
Oleh Natalino Neparasi
Kemarin kuukir egoku di batu cadas
Menyeduh kopi disaat langit menangis
dan mengalirkan liuk genangan air membentuk bendungan
##
sumpah serapahkan menanggalkan semua
Lunglai termakan tanah sebelum melewati sudut-sudut
Sisa-sisa debu beranjak digiring air
##
Helaan nafasku seakan tertimbun lumpur
Sepotong bayang bersijingkat memperkosa angan
ingin kulantangkan suara, namun pijak dahaga memelas
sekawanan kata rindu lalu-lalang melintas
##
denyar nadi meruat tak karuan
ingin kusumbat laju malam
Hingga pagi tak menyapa
Tapi denting waktu tak bermain kompromi
##
Kurajut kembali sisa-sisa harap
Yang tersangkut pekatnya malam
Aku ingin menyunting bulan
Menyusup relung pusaran hati
##
Hingga bisa menyongsong pagi
Menyulam kembali sobekan hati
Menabur kasih sepanjang waktu
***
Oleh LieHana
Nyanyian rindu tak selamanya menyenangkan
Ada beberapa bait yang terdengar sengau saat didendangkan
##
Bukan
Bukan nadanya yang salah
Baitnya yang terlalu dipaksa
Dipaksa untuk mencipta sebuah kata
Yang sejatinya tak pernah ada
##
Terlalu takut untuk menerima nyata
Bahwa itu adalah sebuah asa
Terbuai dalam nina bobo harap
Hingga waktu berdetak berderap
##
Bahkan, kau tidak sadar
__ADS_1
Bait itu, hanya mimpi
Maka, kembalikan dia kembali ke ketiadaan
Karena sejatinya, bait itu tak pernah ada
***
Oleh Tiara Azzahra A.
Tak apa,
Jika kau memilih dia daripada aku
Tak apa,
Jika cinta ku ini hanya sebuah ruangan kosong dimatamu
##
Tak apa,
Jika luka ini membekas pada lubuk hati ini
Tak apa,
Jika rindu ini menyerang ku secara tiba-tiba melibatkan dirimu
##
Tak apa,
Jika kau bersama wanita lain,
Yang menurut mu
Lebih pantas bagimu
##
Tak apa,
Aku baik saja
Meski.
***
Oleh Mely Dwi Wulandari
Aku benci hati ini
Sudah kesekian kali disakiti namun tak bosan jatuh cinta kembali
##
Sudah kesekian kali dibohongi
Namun tak sungkan untuk kembali mempercayai..
##
Sakitnya jatuh cinta kini terasa kembali
Pada rasa yang terbakar oleh sebuah pengharapan
##
Sebenarnya enggan merasakan
Namun apa daya diri ini tak mampu menolak sebuah perasaan..
##
Gores demi gores tinta memunculkan sajak nan bermakna
Berusaha mengungkapkan namun tak memakai suara
Berusaha bercerita namun tak ingin lagi dengan air mata..
##
Sudahlah aku hanya pintar memadukan rima juga kata
Namun tak pernah berhasil dalam mewujudkan cinta
***
__ADS_1
Oleh Paulus Padamaley
Pada angin senja
Menyambangi jauh menelisik rasa
Ada yang tersimpan di balik dada
Melumuri jiwa yang merana
##
Lembut pada angin
Seketika mata terpejam kenang
Kupapahkan sepoi dari silir angan
Tak bisa ku tahan debaran kencang
##
Namun demikian yang bisa
Terbiarlah aku merakum lara
Walaupun hanya sekejap rasa
Atau setidaknya melepas dari jiwa
##
Pada angin senja
Di setiap ruas-ruas waktu memacu
Ingin ku hempas jiwa yang merana
Tersebab oleh luka lama terajam ngilu
##
perangkai sepi
***
Oleh Melia Putri
Dear Kamu…
Kenangan terindah dalam hidupku..
Maaf bila cinta ini semngkin hari semangkin permanen..
Maaf bila rasa ini semangkin melekat erat..
Puisi Senja
##
Maaf jika kamu terus menanggung dosa karna aku yang tidak pernah berhenti untuk mengagumimu..
Dan maaf karna aku yang tidak bisa melepasmu dari hati dan hidupku..
Tapi, sungguh aku mengatakan..
Bahwa tidak ada lagi cinta yang sanggup untuk menggeser ataupun menggantikan posisimu dihati kecilku ini..
##
Maafkan bila aku terlalu mencintaimu..
Jika saja aku bisa bertanya pada Tuhan aku hanya ingin mengatakan “Mengapa Allah hadirkan kamu dihidupku..?
Mengapa Allah membuat cinta dihatiku..?
dan Mengapa pada akhirnya akulah yang tersakiti..?”
##
Tapi, aku bisa apa ?
Aku terlalu Fana untuk menuntut yang Kuasa..
Mungkin benar allah takdirkan kamu sebagai kenangan bukan tunangan..
Selamat tinggal Masa laluku..
__ADS_1
***