ya, orang yang selama ini selalu membuatku bertanya-tanya siapa dirinya. Kini dia ada dihadapanku sekarang.


Tapi apa?? Apa hubungannya dia dengan masa lalu Seokjin?? Dan kenapa Jimin waktu itu bilang dia mirip denganku?? Jelas-jelas setelah aku bertemu dengannya langsung, tidak ada kemiripan sama sekali pada kami berdua.


Lalu apa yang dimaksud Jimin?? Apa aku harus mencari taunya sendiri??"


...


SEOKJIN POV


Sudah lama sekali aku tidak melihat sikap  Y/n yang dingin seperti ini. Tapi kini aku seperti melihat kembali sisi dinginya itu. Sikapnya sama persis seperti pertama kali aku bertemu dengannya waktu itu.


Dan kenapa perasaanku juga mengatakan. Semua ini tidak akan baik-baik saja. Kenapa hatiku merasa gelisah tak karuan seperti ini?? Y/n aku mencintaimu, aku mohon jangan pernah berfikiran yang bukan-bukan.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


AUTHOR POV


Jam 19:00 malam. Di perusahaan KSJ.


"Mina tolong simpan berkas-berkas ini ke laci yang disana!!" Suruh Yoongi seteleh selesai dari pekerjaannya dan bersiap-siap untuk pulang.

__ADS_1


"Baiklah, Pak!!" Jawab Mina yang langsung membawa berkas tersebut, dan langsung memasukannya kedalam laci.


"Saya sudah memasukannya Pak Yoongi. Apa ada yang bisa saya bantu lagi??" Tanya Mina begitu sopan.


"Hemm, tidak ada!! Sekarang kau pulanglah!!"


"Baiklah, kalau begitu saya pamit pulang dulu pak Yoongi!!"


Yoongi hanya berdeham tanpa menolehkan wajahnya. Dan Mina pun langsung pergi saat itu juga dari ruangan tersebut.


Seketika Yoongi pun terlihat mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Dan berniat menelfon seseorang.


Sambungan telfon pun terangkat.


"Hallo, Jimin-na!! Apa kau bisa bertemu denganku??"


"Tentu, mau bertemu dimana??"


"Dicafe seperti biasanya saja."


"Baiklah, aku akan sampai 10menit lagi disana."


"Hemm, aku tutup telfonnya"


"Ne."


Yoongi lalu menutup telfonya, dan langsung bergegas pergi saat itu juga.


Ya, sebelumnya Yoongi sudah mulai cukup dekat dengan Jimin, setelah kerja sama perusahaan mereka dilakukan. Dan mereka pun semakin dekat karena sering bertemu.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


Ditempat yang berbeda.


Kini Seokjin dan Y/n sedang makan malam bersama, termasuk Enwoo yang juga hadir disana. Entahlah!! Pria itu masih belum juga pindah dari rumah Seokjin, dia seperti sudah betah tinggal di rumah itu. Apalagi


Y/n yang selalu memperlakukannya layaknya seorang adik. Dan tentunya itu selalu membuat Seokjin cemburu tanpa alasan. Tapi Y/n sudah terbiasa menghadapi sikap Seokjin yang terkadang kekanak-kanakan itu.


"Seokjin, aku mau minta maaf karena tadi pagi aku sudah membuatmu kesal. Aku benar-benar menyesalinya." Tutur Y/n di tengah-tengah makannya.


"Eoh, tidak sayang!! Aku sudah melupakan semuanya. Aku juga minta maaf karena sudah membentakmu saat itu!! Maafkan aku ya!!" Jawab Seokjin lembut, sembari mengusap ujung kepala istrinya itu.


"Hemm, gomawo Seokjin." Ucap Y/n seketika tersenyum lega.


"Wae?? Kalian bertengkar tadi pagi?? Dan apa tadi kau bilang Hyung?? Kau membentak Nuna?? Ya!! Kenapa aku tidak tau apapun?? Ini sangat menyebalkan." Gerutu Enwoo tiba-tiba memecah suasana.


Manik pasutri itu lantas menoleh bersamaan kearahnya.


"Ya!! Enwoo-na. Kau tau apa memangnya tentang masalah rumah tangga?? Sudah habiskan saja makananmu!!" Tegur Seokjin.


Enwoo lalu hanya mendengus sebal, sembari menyantap kembali makanannya. Sedangkan Y/n, ia hanya bisa tersenyum simpul melihat tingkah dua pria itu.


"Oyah Y/n, lusa aku diundang oleh salah satu kolegaku untuk datang keacara pertunangan anaknya!! kau mau ikutkan??" Ajak Seokjin tiba-tiba.


"Emm, lusa?? Tapi lusa aku sudah ada janji bersama Na-eun untuk pergi mendaftarkannya kesekolah tingkat SMP."


"Eoh, bukankah ada ibu dan ayah??"


"Tidak!! Na-eun ingin aku yang kesana, kau tau sendiri adikku itu sangat dekat denganku. Dan aku juga tidak bisa menolak permintaanya." Tolak Y/n merasa tidak enak.


"Ya, padahal aku ingin sekali kau pergi bersamaku!!" Jawab Seokjin sembari memanyunkan bibirnya.


Sempat terdiam beberapa detik, Y/n akhirnya bicara kembali.


"Kau pergi saja bersama Sohye!!"


"Uhukk, uhukkkk,,,"


Seketika Enwoo tersedak setelah mendengar nama itu.


"Kau kenapa Enwoo-na??" Tanya Y/n terkejut, dan dengan cepat, ia langsung memberikan segelas air putih padanya.


Enwoo langsung meminum air tersebut, sembari menepuk-nepuk dadanya yang sesak.


"Sohye?? Apa aku tidak salah dengar??" Tanya Enwoo tersengal-sengal.


"Ne, kau mengenalnya Enwoo-na??" Tanya Y/n penasaran.


Namun seketika di arah lain, Seokjin menatap tajam kearah Enwoo seakan memberi isyarat padanya, agar jangan memberi tahukan Y/n yang sebenarnya. Dan Enwoo pun terlihat mengerti.


"Ya!! Enwoo-na. Kenapa kau malah diam eoh??" Tanya Y/n yang membuat Enwoo sedikit terkejut.


"Eoh, ti-tidak Nuna!! Aku hanya kaget saja. Memangnya apa hubungan Sohye yang harus pergi bersama Seokjin Hyung??" Tanya Enwoo mengelak.


"Seokjin bilang Sohye adalah Sekretarisnya yang baru. Jadi apa salahnya kalau Seokjin pergi bersamanya saja. Toh, itu juga masalah pekerjaannya juga." Jawab


Y/n dengan santai.


Namun saat itu Seokjin langsung memegang kedua tangan wanita itu.


"Y/n, tapi apa kau tak keberatan kalau aku pergi bersama Sohye?? A-aku hanya takut kau akan curi----."


"Aku percaya padamu Seokjin." Jawab Y/n yang seketika membuat pria dihadapannya itu tertegun.

__ADS_1


Seokjin lalu menelan salivanya. Dan sempat terdiam untuk beberapa saat.


Namun seketika.


"Y/n sebenarnya Sohye itu??"


"Hemm, ia Seokjin, Sohye itu apa??" Tanya Y/n yang langsung menatap lekat suaminya itu.


"Sohye itu?? Dia?? Dia teman sekolahku waktu SMA."


Seketika tatapan wanita itu buyar.


"Eoh, benarkah?? Pantas saja kalian terlihat sangat akrab untuk sebuah hubungan sekretaris dan atasan. Haha, aku sampai lupa untuk menanyakan hal itu." Jawab Y/n tertawa palsu.


Ya, walaupun wanita itu terlihat baik-baik saja diluar. Tetap saja dalam hatinya, ia masih menyimpan banyak pertanyaan curiga siapa Sohye itu sebenarnya??


"Sudahlah Seokjin!! Kau pergi bersamanya saja!! Aku tidak masalah. Lagi pula aku menyukainya. Aku ingin sekali menjadi temannya." Ucap Y/n yang lagi-lagi membuat kedua pria itu tercengang.


"Sebenarnya kau itu kenapa Y/n?? Aku benar-benar tidak bisa menebak apa yang ada didalam otakmu sekarang. Jelas-jelas tadi siang kau bersikap sangat dingin pada Sohye. Tapi kenapa kau sekarang ingin menjadi temannya??" Gumam Seokjin dalam hatinya.


Sesaat semuanya dibuat hening, karena mereka sibuk kembali pada makanan mereka. Namun beberapa saat kemudian, Enwoo pun bangkit dari duduknya.


"Aku sudah selesai makannya. Oyah Hyung, setelah kau beres makan, kau maukan mengantarku ke toko buku?? Emm, hari ini aku sedang malas membawa mobil." Ajak Enwoo menatap penuh arti pada sodaranya itu.


Seokjin pun seperti sudah mengerti dengan maksud Enwoo.


"Ne, tunggulah didepan!! Sebentar lagi aku beres." Jawab Seokjin datar.


"Baiklah, aku tunggu kau didepan." Jawab Enwoo yang langsung beranjak pergi saat itu juga.


"Jangan  pulang terlalu larut!! Besok kau masih harus bekerja. Ingat!! Aku tidak mau melihatmu sakit, jadi pakailah jaket yang tebal saat pergi nanti!! Udara diluar sangat dingin." Tutur Y/n sembari mengusap lembut pipi suaminya.


"Baiklah istriku sayang!! Gomawo


Y/n-na, karena selama ini kau sudah menjadi istri yang sangat baik untukku." Ucap Seokjin sembari mengkecup kening istrinya itu.


...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


15menit kemudian, kini Seokjin dan Enwoo sudah berada didalam mobil. Mereka ternyata tidak benar-benar pergi ke toko buku, melainkan mereka hanya pergi beberapa meter menjauh dari rumahnya. Karena sebelumnya memang bukan itu tujuan mereka.


Seokjin pun menepikan mobilnya ketepi jalan. Dan tanpa basa-basi ia langsung memulai pembicaraannya.


"Sudah, sekarang kau katakan saja tujuanmu mengajakku keluar Enwoo-na!!"


Enwoo seketika tersenyum miring.


"Hyung sudah tau rupanya. Baiklah langsung saja. Coba jelaskan padaku sekarang kenapa Sohye bisa menjadi Sekretarismu Hyung?? Apa kau sudah gila eoh?? Bagaimana jika Nuna mengetahui semuanya??" Tanya  Enwoo yang tiba-tiba penuh penekanan.


Seokjin lantas membuang nafas kasar. Dan tak lupa disusul dengan senyuman kesal terpancar jelas dibibirnya.


"Aku sudah menduganya. Kau pasti ingin menanyakan hali ini." Jawab Seokjin sembari membuang pandangannya kesembarang arah.


"Sebaiknya kau jauhi dia Hyung!!"


"Wae??" Apa maksudmu??" Tanya Seokjin, yang kini menatap tajam kearah sodaranya itu.


"Kau tidak akan pernah tau isi hati manusia Hyung. Aku hanya ingin mengingatkanmu!! itu saja. Aku harap kau mengerti dengan maksud ucapanku. Tapi jika kau mengabaikan ucapanku ini?? Aku tidak bisa menjamin rumah tanggamu akan bertahan lama."


"Ya!! Maksudmu apa Enwoo-na?? Kau berfikir Sohye itu adalah wanita yang licik?? Dia tidak seperti yang kau pikirkan!!" Tegur Seokjin dengan nada tinggi.


"Iya!! Dan membiarkan Sohye memberi tahukan Nuna tentang masalalumu yang menjijikan itu eoh??"


PLAAAAKKKKKKK,,,


Satu tamparan pun mendarat tepat di pipi Enwoo. Dan Enwoo pun tertegun diam sesaat memegang bekas tamparan itu.


"Dengarkan aku Enwoo-na!! Itu hanya kecelakaan. Dan----."


"Sadarlah Hyung!! Dia kembali untuk menagih janjimu dulu. Dan mana mungkin dia bisa menerima kenyataan bahwa kau sudah menikah dengan begitu mudahnya?? Dia pasti menyimpan luka pada hatinya. Dan tentunya dia pasti tidak akan merelakanmu begitu saja!! Kau harus memikirkan keadaan Nuna!! Ingat itu Hyung!! Tidak ada yang tau isi hati manusia. Bisa saja itu hanya sebuah topeng untuk merusak rumah tanggamu." Tegas Enwoo penuh penekanan.


Seokjin hanya terdiam tanpa kata. Ia seperti sedang menetral semua ucapan Enwoo saat itu.


"Sudahlah!! Aku akan turun disini saja!! Sebaiknya Hyung kembali kerumah!! Kasian Nuna, dia sendirian disana." Ucap Enwoo yang langsung membukakan pintu mobil, dan pergi begitu saja.


Sedangkan Seokjin, ia masih terdiam seribu bahasa, dan tak menghiraukan kepergian sodaranya itu. Berkali-kali ia membuang nafas kasar, sampai seketika ia pun langsung berteriak prustasi.


"Kenapa kau harus kembali Sohye?? Agrrtthhhh." Gumam pria itu geram, sembari memukul-mukul stir mobil miliknya.


...


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2