
POV AUTHOR.
Di rumah Seokjin pukul 17:00.
"Y/n-ah. cepatlah nanti kita bisa terlambat!!" Teriak Seokjin di ruang tamu.
"Ya, aku sudah siap. Kau itu cerewet sekali." Saut Y/n berjalan menuruni anak tangga.
Seokjin menoleh kearah Y/n.
"Ternyata benar apa yang diucapkan Jungkook, wanita jika sudah berdandan itu memang lama sekali." Sindir Seokjin sambil merapihkan rambutnya.
Manik Y/n menoleh kearah Seokjin.
"Wae?? Barusan kau menyindirku??" Ujar Y/n menatap tajam.
"Tidak, Apa kau tersindir??" (Menyankal)
Y/n hanya mendengus kesal, dan memalingkan wajahnya dari Seokjin.
"Cepatlah kita pergi sekarang!! Sebelum aku berubah fikiran." Ujar Y/n pergi mendahului Seokjin.
"Baik-baik, Tunggu aku Y/n." Teriak Seokjin mengambil kunci mobilnya dan pergi menyusul Y/n keluar rumah.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
1Jam kemudian Seokjin dan Y/n sudah sampai dirumah kakeknya. Seokjin lebih dulu keluar dari dalam mobil sekedar membukakan pintu untuk Y/n istrinya.
Setelah mereka berdua keluar, Seokjin menawarkan tangannya untuk menggandeng tangan Y/n. Dan Y/n pun sigap menerimanya. Merekapun berjalan masuk kedalam rumah.
Sepertinya aturan perjanjian kontrak mereka itu sudah tidak berlaku bagi mereka. Mereka seakan lupa dengan aturan-aturan yang sudah Seokjin buat sebelumnya.
...
.
.
.
.
.
.
.
Tak butuh waktu lama, Seokjin dan Y/n sudah sampai diruang keluarga. Mereka disambut hangat oleh orang-orang disana. Setelah acara saling sapa selesai, Seokjin dan Y/n pun duduk berdampingan di sebuah sofa.
"Y/n apa kau mau minum??" Ujar Seokjin.
"Eoh, nanti saja." Tolaknya tersenyum.
Saat itu Y/n melihat ada tiga orang asing yang tak ia kenal berada disana. dua orang pria dan satu orang wanita.
"Kim Seokjin, Mereka itu siapa??" Bisik Y/n menunjuk dengan bola matanya.
Seokjin pun balik berbisik.
__ADS_1
"Mereka adalah tamu yang tak diundang."
Seketika Y/n dibuat bingung dengan jawaban Seokjin.
"Maksudmu?? Aku tidak mengerti."
Seokjin hanya tersenyum jahil kearah Y/n.
Saat Y/n terus memaksa Seokjin untuk memberitahuinya tiba-tiba.
"Hay!! Seokjin Hyung, sudah lama kita tak bertemu!!" Sapa pria tinggi itu yang tiba-tiba mengahmpiri Y/n dan Seokjin.
Seokjin yang sedang menggoda istrinya itu langsung menoleh sinis kearah pria itu. Sedangkan Y/n hanya memandang bingung karena belum mengetahui siapa pria dihadapannya itu.
Seokjin membuang nafas panjang, dan tersenyum smirk.
"Jangan pura-pura akrab padaku." Cetus Seokjin mendelikan matanya.
Pria itu tersenyum smirk.
"Baiklah. (Menoleh kearah Y/n) Oya, Kau pasti istrinya Seokjin Hyung, Perkenalkan Aku Namjoon." Menyodorkan tangan untuk berjabat tangan.
Y/n hanya tersenyum kikuk, dan mencoba menerima jabatan tangan pria itu yang ternyata adalah adik Seokjin. Namun Jabatan tangan itu tak sempat terjadi karena Seokjin berhasil menghempaskan tangan Y/n saat itu.
Y/n sedikit terkejut dengan tingkah Seokjin padannya.
"Jangan sentuh istriku!! Mengerti." Ancamnya menatap Namjoon sangat tajam.
"Baik-baik. Aku mengerti, Y/n kau sangat beruntung " Ucap Namjoon tersenyum smirk kearah Y/n. Ia pun pergi meninggalkan mereka berdua.
"Seokjin, kenapa kau bersikap kasar padanya?? Kau itu kenapa??" Tanya Y/n kebingungan.
Seokjin hanya terdiam dan tak merespon pertanyaan istrinya itu.
Tak lama setelah Namjoon pergi, Solbin dan ayahnya tiba-tiba datang menghampiri Seokjin. Lagi-lagi Y/n di buat kebingungan karena belum mengenal mereka.
"Kim Seokjin, Bolehkah kau ikut dengan paman sebentar!!" Ajak ayah Solbin.
Seokjin menaikan kedua alisnya melihat kearah Ayah Solbin.
"Baiklah, tapi hanya sebentar." Ujar Seokjin dengan wajah datar.
"Haha, Baiklah. Kau tenang saja, istrimu takkan sendirian. Solbin akan menemaninya nanti." Jelas Ayah Solbin.
Seokjin memalingkan wajahnya pada Y/n. Lalu berkata.
"Y/n aku akan pergi sebentar. Jika Solbin berbuat macam-macam padamu, segeralah panggil aku." Bisiknya dan beranjak pergi bersama ayah Solbin.
Y/n masih tidak mengerti dengan ucapan Seokjin padanya, dan saat Seokjin sudah pergi Solbin langsung duduk disamping Y/n.
"Y/n apa kau juga bisa ikut denganku keluar?? Ada suatu hal yang ingin kubicarakan padamu. Tapi rasanya aku tidak bisa membicarakannya disini. Jadi kita diluar saja. Bagaimana??" Ajak Solbin penuh kecurigaan.
"Pembicaraan apa??" Tanya Y/n penasaran.
Solbin bangkit dari duduknya sambil menunjuk keluar dengan matanya, memberi kode pada Y/n agar ikut bersamanya. Tampa merasa curiga Y/n pun beranjak dari duduknya dan ikut bersama Solbin keluar rumah.
Mereka pun pergi.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
Di tempat berbeda, Seokjin duduk berhadapan bersama ayah Solbin di ruang tamu. Tak telihat seorang pun disana hanya ada mereka berdua.
__ADS_1
"Cepatlah jangan banyak bertele-tele. Aku harus pergi menemui istriku kembali." Cetus Seokjin dengan sinis.
"Tenanglah Seokjin. (Terkekeh) Tidak perlu seserius itu, Paman hanya ingin menyadarkanmu." Jelas ayah Solbin menyenderkan punggungnya kesofa.
Satu alis Seokjin pun terangkat keatas, dengan tangan yang menyedekap didada.
"Menyadarkan?? Maksud paman??"
"Ceraikanlah istrimu dan menikahlah dengan Solbin." Tegasnya.
Seokjin tersenyum smirk. Dan bangkit dari duduknya.
"Ayah dan anak sama saja liciknya." Cetus Seokjin melangkah pergi.
Ayah Solbin pun bangkit dari duduknya dan langsung memanggil nama Seokjin.
"Kim-Seokjin."
Langkah Seokjin pun terhenti, dan langsung membalikan badanya kearah pria parubaya itu.
"Apalagi?? Sudahlah paman aku muak mendengar ocehanmu itu, Jika saja kau bukan sahabat kakek. Aku sudah mengusirmu saat ini juga, jangan coba-coba memancing amarahku ataupun menyakiti Y/n." Ancam Seokjin kembali pergi meninggalkan Ayah Solbin.
Ayah Solbin hanya terdiam dengan rahangnya yang sudah mengeras menahan amarah.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kembali pada Y/n dan Solbin.
Saat itu susana terasa menegangkan karena ekpresi mereka penuh dengan kemarahan.
"Ya!! berhenti menghina orangtuaku!!" Bentak Y/n menunjuk wajah Solbin.
Solbin hanya tersenyum jahat kearah Y/n. Entah apa yang sudah mereka bicarakan, nalun terlihat Y/n sangat geram pada Solbin.
"Memangnya kenapa jika aku bilang orangtuamu miskin?? Aku tidak salah bicarakan??" Jelas Solbin memiringkan kepalanya denga kedua tangan didadanya.
Nafas Y/n terasa sesak saat itu, ia seakan takbisa menahan lagi amarah didadanya, tangannya pun seketika melayang mengarah kewajah Solbin. Dan
Setttttttt.
Tiba-tiba Seokjin menghempas tangan Y/n yang akan menampar Solbin. Kedua manik wanita itupun menoleh bersamaan kearah Seokjin.
"Y/n hentikan!!" Ucap Seokjin sambil terus memegang tangan Y/n.
"Ya!! Kenapa kau menghentikanku?? Apa karena dia kekasihmu, kau tak ingin aku memberikan pelajaran." Gerutu Y/n kesal.
"Bukan, Aku hanya-- "
"Sudah aku muak dengan kalian, aku mau pulang sekarang juga!!." Cetus Y/n melepaskan pegangan Seokjin dan pergi meninggalkan mereka berdua dengan amarah yang masih menggebu-gebu.
Seokjin hanya terdiam sesaat, lalu memandang kearah Solbin yang hanya diam tampa kata.
Tangan dan rahang Seokjin seketika mengeras, seakan ingin meluapkan kemarahannya namun tidak bisa. Ia hanya membaung nafas kasar lalu pergi meninggalkan Solbin.
__ADS_1