Puisi

Puisi
Eps 9 Apa Aku harus jujur!!


__ADS_3

POV Y/N.


Tuttt,,,, tuttt,,,,,tuttt..


Suara nada sambung Telfon tersambung.


Akhirnya Taehyung mengangkat Telfon dariku.


"Y/n-ah. Kau dari mana saja hah?? Kenapa hari ini kau susah sekali untuk di hubungi?? Apa kau baik-baik saja?? Aku takut terjadi sesuatu padamu??" Y/n, kenapa kau malah diam saja dan tak menjawab pertanyaanku??" Cerocosnya membuat telingaku terasa ngilu dengan suranya itu.


Aku hanya tertegun kaku, sembari membolak-balikan kedua bola mataku saat mendegar suara Taehyung yang tak berhentinya bicara.


"Ya!! Kenapa kau tak menjawabku juga!!" Teriaknya kembali didalam telfon.


Lagi-lagi aku dibuat kaget dengan teriakannya.


Aku membuang nafas singkat, dan mulai menjawab pertanyaannya.


"Bagaimana Aku bisa menjawab pertanyaanmu Taehyung. Sedangkan Kau tak memberikanku kesempatan untuk bicara." Jawabku terkekeh.


"Eoh, maaf. Aku terlalu menghawatirkanmu


Y/n." Jelasnya.


"Terima kasih sudah menghawatirkanku. Tapi Aku baik-baik saja, Kamu tak perlu menghawatirkanku sekarang!! Tadi siang ponselku mati, dan tak sempat untuk mengecasnya, Maafkan Aku sudah membuatmu sangat hawatir." Jelasku.


"Syukurlah, Aku sangat lega mendengarnya. Apa memang kebanyakan wanita jika sedang shopping lupa akan segalanya?? Bahkan kau melupakanku."


Tegggggg,,,,,,


Seketika jantungku berdeguk kencang, saat itu juga, aku merasa bersalah padanya karena sudah berbohong.


"Y/n-ah. Kenapa kau diam lagi??"


Aku pun tersadar kembali oleh pertanyaan Taehyung.


"Ah, A-aku sepertinya sangat lelah Taehyung. Besok kita lanjutkan saja, sepertinya Aku ingin beristirahat dulu untuk sekarang, bolehkan??" Ucapku Mengalihkan pembicaraan.


"Hemmm,, Baiklah. Kalau begitu sampai jumpa besok, Aku akan menjemputmu nanti pagi. Selamat tidur preman kesayanganku, Aku mencintaimu." Ucapan selamat tidurnya yang selalu ia katakan padaku setiap Aku akan tidur.


"Ya, Aku juga mencintaimu Box smile ku." Jawabku Tersenyum sendiri, lalu Mematikan telfonku.


Saat itu juga, Aku pun memutuskan untuk tidur, karena besok Aku harus bekerja kembali.


Paginya Aku sudah bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Hari ini Aku sengaja tidak membawa motor karena Taehyung akan menjemputku, Sedangkan Adikku sudah pergi diantarkan oleh kakakku Yoongi menggunakan motorku.


5menit kemudian Taehyung sudah sampai di depan rumahku, Aku pun segera berpamitan pada Ibuku yang sedang mengayak beras di dapur.


"Ibu, Aku berangkat kerja dulu, Taehyung sudah menungguku di depan." Ijinku mencium tangan Ibuku.

__ADS_1


"Y/n. Apa Taehyung sudah tau dengan pernikahanmu??" Tanya ibuku.


Seketika kedua mataku terbuka lebar, dan menatap panik kearahnya.


"Syuuttttt,,(Menutup mulut Ibuku dengan jari telunjukku) Ibu jangan kencang-kencang bicaranya!! Taehyung bisa mendengarnya nanti, Aku akan menceritakan semuanya pada Ibu, Tapi nanti setelah Aku pulang. Yasudah kalau begitu Aku pergi dulu ya Bu!!" Ucapku Pergi meninggalkan Ibuku.


Aku pun sudah berada di luar rumah, dan langsung menghampiri Taehyung yang sedang duduk di atas motornya, Ia tersenyum ke arahku.



Sesampai di hadapan Taehyung.


"Maaf menunggu lama." Ucapku tersenyum.


"Eoh, tidak juga, Kalau begitu kita pergi saja sekarang!!" Ajaknya.


Aku hanya mengangguk, Taehyung pun langsung memasangkan helm dikepalku, aku lalu naik ke atas motornya. dan kami pun pergi.


Sesampainya di depan Restoran tempatku bekerja. Aku pun turun dari motor Taehyung, berdiri di sampingnya yang masih menumpangi motonya.


"Terimakasih, sudah mau mengantarkanku, he." Ungkapku Tersenyum lebar kearahnya, sambil melepaskan helm dikepalaku.


Taehyung pun balik tersenyum ke arahku, sembari mengelus-ngelus puncak kepalaku.


"Apa hanya ucapan terimakasih saja yang aku dapatkan?? Tidak ada yang lainnya apa??" Ucapnya sembari menyedekapkan kedua tangan di dadanya.


Aku hanya memiringkan kepalaku dan sedikit tak mengerti dengan perkataan Taehyung.


"Maksudmu??"


Taehyung tersenyum evil, jari telunjuknya pun menunjuk kearah pipinya.


"Seperti mencium pipiku, Apa kau tak mau melakukannya??" Godanya sambil mengangkat kedua halisnya.


Seketika pipiku berubah memerah, Aku merasa sangat malu dengan ucapan Taehyung barusan padaku.


"Ya!! Dasar Cowo mesum." Teriakku Mencubit gemas perutnya.


"Ya, hentikan. (Menepis tanganku dengan pelan) Aku hanya bercanda, Kenapa kau menganggapnya serius." Ucapnya Tertawa renyah.


"Ya, kau ini suka sekali membuatku malu." Gerutuku memasang wajah cemberut.


"Tapi beneran juga gak papa ko, Ayo cepetan cium." Mendekatkan pipinya ke arah wajahku.


"Ya!!"


Teriak Heseok yang datang secara tiba-tiba.


Seketika manikku dan Taehyung melihat kearah Hoseok, Ia pun berjalan mengahampiri kami dengan kedua tangan di pinggangnya.

__ADS_1


"Hey. Kalian benar-benar keterlaluan. Kalian sungguh tega bersikap mesra di hadapan jomblo sepertiku. Apa kalian tidak memikirkan perasaanku hah??" Gerutunya sambil mengangkat salah satu sudut bibirnya.


Taehyung turun dari motornya, dan mendekat kearah Hoseok.


"Wae?? Aku kira kau ini kenapa?? Apa susahnya kau tinggal mencari pasangan." Ledek Taehyung.


Disisi lain Aku hanya mendelikan mataku ke arah Hoseok.


"Benar yang di katakan Taehyung, Apa kau tak berniat untuk mencari pasangan, agar nanti saat kau bersama kami, kau tak menjadi nyamuk terus " Ledekku juga saat itu.


Hoseok hanya mendengus kesal.


"Susah sekali mengahadapi kalian, jika sudah-".


"Kalian sedang apa di sini?? (Melirik ke arah Taehyung) kebetulan Taehyung kau ada di sini. Ada hal yang mesti kita bicarakan. Bisa kau ikut aku sebentar!!" Seketika perkataan Hoseok terpotong dengan kedatangan pemilik restoran tempat kami bekerja.


Aku, Hoseok, dan Taehyung saling melirik satu sama lain tampa berkata apapun.


Sampai saatnya Taehyung menjawab ajakan Bosnya itu.


"Ah,, Tentu saja bisa. (Menoleh ke arahku)


Y/n. Kau masuk saja ke dalam untuk bekerja!! Jangan hiraukan Aku." Suruhnya saat itu.


Aku hanya tersenyum kepadanya dan langsung menarik tangan Hoseok untuk ikut bersamaku. Sedangkan Taehyung terlihat ia pergi bersama Bosku.


POV AUTHOR.


Di tempat berbeda.


Seokjin dan kakeknya sedang duduk berdua di ruang kerja pribadinya.


"Kakek sangat berharap kau dan Y/n bisa saling mencintai satu sama lainnya, dan bukan karena paksaan. Walaupun awal pertemuan kalian karena sebuah perjodohan, tapi kakek sangat berharap kau dan Y/n bisa menikah." Ujar Kakeknya.


Seokjin hanya tersenyum, terlihat dari raut wajahnya ia seperti memikirkan banyak hal dikepalanya.


"Maafkan Aku kek, Aku terpaksa tidak memberitahu kakek, bahwa aku dan Y/n telah membuat perjanjian untuk menikah secara kontrak. Tapi aku terpaksa melakukannya. Aku benar-benar tidak bisa untuk menyukai wanita yang baru saja aku kenal. Maafkan aku." Ucap batin Seokjin saat itu.


Seokjin pun tersadar dari lamunannya, dan kembali bicara pada kakeknya.


"Baik kek, Aku akan berusaha menyukai Y/n." Tersenyum ke arah kakeknya.


Kakeknya membuang nafas lega.


"Dan satu lagi, sebaiknya kau mencari alasan untuk ibumu, karena kemarin kakek memergoki ibumu sedang menayakan hal pada Y/n tentang awal kalian bertemu, dan Untungnya kakek mempunyai pirasat akan hal itu, dan kakek langsung saja mengikuti Ibumu ke dapur." Jelas kakeknya.


Seokjin tercengang.


"Benarkah??" Tanyanya.

__ADS_1


Kakeknya hanya menganggukan kepalanya. Dan seketika suasa di buat hening, karena mereka terfokus pada pemikiran mereka masing-masing.


__ADS_2