Puisi

Puisi
EPS 24 TAKUT


__ADS_3

POV Y/N.


Setelah pertengkaranku dengan Solbin aku langsung pulang kerumah tampa Seokjin.


Sebelumnya aku pulang mendahului Seokjin, tampa berpamitan pada keluarganya. Saat itu aku sangat marah dengan sikap Seokjin makanya aku pergi meninggalkanya.


Aku duduk di atas kasurku sembari memeluk kakiku. Aku menangis tersedu-sedu merasakan ketakutan pada diriku sendiri.


Malam itu, Aku merasa tidak mempunyai siapa-siapa lagi. Orang-orang terdektaku kini terasa sangat jauh bagiku. Akupun teringat dengan Taehyung, Disaat seperti ini dialah yang selalu menenangkanku, tapi kini dia bagaikan ditelan bumi, menghilang tampa kabar, seperti sudah membuangku.


Aku menjatuhkan kepalaku tepat dikakiku yang sedang kupeluk sedari tadi. Tangisanku pun pecah tak bisa berbuat apa-apa lagi.


Tiba-tiba Seokjin membukakan pintu kamarku. Aku menoleh kearahnya sembari


menangis tersedu-sedu.


Seokjin berjalan kecil menghampiriku dengan kehawatiran terlihat jelas di wajahnya.


Ia duduk dihadapanku dengan tatapan sendu.


Aku memalingkan wajahku darinya karena masih merasa kesal.


"Y/n, Aku minta maaf atas kejadian tadi." Ucapnya sendu.


Perlahan aku mulai melihat kearahnya dengan tangisan yang masih sama.


"Kau takperlu meminta maaf, itu bukan salahmu. Solbin benar Aku hanyalah wanita murahan, wanita miskin, tidak punya harga diri--."


"Y/n, Jangan merendahkan dirimu sendiri." Memotong perkataanku. Dengan Sigap Seokjin langsung memelukku, mencoba menenangkanku dengan mengusap-ngusap punggungku.


Tangisanku pun makin pecah, aku terus menangis dipelukan Seokjin.


"Y/n, menagislah sampai hatimu merasa tenang kembali, aku akan menemanimu disini. Aku tau saat ini kau marah padaku karena aku menghalangimu untuk menampar Solbin. Tapi aku mempunyai alasan kenapa aku melakukannya." Jelasnya terus mengusap-ngusap punggungku.


Setelah mendengar penjelasan Seokjin, tangisanku pun terhenti dan melepaskan pelukannya dariku. Aku menonggakan wajahku kearahnya.


"Wae?? Memangnya kenapa??" Tanyaku.


Seokjin tersenyum simpul kepadaku.


menarik nafas singkat dan mulai menceritakan alasannya.

__ADS_1


"Solbin bukan orang biasa Y/n. Dia adalah anak dari sahabat kakekku, sejak dulu dia sangat berambisi ingin memilikiku."


"Lalu kenapa kau tak menerimanya?? Dia gadis yang cantik, kaya, berbeda jauh denganku." Tanyaku memotong perkataannya.


Seokjin terkekeh dengan pertanyaanku, dia mengelus puncak kepalaku dan kembali melanjutkan perkataannya.


"Sifat jahatnyalah yang membuatku tak menyukainya, dia itu gadis yang sangat licik, dia bisa melakukan berbagai cara demi memenuhi keinginannya."


"Lalu kenapa kau tak memberitahukan kakekmu saja tentang kelakuan mereka Seokjin??" Tanyaku kembali.


"Justru itu, Aku perlu waktu untuk membongkar semua kejahatan mereka, Kakekku tidak akan percaya begitu saja jika belum ada bukti yang kuat. Mereka itu pintar sekali bersandiwara, tapi kau tak usah hawatir aku akan selalu menjagamu dari orang-orang yang berniat buruk padamu."


Deg.....


Seketika jantungku berdeguk kencang, mendengar perkataannya, rasa takut yang menguasai diriku sekejap sirnah aku merasa terlindungi olehnya.


Aku memandang kearahnya kembali.


"Kim Seokjin." Panggilku.


Seokjin hanya berdeham.


"Aku ingin menanyakan sesuatu. Kenapa kau selalu bersikap baik padaku?? Maksudku kita tidak terlalu kenal, tapi kau selalu memperlakukanku dengan baik. Aku--"


"Apa kau merasa tidak nyaman??" Ucapnya memotong perkataanku.


"Tidak bukan begitu, hanya saja--."


"Aku hanya berusaha sebaik mungkin agar kau tak merasa tertekan dengan semua ini, aku bersikap baik karena memang aku orang baik. Tidak ada maksud apapun. Aku mau kita bersahabat dengan keadaan agar semua berjalan lancar. Agar kita tidak saling menyakiti satu sama lainya, hanya itu saja."


Mendengar penjelasan Seokjin aku merasa bersalah.


"Aku minta maaf jika pertanyaanku membuatmu tersinggung." Ucapku menyesal.


"Tidak perlu meminta maaf, wajar kau menanyakan hal itu, tidak masalah. Setidaknya tidak ada salah paham lagi." Jelasnya.


Aku hanya mengangguk tampa kata.


"Sudahlah sebaiknya kau tidur saja sekarang. Aku pergi dulu ya." Bangkit dari duduknya pergi meninggalkanku.


Setelah Seokjin sudah pergi dari kamarku, saat itu aku memutuskan untuk tidur saja dan tak mau memikirkannya lagi, mengambil selimutku dan merebahkan tubuhku untuk tidur.

__ADS_1


POV AUTHOR.


Disisi lain, Seokjin sedang duduk diruang tamu. Terlihat di wajahnya tersimpan banyak kegelisan.


"Bagaimana ini bisa terjadi, Baru 1hari menikah Y/n sudah harus mendapatkan perlakuan yang kurang baik. Aku lebih menghawatirkan keadaannya sekarang, aku tidak ingin dia merasa tertekan dengan pernikahan ini. Dia harus bahagia." (Batinya)


Menghelas nafas panjang, bangkit dari dudukunya.


"Sebaiknya aku fikirkan besok saja." Ucapnya pergi menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Tampa ia sadari, perhatiannya mulai tertuju semua pada Y/n. hanya saja saat ini dia masih bingung dengan perasaannya pada Y/n, entah perasaan cinta atau hanya sekedar iba. Tidak ada yang tau, hanya Seokjin yang mengetahui isi hatinya sendiri.


Pagi telah tiba, Y/n terbangun dari tidurnya.


Membuka matanya sambil menggeliatkan tubuhnya, Seketika matanya terbuka lebar mencium aroma makanan.


"Bau apa ini?? Harum sekali, seperti harum pasakan." Ucapnya bangkit dari tidurnya. Dengan rambut yang masih berantakan Y/n pergi keluar kamarnya untuk mencari harum pasakan yang ia cium.


Ia berjalan menuju dapur dengan wajah bantalnya.


Seketika mata dan mulutnya terbuka lebar, saat melihat Seokjin sedang memasak didapur.


"Kau bisa memasak??" Tanyanya menghampiri Seokjin.


"Seokjin menoleh kearahnya.


"Kau sudah bangun?? Bagaimana perasaanmu sekarang, sudah baikan??" Ujar Seokjin sambil menuagkan bubur ke sebuah mangkok di depan Y/n yang sedang duduk dikursi meja makan.


"Sudah, Tapi mataku terasa perih karena terlalu lama menangis." Jawabnya sembari memegang kedua matanya.


Seokjin terkekeh.


"Sudah sebaiknya kau mandi saja sekarang, nanti akan kukompres matamu agar tidak terlalu bengkak." Suruhnya tersenyum simpul kearah Y/n.


"Baiklah." Tampa basa-basi Y/n pun langsung pergi untuk mandi.


Sedangkan Seokjin menyiapkan air hangat untuk mengkompres mata Y/n nantinya.


"


"hay gaes,, plisss ya suport ceritaku. dan kalau kalian udah baca cerita ini. tolong like dan komennya biar aku makin semangat buat lanjutin ceritnya. makasih"✋✋✋

__ADS_1


__ADS_2