
POV AUTHOR.
Beberapa hari kemudian.
Dirumah Orangtua Seokjin.
"Apa?? Seokjin akan menikah?? Kenapa Tante mengingkari janji tante padaku." Gerutu Gadis yang di ketahui bernama Solbin.
Solbin gadis seumuran dengan Y/n. Diketahui sejak dulu ia sangat menginginkan Seokjin.
Saat itu ia duduk di sofa sembari menyedekapkan kedua tangan didadanya.
"Solbin, Tante minta maaf. Tapi Seokjin tiba-tiba saja memberitahu kami bahwa dia akan menikah. Dan tentunya kami sangat senang mendengarnya, kau tau sendirikan memenangkan hati Seokjin tidaklah mudah." Ucap Nyonya Kim Ibu dari Seokjin.
"Iya Aku mengerti Tante, tapi kenapa tante tidak menahannya dulu selama aku ada di Amerika." Gerutunya dengan kesal.
"Maaf Solbin, Tante tidak bisa berbuat apa-apa." Mengusap punggung Solbin.
Solbin hanya membuang nafas kasar.
Jam 10:00 pagi Seokjin sedang sibuk mengurus berkas-berkas yang akan ia meetingkan dengan Client-clientnya nanti.
Tiba-tiba pintu kantornya pun terbuka.
"Seokjin." Ucapnya yang ternyata adalah Solbin.
Seketika Seokjin tertegun melihat kedatangan Solbin yang tiba-tiba.
"Kau, sejak kapan kau pulang keKorea??"
"Kemarin, Aku merindukanmu." Jawabnya yang langsung memeluk tubuh Seokjin.
Dengan sigap Seokjin langsung melepas pelukan Gadis dihadapannya itu.
"Ya!! Lepaskan pelukanmu!! Sudah datang tampa ijin, sekarang kau berani menyentuhku." Cetus Seokjin berdiri dari duduknya.
"Seokjin. Kenapa kau selalu bersikap sinis padaku?? Bahkan dengan tiba-tiba kau akan menikah. Apa kau tak memikirkan perasaanku hah??" Ucap Solbin.
Seokjin memiringkan kepalanya dengan satu halis terangkat.
"Kau bercanda?? Aku tak pernah memintamu untuk menyukaiku, Mengerti!!" (Smirk)
"Hentikan pernikahan itu!!" Tegasnya menyedekap kedua tangan didadanya.
__ADS_1
Seokjin menatap geram kearah Solbin.
"Kau harus ingat Seokjin, Kakekkmu sangat dekat dengan Ayahku. Jika kau sampai menikahi wanita itu, siap-siaplah apa yang akan terjadi pada perusahaanmu nanti!!" Ancam Solbin.
"Kau mengancamku??" Tanyanya menatap tajam. Menyedekapkan kedua tangan didadanya.
"Menikah saja denganku!! Dan tinggalkan wanita itu, dia hanya ingin memanfaatkan kekayaanmu saja." Bujuknya menatap kearah Seokjin.
"Kau sudah gila?? Tentu saja aku akan menolaknya. Jelas dia lebih baik darimu." Sindir Seokjin tersenyum evil.
Mendengar perkataan Seokjin, Solbin semakin geram saat itu. Ia mendengus kesal.
"Lebih baik apanya Seokjin, dia itu hanyalah orang miskin!! Dan kau berani-beraninya membadingkannya denganku, Jelas-jelas Aku lebih unggul darinya." Gerutunya dengan nada tinggi.
Seokjin tersenyum smirk berjalan-jalan memutari Solbin.
"Jelas kalian berbeda. Calon istriku itu bukan hanya cantik, tapi dia mempunyai hati yang tulus. Sedangkan kau. Kau hanya wanita picik, jahat dan tak mempunyai rasa malu." Ujarnya yang langsung pergi meninggalkan Solbin.
Nafas Solbin seketika berubah sesak dengan amarah. Ia menggeram kesal.
"Awas saja. Aku tidak akan pernah membiarkan pernikahanmu itu terjadi Seokjin." Gerutunya sembari mengambil Hpnya, dan menelfon seseorang.
"Haloo, Temui aku di tempat biasa!! Ada tugas untukmu." Ucap Solbin, lalu mematikan Hpnya kembali, dengan senyuman jahat terpancar di wajahnya.
Saat Seokjin meninggal Solbin sendirian di kantornya, ternyata saat itu dia pergi menemui temannya di sebuah cafe.
Seokjin duduk sendiran, menunggu kedua temannya datang. Untuk membuang rasa penatnya ia pun memainkan Game di hpnya, dengan kaki menyilang dikakinya yang lain.
5menit kemudian kedua temannya sudah datang.
"Hey, Seokjin Hyung!!" Panggil Jungkook dan Jimin.
Jimin adalah salah satu teman dekat Seokjin semasa sekolah. Sama seperti Jungkook. Walau mereka berbeda usia tapi tidak menghalangi mereka untuk dekat seperti saudara.
Seokjin pun mengangkat kedua matanya. Tersenyum lebar kearah Jimin dan Jungkook.
"Hey, Kalian sudah sampai?? Ayo duduklah!!" Ajaknya.
Jimin dan Jungkook pun duduk di hadapan Seokjin.
"Ya!! Seokjin Hyung. Aku mendengar dari Jungkook kalau kau akan menikah, kenapa kau tidak memberitahuku??" Tanya Jimin memasang wajah cemberut.
Seokjin terkekeh.
__ADS_1
"Maaf Jimin. Bukannya aku tidak mau memberitahumu, ini terjadi begitu saja, dan Aku takbisa memberitahukan alasannya."
"Ah, Baiklah aku tidak akan memaksamu. Aku benar-benar masih belum percaya kau akan menikah Hyung." Ujar Jimin tersenyum lebar.
"Iya aku juga sebelumnya tidak percaya bahwa Seokjin Hyung akan menikah, tapi saat aku melihat wanita di sampingnya, aku melihat sikap Hyung berbeda saat bersama calon istrinya." Sambung Jungkook.
"Benarkah?? Kau sudah bertemu dengan calon istrinya?? Ya!! (Melihat kearah Seokjin) Seokjin Hyung aku juga ingin bertemu dengannya!!" Rengek Jimin pada Seokjin.
Seokjin dan Jungkook hanya tertawa melihat tingkah Jimin.
"Baiklah, Nanti aku akan membawanya untukmu." Jelasnya sembari meneguk soju di tangannya. Sebelumnya ia sudah memesan beberapa botol soju untuk mereka minum.
"Seokjin Hyung, Aku dengar Solbin sudah kembali kekorea, Apa itu benar??" Tanya Jungkook menghentikan tegukan Seokjin.
Seokjin membuang nafas panjang, dengan botol minuman yang masih ia genggam.
"Kau benar, bahkan tadi pagi dia datang kekantorku mencoba membujuku untuk membatalkan pernikahanku." jelas Seokjin kembali meneguk minumannya.
"Apa!! Wanita licik itu memang menyebalkan sekali." Saut Jimin.
"Lalu Apa Hyung mengiyakan permintaannya??" Tanya Jungkook kembali.
"Tentu tidak, Aku hanya menghawatirkan keadaan Y/n saja. Aku takut sesuatu terjadi padanya. Kalian tau sendiri Solbin orangnya sangat nekad, dia akan melalukan cara apapun demi memenuhi keinginannya." Jelas Seokjin.
Jungkook mengusap punggung Seokjin.
"Hyung, kau tak perlu hawatir, Jika sesuatu terjadi pada Y/n, Aku dan Jimin akan membantumu." Mencoba menenangkan.
"Ne, Hyung kau jangan hawatir." Sambung Jimin tersenyum lebar.
Seokjin tersenyum kembali.
"Oyah, bagaimana pekerjaanmu Jimin??" Tanya Seokjin memalingkan pembicaraan.
"Eoh, Saat ini acaraku sangat padat sekali. Bulan depan aku akan pergi ke Indonesia untuk melatih Dance disana, 1hari sebelum keberangkatanku ke Indonesia aku akan membuat acara perayaan. Aku harap kalian bisa hadir kesana." Jelas Jimin sembari mengambil satu botol soju.
"Wah, maksudmu pesta??" Ujar Jungkook antusias.
Jimin tersenyum lebar sembari menganggukan kepalanya.
"Jika satu bulan lagi, itu berarti aku sudah menikah dengan Y/n. karena pernikahan kami hanya satu minggu lagi." Ucap Seokjin.
"Itu bagus, jadi Hyung bisa pergi bersamanya." Sambung Jungkook.
__ADS_1
Seokjin hanya tersenyum, mereka semua pun sibuk menikmati soju saat itu.
Ok readers. masih terus bacakan kelanjutan ceritanya. jangan lupa like dan komenππππ.