Puisi

Puisi
EPS 43 SPESIAL


__ADS_3

POV AUTHOR.


"Baiklah, sepertinya kehadiranku sedikit mengganggu. Apa aku boleh masuk kekamarku sekarang?? Aku ingin membereskan barang-barangku." Ucap Enwoo memecahkan suasana.


Seketika manik pasangan itu menoleh kaget kearah Enwoo secara bersamaan. Mereka baru teringat bahwa Enwoo sedari tadi menyaksikan tingkah konyol mereka.


Enwoo hanya mengangkat kedua alisnya lalu memiringkan kepalanya seakan meminta jawaban dari Seokjin yang hanya tertegun diam sedari tadi.


"Ya, Hyung aku bertanya padamu??" Tegur Enwoo.


Seokjin langsung tersadar dan langsung berkata.


"Eoh, kamarmu ada diatas!! Tepat disebelah kamarku. Pergilah!! Dan maaf aku terlalu mengomelimu tadi."


"Baiklah aku maafkan. Kalau begitu aku pergi dulu keatas." Enwoo bangkit dari duduknya, dan berjalan pergi membawa kopernya.


Seketika langkah kakinya terhenti tepat disamping Seokjin. Ia mendekatkan wajahnya ketelinga pria itu, lalu berbisik.


"Hyung, jika mau dilanjutkan, sebaiknya dikamar saja." Terkekeh jahil.


Seketika Seokjin tersontak.


"Ya, kau itu bilang apa??" Ujar Seokjin menatap sinis kearah Enwoo.


Enwoo hanya tersenyum lebar dan langsung berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Aisss,, anak itu memang menyebalkan." Gerutu Seokjin sambil mengusap wajahnya.


Sedangkan Y/n yang ternyata juga mendengar bisikan Enwoo, saat itu juga ia langsung mendegus kesal.


"Kim Seokjin. Kau ini membuatku malu." Gerutu Y/n sambil terus memukul-mukul bidang dada Seokjin.


"Wae?? Kenapa kau memukuliku sayang?? Aku juga lupa jika Enwoo ada bersama kita." Ujar Seokjin sembari menahan kedua tangan wanitanya yang terus memukuli dadanya.


"Lepaskan!! Aku mau kekamar." Cetus Y/n sambil menghepaskan tangan Seokjin lalu berlari menuju kamarnya meninggalkan pria tampan itu.


"Dia itu kenapa??" Gumamnya.


Seokjin lalu menghempaskan tubuhnya kesofa sembari terkekeh gemas saat melihat tingkah gadis bermarga Min itu salah tingkah dihadapannya.


"Manis sekali." Gumamnya dan kembali mengambil remot tv untuk menonton.


Di tempat berbeda, Y/n langsung berbaring diatas kasurnya setelah berada dikamar Seokjin.


Ia merentangkan tubuhnya, sembari memegang dadanya.


POV Y/N.


Tuhan, kenapa dia selalu membuat jantungku berdebar tak karuan seperti ini. Jika seperti ini terus yang ada aku akan kena serangan jantung. Kenapa rasa cintaku harus bertumbuh secepat ini?? Apa aku egois bila merasa nyaman saat bersamanya?? Sedangkan hubunganku bersama Taehyung juga belum ada kepastian.


Tidak, ini tidak benar. Perasaan yang kubangun selama 3tahun lamanya bersama Taehyung, seketika harus terhapus dengan kedatangan Seokjin dihidupku. Aku memang salah, benar-benar salah. Maafkan aku Taehyung. Mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama, semoga nanti kau bisa mengerti.


Tapi aku selalu berharap kau akan selalu bahagia walau bukan bersamaku. Maaf, hanya kata maaf yang bisaku ucapkan padamu.


POV AUTHOR.


Saat Gadis itu hanya bergumam sendirian sedari tadi, tiba-tiba Seokjin membukakan pintu kamar sehingga membuat Gadis itu tersontak kaget dan langsung bangkit dari tidurnya. Ia lalu duduk ditepi kasur sembari memasang wajah panik.


Ia takut jika saat itu Seokjin mendengar semua ucapannya. Ia hanya menelan ludahnya dalam-dalam.


"Hey, harusnya kau ketuk pintu dulu sebelum masuk!!" Ucap Y/n.


"Wae?? Ini kamarku. Kenapa aku harus mengetuknya dulu??" Jawab Seokjin yang langsung mengambil handuk dilemarinya.


"Kau mau kemana?? Tanya Y/n.


"Apa kau tidak lihat aku sedang membawa apa?? Jelas aku mau mandilah sayang, kau itu ada-ada saja." Terkekeh.


"Ah iya kau benar. Maaf aku tidak menyadarinya." Ujar Y/n tersenyum kikuk, sembari megusap-ngusap tengkuk lehernya.


Seokjin berjalan mendekat kearah Y/n yang masih duduk ditepi kasur. Ia berdiri tepat didepan gadis itu dengan tubuhnya yang sedikit menurun agar sejajar dengan gadis dihadapannya.

__ADS_1


"Apa kau mau mandi bersamaku??" Goda Seokjin tersenyum jahil.


Y/n tercengang seketika.


"Ya, kau ini. Mandi saja sendiri!! Kenapa harus bersamaku?? Aku tidak mau." Tolak Y/n memalingkan wajahnya yang mulai memerah.


Seokjin terkekeh gemas.


"Lihatlah Y/n wajahmu sekarang!! kau seperti buah tomat yang siap dipanen. Aiggoo." Ledeknya.


Dengan sigap Y/n langsung memegang kedua pipinya dengan polos.


"Ayolah dari pagi kau belum mandi!!" Sambung Seokjin kembali.


Y/n menatap tajam kearah Seokjin dan langsung menyentil kening pria itu.


Takkkkk....


"Ya!! Kenapa kau menyentilku??" Ringis Seokjin sambil mengusap bekas sentilan Y/n.


"Sudah kubilang aku tidak mau Seokjin. Cepatlah pergi!! Setelah kau selesai mandi, baru aku akan mandi." Cetus Y/n dengan raut wajah yang masih memerah karena malu.


Seokjin kembali menegakan tubunya. Lalu tangannya mulai mengacak-ngacak poni wanitanya itu dengan gemas.


"Cepat Seokjin!! hari sudah mulai petang." Ujar Y/n.


"Baiklah, aku hanya bercanda. Kalau begitu aku mandi dulu."


Seokjin terkekeh kembali dan langsung pergi kekamar mandi saat itu juga.


Sedangkan Y/n ia hanya tersenyum malu dan kembali berbaring di atas kasur sambil memainnkan game diponselnya.


15menit kemudian Seokjin sudah selesai dari mandinya. Ia berjalan sambil mengacak-ngacak rambut basahnya.


"Sayang, cepatlah mandi aku sudah selesai." Suruh Seokjin.


Y/n menoleh kearah Seokjin sambil berkata.


"Kau sudah se-----."


"KYAAAAAAAAAAA." Teriak Y/n terbelekak kaget saat melihat kearah suaminya.


Dengan cepat ia langsung menutup matanya menggunakan kedua tangannya.


Seokjin pun seketika ikut terkejut mendengar teriakan wanita yang masih berada diatas kasur itu.


"Wae?? Kenapa kau berteriak?? Ada apa?? Hemmm." Tanya Seokjin menghampirinya.


"Jangan mendekat!!" Teriak Y/n yang masih menutup matanya sedari tadi.


Seketika juga Seokjin langsung menghentikan langkahnya dengan wajah penuh kebingungan.


"Kau itu kenapa Y/n??


"Eoh, itu. Kenapa kau hanya memakai handuk dipinggangmu hahh?? Kenapa kau tidak pakai bajumu di kamar mandi tadi." Gerutu Y/n.


Pria berwajah tampan itu seketika melihat kearah handuknya yang hanya melilit dipinggangnya saja. Ia lalu terkekeh gemas saat ia baru menyadari bahwa wanita dihadapannya itu sedang malu karena melihat bagian atas tubuhnya yang seksi terekspos jelas dimatanya.


"Wae?? Memangnya kenapa?? Aku kan suamimu sayang. Kenapa kau harus malu hemm?? Lagi pula kau tidak melihat juniorku kan?? Haissss tapi kenapa kau bisa sehisteris ini??" Jelasnya.


Seokjin lalu kembali berjalan dan duduk ditepi kasur, tepat disamping wanitanya yang masih berbaring diatas kasur dengan mata yang masih tertutup.


"Sudah Y/n. Tidak usah berlebihan seperti itu!!" Sambungnya mengelus rambut Y/n.


Dengan cepat Y/n beranjak duduk dan langsung membelakangi suaminya itu, dengan dengusan kesal.


"Kau bilang aku berlebihan Hahhh. Apa kau tidak tau?? Saat aku melihatmu hanya memakai sehelai handuk seperti itu. Aku--aku seperti merasakan tubuhku terasa panas Seokjin. Dan itu sangat membuatku tidak nyaman, dan kau masih bisa bilang aku berlebihan." Gerutu Y/n sembari menyedekapkan tangan didadanya.


Seketika Seokjin tercengang saat mendengar penjelasan istrinya itu. Ia lalu tertawa gemas. Karena secara tidak langsung ia menyadari bahwa wanitanya itu sedang gugup karenanya.


"Haisssss, Y/n kenapa kau harus menggemaskan seperti ini hemm?? Sudah lihat aku sekarang!!"

__ADS_1


"Aku tidak mau!!" Cetus Y/n.


Dengan tiba-tiba Seokjin langsung naik keatas kasur, dan langsung memangku tubuh wanitanya itu dan menempatkannya tepat dipangkuannya. Sontak membuat wanita bermarga Min itu tersontak kaget.


"Ya!! Lepaskan aku!! Kenapa kau berbuat ini padaku?? Lepaskan aku Seokjin." Tegur Gadis itu sambil terus meronta-ronta ingin dilepaskan.


Namun Seokjin malah mempererat ikatannya. Dan tak membiarkan wanitanya itu lepas dalam dekapannya.


"Ani!! Aku tidak mau."


"Wae?? Seokjin-ah." Tanya Y/n yang masih terus berusaha melepaskan dekapan Seokjin.


"Y/n, aku mohon lihat aku sebentar!!" Ujar Seokjin yang seketika tatapannya berubah sayu.


Seketika Y/n berhenti memberontak dan hanya menatapnya sekilas tampa bicara. Ia lalu kembali memalingkan wajahnya dan terlihat sangat jelas diwajahnya ia sangat gugup saat itu.


Seokjin tersenyum simpul dan langsung menungkup kedua pipi gadis itu dengan kedua tangannya agar melihat kearahnya.


Y/n tersontak kembali, dan.


Cuppppp...


Seokjin langsung mencium bibir manis Y/n, dan tentu saja membuat kedua mata wanita itu membulat sempurna.


Perlahan ciuman Seokjin berubah menjadi sebuah lumatan lembut. Y/n yang merasakan lumatan itu dengan cepat langsung mendorong bahu Seokjin hingga ciuman itu pun terlepas.


Y/n menatap bingung kearah Seokjin.


"Kau kenapa??" Tanya Y/n sedikit kaget.


Seokjin lalu tersenyum manis sambil menatap sendu wanitanya.


"Wae?? Aku sudah memberimu jawabannya. Jawaban kenapa kau bisa merasakan hawa panas pada tubuhmu, dan kenapa jantungmu selalu berdebar saat bersamaku." Jelas Seokjin.


Lagi-lagi wanita itu dibuat tercengang dengan perkataan Seokjin.


"Kenapa kau bisa tahu?? Tanya Y/n.


"Aku tau, karena saat aku menciummu aku bisa merasakan jantungmu selalu berdetak dengan kencang. Dan itu artinya kau juga mempunyai rasa yang sama sepertiku. Jadi aku mohon jangan menolakku sekarang!! Apa kau bisa??" Tanyanya dengan lembut dengan tatapan hangat.


Y/n menelan ludahnya dalam-dalam dengan peraasaan yang sudah tidak bisa terkendalikaan. Rasa gugup, malu, senang, semuanya bercampur menjadi satu dalam dirinya.


Ia mencoba menarik nafasnya dalam-dalam mencoba mencari jawaban untuk Seokjin. Lalu dengan ragu ia mulai mengangguk pelan bahwa ia ingin mencobanya.


Seokjin tersenyum puas, dan dengan cepat tangannya langsung menarik tengkuk leher Y/n dan langsung mencium kembali bibir wanitanya itu dengan lumatan yang lembut dan hangat.


Lama-lama Y/n mulai merasakan kenyaman pada ciuman pria tampan itu. Ciumannya terasa sangat lembut dan hangat. Membuat wanita itu hanyut dalam sensasi ciuman yang Seokjin lakukan. Perlahan ia mulai mengalungkan tangannya dileher Seokjin. Sedikit demi sedikit ia mulai membalas ciuaman Seokjin.


Seokjin tersenyum puas saat wanitanya mulai membalas ciumannya. Salah satu tangannya pun mulai menarik pinggang wanitanya itu untuk mempererat pelukan mereka.


Seokjin lalu melepaskan pautannya, dan kembali bicara.


"Aku sudah tidak kuat! Ayo kita lakukan sekarang" Ucapnya yang langsung membaringkan tubuh wanitanya itu keatas kasur.


Y/n hanya mengagguk malu sebagai tanda ia juga sudah siap melakukannya.


Mereka saling melempar senyuman kebahagiaan. Mata yang berbinar terlihat jelas pada mata mereka masing-masing.


Tak bisa dipungkiri Gadis bermarga Min itu juga mulai menyukai ulah Seokjin.


Sampai saatnya Seokjin mencium singkat bibir wanita tercintanya itu.


"Y/n mungkin ini akan terasa sakit bagimu. Tapi kumohon kau harus bisa menahannya." Bisik Seokjin ketelinga Y/n.


Y/n hanya mengangguk kecil.


"Hemm,, jangan terlalu kasar!! Ini adalah hal pertama yang kulakukan, dimana aku akan memberikan masa depanku padamu Seokjin." Jelasnya lembut.


Seokjin tersenyum simpul sembari mengelus-ngelus poni istrinya itu yang mulai berantakan.


"Iya Sayang, ini juga adalah pengalaman pertama bagiku. Aku akan bermain dengan lembut, dan hari ini aku akan menjadikanmu milikku seutuhnya." Jawab Seokjin dan mulai kembali melanjutkan aksinya. Aksi dimana para suami istri selalu melakukannya.

__ADS_1


Skippp..


__ADS_2