
POV AUTHOR.
Pagi hari pukul 08:00, dilestoran tempat Taehyung bekerja.
"Selamat kawan, sekarang kau sudah resmi menjadi manager di lestoran ini." Ujar Hoseok memeluk sahabatnya itu.
"Hemm,, terimakasih ucapan selamatnya." Balas Taehyung sedikit murung.
Hoseok memirigkan kepalnya, dengan satu tangan menahan dagunnya.
"Wae?? Ada apa denganmu?? Harusnya hari ini menjadi hari bahagiamu, bukankah hal ini yang sering kau damba-dambakan, yaitu menjadi manager dilestoran ini." Tanya Hoseok kebingungan.
Taehyung membuang nafas berat, lalu duduk disamping Hoseok yang sedang berdiri.
"Kau tau, disaat aku diangkat menjadi manager, aku selalu berharap bisa merayakannya bersama Y/n, aku ingin membuatnya bangga dengan kerja kerasku selama ini, tapi rasanya itu hanya tinggal impianku saja." Tutur Taehyung dengan sendu.
Hoseok tiba-tiba tertegun dengan perkataan sahabatnya itu, ia lalu ikut duduk bersamanya.
"Wae??" Tanya Hoseok.
Taehyung meremas kasar rambutnya, lalu menonggakan wajahnya keatas agar air matanya tak terlihat berkaca-kaca.
"Aku sudah menyia-nyiakan kesempatanku untuk Y/n." Jawabnya.
"Kesempatan apa??" Tanya Hoseok yang semakin bingung.
Taehyung menurunkan kembali wajahnya, dan melihat kearah Hoseok.
"Kemarin Y/n mengajakku untuk bertemu, dan saat itu aku datang terlambat, sialnya lagi ponselku malah tertinggal dirumah, kurasa saat itu dia menungguku terlalu lama, dan mungkin dia terus menghubungiku hingga saatnya ia kesal dan pergi begitu saja, karena sesaatnya aku sampai disana dia sudah tidak ada."
"Kurasa bukan itu alasan Y/n tidak ada disana, kau tau sendiri Y/n bukan tipe orang seperti itu. Ya walau terkadang sifatnya seperti preman pasar, tapi dia cukup dewasa dalam menyikapi permasalahan." Ujar Hoseok.
Taehyung langsung memalingkan wajahnya dari Hoseok, dan melihat kearah layar ponselnya.
"Aku tau, dan jauh lebih tau tentang Y/n dibanding dirimu, tapi kurasa dia sudah banyak berubah, dia bukan Y/n yang dulu lagi." Jawab Taehyung tersenyum kecewa.
Hoseok mengkerutkan keningnya, sembari memegang salah satu bahu Taehyung.
"Maksudmu apa?? Y/n berubah bagaimana??"
"Kau tau sendiri, hubunganku sudah 3tahun lebih bersamanya, dan setiap prosesnya selalu ada permasalahan yang datang menghampiri kami berdua, tapi selalu ada jalan untuk menyelesaikannya, karena aku dan Y/n selalu berusaha saling mempercai satu sama lainnya, tapi sekarang. Y/n malah memblokir Nomerku, dia sudah benar-benar berubah, semarah apapun dia padaku, dia tidak pernah memblok nomorku." Jelas Taehyung panjang lebar.
Hoseok menelan singkat ludahnya, dan langsung mengusap-ngusap punggung Taehyung agar tenang.
"Aku tidak percaya Y/n bisa melakukannya, itu sangat kekanak-kanakan. Ya sudah, sebaiknya kau siap-siap untuk mengganti pakaianmu, sebentar lagi kau harus meresmikan jabatanmu, masalah
Y/n aku akan berusaha membantumu nanti, kau jangan hawatir." Bujuk Hoseok memberi semangat.
Taehyung hanya menggangguk pelan, dan beranjak dari duduknya untuk mengganti pakaiannya.
Hoseok hanya terdiam sembari memandangi sahabatnya itu pergi keruang ganti.
"Apa laki-laki bermobil itu, yang sudah membuat
Y/n berubah??" Gumamnya dalam hati.
...
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
30 menit kemudian.
Taehyung sudah berada di acara peresmian dirinya sebagai manager baru dilestoran tempatnya bekerja.
Ia berdiri bersama pemilik lestoran itu, memberi senyuman merekah kepada setiap tamu yang berdatangan, sedangkan Hoseok ia sibuk melayani setiap tamu yang memesan makanan padanya.
"Taehyung selamat atas jabatanmu sekarang." Ujar pemilik lestoran itu sambil menepuk pundak Taehyung.
Taehyung tersenyum lebar sambil membungkukan badannya, sebagai tanda hormat dirinya pada bosnya itu.
"Terimakasih pak, tampa bapak aku bukan apa-apa sekarang." Jawab Taehyunng.
"Haha, itu juga berkat kerja kerasmu selama ini."
Seketika manik pemilik lestoran itu langsung menoleh kearah seseorang yang baru datang membukakan pintu lestoran.
"Hey, disini!!" Panggilnya saat itu pada seorang gadis.
Gadis itu pun tersenyum lebar dan langsung menghampirinya.
Beberapa saat gadis itu sudah sampai dihadapannya dan juga Taehyung.
"Taehyung kenalkan ini anakku Sana." Ucap Bosnya memperkenalkan gadis itu pada Taehyung.
Seketika Taehyung menaikan kedua alisnya menoleh kearah gadis itu dan berjabat tangan dengannya.
Gadis itu pun menoleh kearahnya dan memberikan senyuman padanya.
"Sana." Balas gadis itu.
Bosnya itu lalu kembali bicara pada Taehyung.
"Taehyung, sana adalah putriku yang berkuliah dijepang, sekarang dia sudah lulus sarjana, kedatangannya kemari dia akan menjadi magang dilestoran ini untuk menggantikan Y/n." Jelas Bosnya itu.
"Ah benarkah?? Tapi kenapa anak bapak harus menjadi magang?? Dia lulusan sarjana, dia bisa bekerja sebagai atasanku." Jawab Taehyung.
Bosnya langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tangan yang menyedekap.
"Tidak, aku ingin anakku belajar menjadi karayawan biasa terlebih dahulu, agar nantinya dia bisa tahu rasanya menjadi bawahan itu seperti apa, aku hanya tak ingin membuatnya besar kepala, dan setelah ia lulus magang, aku akan menempatkannya di cabang lestoranku yang kedua." Jelasnya.
"Ah baiklah, Niat bapak sungguh bijaksana." Ujar Taehyung tersenyum simpul.
"Maka dari itu, aku butuh bantuamu Taehyung." Ucap Bosnya itu.
"A-aku??"
"Heemm,, kau hanya perlu membing-bingnya sampai bisa seperti dirimu!! Dan aku yakin kau pasti bisa, Sana anaknya cekatan dan rajin, jadi kau tidak akan kesusahan saat membing-bingnya nanti." Jelasnya kembali.
Taehyung hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum simpul kearah 2orang dihadapannya.
...
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
Beberapa jam setelah acara peresmian selesai, Taehyung langsung menghampiri Hoseok yang sedang berada diruang khusus karyawan.
"Hoseok kau sed---." Tiba-tiba Taehyung berhenti bicara saat melihat Hoseok sedang sibuk menelpon seseorang.
"Baiklah, jaga dirimu baik-baik." Ucap Hoseok mematikan telefonnya, dan langsung membalikan badannya kearah Taehyung, yang sedari tadi berdiri dibelakangnya.
"Eoh, sejak kapan kau ada disana??" Tanya Hoseok.
"Barusan, kau sedang menelpon siapa??" Tanya Taehyung.
"Bukan siapa-siapa, hanya keluargaku dikampung." Jawab Hoseok seperti menyembunyikan sesuatu dari Taehyung.
"Ah, apa itu ibumu??" Tanya Taehyung sambil duduk dikursi.
"Hemmm,, Bagaimana acaramu tadi?? Apa semunya berjalan dengan lancar??" Tanya Hoseok melemparkan pembicaraan.
Taehyung membuang nafas panjang sambil menyenderkan tubuhnya.
"Semuanya lancar, hanya saja aku diperintah untuk membing-bing anak yang mempunyai lestoran ini, dia akan bekerja sebagai magang untuk menggantikan Y/n." Jelas Taehyung seperti tidak bersemangat.
Kedua mata Hoseok seketika terbuka lebar, dan langsung duduk tergesa-gesa disamping Taehyung
"Apa dia wanita??" Tanyanya penasaran.
Taehyung hanya berdeham tampa melihat kearah Hoseok.
"Daebak, itu kabar yang menyenangkan, jadi aku tidak perlu melihat wajahmu setiap hari, aku bisa melihat wajah gadis itu, dan akan kembali bersemangat bekerja." Ucap Hoseok dengan antusias.
Dengan spontan Taehyung langsung menjitak kepala sahabatnya itu.
Jtakkkk,,,,
"Ya!! Kenapa kau menjitakku??" Tanya Hoseok terbelakak.
Taehyung mendengus kesal.
"Jadi secara tidak langsung kau itu senang bekerja bersama wanita, begitu juga dengan Y/n ku." Cetus Taehyung.
"Ya!! Bukan begitu, Y/n sudah seperti sodaraku sendiri, hanya saja dia tipe orang yang menyenangkan dan selalu membuatku senang setiap harinya, bukan karena aku senang saat melihatnya. Aku bicara seperti itu karena aku butuh sosok wanita lain yang akan mengisi kekosongan hatiku." Oceh Hoseok tak jelas.
"Aiss, untukmu itu menyenangkan, tapi bagiku itu sebuah ancaman." Ujar Taehyung mendelikan matanya.
Hoseok hanya memiringkan kepalanya seaakan ia tak mengerti dengan ucapan Taehyung.
"Apa kau tak ingat dengan kejadian sebelumnya, apa penyebab hubunganku renggang bersama
Y/n??" Sambungnya.
Seketika Hoseok terdiam mengingat-ngingat sesuatu.
"Nayeon, rekan bisnismu itu." Jawab Hoseok..
"Hemmm."
Tiba-tiba suasana pun dibuat hening, karena mereka fokus pada fikiran mereka masing-masing.
__ADS_1