Puisi

Puisi
EPS 54


__ADS_3

POV AUTHOR.


"Aku sudah menyerah untuk mendapatkan cinta Solbin, yah." Jawab Namjoon sambil tersenyum jengah.


Kedua mata pria bernama asli Kim Jungki itu seketika terbelakak kaget. Namun seperdetik ia bersikap normal kembali.


"Wae?? Bukankah kau sangat mencintai Solbin??" Tanya Ayahnya.


Namjoon terdiam sejenak sembari menatap secangkir kopi yang hanya ia genggam sedari tadi.


"Benar, aku memang sangat mencintainya. Tapi kurasa aku tidak akan pernah bisa mendapatkan cintanya. Dia terlalu mencintai Seokjin Hyung. Dan aku rasa tidak akan pernah ada kesempatan dalam hatinya untukku, yah." Keluh Namjoon dengan raut wajah terlihat begitu sedih dan kecewa.


Seketika ayahnya menghelas nafas berat, sembari mengusap punggung putranya itu. Mencoba menenangkan hati sang putra yang kini sedang merasakan kehancuran dihatinya yang terdalam.


"Sudahlah, jangan menyiksa dirimu sendiri!! Diluaran sana masih banyak wanita yang lebih baik dari pada Solbin. Sudah cukup kau berbuat hal yang konyol demi mendapatkan cintanya!! Ayah sudah sering memperingatkanmu berulang-ulang kali bukan?? Agar menjauhi wanita ular itu. Tapi kau selalu bersikeras membelanya. Dan pada akhirnya, kau mulai lelah dengan perasaanmu sendiri bukan??" Jelas Ayahnya.


Namjoon tersenyum sekilas sembari menundukan kepalanya.


"Hemm,, ayah benar!! Kini aku memang sudah lelah. Dan aku benar-benar menyesali semua kesalahanku selama ini. Aku menyesal karena terus membantu niat busuk Solbin untuk mencelakai istri Seokjin Hyung. Aku harus bagaimana Ayah??" Tanya Namjoon sambil menatap sesal kearah Ayahnya itu.


"Entahlah, Ayah juga rasanya ingin sekali meminta maaf pada kakak tirimu itu. Tapi rasanya semua sudah terlambat. Seokjin sudah benar-benar membenci kita berdua. Jika saja dulu kita tidak termakan oleh omongan Tuan Jeon, dan juga Solbin. Mungkin kita semua akan hidup dengan damai saat ini. Ayah dan anak sama saja busuknya." Tutur pria itu, yang sedikit mengumpat diakhir kalimatnya.


Seketika Namjoon menoleh cepat kearah ayahnya.


"Apa aku jujur saja, tentang kelakukan busuk pasangan ayah dan anak itu pada Seokjin Hyung?? Mungkin dengan cara itu Seokjin Hyung akan memaafkan kita berdua, yah." Ungkap Namjoon.


Dengan cepat Ayahnya langsung menggelengkan kepalanya.


"Ayah rasa ini bukan waktu yang tepat. Seokjin memang sangat berbaik hati, karena sudah memperbolehkan ayah bekerja diperusahaannya dan menyekolahkanmu keluar negeri. Tapi bukan berarti dia akan mempercayai kita begitu saja. Kita tidak bisa berbuat gegabah!! Kita musti mencari jalan keluarnya!! Walau bagaimana pun kau juga terlibat dalam rencana busuk Solbin. Kau juga akan kena imbasnya Kim Namjoon." Tegas Ayahnya.


Namjoon seketika membuang nafas frustasi, seakan bingung dengan permasalahan yang sedang ia hadapi kini.


"Lalu aku harus bagaimana Ayah?? Aku benar-benar menyesali perbuatanku. Aku juga tau, semua ini sudah terlambat untukku meminta maaf. Tapi setidaknya aku ingin berubah, aku menyesal." Lirihnya dengan nada parau.


"Jalan satu-satunya kau harus menemui istrinya Seokjin." Ujar ayahnya tiba-tiba.


Namjoon tertegun menatap datar sang ayah.


"Wae??"


"Bicaralah baik-baik pada Y/n istri Seokjin!! Ayah rasa istrinya adalah orang yang cukup dewasa dan berhati baik. Dia pasti akan bisa memahami posisimu sekarang. Mungkin jika Y/n yang bicara pada Seokjin. Seokjin akan bisa mengerti dan memaafkan kita berdua." Usul sang ayah.


Namjoon sempat terdiam beberapa saat, sampai akhirnya dia kembali bicara.


"Ayah benar!! Aku akan mencoba bicara pada Nuna nanti." Ucap Namjoon yang seketika tersenyum simpul.


Saat itu kedua pria yang sedang duduk bersama dengan secangkir kopi ditangannya. Hanya saling melemparkan senyum harapan.


...


Keesokan harinya. Pukul 08:00 pagi.


Seokjin sudah berangkat kembali untuk bekerja. Kini Y/n sedang berdiam diri dikamarnya setelah pekerjaan rumahnya selesai.


Gadis bertubuh mungil itu kini sedang duduk ditepi kasur, dengan sebuah ponsel yang sedari tadi ia genggam ditanganya.


Ia hanya terdiam seribu kata, dengan sorot mata yang terus tertuju pada layar ponselnya, seperti bimbang akan sesuatu. Sepermenit kemudian, ibu jarinya mulai bergerak ragu saat akan menekan sebuah tombol. "Buka Blokir" Yang tertera jelas dilayar ponselnya tersebut.


Ya, nomer siapa yang sedang gadis itu lihat?? Siapa lagi kalau bukan nomer kontak Taehyung. Nomer pria yang sudah ia blokir selama 2bulan yang lalu.


Y/n manarik nafas singkat, mencoba meyakinkan niat hatinya. Mungkin terdengar cukup berlebihan, jika berfikir hanya sekedar membuka blokir kontak saja, ia harus mengumpulkan banyak kekuatan dalam hatinya.


Tapi mau dikata apa lagi?? Bagi gadis bermaga Min itu, rasanya ia benar-benar tak sanggup, setelah apa yang sudah ia perbuat pada sang kekasih yang tak tau apa-apa.


Setelah sekian lamanya, akhirnya Y/n mulai memantapkan hatinya. Dengan mata yang tertutup gugup, ia mulai menekan tombol "Buka blokir" tersebut.


Tombol "Buka blokir" pun berhasil terbuka.


Seketika matanya mulai terbuka menatap layar ponselnya yang kini sudah berubah. Dan benar saja!! Saat itu juga matanya benar-benar tercengang saat melihat foto dirinya masih setia menghias dikontak Taehyung. Seketika itu pula ia merasakan tenggorokannya seperti tercekik sesuatu hingga ia sulit untuk bernafas. Sesak?? Ya, hatinya benar-benar sesak saat itu.


Air matanya pun jatuh tanpa permisi. Membasahi pipi lembutnya dengan begitu deras. Seakan tak bisa lagi menahan perasaannya yang kini benar-benar hancur. Hatinya memang hancur!! Rasa bersalah yang benar-benar ia sesali tak akan bisa merubah segalanya.


POV Y/N.


Bagaimana ini?? Setelah perbuatanku padanya, dia masih saja memakai fotoku sebagai foto kontaknya. Taehyung kenapa kau selalu membuatku dalam posisi yang serba salah??

__ADS_1


Kenapa kau begitu sabar menghadapi sikapku ini Taehyung?? Aku yang sudah jelas-jelas mencampakanmu. Harusnya kau membenciku,, hiks,, hiks. Benci aku Taehyung!! Benci aku!!


Taehyung maafkan aku. maafkan semua perbuatanku!! Aku terpaksa harus menyakiti perasaanmu lagi. Kuharap kau akan bisa menerimanya.


...


POV AUTHOR.


Isakan tangis yang semakin pecah, bergemuruh diruang kamar tersebut. Wanita itu benar-benar hancur, dan tak bisa lagi menahan sesak pada hatinya.


Setelah beberapa saat ia berguman pada dirinya sendiri. Tangisannya pun akhirnya terhenti. Y/n lalu menatap kembali kelayar ponselnya. Menarik panjang nafasnya, mencoba menguatkan hatinya dan mau tak mau, ia harus siap. Akhirnya tanpa ragu ia langsung saja menekan tombol "memanggil".


Dengan rasa gugup, ia mulai menempelkan ponselnya tersebut  ditelinganya. Mendengarkan setiap nada sambung yang sukses terhubung saat itu.


Tak butuh waktu lama, panggilan itu akhirnya terangkat.


"Hallo, Y/n-si."


Teggggg...


Seketika jantung Y/n berdeguk kencang, sesaat mendengar suara Taehyung yang memanggil namanya.


Ia sempat terdiam, sembari menahan tangisan yang hampir terpecah kembali. Tak berani untuk mengeluarkan suaranya, karena rasa takut yang masih menguasai dirinya.


"Y/n, apa ini kau?? Kau baik-baik sajakan?? Jawab aku Y/n!!" Tanya Taehyung yang terdengar  panik.


Y/n mencoba kuat kembali, sesaat Taehyung terus memanggil-manggil namanya. Ia menarik nafas singkat.


"I-iya ini aku. Bagaimana kabarmu Taehyung??" Jawab Y/n yang akhirnya memberanikan diri untuk menjawab.


"Aku baik-baik saja. Kau kemana saja, hemm?? Aku sangat menghawatirkanmu. Kau tau aku hampir mati konyol karena terlalu merindukanmu." Ujar Taehyung yang langsung saja mengomel tanpa basa-basi.


"Maaf karena sudah membuatmu hawatir!! Aku baik-baik saja. Taehyung-si, bisakah kita bertemu siang ini??" Tanya Y/n sambil terus mengontrol nafasnya agar tak terdengar parau.


"Ah tentu. Aku juga sangat ingin bertemu denganmu. Aku benar-benar merindukanmu." Jawab Taehyung antusias.


"Hemmm,, baiklah. Kita bertemu ditaman tempat biasa kita bertemu, bagaimana??" Ajak Y/n.


"Baiklah, aku akan datang dengan cepat."


"Hemm, kalau begitu sampai jumpa nanti siang. Aku tutup dulu telfonnya."


Saat itu Y/n langsung menutup telfonya. Tangisannya kembali pecah sesaat telfonya sudah mati.


Hampir 30menit ia hanya terus menangis tanpa alasan. Sampai akhirnya ia mulai lelah, dan tangisannya pun terhenti. Ia lalu membuang nafas jengah, sembari  pergi ke kamar mandi untuk segera bersiap-siap.


...


Di sisi lain, ditempat yang berbeda. Di lestoran tempat Taehyung bekerja.


"Wae?? Siapa yang menelponmu??" Tanya Hoseok setibanya diruang kerja Taehyung.


"Y/n." Jawab singkat Taehyung sambil meletakan ponselnya diatas meja kerjanya.


"Benarkah?? Dia bicara apa??" Tanya Hoseok kembali.


Taehyung lalu tersenyum singkat.


"Dia ingin bertemu denganku."


"Benarkah?? Apa kau benar-benar akan menemuinya??" Tanya Hoseok yang kini menatap hawatir sahabatnya itu.


Taehyung hanya berdeham sebagai jawaban.


Hoseok hanya menghelas nafas berat, lalu menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu.


...


Jam 11:00 siang.


Saat itu Seokjin sedang sibuk menyiapkan berkas-berkasnya di kantor. Tiba-tiba ponselnya berdering.


Seokjin lalu dengan cepat langsung mengangkat panggilan tersebut.


Seokjin:

__ADS_1


"Halo, sayang. Ada apa??"


Y/n:


"Seokjin, hari ini aku akan keluar sebentar. Bolehkan??"


Seokjin:


"Memangnya kau mau pergi kemana??"


Y/n:


"Kerumah temanku, bolehkan??"


Seokjin:


"Emmm,, yasudah. Berhati-hatilah."


Y/n:


"Baiklah. Kalau begitu aku tutup telfonya."


Seokjin:


"Ne."


Setelah menutup telfonya, Seokjin langsung bangkit dari duduknya dan pergi keluar dari ruang kerjanya, dengan membawa setumpuk berkas-berkas ditangannya.


...


Matahari disiang itu sudah hampir tepat berada diposisi tengahnya, memberi isyarat bahwa waktu sudah hampir menunjukan pukul 11:45 siang.


Taehyung kini sudah duduk dikursi taman tempat dimana Y/n dan dirinya membuat janji.


Taehyung datang lebih awal, dari Y/n. Dia menunggu sedari tadi, sembari menoleh kesetiap arah, mencari keberadaan sang pujaan.


"Taehyung." Panggil seseorang dari arah belakang.


Dengan cepat Taehyung langsung menoleh kearah belakang. Matanya seketika tercengang, seakan tak percaya dengan sosok Y/n yang kini ada dihadapannya.


Y/n berjalan menghampiri Taehyung, lalu duduk disamping pria tampan tersebut.


Gadis itu tersenyum manis padanya. Namun Taehyung seakan mematung tak bisa berkata apa-apa lagi. Matanya berkaca-kaca melihat sosok Y/n yang kini benar-benar ada didepan matanya.


Y/n lalu memiringkan kepalanya, seakan bingung dengan tingkah Taehyung yang hanya terdiam seribu bahasa dengan raut wajah datar.


"Taehyung, kau kena---"


Seketika ucapan wanita itu terpotong, karena Taehyung langsung memeluk erat tubuh wanita itu tanpa permisi saat itu. Y/n tersontak kaget. Namun ia juga tak bisa menyembunyikan kerinduan dalam hatinya. Perlahan tangannya mulai membalas pelukan Taehyung, dengan sedikit menepuk-nepuk punggung pria yang kini sedang memeluknya erat.


Tak bisa dipungkiri, Taehyung benar-benar merindukan gadis tercintanya. Sudah lama ia menahan kerinduan dalam hatinya. Dan kini ia baru bisa meluapkannya.


Beberapa menit setelah lamanya hanya saling berpelukan, akhirnya Taehyung melepaskan pelukannya. Seketika itu pula, ia menatap wajah sang kekasih.


"Kau kemana saja, eoh?? Apa kau tak merasakan penderitaanku menahan rindu dan khawatir akan dirimu??" Gerutu pria itu yang benar-benar menunjukan rasa cemas dan juga kerinduannya.


"Maafkan aku Taehyung!!" Balas Y/n sambil menundukan kepalanya.


Taehyung mengusap wajahnya sekilas.


"Sudah, lupakan saja!!" Balasnya, yang langsung memalingkan wajah kedepan.


"Taehyung, sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu." Ucap Y/n tiba-tiba.


Taehyung menoleh kearah Y/n kembali.


"katakan saja!!" Suruhnya.


Y/n sempat terdiam. Perasaan ragu kembali menguasi dirinya. Ia benar-benar tak berani menatap wajah pria dihadapannya. Beberapa kali ia membuang nafas sesak, dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Taehyung menatap tajam wajah Y/n.


"Kau kenapa?? Apa yang ingin kau katakan?? Cepat katakan saja!!" Ucap Taehyung yang seperti terlihat sudah siap untuk mendengarkan.


Y/n tertunduk. Ia terus mencoba mengumpulkan keberanian untuk menatap Taehyung. Ia lalu menarik nafasnya  panjang-panjang, dan seketika ia dengan mantap menoleh kearah Taehyung.

__ADS_1


"Mari kita berpisah!!"


Bersambung....


__ADS_2