
POV Y/N.
Saat itu Seokjin sudah selesai dari mandinya, kami sudah duduk dimeja makan sambil menyantap makanan.
"Y/n, kau pintar memasak rupanya." Pujinya tersenyum lebar.
Aku terkekeh.
"Tidak terlalu juga, aku masih belajar."
Seokjin terhenti dari makanya dan kembali melihat kearahku.
"Y/n. Apa hari ini kau bisa menemaniku??"
Aku mengangkat mataku kearahnya.
"Kemana??" Memiringkan kepalaku.
"Pergi belanja. Jadi begini, jas kerjaku sudah mulai banyak yang usang. Jadi aku perlu menggantinya dengan yang baru, kau maukan menemaniku?? Jadi begini sebelumnya aku sering ditemani Jungkook tapi saat ini dia sedang sibuk, Mumpung aku sudah mengambil cuti selama 3hari, aku ingin memanfaatkannya dengan baik." Jelasnya.
"Ah, baiklah. Kalau begitu aku akan bersiap-siap setelah ini." Ucapku melanjutkan santapanku.
"Benarkah??" Tanyanya dengan antusias.
Aku terkejut dengan teriakannya itu.
"Iya beneran, sudah lanjutkan dulu makannya!!"
Seokjin Tersenyum lebar sambil menganggukan kepalanya dan kembali makan bersamaku.
...
.
.
.
.
.
.
30menit kemudian aku sudah selesai berdandan di kamarku, dan langsung bergegas pergi menemui Seokjin yang sudah menungguku dibawah.
Sesampainya aku dibawah.
"Seokjin Aku sudah siap." Ucapku menghampirinya.
Seokjin yang saat itu sedang duduk di sofa sembari memainkan ponselnya melihat kearahku. Dan bagkit dari duduknya.
"Eoh, kau sudah selesai. Baikalah kita pergi sekarang!!" Ujarnya sambil tersenyum.
Aku menganggukan kepalaku dengan senyuman dibibirku, kami pun pergi saat itu juga menuju mobil.
...
.
.
.
.
.
.
.
1menit kemudian Aku dan Seokjin sudah berada didalam mobil, saat di perjalanan Aku hanya fokus memainkan game diponselku. Sedangkan Seokjin sedang berbincang bersama kolegannya di telfon.
...
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Sudah 1jam kami berkeliling mencari-cari toko jas, akhirnya Aku dan Seokjin menemukan tempat yang pas. Kami pun turun dari mobil saat itu juga dan langsung pergi masuk kedalam toko itu.
Setelah kami sudah memasuki toko, Aku dan Seokjin hanya berjalan-jalan sambil melihat-lihat Jas yang berjajar.
Tiba-tiba seorang pelayan toko datang menghampiri kami.
"Permisi ada yang bisa kami bantu??"
Manik kami menoleh kearah pelayan itu.
"Aku butuh sebuah jas kantor, apa toko ini menyediakannya??" Tanya Seokjin.
"Kebetulan toko kami menjual berbagai jenis jas, Tuan bisa ikut saya untuk memilih jas yang tuan inginkan." Tawar pelayan itu dengan ramah.
"Benarkah, baiklah pilihkan aku jas terbaik disini. (Melihat kearahku) Y/n apa kau mau ikut bersamaku, atau menungguku disini??" Tanya Seokjin.
"Ah, Aku akan menunggumu disini saja." Jawabku tersenyum simpul.
"Baiklah, Kita bisa pergi sekarang??" Ujar Seokjin pergi mengikuti pelayan itu.
Saat Seokjin sedang memilih jasnya, Aku hanya berjalan-jalan di sekitaran toko itu. Tiba-tiba seorang pria yang tak kukenal datang menghampiriku.
"Permisi Nona." Sapanya yang membuatku sedikit kaget.
"Ah, iya ada apaya??" Tanyaku kebingungan.
"Apa kau bisa membantuku??"
Aku memiringkan kepalaku.
"Emm, bantu apa?? Tanyaku kembali.
"Bolehkah aku pinjam Ponselmu sebentar!! Aku lupa membawa Ponselku dan sekarang aku harus menelpon seseorang " Jelasnya sedikit mencurigakan.
Tak ada rasa curiga sedikitpun di fikiranku saat itu dan langsung mencari ponsel di tasku.
"Kalau boleh tau namamu siapa??" Tanyanya yang membuatku terhenti saat sedang mencari ponselku.
"Ah, namaku Y/n. Lalu namamu??" Tanyaku balik
"Nama yang cantik, namaku Wonwoo." Jawabnya tersenyum manis padaku.
Aku hanya menganggukan kepalaku, dan langsung memberikan ponselku padanya.
"Ini, ponselnya."
Aku terkejut melihat kearah Seokjin yang tiba-tiba saja datang.
"Sayang Pria ini siapa??" Ucap Seokjin dengan santai.
Mata dan mulutku terbuka lebar, saat mendengar ia memanggilku dengan sebutan sayang.
Seokjin saat itu terus melihat kearaku dengan memainkan halisnya seperti memberiku kode untuk berakting.
Aku menghelas nafas singkat dan kembali melihat kearah pria dihadapanku.
"Ah dia barusan meminta bantuanku, dia bilang dia ingin meminjam ponselku karena ponselnya tertinggal." Jelasku.
"Kau siapa?? Kenapa kau tidak sopan, mengambil ponsel ditangan oranglain??" Cetus pria itu pada Seokjin.
Seokjin membuang nafas kasar, menyedekapkan kedua tangan didada, menatap geram kearah pria itu.
"Apa kau mau menggoda istriku??" Tanyanya sinis.
pria itu malah tertawa renyah.
"Apa kau sedang mengaku-ngaku??"
Seokjin hanya mendengus kesal, dan menatap kearahku. Aku pun tertegun.
"Sayang, beritahu padanya aku itu siapamu!!" Ucapnya sedikit manja.
Seketika tingkah manjanya itu malah membuatku terkekeh. Aku pun menoleh kearah pria itu.
"Dia ini suamiku, maaf sudah membuatmu kaget." Jelasku lembut.
"Eoh, baiklah. Aku akan pergi sekarang, maaf sudah mengganggumu Y/n. Sampai jumpa lagi." Ujar pria itu tersenyum lalu pergi meninggalkan kami.
Setelah punggung pria itu sudah tak terlihat.
Aku membuang nafas singkat, melihat kearah Seokjin yang berada disampingku.
"Kembalikan ponselku??" Ucapku menyodorkan telapak tanganku kearahnya
"Tidak, Aku tak akan memberikannya padamu." Cetusnya.
Satu alisku pun terangkat.
__ADS_1
"Wae?? Kau ini kenapa??" Tanyaku kebingungan.
Seokjin memutarkan bola matanya.
"Kenapa kau mau di goda pria tadi?? Tanyanya dengan wajah cemberut.
Akupun tertegun dengan tingkah Seokjin, ia terlihat sangat menggemaskan saat wajahnya cemberut seperti itu.
Aku mencubit kedua pipinya dengan gemas.
"Ya, apa kau sedang cemburu??" Godaku tersenyum.
"Tidak." (Mengelak)
Aku mendelikan kedua mataku dengan tangan menyedekap didada.
"Ais,, kau masih bisa mengelak, jelas-jelas kamu sedang mencemburuiku." Cetusku.
Wajah Seokjin seketika memerah. Ia memalingkan wajahnya dariku saat itu juga.
"Sudahlah, ayo kita pulang!!" Ucapnya pergi sambil mengembalikan ponsel ketanganku.
Aku pun hanya tersenyum smirk dan ikut pergi mengikutinya.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Saat sudah didalam mobil.
"Y/n, Apa kau mau belanja juga untuk keperluanmu??" Tawar Seokjin.
"Eoh, tidak. Aku tidak memerlukan apapun saat ini." Jawabku tersenyum simpul kearahnya.
"Kau yakin??" Tanyanya kembali.
Aku hanya menganggukan kepala dan kembali melihat kedepan.
"Oyah, Y/n. Nanti malam kakek mengundang kita untuk datang kerumahnya. Disana mereka sedang menyambut kedatangan Namjoon." Ujar Seokjin.
"Baiklah, Tapi Namjoon itu siapa?? Aku baru mendengar namanya."
Seketika Seokjin terdiam sejenak, lalu menarik nafas singkat.
"Namjoon adalah adik tiriku, dia anak dari hasil pernikahan kedua ibuku. Dan dia baru pulang dari studinya di amerika." Jelasnya sedikit murung.
"Oyah,(Terkejut) aku kira kau itu anak tunggal. Ternyata kau mempunyai seorang adik." Ucapku polos.
Seokjin hanya tersenyum simpul kearahku dan kembali fokus mengendari mobilnya.
Aku merasa sedikit aneh dengan tingkahnya saat ia sedang membicarakan Namjoon. Aku belum berani untuk lebih jauh menanyakan hubungan Seokjin dan Namjoon. Tapi aku dapat merasakan bahwa hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja.
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
__ADS_1
"Jangan lupa like dan komen ya readers.."🙏🙏🙏 biar aku makin semakin semangat buat lanjut ceritanya.